Category: Karib Dengan Tuhan

  • BERJALAN DI HARI-HARI YANG BERAT

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita. Sahabat, hari-hari ini kita sedang berjalan di hari-hari yang berat, penuh ketidakpastian, penuh perubahan, dan penuh keterbatasan. Tapi yakinlah, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam menghadapi pergumulan hidup yang berat pada hari-hari ini.

    Sahabat, perjalanan hidup manusia selama berada di muka bumi memang tidak luput dari pergumulan.  Entah itu pergumulan tentang sakit penyakit, keluarga, usaha, kuliah, keuangan dan sebagainya.  Saat berada dalam pergumulan yang berat, tak jarang kita merasa tertekan, kecewa, frustasi sehingga ada yang nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

    Daud juga pernah mengalami pergumulan hidup yang berat, “Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!”  (Mazmur 56:2).

    Banyak seteru yang menginginkan kematiannya.  Hidupnya menjadi tidak tenang, diantaranya karena Saul terus mengejarnya dan hendak membunuhnya.  Tak jarang pula Daud mengalami ketakutan yang begitu hebat seperti saat ia berada di Gat, sampai-sampai ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan dan bertingkah pura-pura gila. 

    Sahabat,  dalam ketakutan yang luar biasa itu,  Daud selalu bersandar kepada Tuhan sebab ia percaya bahwa Tuhan sajalah yang dapat membela perkaranya.  Daud berkata,  “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”  (Mazmur 56:4-5). 

    Daud percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan umat-Nya yang berada dalam pergumulan hebat, yang terus berseru-seru kepada-Nya.  Daud berkata,  “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu”  (Mazmur 56:9).

    Sahabat, saat ini mungkin kita mengalami seperti yang dialami oleh Daud:  kita terhimpit, tertekan oleh permasalahan yang berat atau bahkan juga dimusuhi sekalipun kita tak bersalah.  Tak ada jalan lain selain kita mengadu kepada Tuhan.  Datanglah kepada Tuhan dan jangan lari kepada manusia, biarlah Tuhan sendiri yang menjadi Pembela kita,  “… hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”  (Mazmur 51:19-b). 
    Ingatlah! Seberat bagaimana pun pergumulan kita, Tuhan sanggup menolong dan memberi jalan keluar! Karena itu berhentilah untuk bersungut-sungut atau mengomel, tapi bawalah persoalan itu dalam doa kepada Tuhan.  Teguhkan hati dan tetaplah tenang, karena  dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu (Yesaya 30:15).  Yakinlah air mata pergumulan yang kita bawa kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia.  Tuhan mengerti kepedihan hati kita dan mengerti kesesakan kita. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • YESUS adalah Alfa dan Omega

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena Tuhan kita Mahakuasa. Sahabat, coba kita perhatikan bagaimana penulis kitab Ayub menggambarkan kemahakuasaan Tuhan kita, “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit – apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati – apa yang dapat kauketahui?”  (Ayub 11:7-8)

    Sahabat, di zaman now mungkin masih kita jumpai  orang-orang yang masih belum percaya bahwa Tuhan itu sungguh ada. Padahal setiap hari kita melihat keajaiban-keajaiban alam terjadi di depan mata:  miliaran manusia di dunia, tapi tidak ada yang sama persisi, keindahan bunga yang bermekaran di halaman rumah, ikan di lautan yang tidak pernah habis walau diambil setiap hari. Siapakah yang berkarya di balik itu?

    Belum lagi keagungan benda-benda  langit di angkasa yang begitu menakjubkan.  Siapa yang memerintahkan matahari untuk terbit dari ufuk timur dan memancarkan sinarnya secara penuh pada siang hari, serta bintang-bintang dan rembulan menerangi bumi pada malam hari?  Mengapa selalu tepat waktu dan tidak pernah tertukar waktunya?  Siapakah yang mengatur planet-planet sehingga semuanya berjalan dengan teratur tanpa dikendalikan oleh suatu alat yang terlihat oleh mata jasmani?  Tentu Tuhan-lah  yang mengatur  (Yeremia 33:25).

