Author: Christopherus

  • Meluluhlantakkan PENYEBAB DOSA

    Sepanjang sejarah bercerita bahwa hidup menjaga kekudusan tidak pernah mudah. Zaman dahoeloe saja masalah kekudusan sudah menjadi hal sulit dilakukan oleh manusia, terlebih di zaman now, dimana ada begitu banyak media yang menawarkan segala sesuatu yang bisa merusak kekudusan dengan begitu mudahnya.

    Sabahat, jika dahoeloe orang harus mengeluarkan biaya besar untuk memperolehnya, hari ini semua tersedia dengan sangat murah atau bahkan gratis. Menjaga kekudusan semakin lama semakin dianggap kuno oleh manusia. Orang tidak lagi kagum terhadap orang-orang yang hidup mempertahankan kekudusan, tetapi malah menertawakan dan menganggap mereka bodoh, ketinggalan zaman,  atau kurang gaul.

    Dunia terus menawarkan segala sesuatu yang bisa merusak kekudusan kita dalam berbagai bentuk yang biasanya membawa kenikmatan bagi daging kita tetapi sangatlah mematikan bagi perjalanan hidup kita. Karena itu kita harus meluluhlantakkan penyebab dosa.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Meluluhlantakkan PENYEBAB DOSA”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Bilangan 31:1-24. Sahabat, Allah ingin bangsa Israel terus hidup dalam kekudusan. Allah bertindak menyelamatkan mereka dengan menghancurkan secara tuntas penyebab dosa mereka. Allah mengasihi bangsa Israel sehingga menginginkan mereka kembali pada hidup yang kudus sebagai umat milik-Nya. Hal ini terlihat dengan jelas saat Allah memerintahkan bangsa Israel untuk menyucikan diri setelah berperang dengan bangsa Midian.

    Allah memerintahkan kepada bangsa Israel melalui Musa untuk melakukan pembalasan. Hal ini menunjukkan cara Allah menjaga umat-Nya untuk tetap hidup dalam kekudusan. Di satu sisi, pembalasan ini merupakan peringatan penting terhadap perbuatan bangsa Israel yang berpaling dari-Nya oleh sebab bujuk rayu bangsa Midian. Para perempuan Midian mengajak bangsa Israel berpaling dari Allah dengan menyembah Baal-Peor. Mirisnya, bangsa Israel memilih untuk menuruti mereka dan melanggar janji kesetiaan mereka kepada Allah.

    Di sisi lain, pembalasan Allah ini sekaligus menjadi satu peringatan yang ditujukan bagi bangsa lain yang melawan Allah. Bangsa lain diingatkan bahwa Allah Israel tidak akan tinggal diam jika ada yang membuat umat-Nya terpisah dari-Nya.

    Sahabat, sering kali kita berbuat dosa dan bahkan sering pula tidak menyadari apa yang menjadi penyebab dosa di hadapan Allah. Kita seakan membiarkan diri terhanyut di dalamnya dan terbawa makin menjauh dari Allah. Bacaan kita pada hari ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan membiarkan kita terjatuh dan terus terjerumus ke dalam dosa. Allah akan bertindak; Dia akan menyelamatkan kita sehingga kita tetap hidup di dalam kekudusan sesuai dengan perjanjian-Nya dengan bangsa Israel. Allah tidak akan segan menghancurkan musuh-musuh kita sampai ke akar-akarnya.

    Sahabat, Tuhan bersikap sangat tegas terhadap kekudusan hidup umat-Nya. Segala kecemaran harus dijauhkan. Maka kita perlu bertanya, seberapa serius kita menjaga kekudusan hidup kita? Di tengah era ketika kita hidup semakin individualis, mari kita tetap menjaga diri di dalam komunitas yang saling membangun dan menjaga kekudusan hidup sebagai umat Tuhan, sebagai kesaksian yang kokoh di tengah dunia ini.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, bagikanlah berkat apa saja yang engkau peroleh dan apa saja usaha yang engkau lakukan untuk menjaga kekudusan hidup? Selamat sejenak merenung. Tuhan menolong dan memberkati. (pg)

  • Ajining Rogo SOKO BUSONO

    Ada pepatah dalam bahasa Jawa yang berbunyi: “Ajining Rogo Soko Busono” yang artinya harga diri kita sedikit banyak ditentukan oleh pakaian yang kita kenakan.

    Sahabat, dalam buku Wearing God (Mengenakan Allah), penulisnya,  Lauren Winner mengatakan bahwa secara diam-diam, pakaian kita dapat mengungkapkan jati diri kita kepada orang lain. Apa yang kita kenakan dapat saja menunjukkan karier, komunitas,  identitas, suasana hati, atau status sosial kita.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Ajining Rogo SOKO BUSONO”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 93:1-5 dengan penekanan pada ayat 1. Sahabat, Di satu sisi, raja itu sosok yang mulia. Di sisi lain, ia juga ditakuti oleh rakyatnya.

    Raja yang baik senantiasa dicintai rakyatnya. Zaman dahulu seorang raja selalu menjamin keamanan dan ketenteraman bagi rakyatnya. Mengusahakan kesejahteraan di wilayah kekuasaannya merupakan prioritas utama seorang raja. Menjaga dan melindungi rakyatnya dari segala ancaman dan bahaya  juga merupakan tanggung jawab raja.

    Sahabat, Pemazmur menggambarkan Allah sebagai Raja di bumi. Ini merupakan posisi tertinggi yang ada dalam kehidupan sosial zaman itu. Mazmur 93 ini menceritakan kemegahan Allah sebagai Raja yang kekal. Penggambaran Allah sebagai Raja yang bertakhta dan berkuasa dengan jelas dilukiskan Pemazmur (ayat 1-2).

    Dalam kekuatan-Nya, Allah menegakkan dunia untuk sepanjang masa. Takhta-Nya kekal dari dahulu, sekarang, dan selamanya. Ia menjabat secara kekal. Ia memiliki kedaulatan mutlak. Allah berada di atas takhta-Nya dan memerintah dalam keadilan-Nya secara kekal.

    Sahabat, menurut Paulus, kita juga dapat mengungkapkan tentang Kristus tanpa kata-kata, maka Rasul Paulus merintahkan kita, “… kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya” (Roma 13:14).

    Ketika kita menjadi orang percaya, kita mengenakan identitas Kristus. Kita semua adalah “anak-anak Allah karena iman” (Galatia 3:26-27). Itulah status kita. Namun, setiap hari kita perlu mengenakan karakter-Nya. Kita melakukannya dengan berjuang untuk hidup bagi Tuhan Yesus dan menjadi semakin serupa dengan-Nya, bertumbuh dalam kesalehan, kasih, dan ketaatan, serta meninggalkan dosa-dosa yang pernah memperbudak kita.

    Sahabat, pertumbuhan di dalam Kristus itu merupakan hasil dari karya Roh Kudus di dalam kita dan buah dari kerinduan kita untuk semakin mengenal-Nya melalui penggalian firman Tuhan, doa, dan persekutuan dengan sesama orang percaya (Yohanes 14:26).

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah pertanyaan ini: Ketika orang lain mendengar perkataan dan melihat perilaku kita, pernyataan apakah yang sedang kita tunjukkan tentang Kristus? Selamat sejenak merenung. Mari kita daraskan: “TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; …” (ayat 1). (pg)

  • ReKat: PEMULIHAN: Kebutuhan Dasar Manusia (04 April 2022)

    Bacaan Sabda: Mazmur 85 : 1 – 14 

    Berdasarkan hasil perenungan saya dari bacaan kita pada hari ini dan saya kaitkan dengan 2 Tawarih 7:14, maka yang menjadi KUNCI PEMULIHAN hidup manusia yaitu:

    1. Merespon firman dan panggilan bertobat dan menerima Yesus Tuhan sebagai satu-satunya  Juruselamat.
    2. Merendahkan diri dan berserah diri kepada-Nya, karena Dialah yang berotoritas atas hidup kita. 

    (Haryono)

    ***

    Berdasarkan hasil perenungan saya dari bacaan kita pada hari ini dan saya kaitkan dengan 2 Tawarih 7:14, maka yang menjadi KUNCI PEMULIHAN hidup manusia yaitu:

    1. Memulihkan hubungan kedekatan kita dengan Tuhan.
    2. Supaya kita tetap dekat dengan Tuhan, kita harus bersikap rendah hati, mau bertobat dari segala dosa kita, tekun berdoa dan selalu mencari wajah Tuhan.

    (Swan Lioe)

  • Melampaui TARGET Mereka

    Kita yang bekerja di bagian penjualan, tentu akan mengalami,  kadang hasil penjualan di bawah target, kadang sesuai dengan target, dan kadang dapat melampaui target. Tentu yang menjadi harapan kita minimal sesuai dengan target, kalau dapat melampaui target, itu suatu pencapaian yang WOUW, pencapaian yang melampaui harapan.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Melampaui TARGET Mereka”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Lukas 24:1-12. Sahabat, dalam bacaan kita pada hari ini, target para perempuan pagi-pagi  datang ke kubur untuk merempah-rempahi tubuh Yesus yang baru meninggal. Mereka membawa rempah-rempah sesuai kebiasaan waktu itu (ayat 1). Mereka berharap untuk dapat menemukan jenazah Yesus.

    Ketika mereka sudah tiba di kubur Yesus, ternyata, batu besar yang menghalangi pintu masuk ke kubur sudah terguling (ayat 2). Halangan pertama teratasi tanpa penjelasan bagi mereka. Mereka tambah terkejut karena setelah mereka masuk tidak menemukan mayat Tuhan mereka (ayat 3). Tentu saja mereka  menjadi  termangu-mangu, hati mereka diliputi dengan berbagai tanya,  “Kemana jenazah-Nya? Siapa yang mengambil? Siapa yang memindahkannya?”

    Ketika banyak pertanyaan yang belum terjawab di benak mereka, .tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat dengan mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan (ayat 4). Mereka membawa kabar yang di luar perkiraan, kabar yang melampaui harapan. Mereka mencari Yesus yang mati, tetapi mendapati Yesus yang bangkit.

    Sahabat, harapan yang terlampaui. merupakan penghiburan dan anugerah yang besar dalam hidup kita. Kadang, Allah mengizinkan kita mendapatkan  lebih daripada  yang kita targetkan, tujuannya antara lain agar kita memuliakan Dia dan semakin percaya pada-Nya. Semakin mengandalkan Tuhan

    .
    Kita layak bersyukur  ketika mengalami pencapaian melebihi target, tapi jangan lupa untuk  berbagi. Seperti para perempuan itu berbagi berita kebangkitan dengan para rasul (ayat 10). Para rasul kala itu tidak percaya pada berita yang mereka sampaikan (ayat 11). Mereka lupa dengan apa yang pernah Yesus sampaikan, “ … yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.” (ayat 7)

    Kristus sudah bangkit. Haleluya. Itulah kabar baik atau berita sukacita bagi setiap orang percaya sepanjang masa. Syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Berita suka cita, kabar baik ini bukan hanya untuk Yesus, tetapi kabar baik bagi dunia, kabar baik bagi orang percaya dan kabar baik bagi kita di manapun kita berada.

    Ternyata kematian bukan akhir kehidupan Yesus. Demikian juga hidup kita tidak berakhir di kematian. Ada kehidupan dan ada kebangkitan bagi orang percaya. Yesus dengan  tegas bersabda, “… barangsiapa  percaya kepada-Ku, Ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes  11:25).

    Sahabat, kini di atas pundak setiap orang percaya ada satu tanggung jawab yaitu untuk menjadi saksi-saksi Kristus di tengah-tengah dunia ini, membawa kabar keselamatan dan memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup. Selamat Paskah. (pg)

  • Jangan Gampang BERNAZAR

    Mungkin ada diantara kita begitu mendengar kata Nasar langsung pikirannya tertuju kepada penyanyi dangdut  terkenal:  Nassar Sungkar atau King Nassar. Maaf, kali ini saya tidak hendak membicarakan tentang penyanyi tersebut. Saya akan membicarakan tentang NAZAR yang berarti mengikat diri kepada suatu janji. Pemakaian nazar dalam Alkitab selalu menyebut nama Allah.

    Sahabat, bernazar bisa berupa janji untuk melaksanakan suatu tin­dakan atau menjauhkan diri dari suatu tindakan untuk memperoleh belas kasihan Allah. Biasanya nazar diucapkan dengan suara nyaring dan ikatannya sama kudusnya dengan sumpah.  Oleh karena itu, janganlah bernazar tanpa  mempertimbangkannya dengan sungguh-sungguh,  sebab orang yang bernazar harus memenuhi nazarnya, maka jangan gampang bernazar.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Jangan Gampang BERNAZAR”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Bilangan 30:1-16. Sahabat, sangat menarik, dalam bacaan kita pada hari ini  nazar laki-laki dan perempuan dibedakan. Ada pesan yang sangat kuat bahwa seorang perempuan bergantung pada laki-laki, apakah  itu ayahnya atau suaminya.

    Perihal nazar, Allah memerintahkan kepada umat-Nya bahwa setiap orang yang bernazar haruslah melakukan tepat seperti apa yang sudah diucapkannya. Seorang yang bernazar disebut sebagai nazir. Seorang nazir dilarang melanggar nazar yang diucapkannya di hadapan Allah. Seorang nazir yang melanggar nazarnya sama halnya dengan melanggar perintah Allah.

    Sahabat, pada saat itu bangsa Israel cenderung patriarkat. Tampaknya juga,  Allah menghendaki seorang ayah atau suami untuk memutuskan berlaku atau tidak berlakunya nazar yang diucapkan oleh anaknya perempuan atau istrinya. Jika ayah atau suami diam, maka nazar itu akan berlaku. Jika ayah atau suami melarang, maka nazar itu tidak berlaku dan Allah mengampuni anaknya perempuan atau istrinya yang telah bernazar.

    Sejauh ini kita berupaya memahami ketetapan Allah yang diberikan kepada umat-Nya. Kita menyadari bahwa nazar sangatlah penting bagi kehidupan iman kita dan perlu perhatian yang serius. Tuhan Yesus pernah menyinggung tentang nazar dalam khotbah-Nya di atas bukit. Yesus menekankan perihal melanggar sumpah atau nazar yang artinya sama dengan bersumpah palsu. Jadi, jauh lebih baik kita tidak bersumpah. Ketimbang bersumpah, jauh lebih baik bagi kita berkata benar

    Sahabat, ketetapan yang ada di Bilangan 30 merupakan peringatan bagi kita untuk berhati-hati dengan perkataan kita. Jangan sembarangan berucap. Pertimbangkan baik-baik ikrar atau janji yang kita ucapkan di hadapan Tuhan. Yakinkan diri bahwa kita sanggup menepatinya.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tolong bagikan pemahamanmu tentang nazar dan peringatan apa yang kamu dapatkan. Selamat sejenak merenung. Ingatlah, lebih baik tidak bernazar daripada kita bernazar tapi  tidak bisa menepatinya. (pg).