Category: Karib Dengan Tuhan

  • KETEKUNAN menghasilkan HAL-HAL BESAR

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh ketekunan. Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa orang yang tekun, sibuk dan bekerja lebih keras ketika alasannya justru sedang tidak ada. Sesungguhnya dia sedang langsung menuju kepada kedudukan yang lebih tinggi. Bukan kekuatan, melainkan ketekunanlah yang menghasilkan hal-hal besar.

    Sahabat, ada cukup banyak orang percaya, yang pada waktu awal mengikut Tuhan tampak begitu bersemangat dan menggebu-gebu di dalam Tuhan.  Namun seiring berjalannya waktu, semangat itu semakin memudar. 

    Yang sebelumnya begitu tekun melayani Tuhan, kini mulai kendor.  Yang sebelumnya begitu tekun bersaat teduh setiap hari, kini sudah bolong-bolong.  Perhatikanlah nasihat Rasul Paulus,  “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”  (Roma 12:11). 

    Mengapa bisa begitu? Sahabat, sesungguhnya kita telah kehilangan kasih mula-mula kita kepada Tuhan seperti yang terjadi pada jemaat di Efesus.  “…  Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”  (Wahyu 2:4).  Sesungguhnya, tanpa ketekunan, apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah membawa hasil yang maksimal.

    Tekun adalah ketetapan hati yang kuat  untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apa pun.  Tekun juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakannya.  Penulis surat Ibrani mengingatkan,   “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperolah apa yang dijanjikan itu.”  (Ibrani 10:36). 

    Orang yang tekun sajalah yang akan menghasilkan buah dan menikmati upah.  Yesus menjelaskan,   “Yang jauh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”  (Lukas 8:15).  Banyak orang percaya yang sangat merindukan agar janji-janji Tuhan tergenapi dalam hidupnya. Namun hal tersebut akan sulit terwujud apabila tidak disertai dengan ketekunan kita dalam melakukan kehendak Tuhan.  Jadi ketekunan adalah unsur terpenting dalam setiap keberhasilan.  Terlebih di zaman now, ketika virus instan melanda hampir semua orang.  Ingin cepat kaya, tapi tidak mau bekerja keras;  ingin berhasil, tapi tidak mau berjuang.

    Bagaimana ketekunan itu dapat tebentuk?  Pertama,   melalui ujian (Yakobus 1:3).  Itulah sebabnya terkadang Tuhan mengizinkan masalah terjadi dalam hidup kita dengan tujuan agar kita memiliki ketekunan.  Kedua,  melalui latihan.  Ketekunan itu tidak terjadi dalam sekejap mata, tetapi perlu dilatih dari perkara-perkara yang kecil dan terus menerus.

    Ingatlah! Sahabat, apakah ingin menikmati janji Tuhan?  Tekunlah dalam segala hal! Perhatikanlah nasihat Salomo berikut, “Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku”  (Amsal 8:17). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • Jadilah PENDENGAR yang BAIK

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh kesabaran untuk menjadi  pendengar. Sahabat, pernahkah kita berpikir mengapa Tuhan menciptakan kita dengan dua telinga dan satu mulut? Bayangkan jika seandainya Tuhan memberi kita  dua mulut dan satu telinga. Satu mulut saja sudah sering bikin masalah kalau tidak kita jaga dengan baik. Mulut cuma satu saja sudah bisa membuat orang lebih mementingkan untuk didengar daripada mendengar. Satu mulut saja sudah membuat orang lebih tertarik untuk berbicara daripada  mendengarkan. Bayangkan  jika kita  punya dua mulut, apa kata dunia?

    Sahabat, semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa kalau Tuhan menempatkan telinga  di kiri dan kanan itu dengan tujuan agar kita mau lebih banyak mendengar ketimbang terus menerus berbicara.

    Pengamatan kita berbicara bahwa semakin lama orang semakin individualis dan egois. Semakin lama semakin sulit bagi kita untuk menemukan kehadiran seorang pendengar yang baik. Ada banyak orang yang sebenarnya butuh didengar lebih dari kebutuhan lainnya. Mereka merasa sendirian menghadapi sesuatu dan tidak punya orang untuk berbagi. Mereka kesepian,  merasa terabaikan dan tersisihkan.

    Sahabat, maka kita harus mau melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik.  Mendengarkan apa yang Tuhan katakan maupun mendengarkan keluarga, kerabat, sahabat, dan  sesama kita yang tengah membutuhkan kehadiran seseorang yang mau peduli.

    Lihatlah bagaimana Tuhan selalu dengan penuh kasih meluangkan waktu-Nya untuk mendengarkan kita. Pemazmur menyadari dan menghargai hal itu dengan berkata, “Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.” (Mazmur 116:1-2).

    Sahabat, di mata Tuhan sangatlah penting bagi kita untuk menjadi pendengar yang baik. Beberapa kali Yesus menyampaikan, “Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar!”  (Matius 11:15, 13:9, 13:43 dan Markus 7:16)

    Seni mendengar yang baik bukanlah sekadar mendengar dengan telinga namun juga mendengar dengan hati. Kita mendengar dengan telinga, tapi tanpa hati yang baik, lembut dan tulus, niscaya apa yang kita dengar hanyalah akan berlalu begitu saja.

    Sahabat,  hadiah terindah bagi keluarga kita di awal tahun 2021 bisa jadi adalah kesediaan orangtua untuk lebih mendengarkan anak-anaknya, begitu juga antara suami dan istri serta kakak dan adik. Betapa indahnya jika komunikasi dalam keluarga bisa berjalan lancar.

    Ingatlah! Tuhan sudah memberi dua telinga, hendaklah kita bersyukur dan mempergunakannya dengan baik. Hendaklah kita terus melatih diri sebagai orang yang mau memberikan sebagian dari waktu kita untuk menjadi pendengar yang baik. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk mendengarkan kita, hendaknya kita pun demikian terhadap orang lain. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • KEPUTUSAN TUHANlah yang TERLAKSANA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh semangat. Sahabat, orang bijak berkata bahwa jika dalam hidup ini kita tidak membuat sebuah perencanaan, itu sama halnya kita merencanakan sebuah kegagalan. Perencanaan adalah hal penting dalam menjalani sebuah kehidupan.  Selain itu, hidup yang terencana adalah bukti bahwa seseorang sangat menghargai waktu dan semua potensi yang Tuhan berikan. 

    Sahabat, hidup itu bagaikan sebuah perjalanan ke tempat yang jauh. Sebuah perjalanan perlu memiliki tempat tujuan yang jelas. Demikian juga dengan kehidupan kita, perlu memiliki tujuan yang jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan yang benar-benar matang. 

    Perencanaan itu bagaikan peta petunjuk yang akan menuntun kita kepada suatu tujuan.  Ada banyak orang mengingini kehidupan yang lebih baik dan bermasa depan cerah, namun dalam kehidupan sehari-hari mereka berlaku sembrono dan tidak memiliki perencanaan yang jelas.  Bagaimana mungkin keinginannya bisa mewujud?

    Sahabat, sesungguhnya hampir semua orang tahu bahwa keberhasilan itu tidak terjadi dalam waktu semalam, tidak ada keberhasilan tanpa berani membayar harganya.  Artinya keberhasilan merupakan sebuah proses dan setiap proses selalu diawali dengan perencanaan dan kemudian kerja keras.  Jika perencanaan sudah amburadul, ditambah lagi tidak ada usaha keras, maka siap-siaplah untuk menerima kegagalan. 

    Maka mulai  sekarang buatlah perencanaan yang matang dan jangan menjadi orang yang malas.  Mungkin ada yang bertanya,  “Aku sudah merencanakan segala sesuatu, tapi mengapa masih saja gagal?”  Sudahkah kita melibatkan Tuhan dalam perencanaan? 

    Sahabat, adakalanya melalui kegagalan kita diingatkan agar selalu melibatkan Tuhan di setiap perencanaan.  Dalam segala hal seharusnya kita berkata,  “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”  (Yakobus 4:15).

    Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang pentingnya sebuah perencanaan hidup,  “Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?”  (Lukas 14:31). 

    Ingatlah! Setiap kali membuat sebuah rencana jangan sekali-kali kita melupakan Tuhan, sebab Dialah yang berkuasa atas hidup kita, Dia tahu akhir sejak awal. Orang yang melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupnya sama artinya meremehkan Tuhan, mengabaikan kehadiran-Nya, menganggap seolah-olah Tuhan tidak ada dan tidak punya kuasa. Padahal keputusan TUHANlah yang terlaksana  (Amsal 19:21). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • MEMBUNGKUKKAN ORANG

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh damai sejahtera. Sahabat, hidup di tengah dunia yang sedang dilanda pandemi Covid – 19, tentu wajar kalau kita merasa khawatir dengan keselamatan jiwa kita. Tapi kalau sampai rasa khawatir tersebut mengikuti kita terus bagaikan bayangan yang tidak mungkin terpisah, itu masalahnya. Salomo mengingatkan kita, “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” (Amsal 12:25)

    Harold Stephen (Penulis asal Amerika) berkata, “Ada perbedaan besar antara kekhawatiran dan perhatian. Orang yang khawatir melihat suatu masalah, sedangkan orang yang perhatian memecahkan masalah.”

    Dr. Edward Podolsky, seorang dosen dan penulis buku terkenal, dalam bukunya yang berjudul  Stop Worrying and Get Well  menulis bahwa kekhawatiran yang dipelihara secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang menderita sakit, seperti penyakit jantung, darah tinggi dan migran.  Dengan kata lain, bila hati dan pikiran terus dipenuhi oleh kekhawatiran, tubuh jasmani secara otomatis terkena efeknya. 

    Sahabat, ketika kita khawatir tubuh ini serasa membawa beban yang begitu berat sehingga organ-organ tubuh kita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.  Di sini dapat disimpulkan bahwa kekhawatiran lebih banyak berdampak negatif daripada positif karena dapat mengganggu kesehatan. 

    Karena itu jangan sekali-kali menganggap enteng kekhawatiran, karena cepat atau lambat bisa menghancurkan hidup kita, memporak-porandakan semua harapan kita, serta menghentikan langkah kita untuk menikmati hidup di dunia.

    Leo Buscaglia, motivator terkenal dari Amerika, juga berkata,  “Kekhawatiran tak akan melenyapkan kesedihan esok, tetapi akan menghilangkan kegembiraan hari ini.”  Pada dasarnya kekhawatiran itu berkaitan erat dengan ketakutan dan kecemasan. 

    Orang dikatakan khawatir ketika berada dalam keadaan takut, cemas, gelisah dan tidak tenang, yang ditimbulkan oleh situasi yang bermasalah, baik itu yang dibayangkan, diangan-angankan maupun yang tampak secara nyata.  Kekhawatiran juga bisa didefinisikan sebagai perasaan takut akan hari esok atau masa depan. 

    Jadi, sesungguhnya kekhawatiran adalah perasaan gelisah terhadap sesuatu yang belum tentu akan terjadi.  Kita sebenarnya tahu bahwa kekhawatiran itu tidak baik dan tidak mendatangkan keuntungan apa-apa. Tuhan Yesus sendiri sudah mengingatkan kita agar tidak khawatir  (Matius 6:25-34), namun dalam praktiknya kita seringkali memilih untuk khawatir dan terus hidup dalam kekhawatiran.  Akibatnya pikiran kita hanya terfokus pada masalah dan kesulitan.  Waktu dan energi kita pun terkuras habis memikirkan masalah, sehingga masalah akan tampak besar besar bak Goliat yang sangat sulit ditaklukan.

    Ingatlah! Sesungguhnya kekhawatiran itu hanya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah. Karena itu Tuhan mengingatkan kita untuk jangan khawatir, karena Dia sendiri yang menjadi jaminan bagi kita,  “… Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”  (Ibrani 13:5-b). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg).

  • DAHSYATNYA kuasa PUJIAN dan PENYEMBAHAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pujian dan penyembahan. Sahabat, sejak awal Tuhan telah merancang kita untuk menjadi umat pemuji, bahkan sampai pada kekekalan di surga tiada hentinya pujian dan penyembahan dinaikkan bagi Tuhan.  Melalui pujian dan penyembahan nama Tuhan ditinggikan, sebab Dia hadir dalam pujian umat-Nya, “Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!” (Mazmur 150:2)

    Sesungguhnya dengan pujian penyembahan, kita mengundang hadirat-Nya yang penuh kuasa untuk melawat dan memulihkan keadaan kita.  Mungkin belum begitu banyak orang percaya yang menyadari betapa pentingnya pujian penyembahan dalam suatu ibadah.  Mereka menganggapnya hanya sebagai bagian dari pembukaan suatu ibadah. Mereka kurang menyadari akan kuasa yang terkandung dalam puji-pujian kepada Tuhan.

    Sahabat, Pemazmur menyatakan bahwa Tuhan berkenan dan sangat disenangkan atas pujian dan penyembahan yang dinaikkan oleh umat-Nya.  Pujian dan penyembahan yang lahir dari kedalaman hati yang tulus adalah korban yang berbau harum di hadapan Tuhan.  Bahkan Daud menegaskan,  “… Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”  (Mazmur 22:4).

    Sangat menarik, kata  bersemayam  memiliki beberapa makna:  berdiam, tinggal di dalamnya, hadir dan bertakhta.  Jadi Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang hanya berdiam diri di atas takhta-Nya di surga mulia, tapi Ia berkenan hadir, melawat dan menyatakan hadirat-Nya di tengah-tengah umat yang memuji, menyembah dan mempermuliakan nama-Nya. 

    Hal tersebut menjadi bukti bahwa puji-pujian dan penyembahan adalah kesukaan Tuhan!  Itu artinya Tuhan sangat menyukai dan menikmati puji-pujian umat-Nya!  Itulah yang menyenangkan hati Tuhan!  Oleh sebab itu  “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”  (Mazmur 150:6). 

    Sahabat, saat Tuhan  bersemayam dan bertakhta, saat itulah Ia bekerja dan melepaskan kuasa-Nya untuk orang-orang yang memuji dan menyembah Dia:  kemenangan, kesembuhan, pemulihan, dan bahkan kekuatan untuk menghancurkan musuh.  Musuh itu adalah Iblis, pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap dan roh-roh jahat di udara. 

    Ingatlah! Kita harus mengenal Tuhan dan menyembah-Nya dengan segenap keberadaan kita. Jangan pernah berhenti memuji dan menyembah Tuhan!  Terlebih-lebih saat dalam pergumulan, angkat hati Saudara dan pujilah Tuhan!  “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2). Saat kita memuji dan menyembah Tuhan, Tuhan sedang mengambil alih peperangan kita, artinya Tuhan berperang ganti kita! Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • Tuhan Mengubah KESULITAN menjadi KESAKSIAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh penyerahan kepada Tuhan. Sahabat, ketika kita memasuki  tahun baru 2021 diperhadapkan dengan pandemi Covid – 19 yang semakin mengganas. Semakin banyak orang yang terinfeksi virus Corona. Dalam situasi seperti ini bukan iman yang besar yang Sahabat butuhkan, melainkan iman di dalam Allah yang besar. Keyakinan bahwa Allah yang Mahabesar tetap memegang kendali dunia saat ini.

    Sahabat, setiap hari kita diperhadapkan dengan masalah, penderitaan dan kesesakan.  Itu merupakan bagian dari kehidupan manusia.  Musa bersaksi,  “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”  (Mazmur 90:10). 

    Belum lagi hal-hal yang  tak terprediksi, tak disangka, tak diduga, tiba-tiba menghampiri kita. Peristiwa atau kejadian yang tak pernah diharapkan bisa saja menimpa seperti bencana, kecelakaan, musibah, malapetaka dan bahkan kematian.  Itulah  realitas hidup  yang bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali.

    Sahabat, sebagai manusia seharusnya kita menyadari betapa terbatasnya kekuatan dan kemampuan kita.  Seharusnya pula kita bersikap rendah hati di hadapan Tuhan.  Orang-orang yang rendah hati selalu merasa miskin di hadapan Tuhan karena kekuatannya terbatas.  Yesus bersabda,  “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”  (Matius 5:3). 

    Jika  menyadari betapa sangat terbatas kekuatan kita, seharusnya kita merasa sangat membutuhkan Tuhan dan berserah penuh kepada-Nya.  Orang yang berserah kepada Tuhan secara benar pasti berusaha agar hidupnya selaras dengan kehendak-Nya.  Jadi hidup berserah kepada Tuhan itu tidak dapat dipisahkan dari hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya.

    Berserah kepada Tuhan bukan berarti bersikap pasif dan menjadi malas.  Berserah kepada Tuhan artinya membawa segala pergumulan yang kita khawatirkan kepada Tuhan dengan penuh penyerahan, dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 
    Ingatlah! Berserah kepada Tuhan berarti kita mempercayai Dia sebagai Pribadi yang Mahasanggup, yang kuasa-Nya jauh lebih besar daripada masalah kita! Rick Warren (Pendeta dan penulis asal Amerika) berkata, “Jika saudara berserah kepada Tuhan, Dia akan mengubah kesulitan saudara menjadi kesaksian.” Mari kita perhatikan himbauan Daud, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”  (Mazmur 55:23) Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg).

  • TAAT tanpa SYARAT

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh ketaatan. Sahabat, pengalaman hidup saya bercerita bahwa untuk taat dalam waktu yang lama terhadap pola makan  yang saya buat sendiri, ternyata tidak mudah. Butuh usaha dan perjuangan yang gigih. Sejak saya didiagnosa kena kanker getah bening pada tahun 2005, saya bertekad untuk sarapan buah segar setiap pagi pada waktu perut kosong.

    Saudara, berbicara mengenai taat, hampir selalu mengait dengan hamba. Kata hamba diambil dari bahasa Yunani, doulos, yang artinya  budak.  Tugas seorang budak ialah taat dan setia melayani tuannya.  Kita sebagai orang percaya mutlak memiliki hati seorang hamba.  Berhati hamba berarti taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, tuan kita. Jadi hati hamba dan ketaatan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan!

    Berkaitan dengan hati hamba, hari ini saya ajak pembaca untuk belajar dari sikap Maria di perikop yang diambil dari Injil Lukas 1:26-38 dibawah judul: “Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus.”

    Dikisahkan dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

    Selanjutnya malaikan Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.”  (ayat 31).  Tentu saja Maria sangat terkejut dan langsung memberikan tanggapan,  “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”  (ayat 34). 

    Tanggapan spontan  Maria adalah hal yang wajar!  Secara logika mana mungkin ia bisa mengandung, karena ia belum bersuami.  Apa kata orang nanti?  Ia pasti akan menjadi bahan pergunjingan banyak orang dan dipandang  rendah.   Hal tersebut merupakan perkara yang tak mudah untuk diterima dan dipahami. 

    Puji Tuhan! Setelah malaikat Gabriel menjelaskan proses dan kronologi bagaimana Maria bisa menjadi hamil sebelum bersuami dan diakhiri dengan pernyataan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (ayat 37). Akhirnya dari mulut Maria terucap respons yang luar biasa, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (ayat 38).

    Saudara, sekalipun ketika pertama kali Maria menerima berita tersebut sangat sulit untuk menerimanya, tapi  Maria mau belajar untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Karena ketaatannya, maka akhirnya Maria menikmati penggenapan janji Tuhan. Dia mengandung dan melahirkan Anak Allah, Raja di atas segala raja, Sang Juruselamat manusia.

    Ingatlah! Orang percaya yang berkenan kepada Tuhan adalah mereka yang mau taat tanpa syarat! Pdt Stephen Tong menyatakan, “Mungkinkah manusia mengenal kehendak Allah? … Allah tidak akan menyatakan pimpinan kehendak-Nya kepada mereka yang tidak berniat taat. Jikalau Saudara tidak berniat untuk taat kepada Tuhan … Dia tidak akan memberitahukan kepada Saudara apa yang harus Saudara jalankan. Di dalam Allah, ada anugerah yang diberikan secara cuma-cuma, tetapi tidak dijual murah”. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • TIDAK ADA RENCANA TUHAN YANG GAGAL

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh keberhasilan. Sahabat, di akhir tahun 2020 dan di awal tahun 2021 merupakan kesempatan yang baik untuk mengevaluasi perjalanan hidup kita di tahun 2020. Apa yang saya canangkan di awal tahun 2020 banyak yang tidak dapat berjalan. Untuk acara Yubileum Christopherus misalnya, dari 6 program yang saya canangkan, hanya dua program yang dapat jalan. Bagaimana dengan sahabat?

    Walau pun orang bijak berkata,  “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda,”  tapi hampir setiap orang berusaha untuk tidak mengalami kegagalan dalam hidupnya:  entah itu gagal dalam studi, karir, bisnis, dan juga rumah tangga.  Kegagalan ibarat monster hitam yang sangat menakutkan, sehingga berbagai upaya kita lakukan supaya tidak bertemu dengannya.

    Saudara, pengalaman hidup kita bercerita bahwa semua orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, termasuk orang-orang besar atau tokoh-tokoh hebat yang ada di dunia ini.  Namun tak perlu kita larut dalam kekecewaan yang berkepanjangan, apalagi sampai berputus asa.  Setiap kegagalan yang kita alami, sesungguhnya  merupakan hal yang wajar dan manusiawi.

    Saudara, apa itu kegagalan?  Kegagalan adalah suatu proses ketidak berhasilan mencapai apa yang diusahakan atau direncanakan.  Jika saat ini kita mengalami kegagalan, jangan putus asa dan larut dalam kekecewaan terus-menerus.  Sejarah dunia mencatat bahwa orang-orang yang sukses bukanlah orang-orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya;  justru mereka juga pernah atau mungkin berkali-kali mengalami kegagalan, tapi mereka tidak menyerah pada keadaan dan kemudian bangkit. Bangun dari kegagalan!

    Kegagalan bisa saja Tuhan izinkan terjadi dalam hidup ini untuk membuka mata rohani kita bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat melakukan hal-hal yang berarti.  Kadang ada cukup banyak di antara kita yang tidak  melibatkan Tuhan dalam  rancangan dan rencana hidup. Hal  itu barangkali karena kita merasa  mampu dan sudah berpengalaman. Seharusnya kita menyadari,  “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”  (Amsal 19:21). 

    Nah,  begitu mengalami kegagalan barulah kita sadar bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa.  Saat kita dalam keadaan tiada berdaya dan mengangkat tangan tanda berserah, saat itulah Tuhan akan turun tangan menyatakan kuasa-Nya.  “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”  (2 Korintus 12:9b).

    Ingatlah! Asal kita tetap berdoa dan berjuang,  akan selalu ada kesempatan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.  Kesempatan untuk meraih keberhasilan masih akan terbuka lebar.  Ambil sisi positif dari setiap kegagalan.  Belajarlah untuk selalu melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan, sebab kehendak dan rencana-Nya takkan pernah gagal, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”  (Ayub 42:2). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • TUHAN selalu PUNYA CARA untuk MENOLONG kita

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh mukjizat. Sahabat, kita merayakan natal setahun sekali, tapi kasih dan rahmat Tuhan datang setiap hari. Karena itu jalani dan nikmati hidup pada hari ini dengan penuh syukur dan percaya akan pemeliharaan-Nya/

    Sebagai orang percaya, kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang hidup, yang tak terbatas kuasa-Nya dan Mahasanggup.  Karena kuasa-Nya yang tak terbatas, tiada yang  mustahil bagi-Nya.  Sebesar dan serumit bagaimana pun masalah yang sedang kita hadapi, Tuhan sanggup menolong kita.

    Sebelum melangkah lebih lanjut di hari yang baru ini, kita kembali diingatkan, “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan?” (Kejadian 18:14a).  Tidak ada!  Rasul Paulus menegaskan bahwa semua janji Tuhan itu ya dan amin (2 Korintus 1:20)  Daud, seorang yang memiliki banyak pengalaman pribadi bersama Tuhan dan telah mengecap kebaikan-Nya, memberikan catatan,   “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” (Mazmur 12:7). 

    Karena itu mari kita jalani hari ini dengan penuh iman.  Yakinlah bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal (Ayub 42:2).  Jika kita terus ragu akan kuasa Tuhan, mustahil kita akan mengalami penggenapan janji Tuhan.  Jangan mau diprovokasi oleh Iblis yang tiada henti-hentinya membisikkan hal-hal negatif ke telinga orang percaya supaya takut, cemas dan khawatir.

    Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita;  Ia dapat menggunakan cara-cara yang sederhana untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kompleks dan  besar.  Bangsa Israel dipelihara Tuhan secara ajaib selama 40 tahun di padang gurun;  tembok Yerikho yang terkenal sangat kuat akhirnya runtuh ketika bangsa Israel mengelilinginya sebanyak tujuh kali dengan disertai tiupan sangkakala;  Goliat, si raksasa dari Filistin, tewas di tangan Daud hanya dengan ketapel dan batu;  Elia dipelihara Tuhan di tepi sungai Kerit melalui burung gagak;  Tuhan Yesus hanya dengan lima roti dan dua ikan sanggup memberi makan 5000 orang.  Adakah sesuatu yang terlalu besar untuk dilakukan Tuhan?

    Tuhan Yesus berkata,  “Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” (Markus 11:23). 

    Ingatlah! Di dalam Tuhan, tidak ada gunung persoalan yang tak dapat terselesaikan.Di masa Pandemi Covid – 19,  memang banyak sekali keterbatasan dan kesukaran terjadi, tetapi kita pasti akan mampu melewatinya sebab ada Tuhan Yesus yang menjadi jaminan hidup kita. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat! Itulah sebabnya kepada Tuhan aku percaya dengan tidak ragu-ragu.  (Mazmur 26:1b). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • MUKJIZAT masih TERJADI

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh keyakinan. Sahabat, bersyukurlah karena kita mempunyai Tuhan yang Mahakuasa. Musim memang selalu berubah, tapi tidak demikian dengan kuasa Tuhan, kuasa-Nya tetap sama dari dulu, sekarang, dan sampai selamanya.

     Tatkala badai permasalahan dan sakit penyakit menerpa, cukup banyak orang cenderung mudah berputus asa dan menyerah kalah pada keadaan.  Mereka berpikir saat menghadapi masalah atau sakit sebagai akhir dari segalanya.  Mereka lupa bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yang Mahakuasa, Sang Pembuat Mukjizat, yang sanggup menyembuhkan sakit yang sedang saudara derita, yang sanggup mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, kehancuran menjadi pengharapan, mengubah yang buruk menjadi baik, dan mengubah ratapan menjadi tari-tarian.

    Saudara, hari ini kita belajar  satu perikop dari Injil Markus 9:14-29 di bawah judul “Yesus mengusir roh dari seorang anak yang bisu.” Di perikop ini dikisahkan ada seorang anak yang kerasukan roh hingga dia menjadi bisu,  “Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.”  (ayat 18-a). 

    Lalu anak ini dibawa kepada Tuhan Yesus.  Tuhan berkata,  “…  jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (ayat 23).  Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”  (ayat 24).  Mukjizat pun terjadi.  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.” (ayat 26)   Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri (ayat 27).  Luar biasa!!!

    Seringkali kita bertanya dalam hati,  “Mungkinkah mukjizat terjadi dalam hidupku?  Sanggupkah Tuhan menyembuhkan sakitku?”  Bukankah hal ini menunjukkan bahwa kita belum mengenal siapa Tuhan kita, betapa besar dan hebat kuasa-Nya? 

    Sahabat, kuasa Tuhan tidak pernah berubah!  Kalau dahulu Dia sanggup melakukan mukjizat, hari ini juga ia tetap sanggup.  Penulis kitab Ibrani menegaskan,  “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”  (Ibrani 13:8).  Karena itu buang segala keraguan dan kebimbangan yang ada. 

    Perihal doa dan permohonan, Yakobus mengingatkan,  “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”  (Yakobus 1:6-7).  Jika kita percaya dengan sungguh akan kuasa Tuhan, Ia mewujudkan apa pun yang kita imani.

    Ingatlah! Jangan pernah meragukan kuasa Tuhan!  Sebab bagi Dia tak ada yang tak mungkin. Bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Sahabat, hari ini, mukjizat juga bisa terjadi atas dirimu. Syaratnya, JANGAN ADA KEBIMBANGAN di hatimu. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)