    Sahabat, pada akhirnya  kita akan mengakui bahwa semuanya itu ada yang mengatur dan mengendalikan, yaitu Tuhan,  “Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya. Utara dan selatan, Engkaulah yang menciptakannya, Tabor dan Hermon bersorak-sorai karena nama-Mu. Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu.” (Mazmur 89:12-14). 

    Semakin jelas,  alam semesta dan semua yang ada di bawah langit dan di atas bumi telah menyaksikan keberadaan Tuhan sebagai Sang Pencipta dan Tuhan yang Mahakuasa.

    Sahabat, sejak dunia ini diciptakan sampai kepada kesudahan zaman nanti tidak ada allah manapun yang dapat menandingi kebesaran, kekuasaan dan kedahsyatan Tuhan kita, Yesus Kristus.  “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”  (Wahyu 1:8). 

    Sesungguhnya kalau kita percaya benar kepada Tuhan Yesus kita tidak perlu takut dan khawatir menghadapi apa pun juga, karena tertulis,  “… betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.”  (Efesus 1:19-21).  Ingatlah! Nabi mana, pemimpin agama mana, dewa mana yang dapat melakukan perkara-perkara besar seperti Tuhan kita, Yesus Kristus?  Sungguh nyata bahwa kuasa Tuhan Yesus bukan hanya di dunia ini saja, tetapi kuasa-Nya sampai di surga. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg).

  • TUHAN SANG PENYEMBUH

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh semangat dan sukacita. Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa semakin bertambah usia, semakin rajin sakit penyakit itu menyambangi kita. Bahkan ada beberapa orang sahabat sempat hampir putus asa karena sang penyakit itu senang berlama-lama tinggal bersamanya.

    Sahabat, hampir setiap rumah punya masalah, dan setiap orang pasti kadang-kadang meriang. Sesungguhnya setiap orang  memiliki  pergumulan dalam hidupnya, dan pergumulan tiap-tiap orang pasti berbeda.  Salah satu pergumulan yang sering kita hadapi dalam hidup ini adalah berkenaan dengan sakit-penyakit.  Cukup banyak orang yang mungkin merasa lelah dan putus asa karena harus bergumul dengan sakit-penyakitnya yang tak kunjung sembuh.  Ketika menghadapi pergumulan seperti itu pemazmur berteriak minta tolong, “TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.”  (Mazmur 30:3)

    Untuk itu mari kita perhatikan apa yang Tuhan janjikan kepada umat Israel ketika membawa mereka keluar dari Mesir,  “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” (Keluaran 15:26). 

    Sahabat, itu berarti sejak dari semula sifat Tuhan adalah menyembuhkan dan selalu merancangkan hal yang baik.  Terbukti selama menempuh perjalanan 40 tahun di padang gurun kaki mereka tidak menjadi bengkak  (Ulangan 8:4).  Dengan kata lain Tuhan bukan hanya menyembuhkan, Ia juga memberikan jaminan kesehatan untuk tubuh mereka asalkan taat.

    Semasa pelayanan-Nya di bumi Yesus juga melakukan pelayanan kesembuhan, “Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; …”  (Markus 1:34). 

    Sahabat,  Yesus juga sering menumpangkan tangan-Nya atau menjamah orang yang sakit dan mereka disembuhkan:  seorang yang sakit kusta  (Matius 8:3), ibu mertua Petrus (Matius 8:15), seorang buta (Matius 9:29), orang sakit di Nazaret (Markus 6:5) dan lain sebagainya. 

    Ada kalanya  Yesus harus berbicara langsung kepada penyakit, menghardik dan kemudian memerintahkan  setan-setan  itu pergi, karena Ia tahu benar bahwa penyakit adalah pekerjaan iblis dan Yesus datang untuk menghancurkan dan memusnahkan pekerjaan iblis itu  (Lukas 4:31-37).

    Ingatlah!  Jangan pernah meragukan Tuhan, karena kuasa-Nya tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang dan sampai selamanya! Tidak satu penyakit pun yang tidak dapat disembuhkan oleh Tuhan.  Kesembuhan hanya diberikan berdasarkan waktu dan kehendak Tuhan. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • PENYERAHAN DIRI kepada TUHAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh penyerahan kepada Tuhan. Sahabat, ketika kita dihadapkan dengan  pergumulan hidup yang berat,  kita merasa takut dan khawatir, karena kita berpikir bahwa Tuhan tidak tahu pergumulan yang sedang kita alami.  Sesungguhnya, apa pun yang terjadi dalam hidup kita,  Tuhan tahu persis. (Ibrani 4:13)  

    Sahabat, hari ini mari kita belajar dari satu perikop yang saya ambil dari 1 Samuel 1:1-28 dengan judul “Lahirnya Samuel”. Dalam perikop tersebut  dikisahkan ada seorang perempuan bernama Hana, istri Elkana.  Ia  seorang perempuan yang mandul, “… sebab Tuhan telah menutup kandungannya.” (1 Samuel 1:5).  Itu berarti Hana tidak mungkin memiliki anak karena kandungannya telah tertutup. 

    Hal tersebut menjadi masalah yang besar bagi Hana. Pada zaman itu seorang perempuan yang mandul merupakan aib yang besar karena seorang perempuan yang mandul dianggap tidak diberkati Tuhan.  Itulah sebabnya Hana mengalami pergumulan yang cukup berat.  Hampir setiap hari ia menerima ejekan, cibiran dan juga hinaan karena ia tidak bisa mempunyai keturunan. Apalagi yang menghinanya adalah madunya sendiri yaitu Penina.  Bisa dibayangkan betapa sakit dan hancurnya hati Hana! 

    Sahabat, meskipun demikian Hana tidak menyerah begitu saja.  Ia tekun mencari Tuhan serta mencurahkan isi hati dan kesedihannya itu kepada Tuhan.  Pada akhirnya jeritan hati Hana itu menggerakkan hati Tuhan.  Tuhan mengabulkan doa Hana.  Tuhan menjamah kandungannya hingga ia dapat mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.  Bahkan anak yang dilahirkan bukan sembarang anak, anak itu menjadi  seorang nabi Allah di zaman raja Saul dan Daud. Dialah nabi Samuel yang lahir dari rahim Hana.

    Mungkin ada diantara pembaca yang saat ini sedang mengalami pergumulan berat seperti Hana. Langit kehidupan saudara sedang tertutup awan hitam yang tebal bahkan mungkin bergulung-gulung.  Berbagai usaha sudah saudara  lakukan, tapi mendung itu masih menggantung. 

    Dalam kondisi yang tidak mudah seperti itu, yang kita butuhkan adalah perubahan dalam hidup kita.  Kita perlu memiliki penyerahan diri kepada Tuhan. Suatu ketika Hana bernazar kepada Tuhan, dan ia berjanji apabila Tuhan menjawab doanya dan memberikan seorang anak baginya, ia akan menyerahkan anak itu kepada Tuhan.  Hana menepati janji itu, padahal anak itu sangat berharga dalam hidup Hana, tapi ia rela menyerahkan kepada Tuhan.

    Ingatlah! Tuhan ada di mana-mana. Dia Mahatahu, artinya segala yang ada di dalam pikiran dan hati kita Tuhan mengetahuinya. Sahabat, mari kita memiliki penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Mari kita terus belajar berjalan bersama dengan Tuhan setiap hari, dengan memiliki ketekunan dalam memelihara saat teduh. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg) 

  • UNIK dan BERHARGA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur. Sahabat, saya punya 2 orang sahabat yang merupakan saudara kembar, Pdt. Yahya Chrismanto dan dr. Paulus Gunawan. Setelah saya bergaul cukup lama dengan mereka, saya menyimpulkan, meski mereka punya kemiripan rupa, tapi dalam banyak hal masih terdapat banyak perbedaan.

