SEJENAK MERENUNG

KAWAN YANG DIHAPUSKAN CELANYA

Eddie Koiki Mabo, seorang pria Aborigin – Australia yang sepanjang hidupnya berjuang menghapus ketidakadilan terhadap  sukunya: Torres Strait Islanders.  Hukum kolonial menolak mengakui hak tanah adat  sebagai tanah milik mereka sendiri. Mereka ditinggalkan dalam cela ketidakadilan dan penyangkalan hak.  Eddie tidak tinggal diam. Ia memimpin perjuangan hukum yang panjang untuk

Lanjutkan Baca »

MENERIMA SEBAGAI KAWAN

Wangari Maathai seorang wanita Kenya, peraih Nobel Perdamaian. Ia memperjuangkan kelestarian lingkungan dan hak-hak perempuan. Dalam perjuangannya, ia menghadapi banyak tantangan, termasuk penolakan dari pemerintah dan tekanan sosial.  Meski demikian, ia justru mengajak semua pihak untuk bekerja sama demi masa depan yang lebih baik. Sikapnya yang terbuka dan penuh kasih

Lanjutkan Baca »

KESEMPATAN KEDUA MELALUI ANUGERAH

Shahbaz Bhatti, seorang politikus Kristen Pakistan yang berani membela hak-hak kaum minoritas di negaranya. Sebagai satu-satunya menteri Kristen dalam kabinet Pakistan, ia tahu bahwa suaranya bisa menjadi harapan bagi mereka yang tertindas.  Ia bisa saja memilih jalan aman, tetap diam dan menghindari konfrontasi. Tetapi ia melihat bahwa inilah kesempatan dari

Lanjutkan Baca »

ANUGERAH ALLAH MEMBERI JALAN KELUAR

Boonmee Thapthim, seorang pria dari Thailand, lahir dalam kemiskinan dan berjuang bertahun-tahun untuk keluar dari keterpurukan. Saat terjebak dalam utang dan keputusasaan, ia hampir menyerah.  Di tengah keputusasaan itu, ia menerima sebuah Alkitab dari seorang pria tua. Saat membaca 1 Korintus 10:13, ia menemukan pengharapan bahwa Tuhan tidak membiarkannya sendirian

Lanjutkan Baca »

JANGAN TUTUP HATIMU DARI FIRMAN TUHAN

Friedrich Nietzsche (1844–1900),  filsuf Jerman  yang terkenal dengan pemikirannya tentang: nihilisme, kehendak untuk berkuasa (will to power) dan kritiknya terhadap agama, khususnya Kekristenan.  Pernyataannya yang terkenal: “Gott ist tot” (Tuhan telah mati)  telah menjadi  dasar moral dan budaya masyarakat Barat yang telah meninggalkan iman Kristen mereka.   Nietzsche sebenarnya anak

Lanjutkan Baca »

DENGARKANLAH SANG HIKMAT !

Pada tahun 1955, Martin Luther King Jr. menghadapi momen yang mengubah hidupnya. Setelah rumahnya dibom karena perjuangannya melawan segregasi rasial,  ia merasa takut dan putus asa. Suatu malam King berdoa dengan sungguh-sungguh dan mendengar suara di hatinya: “Berdirilah untuk keadilan, dan Aku akan menyertaimu.” Sejak saat itu, ia yakin bahwa

Lanjutkan Baca »