Category: Sejenak Merenung

  • SEMBAHLAH dan TAATILAH

    Sahabat, penyembahan merupakan ungkapan penghormatan atas kebesaran, keagungan dan kekudusan Tuhan.  Kita perlu menghormati hadirat Tuhan dengan jalan menyembah-Nya, bukan hanya lewat kata-kata saja, tetapi juga melalui sikap tubuh kita:  Bersujud, tersungkur, dan berlutut,  sebagai tanda merendahkan diri dan ketidaklayakan kita di hadapan-Nya.  Penyembahan merupakan bentuk pujian yang tertinggi!  Secara umum kita bergerak mulai dari puji-pujian dan kemudian menuju kepada penyembahan. 

    Sahabat, ketika seseorang dipenuhi oleh hadirat dan kemuliaan Tuhan, secara spontan ia akan berlutut dan sujud menyembah di hadapan Tuhan.  Itu adalah tanda dari rasa hormat.  Jatuh tersungkur di hadapan seseorang tanda penghormatan yang paling dalam. 

    Untuk memahami lebih dalam topik tentang: “Sembahlah dan taatilah”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 95:1-11.  Mazmur 95 merupakan mazmur puji-pujian dan juga undangan untuk beribadah kepada Tuhan. Mazmur ini masuk  dalam kumpulan mazmur 90-106 yang memberikan penekanan pada ibadah umat Allah untuk menyampaikan pujian syukur dalam bait Allah.

    Sahabat, memuji Allah wajib dilakukan oleh  orang percaya. Pemazmur mengajak bangsa Israel bersorak-sorai dan sujud menyembah-Nya. Pemazmur mengajak umat menyembah Tuhan karena Ia adalah Allah dan Raja yang besar. Namun, Mazmur 95 tidak hanya mencakup ajakan untuk memuji, tetapi juga nasihat untuk mawas diri terhadap peringatan Allah.

    Peringatan yang diberikan tidak main-main sebab peringatan tersebut berasal dari Allah. Pada awal penulisannya, pemazmur mengajak umat memuji Allah (ayat 1-7a). Akan tetapi, mulai dari ayat 7b, bangsa Israel dituntun untuk mendengarkan peringatan  Allah.

    Sahabat, berdoalah agar kita tidak hanya memuji Allah, tetapi juga dibarengi dengan ketaatan kepada-Nya. Karena itu, marilah saat ini kita belajar untuk terus taat kepada Allah sembari memuji kebaikan dan kebesaran-Nya dalam hidup kita hari lepas hari.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa peringatan Tuhan yang pertama dalam ayat 8?
    2. Apa peringatan Tuhan yang kedua dalam ayat 9?
    3. Apa peringatan Tuhan yang ketiga dalam ayat 10?

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • PENJAGAAN dan PERTOLONGAN TUHAN

    Sahabat, ada cukup banyak orang percaya yang gampang sekali putus asa ketika diperhadapkan pada pergumulan hidup yang berat, karena mereka berpikir Tuhan tidak memperdulikan hidupnya lagi.  Hal tersebut tidak benar!  Tidak sekalipun Tuhan meninggalkan dan membiarkan umat-Nya bergumul sendirian (Yesaya 46:4). Jika Tuhan mengizinkan kita melewati masa-masa sulit itu artinya Dia sedang melatih kita untuk bergantung penuh kepada-Nya.

    Jangan pernah lari dari prosesnya Tuhan.  Mungkin terasa sakit tapi mendatangkan kebaikan bagi kita, sebab proses butuh waktu dan ketekunan (Ibrani 10:36). Jadi Sahabatku, sesulit apa pun keadaan kita, tetap arahkan pandangan kepada Tuhan.

    Untuk mendalami topik tentang: “Penjagaan dan pertolongan Tuhan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 121:1-8. Mazmur 121  merupakan salah satu nyanyian ziarah yang dinyanyikan oleh umat Tuhan dalam perjalanan mendaki gunung Sion selama pesta-pesta besar di Bait Suci. Sampai hari ini pun mazmur ini masih dipakai dalam mengawali sebuah perjalanan.

    Di sini terlihat jelas pemazmur sangat mengerti bahwa tidak ada yang bisa diandalkannya selain Tuhan. Pemazmur melayangkan matanya ke gunung-gunung untuk mendapatkan sumber pertolongan, namun tidak ada pertolongan di situ. Pada waktu itu, gunung mempunyai peran yang sangat penting sebagai tempat berlindung dari serangan musuh. Selain itu, bagi bangsa Israel gunung Sion adalah tempat Tuhan bertakhta. Bangsa-bangsa lainnya pada zaman itu juga selalu melihat gunung sebagai tempat allah mereka bertakhta.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa yang dimaksud oleh Pemazmur dengan kata “gunung-gunung” dalam ayat 1?
    2. Apa maknanya “Tuhan takkan membiarkan kakimu goyah” dalam ayat 3-a?
    3. Apa maknanya “Penjagamu tidak akan terlelap dan tertidur” dalam ayat 3-b dan 4?
    4. Apa maknanya “Tuhan akan menjaga nyawamu” dalam ayat 7-b?
    5. Apa maknanya “Tuhan akan menjaga kita selama-lamanya”  dalam ayat 8?

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • RESPONS terhadap KEMALANGAN yang BANYAK

    Sahabat, ada teman pelayanan yang berbagi cerita  tentang kemalangan yang menimpa dirinya dan keluarganya secara bertubi-tubi dalam empat tahun terakhir. Dia bercerita melalui WA, WA Voice, WA Call, kadang-kadang kami menyempatkan diri bertemu sambil menikmati kopi di waktu sore. Teman kami seorang yang aktif terlibat dalam pelayanan di gerejanya dan di beberapa lembaga gerejawi. Ketika saya bersama 3 orang teman sedang merintis pembukaan gereja baru, dengan setianya dia mengirimkan sebagian perpuluhannya untuk mendukung program gereja kami tersebut.

    Firman Tuhan berkata bahwa orang benar diizinkan oleh Tuhan untuk mengalami kemalangan, dalam jumlah yang banyak. Apakah itu berarti Tuhan tidak mengasihi umat-Nya, sehingga Dia membiarkan umat-Nya mengalami kemalangan yang bertubi-tubi? Tidak! Justru dengan kemalangan yang diizinkan terjadi, umat-Nya memiliki kesempatan untuk mengalami kuasa Tuhan secara nyata.  Ada janji firman-Nya untuk kita yang diizinkan mengalami kemalangan, yakni bahwa Tuhan akan melepaskan kita dari semua kemalangan itu. Dilepaskan dari kemalangan berarti ada jaminan kekuatan, topangan tangan kasih-Nya, juga solusi dari setiap permasalahan yang kita alami, sehingga kita akan keluar sebagai pemenang. 

    Sahabat, bagi kita yang sedang meragukan kasih Tuhan karena berbagai kemalangan yang sedang kita alami, kiranya janji firman Tuhan memberi penghiburan dan penguatan bagi kita. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah menunda waktu untuk melepaskan kita dari kemalangan hidup. Ketika  “waktu-Nya”  tiba, kelepasan yang dari Tuhan akan kita alami.

    Untuk mendalami topik tentang: “Respons terhadap kemalangan yang banyak”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 34:1-23. Mazmur Daud tersebut mengajak orang untuk menyadari konsekuensi menjadi orang benar. Namun bukan dalam nada putus asa, melainkan tetap penuh pengharapan.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Dalam pelarian dan penderitaannya, apa saja yang dirasakan oleh Daud? (Ayat 5-7)
    2. Dalam pelarian dan penderitaannya, kebaikan Tuhan berupa saja yang telah dialami oleh Daud? (Ayat 5, 7, 8, dan 19)
    3. Sekalipun kemalangan orang benar banyak, tapi apa yang dinyatakan Daud dalam ayat 16?
    4. Apa artinya pernyataan Daud dalam ayat 20: “Kemalangan orang benar banyak”?
    5. Di tengah pelarian dan penderitaannya, apa ajakan Daud kepada umat-Nya? (Ayat 2-4)
    6. Setelah Daud mengalami kebaikan Tuhan, apa yang menjadi respons Daud? (Ayat 10 dan 12)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • TUHAN: Pembela dan Penolongku

    Dalam hidup ini ada sesuatu yang tidak pernah bisa dihindari oleh semua orang tanpa terkecuali, ialah masalah.  Senang atau tidak senang, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap kita pasti menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan ini.  Oleh karena itu jangan pernah lari dari masalah, karena yang menjadi persoalan adalah bukan bagaimana caranya kita dapat menghindarkan diri dari masalah, namun yang paling utama adalah bagaimana respons hati kita terhadap masalah yang terjadi.

    Sahabat, kita seringkali lupa bahwa perjalanan hidup kekristenan itu tidak hanya sekadar berbicara tentang berkat, mukjizat, kemenangan, pemulihan dan sebagainya, tetapi juga proses.  Berkat, mukjizat, kemenangan, pemulihan adalah output atau hasil dari sebuah proses.  Masalah adalah satu bentuk dari proses itu sendiri! 

    Hidup orang percaya di dunia ini tidak selalu lancar. Adakalanya masalah datang, termasuk yang datang dari orang jahat dan yang tidak takut akan Tuhan. Masalah seperti itu ada yang terasa begitu berat karena seolah-olah kita harus menanggung sendirian tanpa ada yang peduli atau sanggup menolong.  Jika mengalami hal seperti itu, bagaimana seharusnya respons orang percaya?

    Sahabat, untuk menggali lebih dalam  topik tentang: “TUHAN: Pembela dan Penolongku”, saya ajak Sahabat untuk belajar dari Daud, bagaimana responsnya ketika orang-orang yang selama ini diperlakukannya dengan baik tapi justru membalas dengan berbagai perbuatan jahat. Bacaan Sabda saya ambil dari Mazmur 35:1-28.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa yang pertama kali dilakukan oleh Daud ketika menghadapi orang-orang yang membalas perbuatan baiknya dengan berbagai perbuatan jahat? (Ayat 1-6)
    2. Karena perbuatan jahat orang-orang tersebut yang tanpa alasan yang jelas, akibatnya apa yang dirasakan oleh Daud? (Ayat 17)
    3. Menariknya, dalam ketidakmengertiannya atas kejahatan yang dialaminya,
      Daud tidak menyalahkan Tuhan. Lalu apa yang disadari oleh Daud tentang Tuhannya? (Ayat 24)
    4. Kesadaran Daud tersebut membuat Daud menyerahkan perkaranya kepada Tuhan. Daud sadar pembalasan bukanlah haknya, melainkan hak Tuhan. Walaupun Daud belum jelas apa yang akan Allah lakukan atas perkaranya, dan entah sampai berapa lama Daud akan mengalami semuanya kejahatan itu, tapi dia justru tetap melakukan dua hal. Tolong sebutkan dua hal yang telah dilakukan oleh Daud tersebut (Ayat 9 dan 18).

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Penuh Ekspresi MEMUJI TUHAN

    Mengapa kita harus memuji Tuhan di segala waktu?  Karena kita diciptakan Tuhan dengan tujuan memberitakan kemasyuran-Nya (Yesaya 43:21).  Memuji Tuhan adalah perintah Tuhan, dan sebagai anak-anak-Nya kita harus taat melakukannya (Ibrani 13:15).  Tuhan sangat menikmati puji-pujian yang dinaikkan oleh umat-Nya, karena itu Ia selalu hadir dan bertahta di atas pujian kita. 

    Sahabat, meski berada di situasi sulit, seperti pada masa Pandemi Covid-19, biarlah kita tetap memuji-muji Tuhan, karena ketika kita melakukannya Tuhan akan hadir melawat kita.  Kehadiran-Nya pasti membawa dampak luar biasa dalam kehidupan kita:  Memulihkan, menyembuhkan, menolong bahkan memberkati kita. 

    Marilah kita memuji Tuhan di segala waktu seperti yang dilakukan Daud,  “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2), tidak terbatas hanya pada saat kita beribadah di gereja saja.  Sebagai manusia biasa, Daud pun pernah dan sering mengalami masalah atau pun tekanan dalam hidupnya, namun ia tidak menjadi putus asa dan terus-menerus tenggelam dalam kepedihan, ia tetap memuji-muji Tuhan.  Itulah sikap yang patut kita teladani. Kalahkanlah kesedihan dan tekanan di hati kita dengan kuasa puji-pujian.

    Sahabat, untuk menggali lebih dalam topik tentang “Penuh ekspresi memuji Tuhan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 150:1-6. Ketika kita membaca Mazmur ini, kita dapat membayangkan betapa meriah dan megahnya pesta pujian yang diselenggarakan di dalam tempat ibadah. Pesta yang penuh semarak, sukacita, dan kegembiraan! Pesta yang menyuarakan kesyahduan dalam memuji Tuhan yang kudus dan kebesaran karya-Nya.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Mengapa dan bagaimana kita harus selalu memuji Tuhan? (Ayat 1 dan 2)
    2. Ketika membaca ayat 3-5, pemahaman apa yang Sahabat peroleh berkaitan dengan cara memuji Tuhan?
    3. Ketika sampai saat ini kita masih dapat bernafas dengan baik, apa yang seharusnya kita lakukan? (Ayat 6)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg).

  • TUHAN tetap Menyediakan MASA DEPAN

    Siapa yang tahu apa yang akan terjadi hari esok? Hari esok menjadi  suatu misteri, bagi siapa pun, sehingga ada cukup banyak orang yang mencemaskan hari esoknya. Tetapi firman Tuhan meyakinkan kita bahwa masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan pernah hilang (Amsal 23:18).

    Tuhan mampu mengubah apa yang buruk menjadi baik. Masa depan kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, namun masa depan kita sepenuhnya ada di tangan Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung.

    Mungkin ada diantara kita  pernah mengalami peristiwa yang memalukan. Kesalahan itu terjadi mungkin berupa ketidaksengajaan kita, kegagalan atau keputusan salah yang kita lakukan. Tidak sedikit dari kita merasa kecewa berkepanjangan,  merasa diri gagal, dan kehilangan masa depan. Benarkah sebuah kesalahan di masa lalu dapat menghancurkan masa depan kita?

    Sahabat, masa lalu yang memalukan mungkin menjadi salah satu bagian hidup kita, namun hal itu tidak seharusnya membuat kita menyerah kalah. Bukankah kita mendengar janji: Ketika kita mendapat hikmat (pribadi Tuhan) maka ada masa depan dan harapan yang tidak akan hilang? Bahkan peristiwa memalukan dan kebodohan yang pernah kita lakukan di masa lalu pun tidak lagi diingat oleh Tuhan. Tuhan tidak ingin melihat hidup kita terpuruk, Ia menghendaki diri kita bangkit dan melangkah kepada masa depan dan harapan baru yang sudah disediakan-Nya.

    Yakinlah, seburuk apa pun kesalahan kita di masa lalu. Tuhan tetap menyediakan masa depan bagi orang yang mengandalkan-Nya.

    Untuk memahami lebih dalam topik: “Tuhan tetap menyediakan masa depan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 24:13-20. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa yang dimaksud dengan kata hikmat dalam ayat 14?
    2. Tuliskan dengan bahasamu sendiri pemahamanmu tentang masa depan yang engkau peroleh dari ayat 13 dan 14.
    3. Apa yang engkau pahami tentang kejatuhan orang benar? (ayat 16)
    4. Apa kaitannya antara penjahat dengan masa depan? (ayat 19 dan 20)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Mengapa Tuhan MEMBERIKAN KARUNIA YANG BERBEDA?

    Itulah yang kurang dimengerti orang percaya mengapa dan untuk tujuan apa Tuhan memberikan karunia yang berlainan kepada tiap-tiap orang percaya? 

    Sahabat, setiap orang memiliki kelebihan dan  kekurangan.  Jika kita membandingkan, apalagi mempertandingkan diri kita  dengan orang lain, itu adalah kekeliruan yang besar dan berbahaya. Hal itu dapat menimbulkan rasa iri hati dan memicu persaingan yang tidak sehat. Ujungnya, kita terjebak dalam usaha untuk menjadi yang paling utama dan berkuasa. Mudah ditebak, hasil akhirnya hanya kehancuran relasi, komunitas, atau persekutuan.

    Untuk mendalami pergumulan kita pada hari ini: “Mengapa Tuhan memberikan karunia yang berbeda”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Korintus 12:1-11.

    Hal semacam itu (alinea 2)  tidak hanya terjadi di luar gereja. Dalam tubuh Kristus pun hal serupa kerap terjadi. Jemaat Korintus saat itu menilai karunia-karunia rohani sebagai sebuah tanda kedewasaan rohani. Bagi mereka, semakin banyak memiliki karunia rohani, maka semakin tinggi kualitas spiritualitas. Mereka menyangka dengan segala pencapaian itu, maka semakin besar pula kuasa rohaninya. Akibatnya, terjadi kompetisi yang tidak sehat. Setiap orang merasa dirinya lebih rohani dan berkuasa daripada yang lain.

    Sahabat, kita semua diberi karunia rohani yang berbeda-beda untuk dipakai di saat yang berbeda dan dengan cara yang berbeda. Namun semuanya itu harus dipakai dalam kasih bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:12). Di mana pun Allah menempatkan, kita dapat memakai apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita untuk melakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan, sembari mengingat bahwa kita semua merupakan anggota dari gereja, yaitu tubuh Kristus (1Korintus 12:13-14).

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Tuliskan pemahamanmu terhadap pernyataan Rasul Paulus yang terdapat di ayat 4-6.
    2. Apa tujuan Tuhan memberikan karunia Roh yang berbeda kepada tiap-tiap orang? (ayat 7)
    3. Tuliskan bermacam karunia rohani yang dinyatakan oleh Rasul Paulus di ayat 8-10.

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Bagaimana caranya supaya TUHAN DIMULIAKAN?

    Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Salah satu alasannya agar manusia memuliakan nama-Nya. Jika Allah mencipta manusia demi memuliakan-Nya, berarti hidup manusia harus selalu mencerminkan hal tersebut. Sahabat, kita adalah cermin Allah, jadi Allahlah yang harus tampak dalam hidup kita.  Hal tersebut tidak dapat ditawar lagi.

    Sahabat, tujuan Allah menciptakan manusia   agar manusia itu memuliakan Allah Sang Pencipta. Apapun yang kita lakukan tujuan utamanya adalah demi kemuliaan bagi Allah.

    Apapun profesi dan pekerjaan kita saat ini harus kita gunakan untuk memuliakan Allah. Apa pun yang kita perbuat dalam hidup ini, hendaknya hanya untuk kemuliaan Allah saja. Tidak peduli sekecil apapun bagian yang sedang kita kerjakan atau perbuat, mari kita lakukan hal tersebut dengan segenap hati dan mempersembahkan itu hanya untuk kemuliaan-Nya saja.

    Allah tidak akan melihat seberapa kecil atau besar hal yang kita lakukan, namun Dia melihat kesungguhan dan ketulusan kita dalam mengerjakannya. Mengerjakan hal kecil namun dengan sungguh-sungguh dan memuliakan nama-Nya jauh lebih berharga daripada melakukan pekerjaan besar namun tidak berkenan di hadapan-Nya.

    Sahabat, memuliakan Tuhan bukan berarti membuat Tuhan lebih mulia, karena Dia sudah mulia dan tidak kekurangan kemuliaan; kemuliaan Tuhan sudah sempurna dan tidak perlu ditambahkan oleh manusia. Memuliakan Tuhan berarti mengakui dan menghargai kemuliaan Tuhan di atas segalanya dan membuat kemuliaan-Nya dikenal melalui hidup kita.

    Sahabat, untuk lebih memahami topik tentang: “Bagaimana caranya supaya Allah dimuliakan?”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Korintus 10:23-33. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut:

    1. Sebutkan dua hal yang benar-benar perlu kita perhatikan dalam tindakan dan perbuatan kita (ayat 23).
    2. Apa pesan Rasul Paulus bagi kita dalam menjalani dan menikmati hidup? (ayat 31)
    3. Apa tujuan Rasul Paulus berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal? Apa implikasinya bagi kita saat ini? (ayat 33)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MEMUJI TUHAN di segala MUSIM KEHIDUPAN

    Sahabat,  pernah merasakan pertolongan Tuhan?  Setiap kita pasti pernah mengalami dan merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup ini.  Lalu, apa yang Saudara pikirkan saat bangun tidur di pagi hari?  Banyak orang mengawalinya dengan memikirkan masalah dan kemustahilan sehingga sepanjang hari pikiran mereka selalu diliputi kegelisahan, ketakutan, kemarahan atau emosi. 

    Berbeda dengan Daud selalu memulai harinya dengan berdoa dan mempersembahkan puji-pujian bagi Tuhan.  Bahkan  tujuh kali dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan  (Mazmur 119:164).  Tidak sedikit orang percaya lupa melakukan hal tersebut.  Mereka berpikir memuji Tuhan itu cukup dilakukan saat beribadah di gereja atau persekutuan saja. 

    Sahabat, memuji Tuhan adalah ekspresi yang keluar dari hati terdalam seseorang yang mengagumi Tuhan sebagai respons atas kebaikan-Nya.  Tanpa kekaguman, memuji Tuhan hanya akan menjadi suatu kewajiban atau rutinitas yang dipaksakan.  Sedangkan rasa kagum pasti lahir dari kerendahan hati, dan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hidup kita. 

    Itulah sebabnya memuji Tuhan di tengah pencobaan dan penderitaan seringkali terasa sulit kita lakukan.  Namun jika kita terus melatih diri untuk selalu memuji Tuhan, kita akan beroleh kekuatan untuk memuji Dia apa pun keadaan kita seperti Daud yang memuji Tuhan bukan hanya sekali, tapi tujuh kali dalam sehari.  Ketahuilah bahwa memuji Tuhan adalah pelayanan langsung yang kita tujukan kepada Tuhan.  Maka dari itu tanpa kerendahan dan kemurnian hati, pujian kita tidak mungkin berkenan kepada Tuhan.

    Untuk lebih memahami topik “Memuji Tuhan di segala musim kehidupan”, Bacaan Sabda saya ambil dari Mazmur 145:1-21. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawabalah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa syaratnya agar kita dapat memuji Tuhan di segala musim kehidupan? (Ayat 8-9)
    2. Mengapa Daud walaupun mengalami pergumulan hidup yang berat, dia tetap dapat memuji Tuhan setiap hari? (ayat 14)
    3. Orang yang bagaimana yang tahu pentingnya berterima kasih dan mengucap syukur? (ayat 16 dan 18)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Cara MENGENALI PRIBADI Seseorang

    Manakah lebih mudah mengenali jenis buah, dari pohonnya atau dari buahnya langsung? Tentu saja  dari buahnya ya. Ketika kita melihat sebuah pohon,  kita bisa  tidak mengenali pohon apakah itu, tetapi ketika pohon itu sedang berbuah, pada umumnya kita langsung dapat mengenali pohon buah tersebut. Kita mengenal pohon dari buahnya. Akan tetapi, pernahkah Sahabat melihat pohon nangka berbuah durian? Mana bisa,  itu  sebuah kemustahilan.

    Sahabat, orang bijak berkata, “Tidak ada keindahan yang bercahaya lebih terang daripada hati yang baik”. Seseorang yang memiliki hati yang baik adalah seorang yang dapat membuat kita merasa tersanjung, dan akan menguatkan kita sehingga kita menjadi orang yang lebih baik.

    Untuk lebih memahami topik tentang “Cara mengenali pribadi seseorang”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Lukas 6:43-45.

    Yesus memberikan gambaran sederhana tentang bagaimana cara mengenali pribadi seseorang. Yesus, dengan cerdas, mengibaratkan manusia itu seperti pohon. Pohon yang baik pasti akan menghasilkan buah yang baik. Sebaliknya, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang juga tidak baik (ayat 43).

    Sahabat, Yesus memberikan contoh bahwa semak duri tidak akan menghasilkan buah ara atau buah anggur. Tentu saja kita pasti tahu alasannya karena ketiganya berasal dari jenis yang berbeda (ayat 44). Dari sini kemudian Yesus menarik pada kenyataan hidup manusia. Orang yang dari dalam hatinya baik akan memancarkan hal-hal yang baik pula. Sedangkan, orang yang dari dalam hatinya jahat, juga akan memancarkan hal-hal yang jahat (ayat 45).

    Konteks ayat 45 adalah orang-orang Farisi yang tega memfitnah Yesus. Momen itu terjadi ketika Dia mengusir setan dari tubuh seseorang (Matius 12:22). Mereka mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, yaitu penghulu setan (Matius 12:24). Bagi Yesus, fitnah itu sudah menunjukkan sifat hati mereka yang jahat (45).

    Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah dengan bahasamu sendiri bagaimana cara mengenali pribadi seseorang. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)