Category: Sejenak Merenung

  • PALING EGOIS

    Saudaraku, pernah mengikuti pelatihan jurnalistik, seorang wartawan senior memberikan petunjuk dalam penulisan berita, yakni jangan menggunakan kata aku atau saya dalam menuliskan berita, sebab itu tidak obyektif dan tergantung ego atau kemauan si wartawan sendiri. 

    Dalam suatu laporan berita sampaikan hal-hal yang paling obyektif, mengungkapkan peristiwa dari banyak sudut pandang supaya pembaca mempunyai gambaran yang jelas tentang suatu berita, jangan menggiring pembaca ke suatu opini. Jadi jelas, jika suatu berita atau laporan menampilkan kata-kata aku atau saya, berarti itu opini, bukan sesuatu yang obyektif.

    Seperti kita melihat di tiktok banyak influencer yang mempromosikan suatu restoran. Menyampaikan narasi berita dan gambar: “Ini lho sudah aku nikmati bakmi ini, wuah rasanya seperti apa, uenaknya, dagingnya demikian crispy dan lezatnya, sayurannya tetap berwarna hijau terang, dan sebagainya.”  Semua di video dengan warna yang dibuat cerah, jadi menggiring opini orang yang melihatnya, padahal kalau benar-benar kita datang dan membeli bakmi yang dipromosikan, ternyata ya rasanya biasa-biasa saja, bahkan pemakaian micin atau vetsin demikian banyak, yang menstimulasi otak supaya mengatakan rasa enak …

    Nah ini, ketika kita membaca ayat di Mazmur 18:3 Terjemahan Baru (TB), ternyata ini satu-satunya ayat di Alkitab yang paling banyak menyebutkan opini kata aku. Perhatikan ya: Ya TUHAN, bukit batuku (1), kubu pertahananku (2) dan penyelamatku (3), Allahku (4), gunung batuku (5), tempat aku (6) berlindung, perisaiku (7), tanduk keselamatanku (8), kota bentengku! (9). Ada 9 kata aku.

    Ternyata di terjemahan King James Version (KJV) juga sama. Psalm 18:2 The LORD is my (1) rock, and my (2) fortress, and my (3) deliverer; my (3) God, my (4) strength, in whom I (5) will trust; my (6) buckler, and the horn of my (7) salvation, and my (8) high tower.  Ada 8 kata my dan I.

    Saudaraku, kalau dipikir-pikir, bagaimana jika kata-kata aku dihilangkan dari Mazmur 18:3? Mungkin jadinya seperti ini: Ya TUHAN, bukit batu, kubu pertahanan dan penyelamat, Allah, gunung batu, tempat berlindung, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng! 

    Nah, jadinya aneh ya, sepertinya Tuhan itu ada di posisi sendiri nun jauh di sana, dan kita hanya memandang dari kejauhan. Mungkin seperti Saudara berdiri di Simpang Lima Semarang dan memandang Gunung Ungaran di kejauhan.

    Aku jadi ingat pengalaman ketika berkunjung ke Great Wall di Badaling sebelah utara Beijing. Berdiri berfoto di salah satu sisi Great Wall yang demikian megah dan tinggi, membayangkan tembok ini lebih dari 10.000 km membentang, dibangun dalam kurun waktu ratusan tahun, oleh ratusan ribu rakyat dari beberapa generasi dan kekaisaran. 

    Saat itu bermanfaat untuk menahan serbuan dari suku-suku asing dari utara negeri China. Ya, musuh dari posisi bawah menggunakan kuda, kereta, panah dan tombak, pasti tidak bisa melawan tentara yang ada di atas tembok pertahanan yang menjulang tinggi. Tapi kalau perang zaman sekarang, ya bubar, karena ada peluru kendali, tank, apalagi helikopter yang bisa menembak dari atas. Jadi tembok perlindungan zaman dulu tidak berlaku untuk perlindungan zaman now.

    Seperti kata-kata aku yang sembilan kali disebutkan Daud di Mazmur 18:3, itu merupakan pengalaman Daud terhadap Tuhan, ditulis sekitar tahun 1000 Sebelum Masehi. Zaman now, saat ini, sudah 3000 tahun dari saat penulisan ayat itu, ternyata kata-kata aku yang sembilan kali disebutkan itu tetap berlaku, bahwa Tuhan tetap menjadi perlindungan dan penyelamat bagi diri kita. 

    Entah umur Saudara hari ini 20 tahun atau 50 tahun bahkan 80 tahun, ayat tersebut tetap tidak berubah, bahwa TUHAN, adalah bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! 

    Saudaraku, Daud bersyukur kepada Allah karena Dia telah menyertainya dan memberi kemenangan dengan cara menjadi tempat perlindungan terkokoh bagi Daud. Semoga demikian juga dengan engkau dan aku. (Surhert)

  • The Vision of God’s Power

    KUASA ALLAH. Kuasa dapat diartikan sebagai kemampuan melakukan sesuatu berdasarkan kekuatan, keahlian, sumber daya, atau otoritas. Alkitab mengajar bahwa kuasa orang Kristen berasal dari Allah melalui Roh Kudus.

    Allah adalah sumber tertinggi kekuasaan. Segala kuasa datangnya dari Dia dan tergantung pada-Nya (1 Tawarikh 29:11-12)

    Berbagai bagian Perjanjian Lama menceritakan bahwa Allah memberi kuasa-Nya kepada mereka yang lemah (Yesaya 40:29). Allah memberi kuasa kepada umat-Nya (Mazmur 68:35). Seringkali kita membaca bahwa Allah memberi kuasa-Nya kepada para raja (1 Samuel 2:10) dan para nabi (Mikha 3:8).

    Kuasa tak terbatas Allah tercurah dalam kehidupan umat-Nya dalam berbagai aspek dalam Alkitab. Alkitab mengajar bahwa Injil sendiri ialah kuasa Allah bagi keselamatan: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16; baca juga 1 Korintus 1:18).

    Sahabat, kemampuan orang percaya melakukan sesuatu yang berarti berasal dari Roh Kudus. Ketika Yesus naik ke surga, Ia memerintah supaya murid-Nya menanti kuasa yang mereka butuhkan: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8). Tanpa Roh Kudus, para murid akan hanya berjalan di tempat, seberapa pun mereka berbakat, bersemangat, atau antusias terhadap pengabaran Injil.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik: “The Vision of God’s Power (Penglihatan Kekuasaan Allah)”. Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 6:1-8. Sahabat, dunia berubah begitu cepat. Apa yang sekarang ada, mungkin tahun depan sudah hilang tertelan zaman. Roda sejarah berputar cepat menyimpan sejuta cerita tentang PENGUASA. Dari cerita mereka, kita seharusnya disadarkan untuk tidak mengandalkan manusia karena kalau masih bersandar pada manusia, maka kita harus bersiap untuk kecewa.

    Bacaan kita pada hari ini bercerita tentang penglihatan Zakharia yang terakhir. Malaikat Tuhan menyingkapkan tentang kebesaran KUASA ALLAH  yang dilukiskan oleh kereta yang ditarik kuda. Mereka keluar dari dua gunung tembaga sebagai simbol dari gerbang surga (Ayat 1).

    Kereta pertama ditarik oleh kuda merah, sementara kereta kedua ditarik oleh kuda hitam (Ayat 2). Kereta ketiga oleh kuda putih dan kereta keempat oleh kuda berbelang-belang dan berloreng (Ayat 3).

    Kereta yang ditarik kuda hitam menuju Tanah Utara. Kereta berkuda putih menuju arah Barat. Kereta berkuda belang-belang ke Tanah Selatan (Ayat 6). Sementara itu, kereta berkuda merah keluar dan tampak sangat gelisah untuk pergi (Ayat 7). Akan tetapi, pada akhirnya, ia pergi juga menjelajah bumi.

    Sahabat, hanya kereta hitam menuju Tanah Utara (Sinear) yang diberi keterangan. Kuasa Allah pergi ke sana untuk menenteramkan Roh-Nya (Ayat 7). Yehuda melihat kuasa Allah bekerja untuk memulangkan mereka kembali.

    Kuasa Allah tidak hanya berpusat pada tanah Sinear. Kuasa-Nya bekerja di seluruh belahan dunia. Di kemudian hari, kuasa Allah di dalam Kristus memanggil segenap manusia agar datang kepada-Nya. Kuasa ini menembus ruang, waktu, dan zaman.

    Sahabat, Zakharia melihat KUASA ALLAH  lewat PENGLIHATAN. Sedangkan kita masih bisa melihatnya melalui iman kepada Yesus. Kuasa-Nya sangat hebat, dahsyat, dan terus bekerja kapan dan di mana saja.

    Karena itu Jika kita menggantungkan hidup pada manusia, itu adalah tindakan bodoh. Seharusnya, kita bergantung pada kuasa Allah, yang kita kenal lewat Yesus Kristus. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh berdasarkan hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 5?


    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Marilah kita memberi diri dipakai Tuhan agar misi-Nya mulai digenapi di tempat kita, dan kemudian meluas ke ujung bumi. (pg).

  • BLACK IS BLACK

    Saudaraku, kalau di Photoshop, warna hitam itu ada 256 gradual warna, mulai yang lamat-lamat hingga yang pekat. Dunia kejahatan sering disebut sebagai dunia hitam, di dalamnya ada berbagai kejahatan, yang diukur dari hukuman pidananya yang beragam, ada yang hukuman 3 bulan, 3 bulan potong tahanan, hingga ada yang hukuman mati, atau hukuman seumur hidup, dan masih banyak lagi.

    Di antara sekian macam dunia hitam, di Indonesia  paling tidak ada tiga kejahatan yang dipandang paling diperhatikan aparat keamanan, yakni: Terorisme, narkoba dan senjata api. Aparat akan cepat bertindak, karena jaringan tiga tindak pidana ini bisa sangat luas dan melibatkan banyak pihak, bahkan bisa melibatkan pihak-pihak dari luar negeri.

    Sebagai renungan kita, apakah kita boleh berteman dengan orang dari dunia hitam? Alkitab tidak membedakan orang yang ada di dunia putih atau dunia hitam, hanya membedakan antara orang berdosa dengan murid Tuhan, yang dianggap sudah bertobat dan tidak hidup dalam dosa. Karenanya Alkitab mengajarkan agar kita dapat mengasihi sesama, tanpa memandang orang itu berkanjang dalam dosa atau tidak. Bahkan Alkitab mencatat bagaimana Daud tetap mengasihi Saul yang membenci dan ingin membunuhnya.

    Saudaraku, kedatangan Yesus ke rumah Zakheus (Lukas 19) zaman itu dipandang heboh, karena Zakheus saat itu bekerja sebagai pemungut cukai bagi pemerintah Romawi. Jadi Zakheus dianggap sebagai pengkhianat rakyat. Mungkin Zakheus saat menarik pajak dari rakyat juga mempergunakan beking (pelindung) dari pasukan Romawi, jadi rakyat yang tidak membayar pajak atau membayar pajak tidak sesuai aturan, mudah sekali mengalami kekerasan dari Zakheus dan bekingnya.

    Ya, zaman itu pekerjaan sebagai pemungut cukai bagi penjajah dianggap sebagai pekerjaan yang hina. Saudaraku, mari kita renungkan lebih dalam kisah pertobatan Zakheus yang terdapat di Lukas 19:1-10 dengan penekanan pada ayat 10.

    Dalam satu diskusi di gereja ada seorang teman yang mengatakan, “Orang berdosa jangan dijauhi, apalagi disingkirkan, tapi didampingi.” Dia mengambil contoh Tuhan Yesus yang berkenan datang ke rumah Zakheus. 

    Bertemu Zakheus saat melintasi Yerikho, Yesus menyempatkan diri menumpang di rumahnya. Tentu saja hal itu mengundang kontroversi orang Yahudi mengingat Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai. Jika pemungut cukai saja dipandang sebagai pendosa, bagaimana dengan dirinya yang menjabat sebagai kepala? Namun Yesus mau datang kepadanya. Bukan untuk menjatuhkan hukuman kepada Zakheus, kedatangan Yesus adalah untuk menyelamatkannya.

    Saudaraku, manusia cenderung mengedepankan emosi negatif terhadap orang yang dianggap bermasalah. Kutipan ayat “jauhilah yang jahat” (Mazmur 34:15) sering disalahtafsirkan untuk membenci pendosa (pelaku dosa). Yesus tidak demikian! Ia memang membenci tindakan dosa, namun tetap mengasihi pendosa. 

    Buktinya, kita yang dahulu hidup dalam dosa diselamatkan-Nya. Begitu pun yang Ia harapkan untuk kita lakukan sebagai pribadi yang telah menerima kasih karunia-Nya: Bukan menghukum mereka yang berdosa dengan mengucilkan atau membencinya, melainkan sebisa mungkin menjadi berkat yang menyelamatkannya. 

    Mari dengan hati dan pikiran yang bening kita refleksikan: Jika bukan karena kasih Kristus yang menyelamatkan, kita pun adalah pendosa yang tak berdaya. (Surhert).

  • PROGRESIF

    Saudaraku, dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kita dapat memperoleh informasi bahwa progresif berarti (1) ke arah kemajuan;(2) berhaluan ke arah perbaikan keadaan sekarang; (3) bertingkat-tingkat naik. Sedangkan menurut Cambridge Dictionary artinya developing or happening gradually (berkembang atau terjadi secara bertahap). 

    Saat ini sedang ramai di tiktok adalah Kristen Progresif, yang di Wikipedia dijelaskan sebagai mewakili pendekatan teologis postmodern,  yang berkembang dari kekristenan liberal di era modern,  yang berakar pada pemikiran Pencerahan. Apapun namanya, Kristen Progresif sering mempertanyakan apabila jalan keselamatan hanya melalui Tuhan Yesus Kristus, lalu bagaimana dengan penganut agama-agama lain apakah bisa mendapatkan keselamatan?

    Saudaraku, sesungguhnya yang perlu kita sadari dalam kehidupan ini ada sesuatu yang mutlak dan ada lawannya yakni nisbi. Mutlak berarti sesuatu tersebut tetap atau tidak bergantung pada faktor-faktor luar, contohnya 2×2 = 4. Ya jangan dibantah lagi. Sedangkan nisbi hanya terlihat (pasti; terukur) jika dibandingkan dengan yang lain; dapat begini atau begitu bergantung kepada orang yang memandang, jadi bersifat tidak mutlak atau relatif. Misalkan penyandang Miss Universe, Miss World, Miss International dan Miss Indonesia, sama-sama rupawan, namun siapa yang benar-benar paling rupawan mesti ditetapkan kembali, pada saat yang sama, bukan diukur dari saat satu tahun lagi, pasti sudah berubah.

    Contoh hal yang mutlak dan wajib dijalankan yakni saat sebuah pesawat mau take-off, maka pilot di dalam pesawat pertama-tama harus melakukan taxi atau bergerak di darat dengan mengikuti garis kuning dari apron (tempat parkir pesawat) dan memasuki runway (landas pacu) dan mengambil posisi untuk take-off. Kecepatan taxi itu sendiri dibatasi untuk menghindari pesawat terguling saat berbelok atau menabrak dengan pesawat lain, hingga sampai di runway dan siap take off. Pilot harus menunggu clearance dari tower control untuk melaju di runway dan take off dengan aman. Ini prosedur mutlak, wajib, tidak bisa dipertanyakan lagi.

    Nah dalam Kristen Progresif, banyak ajaran Alkitab yang dipertanyakan dan disanggah. Contoh di Sydney ada Dick Harfield yang konon ahli di bidang Ancient Greek Rhetoric, New Testament Textual Criticism, and Papyrology. Dick berkali-kali menulis bahwa Musa dan bani Israel yang menyeberangi laut Teberau adalah hanya dongeng fiktif, karena nama Firaun yang disebutkan tidak pernah ada bukti prasasti sejarahnya, juga di sejarah Mesir tidak pernah ada catatan tentang orang Israel yang saat itu dipekerjakan sebagai apa tidak jelas karena jarak lokasi Piramid Giza dan tanah Gosyen tempat pemukiman orang Israel lebih dari 70 km jadi tidak mungkin setiap hari ada ratusan buruh yang pergi-pulang menggarap pembangunan piramid. 

    Saudaraku, sebagai umat kristiani kita perlu mempunyai ketetapan hati, apakah kita akan tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat melalui karya penebusan di kayu salib, atau kita juga akan meyakini ajaran dari suatu agama atau ajaran yang lain. Semoga kita meyakini,  mengamini dan mengimani sabda Yesus berikut: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

    Di saat kelompok Kristen Progresif sedang gencar mempromosikan keyakinannya, aku diteguhkan  dengan nasihat Rasul Paulus kepada Timotius, anak rohaninya yang terdapat di surat 2 Timotius 3:10-17, khususnya ayat 15-17. Pada akhir zaman, keadaan yang harus dihadapi semua orang adalah keadaan yang sukar.

    Ketika banyak orang mencintai diri sendiri dan hidup dalam kebodohan, Rasul Paulus memuji Timotius. Meskipun berada dalam penderitaan dan penganiayaan, Timotius masih mengikuti ajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dari Rasul Paulus (Ayat 10-11).

    Saudaraku, penderitaan dan penganiayaan adalah konsekuensi dari mengikut Kristus (Ayat 12). Oleh karena itu, penting bagi Timotius agar mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi semua ini, yakni dengan senantiasa mengingat ajaran Kitab Suci yang diterima dan diyakini olehnya sejak kecil (Ayat 14-15). 

    Pembacaan Kitab Suci penting karena dapat memberikan hikmat dan menuntun kepada keselamatan (Ayat 15), dan karena Kitab Suci mempunyai manfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan, dan mendidik orang dalam kebenaran (Ayat 16). Selain itu, Kitab Suci dapat memperlengkapi orang-orang milik-Nya untuk melakukan segala perbuatan baik (Ayat 17).

    Saudaraku, tidak ada jaminan apa pun di dunia ini yang dapat menjamin sepenuhnya agar seseorang mampu melewati penderitaan dan penganiayaan, apalagi yang harus dihadapi oleh para rasul jemaat mula-mula. Mereka setiap saat dapat mengalami kematian karena kepercayaan mereka kepada Kristus. Tetapi, justru dalam keadaan seperti itu, Rasul Paulus tidak menasihatkan agar Timotius belajar membela diri, melainkan bertekun dalam pembacaan firman Allah. Itulah rahasia kekuatan orang percaya dalam menjalani kehidupan hari demi hari.

    Dalam konteks kita hari ini, pembacaan firman Allah tetap penting dilakukan. Dalam menjalani kehidupan yang dipenuhi serba-serbi permasalahan dan serbuan pengajaran  dari berbagai aliran dan kelompok, kita dapat menjadi kuat karena kita memiliki pengajaran, peringatan yang menyatakan kesalahan, nasihat yang memperbaiki perilaku, dan didikan dalam kebenaran sejati.

    Saudaraku, semua itu adalah bekal untuk kehidupan kita sebagai anak Tuhan, dan penguatan serta pendorong bagi kita untuk tetap menghasilkan kebaikan dalam keadaan bagaimana pun dalam hidup kita. 

    Akhirnya, mari simpan dalam-dalam di hati sabda Yesus berikut ini: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Markus 13:31). (Surhert).

  • UANG PALSU DAN BARANG PALSU

    Saudaraku, pernah uang Rp 50.000,- ketinggalan di saku celana. Celana dicuci di mesin cuci, setelah selesai, uang tetap utuh karena terbuat dari cotton (kapas). Kemudian aku setrika uang itu dengan dilapisi handuk, kering, uang tetap utuh hanya warna pudar sedikit. Esoknya aku ke pasar beli 2 Bacang dan membayar dengan uamg Rp 50.000,- tersebut. 

    Encik penjual Bacang wajahnya agak cemberut. Uang diterawang beberapa kali ke lampu neon. Kalau ditolak, ini pelanggan yang rutin beli Bacang dan kue-kue. Akhirnya dia mau menerima, dan aku bilang: “Cik, nanti kalau uangnya ditolak sama bank, minggu depan aku ke sini lagi. Bilang ya, nanti aku yang urus ke banknya.”

    Istriku memakai semir rambut impor yang box-nya warna hijau. Satu box ada 10 sachet semir, harga Rp 250.000. Beberapa karyawan di kantor juga memakai semir ini, hanya mereka beli eceran di warung Rp 35,000 per sachet. Kalau beli sekaligus 1 box ada 10 sachet, pakainya 3-4 minggu sekali, jadi semir mesti disimpan 7-10 bulan, bisa hilang ketlisut atau expired

    Aku ke Pasar Baru dan istri titip untuk beli semir, lengkap dengan ciri warna box dan gambarnya. Saat istri menerima, dia langsung ngomel: “Kok mau sih dikasih barang palsu, bikin kulit kepala panas, dan dia tunjukkan box yang asli, memang ada beda.” Dua hari kemudian aku kembalikan semir palsu ke penjual, minta ganti uang, Enciknya marah-marah, dan aku bilang:  “Cik terserah ya, nanti kalau aku laporkan dan polisi datang, dagangan Encik setoko bisa habis.” Penjual segera mengembalikan uang dengan ngomel. Ternyata karena semir ini banyak dijual secara diecer satuan, maka ada pihak-pihak yang sengaja membuat semir palsu.

    Saudaraku, mengapa si penjual Bacang sangat berhati-hati ketika menerima uang Rp 50.000,- yang saya bayarkan? Jelas, cuan (untung) mungkin hanya Rp 5.000,- tapi kalau kena uang palsu maka modal jualan 2 bacang Rp 45.000 akan amblas. 

    Bank Indonesia dan seluruh bank sentral di dunia yang menerbitkan uang selalu mengumumkan gambar uang yang diedarkan dan berlaku, lengkap dengan ciri-ciri fisik, gambar dan security features yang ada. Juga bank sentral akan menarik UTLE (Uang Tidak Layar Edar) dan menggantinya dengan ULE (Uang Layak Edar) karena uang palsu tidak bisa meniru ciri dan fisik uang baru, tapi akan meniru kondisi uang yang agak kucel dan buram untuk mengecoh penerima uang yang kurang waspada. 

    Pegawai bank yang baru direkrut pasti mendapatkan training tentang pengenalan uang hingga paham. Uang palsu bentuk dan macamnya terlalu banyak, memang mesin hitung bank dan ATM dilengkapi dengan detektor yang bisa membedakan uang palsu, namun kualitas pemalsuan uang semakin meningkat, jadi ketrampilan untuk membedakan fisik uang asli dan uang palsu tetap menjadi prioritas, terutama bagi karyawan bank bagian front office dan karyawan PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah), yakni perusahaan yang pekerjaannya menarik uang tunai dari ritel (pasar basah, pompa bensin, stasiun kereta, dan lain-lain) dan menyetorkan ke bank, juga bertugas mengisi uang di ATM.

    Saudaraku, hampir 2000 tahun lalu Tuhan Yesus juga memperingatkan murid-murid-Nya akan munculnya nabi-nabi palsu bahkan nekad mengaku sebagai Mesias. Mari kita merenungkan Matius 24:15-28 dengan penekanan pada ayat 24. Berita tentang kedatangan Mesias sudah sering kali berkumandang sejak puluhan tahun silam hingga sekarang. Beberapa berita bahkan disertai pengakuan yang ekstrem, adanya orang-orang yang mengaku sebagai Yesus Kristus hingga menyebut dirinya nabi yang diberi pesan khusus mengenai akhir zaman. Namun, sampai hari ini tak satu pun dari setiap klaim seputar akhir zaman dan kedatangan Yesus itu terjadi.

    Peringatan tentang berita palsu mengenai datangnya Mesias juga disampaikan Yesus ketika hidup di bumi. Pengajaran yang perlu dicermati dan diingat oleh setiap orang percaya, bahkan mereka yang merasa diri mereka “orang pilihan” agar jangan sampai disesatkan oleh berita palsu itu. Pengajaran yang juga perlu diberikan kepada generasi penerus, karena tampaknya semakin mendekati akhir dari segala sesuatu, berita tentang kedatangan Kristus kedua kali juga semakin marak. Jika pemahaman mereka akan firman Allah tidak kuat, dikhawatirkan mereka akan mudah tersesat atau dibuat kebingungan dengan pengakuan Mesias atau nabi palsu itu.

    Adanya peringatan khusus bahwa orang pilihan juga masih mungkin disesatkan, seharusnya membuat setiap orang percaya ekstra waspada. Alasannya, bukan tidak mungkin cara yang akan dilakukan oleh Mesias dan nabi palsu itu akan sangat halus, sehingga orang yang teperdaya olehnya tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang terkena penyesatan. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus, niscaya kita dapat mengenali manakala upaya penyesatan itu muncul, lalu menguatkan kita supaya jangan sampai disesatkan. Waspadalah! Waspadalah!    

    Saudaraku, yakinlah keteguhan iman dan pertolongan Roh Kudus dapat menghindarkan kita dari penyesatan berita tentang kedatangan Kristus. (Surhert).

  • TANDA YANG MENDATANGKAN SUKACITA

    Saudaraku,  manusia sering merencanakan masa depannya dengan penuh perhitungan dan menyadari bahwa dalam pelaksanaannya seringkali terjadi gap antara kenyataan dan perencanaan.  Krisis inilah yang dirasakan oleh orang yang menyelenggarakan resepsi pernikahan yang dicatat menjadi satu-satunya resepsi yang dihadiri oleh Yesus.  Mari membaca dan merenungkan Yohanes 2:1-11.

    Yohanes memulai kisah pelayanan Yesus dengan peristiwa di sebuah resepsi pernikahan di kota Kana dengan keterangan bahwa apa yang dilakukan Yesus adalah tanda pertama dari sekian banyak tanda yang akan dikisahkan dalam Injil yang ditulisnya (Yohanes 2:11).  

    Mukjizat itu adalah air sumur yang diubah menjadi air anggur terbaik.  Air anggur menempati posisi yang sangat penting dalam sebuah resepsi pernikahan Yahudi dan semakin tua air anggur maka si penyelenggara resepsi menunjukkan sikap penghargaan yang makin tinggi kepada para undangan dan juga melambangkan status sosial yang makin tinggi.  

    Air anggur melambangkan sukacita dalam sebuah pesta dan dalam resepsi di Kana dan di situlah Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Pemilik dan Pembuat Sukacita Terbaik di tengah krisis air anggur yang sempat terjadi.  Situasi yang sedih dan panik di bagian dapur berubah menjadi sukacita dengan kehadiran Yesus.

    Banyak orang mencoba untuk menyiapkan segala sesuatu agar hidup penuh dengan sukacita, sebagaimana panitia resepsi menyiapkan sebuah pesta.  Namun kejadian di lapangan banyak tak terduga dan penuh dengan kejutan sehingga membuat krisis yang parah hingga sukacita pun mulai defisit.  

    Namun saat seseorang mau belajar untuk menaati Kristus, ia akan melihat bahwa Kristus sanggup untuk memberikan sukacita melebihi apa yang diinginkan atau disiapkan oleh manusia, sebagaimana Yesaya 25 : 6 menyatakan: “Di Bukit Sion, TUHAN Yang Mahakuasa akan menyiapkan perjamuan untuk semua bangsa di dunia. Ia menghidangkan makanan yang paling lezat dan anggur yang terpilih.”  (versi Bahasa Indonesia Sehari-hari).  Kristus yang memulihkan manusia dari krisis dengan syarat:

    1. Manusia mau untuk mengakui keberadaan-Nya

    Maria meminta para pelayan diminta untuk mengikuti perintah Yesus.  Di dapur sebuah resepsi yang sedang berlangsung tentunta suasana sibuk dan hektik, orang tidak mudah untuk menyadari kehadiran seseorang yang tidak memegang otoritas.  Namun para pelayan di dapur mau mendengar perintah Maria dan memberikan respek kepada Yesus, maka tanda itu akhirnya terjadi.  Mereka memercayai perkataan Yesus.

    1. Belajar untuk mengikuti aturan main-Nya

    Agak aneh rasanya saat Yesus menyuruh pelayan mengambil sampel air sumur dan diberikan pada pemimpin pesta.  Namun itulah yang Yesus perintahkan maka saat mereka mengikuti langkah Yesus, mereka menjadi saksi tanda besar yang dilakukan oleh-Nya.  Pesta terselamatkan dan berlangsung dengan penuh sukacita.

    Saudaraku, kunci untuk mendapatkan sukacita adalah memercayai dan menaati Kristus.  Mari belajar melakukannya agar sukacita itu menjadi pelumas untuk membuat kehidupan orang percaya tetap bergerak dengan energik menuju garis akhir.  Libatkan Tuhan dan temukan sukacita itu.  Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)

  • Stay Away from Bad and Wicked Life

    ORANG FASIK. Sahabat, dari beberapa sumber saya memperoleh informasi bahwa Alkitab menyebut “orang fasik” sebagai orang yang terpisah dari Tuhan. Kefasikan adalah keadaan tercemar oleh dosa. Menjadi fasik berarti bertindak dengan cara yang bertentangan dengan sifat Tuhan, secara aktif menentang Tuhan dalam ketidaktaatan, atau mengabaikan Tuhan secara tidak hormat. Alkitab sering kali berbicara tentang “daging” yang mengacu pada hal-hal yang berasal dari sifat berdosa kita. Perbuatan daging dan keinginan dunia masuk dalam kategori kefasikan.

    Orang fasik menurut Alkitab adalah mereka yang berdosa namun tidak mau mengakui dosanya. Dalam arti lain, orang fasik disebut juga sebagai orang yang tidak beriman. Mereka mengetahui keberadaan Tuhan, namun enggan mematuhi firman-Nya.

    Mengutip dari buku Menyingkap Tabir Kuasa Kegelapan karya Yerri B. Kana (2011), orang fasik tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Dalam Mazmur 36:2 disebutkan: “Dosa bertutur di hati orang fasik, rasa takut pada Allah tidak ada dalam orang itu.” Mazmur 36 juga menjelaskan bahwa perkataan dari mulut orang fasik hanyalah kejahatan dan tipu daya. Mereka menempatkan dirinya di jalan kesesatan dan selalu melakukan tindakan kejahatan. 

    Dengan kata lain, orang fasik menurut Alkitab adalah orang yang berkompromi dengan dosa dan tidak menolak segala praktik kejahatan. Orang fasik adalah mereka yang tidak mengenal Tuhan melalui Yesus Kristus. Mereka telah menolak Anak Allah dan tetap berada dalam dosa mereka.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik: “Stay Away from A Bad and Wicked Life (Menjauhi Hidup yang Jahat dan Fasik)”. Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 5:5-11. Sahabat, kejahatan apalagi yang harus dibereskan dalam kehidupan umat Yehuda? Penglihatan ketujuh tentang perempuan dalam gantang. Itu menjelaskan tentang kejahatan umat Yehuda, khususnya mengenai kefasikan. Alasannya, mereka masih menggantikan Allah dengan para Baal dan dewa. Itulah alasan mengapa Allah menyampaikan firman-Nya kepada Zakharia.

    Zakharia melihat sebuah gantang dengan tutup, yang terbuat dari timah, sedang terangkat (Ayat 6). Dalam terjemahan lain, gantang adalah keranjang pengukur (measuring basket). Malaikat mengatakan isi gantang itu adalah kejahatan. Disebutkan juga, seorang perempuan sedang duduk dengan nyaman di dalamnya (Ayat 7). Penglihatan ini, tampaknya, mengandung pesan: Jika kejahatan dilakukan dan tidak dibereskan, orang akan merasa nyaman dengan kejahatan itu. Semakin tenggelam dalam kejahatan, malaikat menilai telah terjadi kefasikan (Ayat 8).

    Selanjutnya, Zakharia melihat dua perempuan yang bersayap seperti burung ranggung (Ayat 9). Mereka mengangkut gantang itu menuju tanah Sinear dengan sayap didorong angin (Roh Allah). Gantang itu dibuang kembali ke negeri Babilonia. Di sanalah kejahatan akan membangun rumahnya sendiri. Kejahatan dan kefasikan dimusnahkan oleh kuasa Allah.

    Allah bisa saja membiarkan umat-Nya tetap terbuang di Babilonia. Akan tetapi, Dia tidak melakukan itu karena janji-Nya kepada umat Yehuda. Allah telah menjanjikan sebuah kehidupan baru bagi mereka. Oleh sebab itulah, kejahatan dan kefasikan umat-Nya harus dihapuskan.

    Sahabat,  setiap hari, kita menikmati pimpinan Allah. Ketika menyadari dosa dan kesalahan, biasanya kita berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Namun, acap kali kita malah gagal memenuhi janji itu. Untuk itu, kita membutuhkan bimbingan Allah. Tanpa itu, usaha kita akan sia-sia dan terus-menerus menemui kegagalan. Selain itu, kita juga harus bertekad agar hidup dengan cara yang berbeda dari dunia. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami tentang orang fasik?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Semoga Tuhan memampukan kita untuk menjauhi hidup yang jahat dan fasik. (pg).

  • PENGARUH PERKATAAN PEMIMPIN

    Saudaraku, perkataan seorang pemimpin memiliki dampak besar dan bahkan sanggup mengubah dunia.  Sabda pandita ratu tan kena wola wali (perkataan seorang pemimpin tidak boleh berubah-ubah) menunjukkan betapa berkuasanya perkataan seorang pemimpin yang menjadi pedoman bagi pengikutnya.  Ternyata permulaan kisah Yesus juga dimulai dari perkataan seorang pemimpin spiritual yang terkenal saat itu, yaitu Yohanes Pembaptis.  Mari merenungkan Injil Yohanes 1:35-42.

    Sebagai seorang pemimpin spiritual yang sangat populer maka apa pun yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis menjadi perhatian dan pedoman bagi para pengikutnya.  Sanjungan Yohanes kepada Yesus membuat para murid Yohanes menoleh pada Pemuda lugu dari Nazaret itu.  

    Yohanes Pembaptis menyebut Yesus dengan Anak Domba Allah dan Anak Allah membuat figur Yesus begitu istimewa dan karenanya menarik perhatian Andreas dan salah seorang murid Yohanes yang lain untuk menyelidiki Yesus.  Berawal dari perkataan Yohanes, Andreas meyakini kemesiasan Yesus sehingga juga berhasil  meyakinkan Simon untuk menjadi pengikut-Nya.  Mereka menjadi murid Yesus sampai akhir hidup mereka.  

    Penulis Injil Yohanes memulai kisah Yesus dari perkataan Yohanes Pembaptis terhadap Yesus dan menunjukkan kepada para pembaca Injil bahwa sang perintis telah melaksanakan tugasnya untuk memperkenalkan Sang Raja dan dari situlah kisah tentang Sang Kristus bergulir begitu indah dan pasti.  

    Yohanes Pembaptis telah membuka jalan untuk karya dan pekerjaan Yesus.  Perkataan Yohanes telah mengubah hidup Andreas walaupun Andreas tidak menjadi muridnya lagi.  Yohanes telah memberikan contoh kepemimpinan yang hebat dengan keberaniannya menyatakan kebenaran tentang Yesus, walau ia kehilangan pengikut.

    Di zaman yang terbuka seperti saat ini, banyak orang dianggap menjadi pemimpin.  Selain pemimpin negara, institusi, spiritual, keluarga, dan lain-lain  saat ini ada pemimpin dunia maya yang juga memiliki pengikut yang tak kalah banyak dari pengikut dunia nyata.  Para pengikut di dunia maya itu disebut dengan netizen.  

    Para influencer, tiktoker, gamer dan yang sejenisnya menjadi panutan bagi para generasi Z dan memberi pengaruh besar terhadap mereka.  Loyalitas netizen tidak perlu diragukan hingga bahkan hampir semua influencer dan gamer sanggup menggalang massa dunia maya untuk mensukseskan proyek-proyek mereka. 

    Namun tak jarang para pemimpin itu ‘kebablasan’ dan memanfaatkan kekuatan pengikut untuk kepentingan diri sendiri. Maka alangkah baiknya kalau para pemimpin hidup takut akan Tuhan dan mengarahkan para pengikutnya kepada pribadi Kristus, sebagaimana prinsip Yohanes Pembaptis yang luar biasa:  Biarlah Dia makin besar dan aku makin kecil (Yohanes 3:30).  

    Saudaraku, mari perkenalkan Kristus selagi perkataan masih memiliki kekuatan.  Perkenalkan Kristus hingga nama-Nya harum di dunia maya maupun nyata.  Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)  

  • Conquer Problems with God’s Power

    TANTANGAN. Di dalam perjalanan pelayanan murid-murid Kristus yang ditulis dalam Alkitab, tidak ada seorang pun yang berjalan dengan mulus, tanpa tantangan. Penderitaan selalu menghadang dan harus dilewati demi tercapainya misi Allah melalui diri mereka. Rasul Paulus banyak menuliskan berbagai penderitaan yang dialaminya. Mungkin tidak ada manusia yang menginginkan penderitaan, termasuk Paulus sebagaimana yang ditulisnya dalam 2 Korintus 12:8.

    Dalam mengerjakan tugas pelayanan kita sering menimbang-nimbang berat tidaknya bagian-bagian tugas yang harus kita kerjakan. Mungkin tidak ada yang dengan sengaja memilih untuk mengerjakan yang sukar. Seorang siswa yang akan masuk ke Perguruan Tinggi, cenderung memilih jurusan yang sesuai dengan bidang minat dan kemampuan. Di satu sisi hal itu ada benarnya. Namun di sisi lain, sesungguhnya itu merupakan potret manusia yang tidak mau mengalami kesusahan. Manusia pada umumnya tidak mau meninggalkan zona nyaman dengan memilih hal-hal yang diperkirakannya tidak akan kesulitan mengerjakannya. Kalau pun ada, ia tergolong manusia luar biasa. Rasul Paulus  termasuk salah seorang sosok yang luar biasa itu.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik: “Conquer Problems with God’s Power (Taklukan Masalah dengan Kekuatan Allah)”. Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 4:1-14. Sahabat, kita tahu merintis pelayanan bukan tugas yang mudah. Ada banyak kendala yang bisa melunturkan semangat. Halangan, mulai dari kerikil sampai batu besar, bisa datang bergantian menghadang. Namun, di tengah situasi itu, kita harus tetap yakin bahwa Allah akan selalu memimpin

    Zerubabel mendapat tugas untuk membangun Bait Allah dan umat-Nya (Ayat 9). Mereka, yang kembali ke tanah perjanjian, bersusah payah untuk membangun kembali tanah leluhurnya dari reruntuhan.

    Namun, setelah sekian lama, mereka lupa tugas  utamanya sebagai umat, yaitu beribadah. Akan tetapi, permasalahannya adalah Bait Allah telah lama runtuh. Lalu, di mana mereka harus beribadah?

    Tuhan hendak memakai Zerubabel untuk menyadarkan umat Yehuda agar mulai membangun Bait Allah. Namun, orang-orang yang dihadapi Zerubabel bagaikan gunung batu besar. Oleh karena itu, tugas Zakharia adalah menyampaikan janji Allah kepada Zerubabel bahwa ia akan menyelesaikan tugas tersebut bukan karena kuat dan perkasanya, melainkan karena Allah (Ayat 6). 

    Dalam hal ini, Roh Allah akan meneguhkan setiap perkataan Zakharia kepada Zerubabel. Zerubabel dan Yosua adalah dua dahan pohon zaitun itu (Ayat 11). Merekalah perintis pekerjaan Allah untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem.

    Allah memilih orang untuk membangun umat-Nya. Akan tetapi, bukan berarti rintangan segera sirna begitu saja. Gesekan, salah paham, dan berbagai masalah datang bak batu besar yang menghalangi pekerjaan Allah. Namun, kita tidak boleh mundur karena Allah, melalui Roh-Nya, akan selalu menguatkan. Inilah yang menjadi pegangan kita saat bekerja melayani Dia.

    Sahabat, zaman sekarang, teknologi sudah semakin maju. Kita patut bersyukur karena semua kemajuan itu bisa digunakan untuk mengatasi rintangan dalam pelayanan. Namun, kita harus tetap mawas diri. Semua kemudahan itu tidak boleh mengganti peran Roh Allah. Kita tetap harus mengandalkan Tuhan di atas segalanya. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 2 dan 6?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Karya Allah tidak dikerjakan dengan keperkasaan atau kekuatan kita, melainkan dengan Roh Kudus. (pg).

  • PONSEL LIPAT

    Saudaraku, ini berita di Kompas tanggal 19 Oktober 2023 yang mengutip Tech Industry Lead Google Indonesia tentang survey Google yang berjudul “Think Tech, Rise of Foldables: The Next Big Thing in Smartphone”, ternyata jumlah handphone di Indonesia ada 354.000.000 perangkat, 354 juta lho!

    Jumlah penduduk Indonesia sesuai BPS ada 278,69 juta pada pertengahan 2023, termasuk anak-anak dan remaja di bawah usia 17 tahun, belum punya KTP. Dari rekapitulasi Pemilu 2024 (Kompas.com) total surat suara sah, berjumlah 164.227.475 suara, artinya ada 164,3 juta penduduk memiliki KTP dan ikut mencoblos.

    Jika handphone di Indonesia ada 354 juta, bisa dianggap segenap  penduduk yang punya KTP memiliki satu handphone, dan ada banyak yang memiliki handphone lebih dari satu, termasuk dari kalangan anak-anak.

    Google juga mencatat minat beli konsumen terhadap ponsel lipat mengalami pertumbuhan, sebanyak 75% responden menunjukkan minat dan ketertarikannya terhadap ponsel lipat, sedangkan 62% responden lainnya berencana membeli smartphone lipat sebagai ponsel baru.

    Apa itu ponsel lipat? Yang terutama, harga ponsel lipat harganya mulai dari 13 juta hingga 30 juta, bahkan ada yang ditawarkan edisi khusus 40 juta. Ponsel lipat umumnya dilengkapi kamera dengan resolusi yang tinggi meskipun diameter lensa hanya 10 mm, pengolahan foto/video, processor terbaru, dan karena mahal bisa menginstal beberapa aplikasi untuk bisnis seperti Adobe Acrobat, Notes dan Office.

    Kompas melaporkan 6 apps yang paling banyak di download atau dipakai di Indonesia, yakni: CapCut untuk edit video, TikTok, Facebook. Instagram, WhatsApp dan Shopee, jadi penggunaan ponsel umumnya untuk kebutuhan sosial/medsos, melihat video di TikTok dan komunikasi grup melalui WhatApp, sedangkan aplikasi untuk bisnis jarang digunakan. 

    Padahal kalau hendak mendapatkan foto/video yang bagus dan tajam mestinya memakai kamera yang diameter lensanya sekitar 40mm dan harganya kurang dari 10 juta dan beli smartphone seharga 6-7 juta, maka hasil foto pasti lebih tajam dan warnanya lebih berlimpah. Tapi nyatanya penjualan ponsel lipat lebih banyak daripada penjualan kamera.

    Beberapa tahun sebelum covid, aku mengenal seseorang yang menjual tas mewah dari Paris, hampir setiap bulan dia atau istrinya ke sana untuk membeli tas. Aku tanya, apakah tidak takut bersaing dengan perwakilan produk tersebut yang membuka showroom di mall mewah? Dia hanya tertawa lalu berkata: “Harga jual di showroom lebih mahal, modelnyapun lebih terbatas, dan kalau dibayar dengan cicilan kartu kredit paling 12 kali cicil.” 

    Nah dia menawarkan barang asli, harga lebih murah, cicilan hingga 15 kali dengan bunga yang lebih rendah dari kartu kredit, dan yang paling diminati, bisa tukar tambah bila ingin ganti model, tentu ada potongan harga melihat kondisi tas saat itu. Tawaran tukar tambah ini yang paling diminati para sosialita, bisa memakai tas mewah setiap tampil, jadi rakyat berpikir si sosialita punya koleksi tas mewah.

    Jadi membeli ponsel lipat yang harganya belasan juta dan hanya digunakan untuk melihat medsos, atau membeli tas dari Paris, sebenarnya untuk menaikkan citra dan gengsi diri, setidaknya bisa mirip gaya hidup para sosialita. Bagaimana mendapatkan barang-barang mewah ini urusan lain, namun kebanyakan dengan berhutang ke kartu kredit, meskipun kena bunga minimal 20%, jadi pinjam 20 juta mesti bayar 24 juta, dicicil 2 juta selama 12 bulan.

    Bagi orang yang memiliki penghasilan tetap setidaknya 10 juta per bulan, mungkin mudah mencicil 2 juta per bulan, atau 20% dari penghasilannya. Lantas kalau ada keperluan yang lain, atau kebutuhan rumah tangga yang meningkat, ya akan mencari upaya lain untuk mendapatkan dana, entah itu dari usaha lain, atau mungkin melalui cara-cara illegal, atau bahkan cari pinjol meskipun bunganya sangat mahal. 

    Saudaraku, coba kita simak peringatan Yakobus berikut ini: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:14-15). Mencari hutang lain untuk menutup hutang sebelumnya, gali lobang tutup lobang, akhirnya bisa sangat menekan dan merugikan.

    Rasul Petrus mengingatkan kita: “supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.” (1 Petrus 4:2-3) 

    Saudaraku, jadi waspadalah, godaan-godaan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menaikkan gengsi dan harga diri semakin banyak, tapi kita bisa minta tuntunan Tuhan agar memiliki pertimbangan yang matang sebelum memutuskan sesuatu, apalagi bila ingin berhutang untuk mendapatkan barang-barang yang bukan kebutuhan utama atau kebutuhan dasar. Waspadalah! Waspadalah! (Surhert).