Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna, maka wajar jika dalam perjalanan hidup, kita tidak selalu berhasil. Ada kalanya mengalami kegagalan. Hanya Tuhan yang tidak pernah gagal. Orang bijak berkata, “Orang yang kalah adalah orang yang menyerah saat mereka gagal.” Sedangkan Michael Jordan (Pemain bola basket profesional asal Amerika) berkata, “Saya dapat menerima kegagalan. Semua orang pernah gagal pada sesuatu hal. Tapi saya tidak bisa menerima jika kita tidak pernah mencoba.”
Stephen Richards (Penulis asal Britania Raya) berkata, “Saudara benar-benar gagal, jika waktu saudara jatuh, saudara tidak mau bangkit lagi.” Pernyataan tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Salomo, “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16)
Saya yakin, semua orang pasti pernah mengalami kegagalan di sepanjang hidupnya, bukan hanya sekali atau dua kali, tapi mungkin banyak kali. Sesungguhnya yang lebih penting daripada itu, bagaimana respons kita ketika mengalami kegagalan?
Sebagai orang percaya kita diminta untuk tidak mudah menyerah ketika kegagalan menghampiri. Kita diminta untuk bangkit, mencoba dan mencoba lagi. Terus berusaha dan berjuang. Kita diminta untuk berdoa dan berusaha. Ada tertulis: “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” (Pengkhotbah 11:4).
Saudara, justru kita harus menjadikan kegagalan sebagai cambuk untuk kita keluar dari zona nyaman. Kita mengizinkan Tuhan untuk ikut campur tangan di dalam hidup kita. “… aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6).
Tetaplah percaya kepada Tuhan bahkan saat kita berada di titik terendah sekali pun dan tak berdaya, sebab inilah janji Tuhan, “Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” (Mazmur 121:3-5).
Winston S. Churchill (Mantan Pedana Menteri Britania Raya) berkata, “Kesuksesan itu bukan akhir, kegagalan itu bukan hal yang fatal. Namun, keberanian untuk melanjutkan adalah yang diperhitungkan.” Mari kita perhatian kesaksian Daud, “TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.” (Mazmur 145:14). Ingatlah! Tuhan tidak menghendaki kita terpaku kepada kegagalan-kegagalan masa lalu, melainkan terus melangkah menatap ke depan. Bila KEBERHASILAN itu bagaikan MATAHARI, sedangkan KEGAGALAN itu bagaikan HUJAN, maka kita BUTUH KEDUANYA untuk MELIHAT PELANGI. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg).
Leave a Reply