Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Doa dan harapan saya, Saudara dalam keadaan sehat, segar, dan tetap bersemangat. Jadikan doa menjadi gaya hidup kita. Semoga kita berani berikrar: “Tidak bersaat teduh, tidak sarapan.”
Saya yakin kita sebagai orang percaya setiap hari berdoa, minimal 5 kali sehari. Tahukah Saudara, ternyata berdoa bukan hanya aktivitas fisik saja, melainkan suatu perbuatan rohani juga. Bukan hanya tindakan yang digerakkan oleh tubuh kita, melainkan juga suatu gerakan yang dilakukan dan didasari oleh roh kita. Sebenarnya tubuh kita hanya sebatas membantu melaksanakan perbuatan roh kita; jadi yang berdoa adalah roh kita. Rasul Paulus menulis, “… Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26)
Sesungguhnya berdoa bukan hanya sebatas meminta atau memberi laporan terperinci tentang kebutuhan kita kepada Tuhan. Berdoa merupakan sarana mempererat hubungan kita dengan Tuhan yang didalamnya terkandung pujian, penyembahan dan ucapan syukur. Bagaimanakah supaya doa kita berkuasa dan mampu menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak? Kita harus berdoa dengan iman.
Hanya dengan iman, kita dapat berdoa dengan benar; dan hanya dengan iman saja kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Yesus bersabda, “…apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24). Doa yang disertai dengan iman yang hidup membuka kesempatan bagi kita untuk mengalami mukjizat dan pertolongan dari Tuhan. Ditegaskan pula, “Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” (Markus 11:23b). Jadi kuncinya adalah iman!
Selain iman, unsur lain yang tak kalah penting dalam doa adalah pengharapan. Ini berbicara tentang ketekunan dan kesabaran kita dalam menantikan jawaban dari Tuhan, “… dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:4). Iman dan pengharapan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling berkaitan satu sama lain. Iman berarti percaya kepada Tuhan dan firman-Nya, sedangkan pengharapan berarti menantikan jawaban dan pertolongan dari Tuhan dengan tekun dan sabar. Pengharapan inilah yang mendorong kita untuk terus-menerus berdoa siang dan malam sampai doa kita beroleh jawaban dari Tuhan (Baca Lukas 18:1-8).
Saudara, Martin Luther King Jr. (Pendeta dan pemimpin pergerakan hak-hak sipil di AS) berkata, “Iman berani mengambil langkah pertama walaupun kita belum melihat seluruh anak tangganya.” Sedangkan Kenneth Hagin (Pendeta asal Amerika) berkata, “Iman mengubah harapan menjadi kenyataan.” Penulis kitab Ibrani menuliskan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1)
Ingatlah! Tidak peduli seberapa mengkhawatirkan, mencekam dan menekan kondisi di sekitar kita saat ini, yakinlah SELALU MASIH ADA HARAPAN, JIKA KITA MEMILIKI IMAN. GBU & Fam. Better days are coming. (pg).