    Sahabat, kita merupakan ciptaan Tuhan yang sangat istimewa. Tidak ada seorang pun di antara miliaran manusia di bumi ini yang sama persis.  Setiap orang pasti memiliki perbedaan dan karakteristik masing-masing.  Anak yang dilahirkan kembar sekalipun, meski punya kemiripan rupa, dalam banyak hal pasti berbeda, sebab Tuhan membentuk kita dalam rahim ibu dengan keunikan tersendiri.

    Setiap kita dibentuk oleh Tuhan sedemikian rupa. “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”  (Mazmur 139:13-14). Itu artinya Tuhan terlibat secara aktif dan penuh dengan kreativitas ketika menciptakan kita. 

    Bahkan Dia sendiri memperhatikan kita  sejak masih dalam kandungan ibu,  mulai dari janin itu berkembang sampai membuat rencana bagi hidup kita.  Tuhan berkata,  “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11). 

    Tuhan juga melengkapi kita dengan karunia-karunia yang berbeda,  “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: …”  (Roma 12:6).  Setiap orang berbeda dan punya keunikan, masing-masing diperlengkapi pula dengan karunia yang berbeda-beda.  Oleh karena itu kita tidak perlu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain atau berusaha menjadi sama seperti mereka.  Ada yang sampai stres, kecewa pada diri sendiri dan beranggapan bahwa Tuhan tidak adil kepadanya ketika melihat orang lain tampak begitu sempurna, lalu berusaha sedemikian rupa ingin menjadi sama seperti orang tersebut.

    Ingatlah! Tuhan itu sangat mengasihi kita dan kita itu sangat berharga di mata-Nya (Yesaya 43:4).  Sah-sah saja kita mengagumi dan mengidolakan seseorang, tapi kita tidak harus menjadi sama seperti orang itu karena pada dasarnya setiap orang adalah berbeda.  Karena itu bagaimanapun keberadaan kita, kita harus tetap merasa bangga menjadi diri sendiri dan tetaplah mengucap syukur kepada Tuhan. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • Mengunci PINTU MASA LALU, Menghadapi MASA KINI

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pengharapan. Sahabat, setiap manusia tentu punya masa lalu. Bahkan Rick Warren (Penulis asal Amerika) berkata, “Kita adalah produk masa lalu, tapi kita tidak harus menjadi tawanannya.”

    Sahabat, masa lalu sudah berlalu dan tak mungkin terulang kembali karena waktu terus  melaju.  Ada sebagian orang yang membangga-banggakan masa lalu karena diwarnai prestasi yang gemilang dan berbagai kejayaan.  Tetapi ada pula yang sulit sekali melupakan masa lalu karena penuh kegagalan atau hal-hal yang memedihkan hati sehingga menimbulkan trauma yang berkepanjangan.  Jika kita terus dibayang-bayangi oleh masa lalu sampai kapan pun kita tidak akan pernah berubah atau berpindah.

    Karena itu Rasul Paulus menegaskan,  “… siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17), artinya kita harus menanggalkan manusia lama dan hidup sebagai manusia yang baru.  Salah satu upaya menanggalkan manusia lama adalah melupakan masa lalu seperti yang dilakukan Rasul Paulus,  “… aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”  (Filipi 3:13). 

    Sejak berjumpa dengan Kristus,  Paulus mengalami perubahan hidup sehingga bisa berkata bahwa masa lalu atau segala sesuatu yang telah ia raih di luar Kristus tak lebih daripada sampah yang tidak berguna,  “…  apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. …”  (Filipi 3:7- 8a). 

