Menetap dalam KEBAHAGIAAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan bahagia. Orang bijak mengingatkan kita, “Tuhan ingin kita bahagia. Jangan ada orang atau apa pun yang membuat kita melupakan hal itu.” Mari kita perhatikan baik-baik janji Tuhan yang disampaikan melalui Daud, “Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.”  (Mazmur 25:12-13)

Andar Ismael (Pendeta dan penulis asal Indonesia) berkata, “Kebahagiaan adalah ibarat kupu-kupu. Kalau kita mengejarnya, kupu-kupu itu pasti terbang dan cepat-cepat pergi. Tetapi bila kita tenang dan berdiam diri, kupu-kupu itu malah akan hinggap. Demikian pula dengan kebahagiaan.”

Saudara, mungkin ada cukup banyak orang yang membangun kebahagiaan hidupnya berlandaskan materi atau kekayaan duniawi.  Mereka berpendapat bahwa memiliki kekayaan yang berlimpah berarti kebahagiaan pasti bisa diraih.  Jika memiliki uang dan harta yang berlimpah, maka akan dapat melakukan apa saja  sesuai dengan yang mereka inginkan.  Akibatnya hidup  mereka hanya tertuju pada uang dan kekayaan. Pikiran mereka hanya terfokus pada bagaimana caranya dapat mengumpulkan uang dan kekayaan sebanyak-banyaknya.  Benarkah uang dan  materi merupakan sumber kebahagiaan bagi manusia?

Sesungguhnya tidak ada kebahagiaan sejati di dunia ini!  Sebab kebahagiaan yang dunia tawarkan adalah semu, tidak abadi.  Sekalipun memiliki segalanya  (uang, harta, popularitas, kedudukan dan kekuasaan), tidak  menjamin seseorang hidup bahagia.  Bukankah sering kita baca dan dengar berita, ada banyak pesohor yang  punya segalanya, tapi mengalami  frustasi dan depresi, hidup mereka berantakan.    Mereka merasakan kehampaan dalam hidup, ada sesuatu yang kosong. 

Saudara ingin menemukan kebahagiaan sejati?  Carilah Tuhan dengan segenap hati, dan hiduplah seturut dengan kehendak-Nya.  Sebab bila kita hidup menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, kita akan terpisah dari Dia, itu artinya hidup kita akan semakin jauh dari sumber kebahagiaan. Dosalah yang membuat manusia kehilangan kebahagiaan, seperti manusia pertama yang harus terusir dari taman Eden oleh karena ketidaktaatannya  (Kejadian 3).

Jadi siapa pun yang ingin mengalami dan menikmati kebahagiaan dalam hidupnya, tidak ada jalan lain selain harus datang kepada Tuhan dan punya hati yang takut akan Dia,   “… orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.”  (Pengkhotbah 8:12).  Firman Tuhan adalah kebenaran yang akan menuntun kita untuk menemukan jalan kebahagiaan itu,  “… dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!”  (Yeremia 7:23).

Ingatlah! Dale Carnegie (Penulis dan motivator asal Amerika) berkata, “Kebahagiaan tidak tergantung dari keadaan di luar kita, melainkan tergantung dari sikap mental kita.” Mari perhatikan baik-baik kesaksian Daud, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”  (Mazmur 16:11). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *