Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Hidup kita merupakan sebuah perjalanan, maka orang bijak memberi nasihat agar kita menetapkan tujuannya dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Selanjutnya kita perlu memerhatikan nasihat Rasul Paulus kepada anak rohaninya, “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” (1 Timotius 6:12)
Saudara, sangat menarik, Rasul Paulus menggambarkan perjalanan hidup orang percaya dalam mengiring Kristus sebagai sebuah pertandingan. Bak seorang pelari yang sedang berjuang dalam suatu kejuaraan olahraga demi memperebutkan sebuah medali. Perjalanan hidup Paulus sendiri, sebagai hamba Tuhan, merupakan sebuah pertandingan yang sangat berat dan keras.
Paulus sebagai seorang pemberita Injil, di sepanjang perjalanan hidupnya, dia harus menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang tak mudah: siksaan, bencana, berbagai ancaman, kesukaran, penderitaan, dan bahaya, mewarnai perjalanan hidupnya. Sekalipun dia harus membayar harganya begitu mahal, tak sedikit pun terbersit dalam benak Paulus untuk mundur atau menyerah dalam melayani Tuhan dan sesama. Dia terus berjuang: “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.” (2 Timotius 4:6). Luar biasa, Rasul Paulus mampu menyelesaikan pertandingan sampai garis akhir. (2 Timotius 4:7).
Saudara, Rasul Paulus mengingatkan bahwa berjerih payah untuk melayani Tuhan itu tidak pernah sia-sia, Tuhan selalu memperhitungkan, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)
Bagi setiap orang yang mampu menyelesaikan pertandingan sampai garis akhir, Tuhan akan anugerahkan mahkota kebenaran kepadanya, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Timotius 4:8)
Saudara, garis akhir pertandingan iman adalah akhir hidup kita, jadi teruslah berjuang! Jangan putus asa. Jangan berhenti di tengah jalan. Teruslah berjalan bersama Tuhan sampai ujung jalan. Perhatikankanlah tekad David Livingstone (Misionaris asal Britania Raya dan melayani di Afrika), “Saya memutuskan untuk tidak berhenti sampai saya mencapai garis akhir dan mendapatkan tujuan saya.”
Ingatlah! Jika Saudara mulai lemah dan hampir putus asa untuk melanjutkan pertandingan iman, ingatlah baik-baik janji Tuhan berikut ini, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.” (Wahyu 3:21). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply