Category: Karib Dengan Tuhan

  • Tetap Dapat MEMBERITAKAN INJIL

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh harap dapat menjadi murid Yesus yang dengar-dengaran firman Tuhan. Sahabat, sebagaimana nasihat Rasul Paulus kepada Timotius agar memberitakan firman, baik atau tidak baik waktunya (2 Timotius 4:2), maka kita juga tetap harus memberitakan Injil, baik ketika tidak ada pandemi maupun ketika ada pandemi Covid-19.

    Sahabat, Tuhan memberikan perintah kepada semua orang percaya, tanpa terkecuali,  “… pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  (Matius 28:19-20). 

    Itu berarti melayani Tuhan dan menjadi saksi-Nya di tengah dunia adalah tugas dan tanggung jawab setiap orang percaya.  Sampai kapan?  Tidak ada istilah pensiun.  Selama kita masih bernafas,  kita harus tetap mengerjakan tugas tersebut. 

    Sahabat, hari ini kita akan belajar satu perikop dari  Mazmur 71:1-24 dengan judul “Doa minta perlindungan di masa tua.” Coba kita simak ayat 17, “Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;”  Ayat tersebut merupakan komitmen pemazmur untuk memberitakan perbuatan Tuhan yang ajaib kepada semua orang di sepanjang hidupnya. 

    Komitmen tersebut sudah dilakukannya sejak ia masih muda dan ingin terus dilakukan sampai masa tuanya.  Dengan kata lain pemazmur rindu Tuhan berkenan memakai hidupnya sampai tua,  “… sampai masa tuaku dan putih rambutku…janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.”  (Ayat 18).

    Apakah Sahabat memiliki kerinduan yang sama seperti pemazmur?  Ataukah justru telah terbersit di benak Sahabat untuk mundur atau berhenti melayani  Tuhan dan sesama, karena sudah merasa jenuh, atau terbentur dengan suatu  masalah? 

    Sahabat, jangan hanya karena ada gesekan atau masalah semangatmu untuk melayani Tuhan dan menjadi saksi-Nya menjadi kendor.  Rasul Paulus menasihati, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”  (Roma 12:11). 

    Sahabat, untuk melayani Tuhan dan menjadi saksi-Nya tidak bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan  kepiawaian kita  sendiri, melainkan harus melibatkan Roh Tuhan,  “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”  (Zakharia 4:6).

    Maka pemazmur memohon supaya Tuhan tidak meninggalkan dirinya, sebab Roh Tuhan bisa saja undur dan meninggalkan seseorang ketika ia hidup dalam ketidaktaatan seperti yang dialami oleh raja Saul, yang awal hidupnya disertai oleh Roh Tuhan, tapi karena ketidaktaatannya Roh Tuhan pun meninggalkan Saul. 

    Ingatlah! Di tengah masa pandemi Covid – 19, dengan pertolongan Roh Kudus kita masih beroleh kesanggupan untuk melayani  Tuhan dan memberitakan pekerjaan-Nya yang ajaib di tengah dunia ini! Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita agar tetap dapat memberitakan Injil. (pg)

  • BUAH KEDISIPLINAN DIRI

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh ketaatan. Sahabat, pengalaman hidup saya bercerita bahwa kedisiplinan  merupakan salah satu kunci untuk meraih keberhasilan. Peluang kita  untuk menjadi orang berhasil, akan mengecil kalau tidak hidup dengan disiplin. Hampir semua bidang pekerjaan, membutuhkan kedisplinan dari mereka yang melakukannya.

    Disiplin harus dimulai dari diri sendiri, diawali dengan hal-hal kecil, seperti bangun tepat waktu, makan, berangkat ke  kampus maupun bekerja tidak terlambat, disiplin dalam  berlalu-lintas, dan masih banyak yang lainnya.

    Sahabat, Daniel mempunyai roh yang luar biasa, artinya ia memiliki kemampuan di atas rata-rata, “… Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.”  (Daniel 6:4)  

    Hal tersebut terjadi sebagai buah kedisiplinannya dalam membangun iman, melalui persekutuan yang karib dengan Tuhan.  Karena memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan ini Daniel mendapatkan penglihatan dari Tuhan.  Meski demikian hal itu tidak membuatnya menjadi sombong. 

    Kita perlu memahami bahwa hanya kepada orang-orang yang bergaul karib dengan-Nya, Tuhan akan menyatakan kehendak dan rencana-Nya, seperti yang Daud saksikan,  “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.”  (Mazmur 25:14).

    Sahabat, bukti bahwa Daniel memiliki kedisiplinan rohani, di antaranya,  “… Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.” (Daniel 9:2).  Kalimat  “memperhatikan dalam kumpulan kitab”  itu menunjukkan bahwa Daniel senantiasa merenungkan firman Tuhan siang dan malam (Mazmur 1:2-3) 

    Kuasa firman itulah yang bekerja di dalam diri Daniel,  “… firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”  (Yesaya 55:11).

    Sahabat, selain itu Daniel adalah seorang pendoa,  tiga kali sehari ia berdoa dan memuji Tuhan  (Daniel 6:11);  ia juga suka berpuasa,  “Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.”  (Daniel 10:2-3)

    Di samping itu, Daniel memiliki penguasaan diri,  “Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”  (Daniel 7:28).

    Ingatlah! Cara yang tepat untuk mengembangkan disiplin diri adalah menjadikannya kebiasaan untuk melakukan hal-hal yang seharusnya Saudara lakukan ketika Saudara merasa paling malas. Setiap kali Saudara merasa sangat malas, lakukan kebalikan dari apa yang ingin Saudara lakukan. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita mendisiplin diri. (pg)

  • Supaya Mereka Semua MENJADI SATU

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh kerukunan. Sahabat, sudah dua periode saya menjadi Ketua RT (Rukun Tetangga) di lingkungan tempat tinggal saya.  Kita tentu tidak asing dengan istilah RT dan RW (Rukun Warga).  RT dan RW dibentuk dengan tujuan untuk membangun kerukunan antarwarga dalam lingkup kecil.

    Sahabat, kerukunan di level struktur pemerintahan yang paling bawah seperti RW dan RT itu penting. Mengapa?  Sebab bila masing-masing warga memiliki hubungan yang dekat dan saling mengenal satu sama lain, mereka bisa bekerja sama dan saling tolong-menolong sehingga tidak  terjadi jurang pemisah  di antara mereka. Maka kerukunan itu perlu terus diupayakan melalui berbagai pendekatan. 

    Kalau di masyarakat umum saja kerukunan merupakan faktor yang penting dan dibutuhkan, apalagi dalam komunitas orang percaya, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”  (Mazmur 133:1) Dalam doanya Yesus berkata,  “… supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”  (Yohanes 17:21). 

    Sahabat,  kerukunan antarumat Tuhan itu merupkan sesuatu yang baik, indah dan memiliki nilai istimewa di mata Tuhan;  sesuatu yang dapat menggerakkan hati-Nya sehingga Dia akan mengabulkan doa-doa kita,  “… Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.”  (Matius 18:19). 

    Jadi komunitas orang percaya harus selalu hidup rukun dan bersatu. Bisa saling bekerja sama dengan baik. Mari terus kita doakan dan upayakan,   Jangan sampai  terjadi perpecahan, pemisahan,  permusuhan, pertengkaran, kebencian,  dan sebagainya.  Jika kita sebagai umat Tuhan dapat hidup  rukun, bersatu, dan dapat bekerja sama dengan baik,  segala berkat akan dicurahkan Tuhan,  ” … ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”  (Mazmur 133:3-b).

    Ingatlah! Orang bijak berkata bahwa kalau ada 100 orang maka akan ada 100 pendapat. Dalam satu komunitas, perbedaan pendapat sering menjadi pemicu terjadinya ketegangan dan perselisihan, dan acapkali diakhiri dengan adanya perpecahan atau pemisahan. Sahabat, mari kita perhatikan baik-baik nasihat John F.Kennedy (Presiden Amerika ke-35) berikut,
    “Apa yang harus dilakukan … adalah menemukan cara untuk merayakan perbedaan dan mendiskusikan perbedaan tanpa memecah belah komunitas kita.” Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan Yesus berdoa supaya kita semua menjadi satu. (pg)

  • NIKMATILAH Masa Tua Kita

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita walau usia semakin menua. Sahabat, semakin bertambahnya usia itu pertanda bahwa kita semakin tua. Menjadi tua merupakan proses kehidupan yang tak bisa kita hindari. Menjadi tua merupakan  suatu keniscayaan, yang cepat atau lambat akan kita dapatkan seiring dengan usia yang terus bertambah. Sahabat, ada cukup banyak orang  yang mencoba untuk menghindari menjadi tua, karena bagi mereka, menjadi tua itu merupakan fase hidup yang paling membosankan dan menakutkan.

    Mengapa menakutkan? Ketika seseorang menjadi tua. maka perubahan fisik merupakan yang paling tampak mencolok. Selain kulit dan wajah mengeriput, kekuatan tubuh berangsur-angsur menurun, juga terjadi penurunan kerja organ dalam tubuh yang dapat memengaruhi kualitas kesehatan.

    Maka tidak heran jika ada cukup banyak orang melakukan berbagai upaya  agar tetap  awet muda.  Berbagai upaya yang dilakukan antara lain: menjaga asupan makanan, menjaga pola hidup, olahraga secara teratur, menjalani berbagai terapi, dan operasi plastik.

    Sahabat, cukup banyak  orang dihinggapi rasa cemas dan khawatir ketika mereka menginjak masa tua.  Mungkin karena anak-anaknya sudah tinggal jauh dari mereka, atau jika masih ada di dekatnya, ia merasa anaknya sudah tak membutuhkan dirinya lagi. 

    Selain itu ada cukup banyak  orang-orang tua yang harus menghabiskan masa tuanya di panti wreda. Ada yang memang  tidak mempunyai pasangan hidup dan anak cucu.  Tapi juga ada yang justru   dititipkan oleh anaknya  karena faktor kesibukan atau jarak tempat tinggal, sehingga mereka merasa  tidak sanggup merawat orangtuanya. Tapi ada juga karena permintaan orangtua sendiri karena mereka ingin dapat tinggal dengan orang-orang yang sebaya, dan tentu masih ada banyak faktor-faktor yang lain.

    Sahabat, rasa cemas  juga sempat menyerang Daud karena ia tahu benar bahwa tidak mungkin seseorang tetap muda dan tetap perkasa.  Namun pada akhirnya Daud yakin benar bahwa Tuhan tidak pernah meninggakan orang yang dikasihi-Nya.  Ia mengerti benar bahwa satu-satunya tempat bersandar adalah Tuhan saja.  Daud tak pernah berharap pada anak-anaknya, dia pun tidak takut ditinggalkan oleh anak-anaknya.  Yang ia takutkan adalah bila ia ditinggalkan Tuhan. 
    Itulah sebabnya Daud memohon,  “Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.”  (Mazmur 71:9).  Dalam doanya Daud juga berkata,  “Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.  Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku;  Engkau yang selalu kupuji-puji.  Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.” (Mazmur 71:5-7).

    Ingatlah! Sahabat, nikmatilah masa tua kita. Kita tidak perlu cemas ketika  memasuki dan menjalani masa tua, Tuhan berjanji, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu ada cara untuk menolong kita. (pg).

  • JANJI TUHAN: YA dan AMIN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh keyakinan akan janji Tuhan. Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa kita tentu pernah memberi janji dan menerima janji. Pada umumnya, sebagai manusia, kita  mudah  untuk berjanji, namun untuk menepati janji yang sudah kita sampaikan, tentu tidaklah mudah, bahkan kadang mungkin meleset. 

    Bagaimana dengan janji  Tuhan?  Alkitab menyatakan bahwa  “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya,  …”  (2 Petrus 3:9-a) dan  “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.”  (Mazmur 12:7). 

    Karena itu jangan pernah ragu akan janji Tuhan.  Ketika berada dalam pergumulan yang berat jangan pernah putus pengharapan.  Pandanglah Tuhan Yesus dan pegang janji firman-Nya.  Jangan melihat kepada seberapa besar persoalan yang sedang kita hadapi, tetapi lihat dengan mata iman betapa besar kuasa dan kemampuan Tuhan kita karena kuasa-Nya sungguh tak terbatas untuk menolong anak-anak-Nya.

    Sahabat, Daud memiliki pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan.  Pertolongan, pemulihan, pemeliharaan dan kemenangan senantiasa mengikuti perjalanan hidupnya.  Daud menyadari bahwa semua itu karena campur tangan Tuhan! 

    Walaupun demikian, bukan berarti hari-hari Daud bebas dari masalah.  Masa-masa yang sangat sulit juga harus dijalaninya, tapi dia tetap meneguhkan hatinya kepada setiap janji Tuhan.  Daud begitu yakin,  “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;  gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4).  Ternyata terbukti janji Tuhan itu ya dan amin.

    Sahabat, Daud begitu mensyukuri segala yang telah dikerjakan Tuhan dalam hidupnya.  Siapa sangka, anak yang mungkin diabaikan dan diremehkan oleh  keluarganya sendiri, yang hanya ditugaskan untuk menggembalakan  2 – 3 ekor domba di padang, dapat diangkat oleh Tuhan menjadi orang nomor satu di Israel:  Daud dipilih Tuhan untuk menggantikan Saul sebagai raja.  Berikut ungkapan syukur  Daud yang tak terkira,  “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?”  (1 Tawarikh 17:16). 

    Dalam mazmurnya Daud bersaksi,   “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,”  (Mazmur 119:11a) dan  “Betapa manisnya janji-mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.”  (Mazmur 119:103). 

    Meski terkadang Tuhan mengizinkan hal-hal buruk  terjadi dalam hidupnya, Daud tetap dapat berkata bahwa Tuhan itu baik.  Ia meyakini bahwa segala yang dirancangkan Tuhan itu baik adanya.  Tuhan menjanjikan perkara-perkara yang baik atas kehidupan umat-Nya.  Memang Dia tidak berjanji bahwa dalam hidup ini tidak ada masalah, namun tangan-Nya senantiasa menuntun kita dan janji-Nya menyelamatkan kita.

    Ingatlah! Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur; tidak ada alasan untuk mengeluh, mengomel, bersungut-sungut, apalagi sampai menyalahkan Tuhan.  Oleh karena itu buanglah semua kekhawatiran dan keputusasaan!  Renungkan firman Tuhan itu siang dan malam, maka iman kita akan berakar kuat di dalam Dia, dan kita pun dimampukan menghadapi segala perkara, “… Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”  (Filipi 1:6). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • PUJIAN dan PENYEMBAHAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pujian dan penyembahan. Sahabat, Tuhan itu Mahakuasa. Dia dapat melakukan apa saja. Hanya satu yang tidak dapat Dia lakukan yaitu memuji diri-Nya sendiri. Maka diciptakanlah kita sebagai makhluk pemuji. Pujian dan Penyembahan adalah hal yang disukai oleh Tuhan. Tuhan berkenan dan begitu menikmati ketika anak-anak-Nya memuji dan menyembah Dia. Oleh sebab itu  biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!  (Mazmur 150:6). 

    Sahabat, Tuhan kita itu hidup! (Mazmur 18:47). Hal tersebut membuktikan bahwa Tuhan itu satu pribadi yang memiliki emosi dan perasaan serta selera untuk menikmati setiap apa yang kita persembahkan kepada-Nya. Kesenangan Tuhan yaitu ketika kita memuji dan menyembah Dia dengan segenap hati.

    Bila kita memuji Tuhan dengan segenap hati, kita akan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan.  Orang yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan pasti mengalami pembaharuan dalam hidupnya.  Dampaknya:  ia akan makin berkobar-kobar bagi Tuhan dan sesama karena menyadari betapa besar kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidupnya;  betapa hidupnya berharga karena telah diselamatkan oleh Tuhan. 

    Apabila kita bisa mengingat betapa baiknya Tuhan dalam hidup ini tidak ada yang bisa kita perbuat untuk membalas kebaikan-Nya selain hanya pujian dan penyembahan yang selayaknya kita haturkan sebagai rasa syukur kita.

    Sahabat, penyembahan adalah ungkapan penghormatan atas kebesaran, keagungan dan kekudusan Tuhan.  Kita perlu menghormati hadirat Tuhan dengan jalan menyembah-Nya bukan lewat kata-kata saja, tetapi juga melalui sikap tubuh kita:  bersujud, tersungkur, berlutut sebagai tanda merendahkan diri dan ketidaklayakan kita di hadapan-Nya, “Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.”  (Mazmur 95:6)

    Hal yang paling utama dalam pujian dan penyembahan adalah menyenangkan Tuhan. Dengan pujian penyembahan kita mengundang hadirat-Nya yang penuh kuasa untuk melawat dan memulihkan keadaan kita.  Pengalaman Paulus dan Silas bercerita, ketika mereka  memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap hati, terjadilah mukjizat yang luar biasa di pernjara, tempat mereka ditahan (Kisah Para Rasul 16:16-40).

    Sahabat, selain itu untuk memiliki pikiran yang positif maka pikiran kita harus dikuasai oleh kuasa Tuhan. Kuasa Tuhan hadir ketika kita menaikan pujian dan penyembahan. Sebab itu mari kita  semakin banyak bernyanyi buat Tuhan. Semakin banyak kita mendengar pujian dan penyembahan kepada Tuhan maka akan membuat pikiran kita positif dan membuat kita mengalami damai sejahtera Tuhan.

    Ingatlah! Sebab itu mari kita dengan tulus dan sungguh hati memuji dan menyembah Tuhan. Memuji dan menyembah Tuhan adalah ekspresi ketaatan kita kepada Tuhan. Karena memang Dia adalah Allah yang besar, mahakuasa dan layak untuk ditaati. Allah adalah pokok puji-pujian kita (Ulangan 10:21). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu ada cara untuk menolong kita. (pg).

  • HARI INI harinya TUHAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur. Sahabat, mulailah setiap hari dengan pikiran positif dan hati yang bersyukur.

    Sahabat, Joyce Meyer (penulis asal Amerika) mengingatkan kita, “Setiap hari adalah pemberian Tuhan. Belajarlah untuk fokus kepada Sang Pemberi dan nikmatilah pemberiannya.”

    Kita patut bersyukur kalau sampai hari ini Tuhan masih menyediakan hari yang baru bagi kita untuk kita jalani dan kita nikmati. Semoga kita merasakan bahwa setiap hari yang telah lewati dalam hidup kita  penuh dengan warna.  Ya, Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!  (Mazmur 118:24)

    Sahabat, berbicara tentang hari, orang memiliki pendapat berbeda-beda.  Ada sebagian orang yang  percaya ada hari yang baik,  dan ada pula hari yang tidak baik;  ada hari yang membawa keberuntungan dan ada hari yang membawa sial;  ada bulan baik dan juga ada bulan yang kurang baik.

    Karena itu jangan heran, di zaman now, masih ada cukup banyak orang merasa perlu berhati-hati dalam memilih hari dan jam untuk pernikahan, memulai suatu usaha baru, pulang dari rumah sakit, pemakaman jenazah, menempati rumah baru dan lain-lain.  Untuk itu mereka tidak segan-segan untuk minta petunjuk atau konsultasi kepada paranormal atau sinse, atau “orang pintar” yang lain. Bagaimana dengan Saudara?

    Sahabat, kita perlu memahami bahwa setiap kesempatan atau hari baru adalah anugerah dari Tuhan untuk kita pergunakan sebaik mungkin. Hari itu bak sepatu yang harus dipakai untuk berjalan.  Semua hari adalah sama, yang membedakan adalah sikap hati dan pikiran kita. 

    Apa yang sedang berkecamuk di dalam hati dan pikiran kita akan menwarnai hari-hari yang akan kita lalui.  Bila kita memulai hari dengan syukur dan sukacita, maka hari yang kita jalani pun akan berdampak positif.  Sebaliknya jika kita mengawali hari dengan kemarahan, persungutan, putus asa dan kekecewaan, maka sepanjang hari itu akan berubah menjadi hari yang kelabu dan menyesakan   bagi kita.

    Sahabat, kunci untuk menikmati setiap hari  adalah mengandalkan Tuhan.  Bergaul karib dengan Tuhan setiap hari akan menjaga hati dan pikiran kita sehingga kita mampu melihat dan menyikapi segala sesuatu secara positif.  Sikap inilah yang membuat hari-hari kita menjadi baik sehingga hati kita pun akan melimpah dengan ucapan syukur.  Inilah yang dirasakan Daud,  “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman.”  (Mazmur 4:9).  Daud menjalani hari dengan tenteram karena ia senantiasa karib dengan Tuhan.

    Ingatlah! Jika Tuhan yang baik itu menyertai kita dan kita pun tinggal di dalam Dia setiap hari, maka hari-hari yang kita lalui pun menjadi hari yang baik! Sahabat, kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu (Mazmur 34:9). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • Kepada Apa dan Siapa KITA BERHARAP?

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pengharapan. Sahabat, keterbatasan adalah milik manusia sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas (Yesaya 2:22), sedangkan ketidakterbatasan adalah milik Tuhan. Manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di depannya, berbeda dengan Tuhan yang Mahatahu, mengetahui apa yang bakal terjadi dalam hidup ini  (Ulangan 29:29).

    Sahabat, sejak dari usia muda Daud sudah belajar menaruh harapannya hanya kepada Tuhan.  Daud sadar benar bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat sandaran dan pengharapan hidup, bukan yang lain, “Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.  Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.”  (Mazmur 71:5-6).

    Sangat menarik, Daud menyadari bahwa manusia tidak selamanya muda dan perkasa.  Semua pasti akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu:  yang muda akan menjadi tua, yang kuat dan gagah lambat laun akan melemah kekuatannya.  Karena itu Daud memohon kepada Tuhan,  “Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.”  (Mazmur 71:9). 

    Sahabat, begitu pula segala perkara yang ada di dunia ini tidak bisa diharapkan dan tak mampu memberikan pengharapan yang pasti.  Apalagi berharap kepada manusia, termasuk keluarga, sanak famili,  atau sahabat, kita akan kecewa.  Firman Tuhan sudah memeringatkan,  “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.”  (Mazmur 144:4).  Mari kita teladani sikap Daud yang hanya bergantung dan menaruh pengharapan kepada Tuhan.  Bila kita menaruh harap kepada Tuhan, kita tidak akan pernah dikecewakan-Nya, karena Dia tidak pernah akan berubah.  Tuhan berjanji,  “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”  (Yesaya 46:4).

    Ingatlah! TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Ratapan 3:25). Apa dan siapa sumber pengharapan Saudara?  Adalah salah besar jika Saudara menaruh pengharapan kepada orang-orang yang Saudara anggap hebat dan kuat.  Selain itu jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati  (1 Timotius 6:17).  Tuhan adalah Batu Karang yang teguh, Dialah sumber pengharapan bagi kita orang percaya. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • JANGAN GOYAH IMAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur. Sahabat,  kalau segala sesuatunya berjalan dengan lancar, mungkin tidak sulit untuk mengatakan bahwa hidup ini diberkati oleh Tuhan. Namun bagaimana halnya jika pergumulan hidup silih berganti menghampiri? Penderitaan yang kita alami laksana duri dalam daging, perih dan menyesakan.

    Sahabat, saya tidak tahu pergumulan apa yang sedang Saudara hadapi saat ini?  Mungkin Saudara sedang bergumul dengan sakit-penyakit yang tak kunjung sembuh, masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik, usaha bangkrut,  masalah anak-anak yang semakin susah diatur, atau masalah-masalah pelik lainnya. 

    Saya sadar, kekuatan kita sebagai manusia sangat terbatas, adakalanya kita merasa tidak kuat lagi menghadapinya.  Di saat-saat seperti itu kita membutuhkan kekuatan ekstra.   Kuasa Adikodrati.

    Sahabat, mungkin masalah-masalah yang kamu hadapi sudah kamu bawa dalam doa setiap hari, tapi mengapa sampai hari ini sepertinya doa-doa itu menguap begitu saja di udara dan tidak ada tanda-tanda jawaban dari Tuhan?

    Tuhan Yesus mengatakan bahwa apabila kita berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya dengan sungguh-sungguh dan tidak bimbang,  maka tidak ada perkara yang mustahil bagi orang percaya!  (Markus 9:23). 

    Doa yang disertai iman dapat menghadirkan kuasa Tuhan yang tak terbatas atas diri kita yang terbatas, dapat memindahkan gunung-gunung persoalan yang mencoba menghalangi atau menutup janji-janji Tuhan dalam hidup kita. 

    Dengan kata lain doa yang disertai iman dapat mengerjakan perkara-perkara yang besar dalam hidup ini.  Ada tertulis,  “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”  (Yakobus 5:16-b).  Karena itu jangan pernah menyerah dan berputus asa.  Jangan pernah berhenti untuk berharap kepada Tuhan!  “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”  (Lukas 18:7).

    Ingatlah! Jangan goyah iman meski keadaan seolah-olah belum berubah! Di dalam Tuhan, setiap persoalan, besar atau kecil, pasti ada jalan keluarnya.  Namun hal penting yang menjadi rahasia doa adalah kita harus selalu menjaga sikap hati dan tetap tinggal di dalam firman-Nya,  “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”  (1 Yohanes 5:14). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu ada cara untuk menolong kita. (pg)

  • BERPIKIRAN POSITIF: Memiliki Pikiran Kristus

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pikiran positif. Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita,  bahwa pikiran adalah medan peperangan yang sesungguhnya.  Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, kita selalu diperhadapkan dengan pergumulan yang berat berkenaan dengan pilihan hidup yang tidak mudah:  berpikiran positif atau berpikiran negatif.  Ada kecenderungan, orang lebih  memikirkan hal-hal yang negatif daripada hal-hal yang positif.

    Sahabat, ada ungkapan yang menyatakan bahwa siapa kita ditentukan oleh apa yang kita pikirkan.  Dalam Amsal 23:7-a dikatakan,  “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. …”  Oleh karena itu, kita harus menjaga pikiran kita agar tetap positif dan bersih. 

    Mari kita belajar seperti Rasul Paulus yang senantiasa memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia (2 Korintus 8:21)Hati-hati, jangan remehkan apa yang ada di dalam pikiran kita!  Jika kita terus mengembangkan pikiran-pikiran negatif, maka hal-hal yang negatif akan berbondong-bondong menghampiri.  Maka mulai sekarang berpikirlah tentang hal-hal besar, tentang kesembuhan,  keberhasilan, hidup yang diberkati, dan berbagi kepada sesama.

    Rasul Paulus dengan tegas menasihatkan,  “…  saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”  (Filipi 4:8).  Berpikiran positif berarti pikiran yang diubah dan dipenuhi oleh firman Tuhan. 

    Perhatikan pula yang disampaikan Tuhan kepada Yosua,  “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”  (Yosua 1:8).

    Bila kita ingin memiliki hidup yang berkemenangan, berhasil dan diberkati Tuhan, kita harus selalu berpikiran positif karena pikiran kita dapat menentukan perkataan dan perbuatan kita.  Bila pikiran kita senantiasa baik, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita dan juga perbuatan kita pun akan baik.  Demikian pula sebaliknya! 

    Mengapa kita harus selalu berpikiran positif?  Supaya kita menjadi sehat rohani dan jasmani. Kita benar-benar dapat menikmati hidup. Yang lebih penting, dengan berpikiran positif berarti kita memiliki pikiran Kristus, “Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.”  (Mazmur 25:8).

    Ingatlah! Segala yang baik dan benar itu datangnya dari Tuhan dan bila kita ingin mendapatkan hal-hal yang baik dari Dia, pikiran kita pun harus sesuai dengan firman-Nya! Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg).