Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan semoga kita tetap menjadi murid-murid Tuhan Yesus yang tekun berdoa. Saudara, sesungguhnya kehidupan tanpa doa itu sama dengan kehidupan tanpa kuasa. Berikut tips dari orang bijak tentang doa, “Berdoalah untuk apa yang Anda kerjakan, dan bekerjalah untuk apa yang Anda doakan.”
Berdoa secara teratur dan penuh kedisiplinan adalah kunci mengalami hidup berkemenangan! Daniel memiliki tempat dan waktu yang khusus untuk ia secara teratur berdoa, “… Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11). Dampaknya, kehidupan Daniel menjadi kesaksian bagi banyak orang karena ia sangat dekat dengan Tuhan melalui doa-doanya.
Saudara, hari ini kita belajar dari surat Yakobus, “… Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16-b).
Syarat pertama supaya doa kita berkuasa yaitu dipanjatkan oleh orang yang benar. Orang benar adalah orang yang hidupnya tidak bercela dan hidup dalam kebenaran. Firman Tuhan menegaskan bahwa apabila orang benar berdoa kepada Tuhan dia akan memperoleh pertolongan. Daud bersaksi, “Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” (Mazmur 34:16).
Ketika Elia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, mukjizat pun terjadi. Saat berhadapan dengan Ahab, Elia berkata, “… Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-Raja 17:1). Maka yang terjadi adalah hujan benar-benar tidak turun selama tiga setengah tahun. Namun ketika Elia berdoa kepada Tuhan supaya turun hujan, langit pun menurunkan hujan. Disaksikan dalam kitab yang sama: “Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. …” (1 Raja-Raja 18:45-a).
Saudara, syarat kedua supaya doa kita berkuasa yaitu bila dengan yakin didoakan.
Billy Graham (Penginjil dan tokoh kebangunan rohani asal Amereka) berkeyakinan, “Kita dapat mengubah keadaan jika kita berlutut dan memanjatkan doa dengan penuh keyakinan.” Lebih jauh beliau menambahkan, “Allah tidak pernah menjawab doa orang yang tidak sepenuh hati berdoa.”
Perlu dipahami juga bahwa jika Tuhan belum mengabulkan doa kita, bukan berarti Dia tidak mengasihi kita. Mungkin Tuhan belum mengabulkan doa kita, karena kita sendiri merasa kurang yakin dengan doa-doa yang kita panjatkan. Dengan kata lain, kita berdoa tidak dengan sepenuh hati. Saat bibir mengucapkan doa, saat yang bersamaan pikiran kita dipenuhi dengan kebimbangan dan keragu-raguan. Itu sama artinya berdoa tanpa iman. Kata yakin memiliki makna: roh, jiwa dan tubuh kita bekerja bersamaan dalam arena doa yang kita panjatkan. Roh, jiwa dan tubuh menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak terpecah-pecah. Yesus bersabda, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.” (Matius 12:25).
Ingatlah! Billy Sunday (Atlet bisbol dan penginjil asal Amerika) berkata, “Jika Anda asing dengan doa, Anda akan asing dengan sumber kekuatan terbesar yang diketahui manusia.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)