    Hidup kita pun akan berubah jika kita punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan dan mengalami jamahan tangan Tuhan, sebab jamahan-Nya selalu membawa perubahan, pemulihan, kesembuhan dan mukjizat.  Paulus, yang dulunya merupakan penganiaya jemaat, kini mengabdikan segenap hidupnya bagi Kristus dan rela mati bagi-Nya.

    Supaya dapat mengalami perubahan hidup yang sesungguhnya kita harus turut disalibkan bersama Kristus, memiliki penyerahan diri kepada Tuhan, punya tekad kuat untuk meninggalkan masa lalu.  Jika kita sudah meninggalkan kehidupan masa lalu, jangan menoleh ke belakang lagi seperti isteri Lot, yang akhirnya menjadi tiang garam  (Kejadian 19:26).

    Ingatlah! Sebagai orang percaya kita  harus   mengunci pintu masa lalu dan tidak mengingatnya lagi.  Sahabat, percuma mempersalahkan diri dan terus-menerus menyesali semua keadaan yang sudah terjadi.  Yang perlu kita lakukan adalah belajar dari keadaan itu dan bertekad untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Mari gunakan seluruh kekuatan kita menuju keberhasilan bersama Tuhan.  Mungkin kita gagal di masa lalu, lupakan itu.  Pikirkanlah langkah di depan kita. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • KELUARGA RUKUN Mendatangkan Berkat

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh kerukunan. Sahabat, zaman memang berubah, tapi sesungguhnya hakikat kebutuhan dasar setiap manusia tetap sama. Kita merindukan dan membutuhkan perhatian, kasih, dan kehangatan sebuah keluarga. Pengalaman hidup saya bercerita, kebahagiaan itu sederhana, istirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari, lalu berkumpul, meluangkan waktu bersama keluarga. 

    Sahabat, unit terkecil dalam masyarakat adalah keluarga. Saya yakin hampir semua orang merindukan sebuah keluarga yang rukun dan dipenuhi damai sejahtera.  Keluarga rukun dapat terjadi apabila hubungan suami-istri harmonis, hubungan antara orangtua dan anak-anak begitu dekat dan kompak. Bila keluarga rukun, rumah akan menjadi tempat paling nyaman di dunia. 

    Daud mengungkapkan suatu kebenaran bahwa  keluarga yang hidup dalam kerukunan akan menjadi tujuan Tuhan mencurahkan berkat-berkat-Nya,  “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! … Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”  (Mazmur 133:1, 3).

    Sahabat, sesungguhnya  keluarga yang rukun tidak tercipta dengan sendirinya, tapi perlu diusahakan, dipupuk dan disiram setiap hari.  Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membangun kerukunan dalam sebuah keluarga.  Pertama,  sediakan waktu bersama.  Membangun mezbah keluarga atau melakukan saat teduh bersama merupakan salah satu cara terbaik.  Saat kita membangun mezbah keluarga, Tuhan pasti hadir melawat kita,  “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”  (Matius 18:20). 

    Kita juga dapat menyediakan waktu bersama dengan keluarga untuk kegiatan-kegiatan tertentu, misalnya makan bersama di luar pada waktu akhir pekan atau pergi piknik ke tempat wisata.  Ketika keluarga hidup rukun dan kompak, ikatan emosi antar anggota keluarga akan semakin kuat.

    Kedua, praktikkan kasih.  Keluarga komunitas terkecil, tempat awal kita mempraktikkan kasih.  Kasih dapat dinyatakan dengan saling peduli, memperhatikan, mendoakan, menghargai, menghormati, mendukung, dan menolong.  “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. …”  (Matius 7:12-a). 

    Jika kita mau dikasihi kita pun harus belajar mengasihi;  kalau kita tidak mau disepelekan, kita pun tidak boleh menyepelekan orang lain. Prinsipnya bertolong-tolonganlah menanggung beban, dengan demikian kita memenuhi hukum Kristus  (Galatia 6:2).

    ingatlah! Yesus bersabda, “… rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.”  (Matius 12:25) dan tentu  berkat Tuhan pun akan menjauh. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • DIPERLUKAN BUKTI NYATA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat disertai perubahan hidup. Sahabat, di zaman now, perubahan demi perubahan terjadi begitu cepat di segala bidang. Demikian juga kehidupan kita sebagai komunitas orang percaya,   tidak bisa lepas dengan yang namanya perubahan. Perubahan ini bukan berbicara tentang perubahan yang bersifaf fisik, tetapi sebuah perubahan yang berkaitan dengan pembaharuan hidup orang percaya.

    Sahabat, kadang saya mendengar bisik-bisik,  “Teman kita sudah cukup lama menjadi orang percaya , tapi mengapa belum ada perubahan hidup?   Hidup sebagai orang percaya  sesungguhnya merupakan suatu proses perubahan hidup.  Tutur kata, sikap, tingkah laku  harus mengalami perubahan!  Rasul Paulus menegaskan,  “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:  apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”  (Roma 12:2).

    Terjadinya perubahan karakter merupakan salah satu indikasi bahwa kerohanian kita masih hidup.  Lalu, bagaimana kita tahu bahwa kehidupan kita sudah berubah?  Dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang-orang yang bergaul dengan kita setiap hari. Orang-orang yang sering bertemu dengan kita. Dari merekalah kita menerima peneguhan, “Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.”  (Amsal 27:2)
     

    Sahabat, kita akan tahu jika kita  sudah mengalami perubahan ketika orang lain mulai menyadari perubahan yang terjadi dalam diri kita, bukan kita sendiri yang menggembar-gemborkannya.  Itu berarti perubahan selalu akan memerlihatkan bukti yang dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain. 

    Perubahan itu memerlukan bukti nyata, bukan hanya melalui pernyataan kita.  Jadi orang percaya dikatakan hidupnya sudah berubah apabila ada bukti lahiriah yang dapat dilihat oleh orang lain dengan jelas sehingga menjadi kesaksian yang meyakinkan dan menjadi berkat.

    Ingatlah! Saudara, ada cukup banyak orang yang tidak senang dengan perubahan karena kita tidak mungkin berubah jika kita tidak mau meninggalkan zona nyaman. Rasul Paulus menghimbau, sebagai manusia baru di dalam Kristus marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!  (Roma 13:12-b). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg).

  • MASA DEPAN sungguh ADA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh kepastian akan masa depan. Sahabat, kita tidak perlu takut menjalani hidup!  Tuhan menjamin hidup kita bukan hanya untuk hari ini dan esok, tapi masa depan kita sepenuhnya ada dalam jaminan Tuhan, karena rancangan Tuhan atas hidup orang percaya sungguh teramat baik (Yeremia 29:11)

    Sahabat, Tuhan Yesus menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah bukan berasal dari dunia ini.  “Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”  (Yohanes 17:16).  Dari pernyataan ini Tuhan Yesus hendak menegaskan bahwa orang percaya adalah orang-orang yang memiliki masa depan yang berkilau. 

    Masa depan yang dimaksudkan bukan sekadar masa depan saat mereka hidup di bumi ini, karena pada saatnya bumi akan jatuh dan hancur.  “… Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup…”  (2 Petrus 3:10-11).

    Sahabat, masa depan yang sesungguhnya bagi orang percaya adalah hidup dalam kemuliaan yaitu di Kerajaan Surga, sebagaimana yang Tuhan Yesus sampaikan sebelum ia naik ke surge,  “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”  (Yohanes 14:2-3). 

    Lebih jauh berbicara tentang masa depan di dalam kekekalan, Rasul Petrus menyatakan,  “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.”  (1 Petrus 1:3-4).

    Sedangkan Rasul Paulus menjelaskan,  “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,”  (Filipi 3:20).  Karena kewargaan orang percaya adalah surga, maka keberadaan orang percaya di dunia ini hanyalah sebagai seorang musafir saja.

    Ingatlah! Masa depan yang gemilang adalah kepastian bagi orang percaya!  Apa yang telah Tuhan rancangkan pasti digenapi-Nya! Segala sesuatu yang ada di bumi sangat tidak berarti jika dibandingkan dengan kemuliaan Kerajaan Surga;  itulah masa depan kita yang sesungguhnya. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • PENYERTAAN dan BIMBINGAN TUHAN

    Selamat jumpa Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh penyertaan Tuhan. Sahabat, ketika memasuki tahun baru 2021, saya dan keluarga hanya membawa syukur kepada Tuhan karena kami boleh melewati tahun 2020 dengan selamat. Biasanya setiap memasuki tahun baru kami membawa segudang harapan, rencana,  dan keinginan kepada Tuhan.

    Kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita, di mana pun kita berada Dia selalu ada, Dialah Jehovah Shammah, Tuhan yang Mahahadir.  Betapa mengagumkan janji Tuhan itu, selalu hadir dan menyatakan penyertaan-Nya atas kita, anak-anak-Nya.  Tak ada pemimpin agama mana pun yang berjanji dan memberikan jaminan penyertaan kepada umatnya seperti Kristus, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”  (Ibrani 13:5-b)
        
    Sahabat, memasuki dan menjalani tahun baru 2021, Tuhan sangat senang bila kita memiliki penyerahan diri penuh kepada-Nya, sehingga Ia dapat menuntun kita kepada kehendak dan rencana-Nya. 

    Saat memimpin bangsa Israel, Musa meminta penyertaan dan bimbingan dari Tuhan,   “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” (Keluaran 33:15).   Itu merupakan bukti penyerahan diri Musa kepada pimpinan Tuhan.  Lalu Tuhan pun menjanjikan suatu rencana yang sempurna yaitu membawa bangsa Israel keluar dari Mesir,  “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”  (Keluaran 33:14).  Selain berjanji untuk menyertai dan membimbing, Tuhan juga menjanjikan suatu ketenteraman.

    Sahabat, ternyata memang sangat tidak mudah tugas Musa  memimpin bangsa Israel menuju ke Tanah Perjanjian.  Dalam perjalanan bangsa Israel pernah berubah tidak setia terhadap Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah  (Keluaran 32:1-4);  mereka lupa dengan pertolongan Tuhan, penyertaan-Nya, kasih-Nya dan perbuatan ajaib-Nya.  Perbuatan mereka benar-benar menyakitkan hati Tuhan dan menimbulkan kemarahan-Nya!,  “…  Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.”  (Keluaran 33:3). 

    Akhirnya Tuhan menyuruh Musa untuk tetap berangkat membawa bangsa Israel ke negeri yang Ia janjikan dengan mengutus malaikat-Nya berjalan di depan mereka. Hal tersebut tentu sangat membuat Musa sangat sedih.  Musa keberatan bila harus berjalan tanpa penyertaan Tuhan,  “…  jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. …”  (Keluaran 33:13).  Musa menyadari keterbatasan dan ketidakberdayaannya, karena itu ia sangat membutuhkan penyertaan dan bimbingan Tuhan.

    Ingatlah! Penyertaan dan bimbingan Tuhan adalah yang terutama dalam hidup ini. Kita tidak tahu apa yang terjadi esok, yang pasti tantangan yang akan kita hadapi di tahun 2021 ini semakin berat. Pandemi Covid – 19 masih merajalela. Orang yang terinfeksi virus Corona terus bertambah. Hampir semua pemimpin di dunia saat ini sedang fokus pada bagaimana caranya supaya pandemi Covid – 19 dapat segera  diatasi. Karena itu kita membutuhkan uluran tangan dan penyertaan Tuhan untuk menuntun langkah kita sehingga dapat menjalani dan melewati tahun 2021 dengan selamat. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg).