Category: Sejenak Merenung

  • ANGPAO

    Amplopnya dari kertas warna merah, tulisan aslinya 紅包 (hóngbāo) artinya amplop merah. Dalam dialek Hokkian dilafalkan sebagai angpao, yang artinya bungkusan amplop merah. Mengapa merah? Warna merah melambangkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kebudayaan Tionghoa, menunjukkan kegembiraan, semangat yang pada akhirnya akan membawa nasib baik. 

    Tradisi memberikan angpao bukan hanya monopoli tahun baru Imlek, tapi juga dalam peristiwa (acara) apa saja yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru, peresmian kantor baru, ada gembala jemaat yang baru,   termasuk diantaranya saat peresmian gedung Sekolah Musik Christopherus, dan lain-lain, yang maknanya para tamu yang diundang turut mengucapkan selamat kepada yang mengundang, dengan cara memberikan bungkusan warna merah. 

    Uang kertas pertama kali digunakan di Tiongkok pada zaman Dinasti Song (tahun 960-1279 Masehi), jadi bungkusan merah sebelum zaman itu berupa manisan, buah, permen dan makanan, ya ingat saja mirip-mirip bingkisan antar pesalin bagi calon pengantin. Karena perkembangan zaman, orang merasa lebih mudah memberikan dalam bentuk uang dan membiarkan penerima angpao membeli sendiri hadiah atau barang yang cocok.

    Dalam tradisi Tionghoa, orang yang wajib memberikan angpao adalah orang sudah menikah karena dianggap lebih mapan ekonominya jadi punya dana untuk berbagi. Selain memberikan angpao kepada anak-anak, mereka juga wajib memberikan angpao kepada yang dituakan atau orangtuanya yang sudah tidak bekerja lagi. Nah ini, papa mama yang sudah lanjut usia, tidak bekerja lagi, sering hidup sendirian, empty nest, jauh dari anak dan cucu. Karenanya papa mama usia lanjut memberikan angpao kepada anaknya yang belum menikah dan cucu atau cicitnya dengan tujuan keluarga besar dapat berkumpul, anak cucu dapat bersenda gurau dengan kakek nenek. Hal itu menjadi kebahagiaan sendiri.

    Saudaraku, dapat memberikan sesuatu atau angpao kepada pihak lain, memberikan arti bahwa diri kita sebagai pemberi ada di posisi yang lebih mampu, bukan orang yang kekurangan. Bahkan di sosmed kita melihat ada orang, artis dan influencer yang menunjukkan bisa membagi angpao  ke sekian ratus orang,  bahkan menyebarkan uang melalui helikopter, dengan maksud menunjukkan dia masuk golongan tajir, atau kategori super rich, dan lain-lain. Mau memberikan sesuatu atau angpao kepada relasi atau bahkan orang yang tidak dikenal, terlebih lagi bila dia memberikan sesuatu kepada anak sendiri, pasti memberikan yang paling baik, paling mewah, paling mahal, dan seterusnya,  tergantung jumlah uang yang dimiliki.

    Nah Tuhan Yesus mengingatkan kita: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”  (Matius 7:11). Bapa kita yang di surga, yakni Tuhan kita akan memberikan sesuatu yang baik kepada umat-Nya yang meminta kepada-Nya. Percayakah akan hal ini? Pemberian yang baik dari Tuhan akan datang tepat pada saat yang tepat, bagi orang yang beriman kepada-Nya.

    Untuk para pembaca yang merayakannya: Selamat mempersiapkan diri menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga berkah keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kelimpahan, selalu ada untuk kita. Semoga segala usahamu membuahkan hasil yang gemilang dan semakin banyak impianmu yang menjadi kenyataan. Oh ya, hampir lupa, semoga ada cukup banyak Sahabat yang berkenan mengirimkan angpao untuk mendukung pelayanan Christopherus. (Surhert).

  • CHIONG APA?

    Menjelang Tahun Baru Imlek, mendadak di Tiktok atau sosmed lainnya banyak muncul orang-orang yang katanya ahli meramal di tahun Imlek mendatang.  Sepanjang  tahun Naga Imlek 2024, apa-apa yang akan terjadi. Orang dengan tahun kelahiran atau shio apa yang akan banyak hoki atau rejeki, dan apa yang akan menjadi CHIONG atau kesialan atau pantangan yang harus dilakukan. 

    Alangkah repotnya jika ada orang yang memercayai dan menganut nasihat-nasihat agar tidak chiong. Ada teman yang tahun kelahiran atau shio tertentu katanya chiong bila pergi ke rumah duka, nah saking keterlaluan ekstrimnya, orang ini bahkan tidak mau melayat ketika orangtuanya  meninggal dunia.

    Kita mengalami dua sampai tiga tahun  saat covid, dalam sehari bisa puluhan bahkan ratusan orang yang meninggal dunia terkena covid, dan bahkan dalam beberapa jam harus segera dikuburkan atau dikremasi.  Jenazahnya dibungkus plastik, tidak boleh ditengok keluarga, dan petugas pemakaman mesti menggunakan APD yang sangat ketat dan sumuk hingga tengah malam, tanpa istirahat.

    Nah, apakah orang-orang yang meninggal dunia kena covid ini gara-gara chiong dengan shio di tahun 2020 – 2022, tahun-tahun yang menyebabkan chiong demikian panjang. Juga saat terjadi perang antara Russia dan Ukraina sejak Februari 2022, apakah ribuan penduduk dan tentara yang gugur terkena bom yang demikian dahsyat karena chiong atau tidak cocok dengan shio di tahun 2022?

    Saudaraku, kadang kita tidak bernalar rasional, saat menjelang Imlek akan mencari-cari di sosmed artikel-artikel tentang shio mendatang dan khususnya apakah menyebabkan chiong dengan diri kita, lalu kira-kita mesti melakukan pantangan apa. 

    Ah … Hidup kok jadi dibatasi oleh sesuatu ramalan yang benar tidaknya belum tentu ada. Lho tiap menjelang jam 6 pagi matahari sudah terbit, hari akan berlangsung sepanjang  jam as usual, seperti kemarin, hari dan bulan kemarin juga seperti tahun kemarin, matahari tetap terbit.

    Tuhan Yesus berfirman: “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:45). Matahari setiap hari akan terbit, dan kita akan menjalani kehidupan sepanjang hari, hanya saja apakah di sepanjang hari kita akan menjadi orang benar atau orang tidak benar dalam menjalankan kehidupan yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan?

    Orang-orang atau ahli-ahli yang bekerja di bidang riset, setiap pagi akan memandang hari baru ini sebagai kesempatan untuk menemukan sesuatu yang lebih baik dalam risetnya. Jadi di hari yang baru akan memeriksa hasil yang sudah dicapai kemarin, kira-kira kurangnya apa, kira-kira cara penyempurnaannya bagaimana, dan mesti dicoba, apakah akan berhasil atau malahan gagal tidak tahu. Tapi dari orang-orang yang tekun di bidang riset kita mendapatkan hasil-hasil yang mentakjubkan. Zaman tahun 1960 pesawat penumpang menggunakan baling-baling, kecepatan maksimal 300 km per jam. Lalu di tahun 1970 kita melihat ada pesawat Boeing 747 yang badannya demikian besar, bisa muat penumpang hingga 550 orang dan menempuh jarak hingga 7000 km. Dan di tahun 2014 ada Airbus A350-900, sayapnya 60 meter lebih, mampu terbang hampir 18 jam dari Singapura hingga Los Angeles tanpa mengisi BBM, beratnya 115.700 kg atau 115 ton lebih. Wah buah jeruk 50 gram yang kita lemparkan ke atas akan jatuh karena gravitasi, nah ini kok 115 ton malahan terbang?

    Saudaraku, di dalam Tuhan maka setiap hari adalah baik dan penuh anugerah. Nabi Yeremia sejak tahun 550 Sebelum Masehi sudah menuliskan dalam kitab Ratapan 3:22 -23:  “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” 

    Sudah 2.500 tahun lebih Firman Tuhan dituliskan bagi kita semua. Tak  berkesudahan kasih setia Tuhan, selalu baru tiap pagi. Selalu terbukti. Bukan chiong yang akan menanti, tapi berkat Tuhan yang siap dicurahkan. Hanya saja apakah kita sudah siap menyambut kasih setia Tuhan ini, atau malahan melewatkannya dan bahkan menanti-nantikan chiong yang akan tiba – dan lalu mengeluh: Ah ini chiong, hari sial, bulan sial dan seterusnya – pokoknya lupa bahwa sebenarnya Tuhan sudah menyediakan kasih setia tapi kita sudah melewatkannya …

    Untuk para pembaca yang merayakannya: Selamat mempersiapkan diri menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga berkah keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kelimpahan, selalu ada untuk kita. Semoga segala usahamu membuahkan hasil yang gemilang dan semakin banyak impianmu yang menjadi kenyataan. Oh ya, hampir lupa, semoga ada cukup banyak Sahabat yang berkenan mengirimkan angpao untuk mendukung pelayanan Christopherus. (Surhert).

  • KUMPUL KELUARGA

    Tahun Baru Imlek merupakan hari libur terbesar di Tiongkok. Orang Tiongkok mendapat libur 7 hari, dan ada pula yang libur 15 hari. Sebagian besar perusahaan tutup hingga seminggu, kecuali beberapa perusahaan yang bergerak di sektor jasa, seperti transportasi, hotel dan restoran besar. Di Goggle kita bisa melihat puluhan juta orang akan mudik dari kota-kota besar tempat mereka bekerja ke kampung halamannya. Pulang ke kampung berkumpul dengan keluarga, terutama orangtua, dan mengadakan makan bersama.

    Kita melihat juga tradisi pulang kampung di Indonesia, saat Lebaran. Rela menempuh berjam-jam untuk mudik, bahkan di zaman tol Brexit 2016 (Brebes Exit) dibuka puluhan ribu kendaraan macet keluar jalan tol hingga lebih dari 2 hari penuh, juga menyebabkan 17 orang pemudik meninggal dunia akibat kelelahan di mobil.

    Fenomena mudik untuk berkumpul keluarga memang menjadi ritual tahunan. Di Alkitab ada perayaan Pondok Daun yang diperingati orang Isreal hingga hari ini. Di budaya barat ada Thanksgiving Day yang puncaknya makan malam keluarga.

    Menyambut Imlek, intinya yakni pulang untuk berkumpul keluarga dengan orangtua. Untuk memberikan daya tarik agar agar anak-anak dapat membawa cucu bahkan buyut maka orangtua membagikan angpao (amplop merah berisi uang) . Akhirnya angpao ini  menggantikan tradisi silaturahmi keluarga menjadi suatu keharusan, jadi ada IMLEK mesti ada ANGPAO.

    Saat Imlek keluarga berkumpul, saudara-saudara berkumpul, saling memberi selamat, cerita sana-sini tentang pengalaman hidup. Suasana yang indah dalam pertemuan keluarga, yang digambarkan di Mazmur 133:1 “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” Bahkan di Mazmur 133:3 menyebutkan: “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” 

    Saudaraku, sebentar lagi kita akan menyambut Imlek. Di kalender ditandai dengan tanggal merah, artinya libur, tepatnya pada Sabtu, 10 Februari 2024. Manfaatkan liburan ini untuk berkumpul dengan keluarga, dengan papa-mama yang selalu menunggu-nunggu kapan anaknya menjenguk dia, bahkan sangat ingin melihat anak-cucu bahkan buyut yang datang mengucapkan selamat. Lupakan segala kepahitan hati yang mungkin timbul terhadap orangtuamu. Pulanglah, temui mereka. Bersama-samalah untuk duduk makan, suara-suara tawa nan riang akan mengusir segala kesedihan di hati papa-mama yang benar-benar merasakan “empty nest” – kekosongan hidup karena ditinggal pergi oleh keluarga …

    Rasakan kembali saat berkat Tuhan turun saat kita mengunjungi orangtua kita, seperti diingatkan Firman di Keluaran 21:12 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Sekaligus mengaminkan Firman ini “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:3).

    Untuk para pembaca yang merayakannya: Selamat mempersiapkan diri menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga berkah keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kelimpahan, selalu ada untuk kita. Semoga segala usahamu membuahkan hasil yang gemilang dan semakin banyak impianmu yang menjadi kenyataan. Oh ya, hampir lupa, semoga ada cukup banyak Sahabat yang berkenan mengirimkan angpao untuk mendukung pelayanan Christopherus. (Surhert).

  • PENGABDI TUHAN ATAU PENGABDI MAMON ?

    Saudaraku, kehidupan selalu menguji ketulusan terhadap komitmen yang diambil manusia. Apa yang nampaknya baik, setelah diuji malah hasilnya buruk. Mari merenungkan Lukas 16:10-15.

    Sangat menarik saat membaca bagaimana Yesus menarik istilah Mamon untuk menggambarkan tentang kesetiaan. Mamon diartikan sebagai kekayaan (NIV : money). Istilah mamon berkonotasi negatif dalam budaya Yahudi.

    Yesus sendiri mengatakan bahwa Mamon dan Allah tidak dapat dilayani bersamaan dan manusia harus memprioritaskan salah satunya (Lukas 16:13), untuk memberikan respons kepada orang Farisi yang munafik. Lukas dengan jelas mengatakan mereka hamba-hamba uang (Lukas 16:14). Yesus menegur keras karakter orang Farisi yang sinis terhadap orang berdosa, padahal mereka sendiri juga terikat dengan sesuatu selain Allah. Pelajaran yang diberikan Yesus adalah :
    Mamon menguji kesetiaan.
    Bila seseorang dapat mengolah mamon dengan jujur, maka ia orang yang bisa dipercaya untuk memelihara harta rohani. Hal ini dikarenakan mereka bisa menggunakan mamon sebagaimana mestinya dan bebas dari kekuasaannya. Karakter demikian menunjukkan keteguhan hati karena mamon bagaikan perempuan cantik dan menarik untuk dimiliki. Mamon menguji ketulusan dan kesetiaan kepada Tuhan.
    Pengabdi mamon bukanlah pengabdi Allah.
    Mamon dan Allah jelas berseberangan maka manusia perlu untuk memutuskan mau menghamba kepada siapa. Yesus menyindir dengan keras karakter orang Farisi yang cinta uang dan meragukan kesungguhan mereka mengabdi pada kebenaran. Yesus meragukan ketulusan orang Farisi sebagai penjaga Taurat karena sikap mereka mendua.

    Hingga sekarang mamon masih bagaikan gadis cantik dan menarik untuk dimiliki, sangat banyak manusia yang takluk kepadanya. Namun Mamon dan Tuhan tidak pernah bersatu, maka manusia yang mau mengabdi kepada Tuhan maka ia harus netral terhadap daya pikat si mamon. Mamon tetap relevan menjadi batu uji karakter orang yang mengatakan dirinya pengabdi Tuhan sampai saat ini. Para pengabdi mamon akan terseleksi dan sedikit demi sedikit akan menjauh dari Tuhan.

    Sebagai Pengabdi-pengabdi Tuhan, mari terus berjuang tanpa lelah untuk menempatkan mamon sebagaimana mestinya dan tidak tunduk dalam kuasanya. Arahkanlah pegabdian kepada Tuhan dengan tulus karena Dia tahu benar isi hati manusia sebagaimana dikatakan manusia melihat apa yang dipandang mata namun Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7). Tetaplah tulus dan setia kepada Tuhan.
    Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)

  • TAHUN NAGA

    Naga atau Liong atau Lung. Binatang apakah ini? Kok sedemikian ditunggu-tunggu sebagian orang yang memercayainya, hingga jadwal pernikahan pun dikebut agar bisa punya anak shio naga? Jelas mitologi naga dalam tradisi Tionghoa digambarkan sebagai mahkluk atau binatang yang memiliki gabungan dari beberapa binatang lainnya. 

    Bentuk panjang bisa meliuk-liuk mirip ular, bisa terbang seperti burung meski tidak punya sayap. Paha kaki seperti paha kuda yang kuat, cakar tajam seperti cakar burung elang, punya sungut entah ini seperti kumis kucing atau sungut ikan lele atau gurami. Lidahnya panjang seperti lidah ular kobra. Badannya bersisik besar seperti ikan arwana, giginya menyeringai kuat tajam seperti gigi ikan hiu atau gigi buaya. Ada tanduk seperti tanduk rusa atau kambing jantan, dan terutama matanya yang besar melalak,  tidak pernah berkedip jadi kalau terbang tidak pernah kelilipan debu atau mesti pakai kacamata helm. Karena binatang jerapah atau griraffe tidak ada di China zaman dulu, maka ciri jerapah yang berleher panjang jenjang tidak dimasukkan dalam ciri naga. Mungkin kalau dimasukkan maka naga bisa berdiri tegak menjulurkan lehernya. 

    Banyak suku atau daerah di Indonesia maupun di dunia yang punya gambaran binatang seperti naga yang menjulur di lukisan-lukisan, tiang, alat musik, dan lain-lain. Bahkan kata orang yang pekerjaannya meramal, katanya naga adalah binatang yang paling kuat sakti mandraguna hingga hanya motif naga yang dicantumkan di jubah kaisar-kaisar China, tapi peramal ini lupa, bahwa di jubah kaisar ada gambar mitologi lain yakni burung hong atau phoenix, juga ada bentuk singa yang menjaga pintu gerbang. Juga kalau para peramal membaca kisah-kisah Soen Go Kong atau Kera Sakti, maka ada banyak naga yang dihajar oleh kera ini. Jadi istilahnya, di atas langit masih ada langit. 

    Namun di kitab Ayub  ada binatang yang paling perkasa: “Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.  Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya. Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.  Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.  Tidak ada taranya di atas bumi; itulah makhluk yang tidak mengenal takut.”  (Ayub 41:10-12, 17, dan 24).

    Kalau Anda suka menonton film-film Godzilla, maka mungkin yang digambarkan di Ayub 41 itu mirip Godzilla. Tapi kalau Anda membaca kitab Wahyu mulai pasal 12 hingga pasal 20 akan menemukan binatang Naga yang merepresentasikan si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan yang akan dihajar dan diikat oleh Malaikat. Nah, jadinya binatang naga itu baik atau jahat?

    Saudaraku, kalau Anda punya keyakinan akan tahun-tahun yang memiliki shio atau cabang bumi dengan lambang-lambang hewan sejumlah 12 shio, lalu masih dikombinasi lagi dengan 5 elemen (wuxing): tanah, kayu, api, logam dan air. Jadinya 1 putaran bumi akan 5×12 tahun = 60 tahun. Padahal masih ada unsur penentu lainnya, seperti jam di zaman Tiongkok dulu hanya 40 menit untuk 1 jam, lalu ada 10 batang langit (tiangan), masih ada lagu 28 xiu atau konstelasi bintang, dan masih banyak lagi ketentuan tergantung kemauan Kaisar dari zaman dinasti apa. 

    Kalau Anda memikirkan itu semua, akan ruwetlah jalan dan alur pikir Anda karena memikir-mikirkan metafisika, salah satu cabang filsafat yang berusaha mencari hakikat dari segala yang ada. Kenyataannya, belum tentu ada orang menyebut dirinya “suhu” atau ahli ramal yang menguasai itu semua, karena setidaknya dia harus bisa membaca abjad China kuno agar bisa mempelajarinya. 

    Saudaraku, jelas pikiran dan visi Anda-lah yang akan diruwetkan jika terus membaca berbagai ramal meramal berdasar astrologi China. Padahal Tuhan memerintahkan jelas-jelas, hanya ada 7 hari dalam penciptaan dunia dan salah satunya adalah Sabat atau hari berhenti bekerja. Jadi di hari Sabat,  kita mesti mengkhususkan untuk beribadah dan memuliakan Tuhan. 

    Datang ke gereja pada hari perhentian Sabat atau Minggu dengan hati yang penuh syukur, membuka diri menerima Firman Tuhan, menyimpannya dalam hati, dan melaksanakan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, maka berkat Tuhan akan dicurahkan. Tidak takut akan berbagai goncangan yang disebutkan di astrologi, karena Tuhan memimpin hidup kita dan beserta kita di sepanjangan hidup.

    Untuk Saudaraku yang merayakannya: Selamat  merayakan Tahun Baru Imlek 2575. Semoga berkah keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kelimpahan, selalu ada untuk kita. Semoga segala usahamu membuahkan hasil yang gemilang, rezeki mengalir semakin deras, dan semakin banyak impianmu yang menjadi kenyataan. Oh ya, jangan lupa, dukunglah Yayasan Christopherus dengan DOA, DANA, DAN KARYA. (Surhert).

  • Over Confidence

    PERCAYA DIRI. Apakah Sahabat tipikal seorang yang cukup percaya diri, atau tidak? Apakah  Sahabat pernah merasa tidak nyaman dalam melakukan apa pun, termasuk kamu tidak percaya atas kemampuanmu sendiri ketika diperhadapkan dengan lingkungan yang semakin menantang?

    Percaya diri (confidence)  merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya. Seseorang yang percaya diri dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan tahapan perkembangan dengan baik, merasa berharga, mempunyai keberanian, dan kemampuan untuk meningkatkan prestasinya, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta membuat keputusan sendiri merupakan perilaku yang mencerminkan percaya diri.  

    Sahabat, percaya diri  merupakan dasar dari motivasi diri untuk berhasil. Agar termotivasi seseorang harus percaya diri. Seseorang yang mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri haruslah menginginkan dan termotivasi dirinya. Ada cukup banyak orang yang mempunyai kekurangan tetapi mampu bangkit menaklukan kekurangannya sehingga benar-benar mengalahkan kekurangan dengan mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk terus tumbuh serta mengubah rintangan menjadi tantangan.

    Coba simak contoh berikut: Napoleon Bonaparte yang tinggi badannya hanya 158 cm,  tak satu hari pun merasa pendek dan kerdil dihadapan lawan lawannya dan pasukannya. Namun, melihat dirinya menjadi raksasa diantara laki-laki lainnya, meskipun sebenarnya tidak demikian. Kepercayaan diri dan kebesaran hati membuatnya bersikap, bergaul, bersama orang lain dengan penuh percaya diri dan kemampuan menghadapi segala kesulitan dengan kepercayaan diri yang besar.

    Sahabat,  memiliki kepercayaan diri adalah hal yang baik dan perlu, namun demikian jika berlebihan bisa berbahaya. Sebuah studi yang dilakukan psikolog Carmen Sancez dan David Dunning menyatakan bahwa percaya diri berlebihan berdampak tidak baik. Ada tiga hal yang terjadi pada orang yang percaya diri berlebihan: Pertama, rentan melakukan kesalahan. Kedua, tertutup untuk menerima masukan dari orang lain, dan ketiga, sulit untuk instrospeksi diri.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab 2 Raja-raja dengan topik: “Over Cofindence (Terlalu Percaya Diri)”. Bacaan Sabda diambil dari 2 Raja-raja 14:1-22. Sahabat, percaya diri yang berlebihan itulah yang terjadi pada Amazia, raja Yehuda. Memang wajar untuk menjadi bangga atas sebuah keberhasilan, tetapi kita tidak pernah dianjurkan untuk terus berkanjang di dalamnya.

    Riwayat Raja Amazia yang memerintah Yehuda selama 29 tahun (796-767 SM), mengingatkan betapa mudahnya kita mengandalkan peruntungan (Ayat 2). Keberhasilan Amazia menaklukkan 10.000 orang Edom di Lembah Asin (Ayat 7) membuatnya menjadi bangga dan membawa dia menjadi orang yang terlalu percaya diri dan takabur. Kecerobohannya kemudian membawa kehancuran Yehuda.

    Sahabat, pada awal pemerintahannya, Amazia bin Yoas menunjukkan sikap yang positif (Ayat 1-3). Namun, ia gagal menghapus kompromi penyembahan kepada Tuhan. Penulis Kitab Tawarikh menggambarkan tindakan Amazia dengan ungkapan “tidak dengan segenap hati” (2 Tawarikh  25:2). 

    Kemenangan Amazia atas orang Edom membuatnya takabur dan terlalu percaya diri. Ia menantang raja Israel untuk beradu tenaga. Ia mengabaikan peringatan dari Yoas untuk tidak menantang malapetaka (Ayat 8-10).

    Kekalahan Amazia menghancurkan Yerusalem, membuat Yerusalem kehilangan benda-benda perkakas Bait Allah (Ayat 4-12). Peristiwa ini memicu pemberontakan dalam negeri, hingga Amazia terpaksa melarikan diri ke Lakhis. Pelariannya tidak dapat menyelamatkan dirinya dari pemberontakan. Amazia dibunuh di Lakhis (Ayat 18-22). Nama Amazia berarti kekuatan yang datang dari Allah; sayangnya, Amazia lebih mengandalkan kekuatan sendiri.

    Sahabat, kehidupan yang kita terima dari Tuhan adalah sebuah perjalanan yang harus kita tempuh bersama Tuhan. Ingatlah, kesempatan yang baik dan semua keberhasilan yang kita alami adalah bagian dari perjalanan bersama dengan Tuhan. Ada kekuatan Tuhan yang menopang.  Pengalaman dari raja Amazia hendaklah selalu mengingatkan kita untuk tidak menjadi orang yang takabur dan terlalu percaya diri. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 8?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Bangga akan pencapaian tidak salah. Tetapi, jangan sampai menjadikan kita terlalu percaya diri. Jangan menjadi takabur! (pg).

  • Can I Help You?

    RINGAN TANGAN. Sahabat, kiasan adalah kata yang digunakan untuk memberi kesan indah atau penekanan pada suatu makna. Salah satu contoh kata kiasan yang sering kita jumpai dalam bahasa Indonesia adalah ringan tangan. Tahukah Sahabat apa maknanya?

    Dalam bahasa sehari-hari, kiasan ringan tangan memiliki dua konotasi yang berbeda. Kiasan itu bisa diartikan sebagai konotasi yang positif tetapi bisa juga diartikan dalam konotasi yang negatif.

    Kiasan ringan tangan dalam makna yang positif artinya suka menolong, suka memberi, suka membantu, dan dermawan. Kiasan ringan tangan bisa ditunjukkan kepada seseorang yang baik hati, suka memberi, dan suka menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan.

    Saat kamu bertemu dengan seseorang yang sering berperilaku baik, senang berbagi dengan sesama, dan orang yang suka menolong, berarti kamu sedang bertemu dengan seseorang yang ringan tangan. Sikap tersebut tentu merupakan sikap yang terpuji dan harus kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

    Sahabat, dalam konotasi yang negatif, ringan tangan bisa diartikan sebagai orang yang suka memukul. Seseorang yang ringan tangan mudah sekali memukul orang lain walaupun hanya permasalahan yang kecil.

    Ketika kamu menemukan seseorang yang sering memukul orang lain, maka kamu bisa melabeli orang tersebut dengan kiasan ringan tangan. Mereka suka melakukan kekerasan untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

    Hari ini kita melanjutkan belajar dari kitab 2 Raja-raja dengan topik, “Can I Help You? (Ada yang Bisa Saya Bantu?)”. Bacaan Sabda diambil dari 2 Raja-raja 13:14-21 dengan penekanan pada ayat 14. Sahabat, ketika kita datang kepada Customer Service (CS) sebuah bank, biasanya dia akan menyapa: “Ada yang bisa saya bantu?”  Dia menyapa seperti itu karena itu memang sudah menjadi tugasnya sebagai seorang Customer Service dan dia dalam keadaan sehat. 

    Saya punya pengalaman ketika saya mengunjungi seorang rekan hamba Tuhan yang sedang sakit di rumahnya. Kaki dan tangan kanannya bengkak akibat dia jatuh ketika bersepeda. Dia masih jumblo walau usianya sudah mendekati 50 tahun.   Tak lama HP nya  itu berbunyi. Ada WA masuk. Dia  minta saya membacakannya. Ada warga jemaatnya  yang mengeluhkan persoalannya. Dia mendiktekan jawaban pada saya. Isinya sangat menghibur dan menguatkan. Saya tak mengira dalam kondisi kaki dan tangannya sakit jika digerakan, dia masih punya kemauan untuk menolong jemaatnya yang lebih sehat tubuhnya.

    Sahabat, Elisa memiliki karakter yang luar biasa. Ia tidak membiarkan sakitnya menghalangi pelayanannya. Saat itu pasti penderitaannya  tidak ringan. Penyakit itulah yang menyebabkan kematiannya. Ya, tak lama kemudian ia menemui wafat. Namun, ia sempat memberikan banyak petunjuk walaupun tidak sepenuhnya ditangkap oleh Yoas. Ia tetap berusaha menolong (Ayat 14-19). Tuhan Yesus juga mencontohkan hal yang sama. Dalam penderitaan-Nya di kayu salib, Dia tidak mengabaikan penjahat di sebelah-Nya (Lukas 23:43).

    Apakah di masyarakat kita dikenal sebagai orang yang ringan tangan, yang siap memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan? Apakah kita siap menyapa orang yang datang kepada kita dengan sapaan: “Ada yang bisa saya bantu?”

    Sahabat, orang yang sedang sakit dan menderita cenderung memikirkan diri sendiri, mengasihani diri, dan kurang memedulikan orang lain. Tuhan sering bekerja melalui manusia, termasuk mereka yang sedang sakit dan menderita. Saat seseorang minta pertolongan pada Tuhan, bisa saja Tuhan memakai kita untuk menolong orang itu. Siapkah kita saat Tuhan ingin memakai kita sebagai kepanjangan tangan-Nya sekalipun kita sendiri sedang sakit dan menderita? Saat Tuhan ingin memakai kita, apakah kita selalu siap, di mana pun dan dalam kondisi bagaimanapun? Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 14?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Tolong menolong membuat hidup penuh dengan kemudahan, menjadikan hidup penuh dengan kebajikan. (pg).

  • Finishing Well

    MENGAKHIRI DENGAN BAIK. Sahabat, segala sesuatu yang BERAWAL pasti akan BERAKHIR. Maka kita perlu mengendapkan kesaksian  Rasul Paulus: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Timotius 4:7-8)

    Hidup manusia di bumi ada awal dan pasti ada akhir. Saya sebagai seorang penulis sangat senang mengibaratkan hidup itu bagai sebuah buku. Sampul paling depan merupakan catatan awal dari kehidupan dimulai yaitu kelahiran. Pada bagian dalam dimulai dari halaman pertama dan diikuti dengan halaman-halaman selanjutnya, itulah torehan sejarah atau jejak langkah berisi catatan kehidupan dari setiap peristiwa dalam hidup kita. 

    Semua hal yang baik dan buruk yang kita alami dan yang kita lakukan terekam semua. Pada bagian belakang ada sampul belakang (penutup), artinya tidak ada lagi kisah karena semua sudah berakhir, itulah kematian. Hal terpenting bukan pada panjang-pendeknya kisah atau umur seseorang, tetapi bagaimana kita mengisi catatan kehidupan dari awal sampai akhirinya.

    Mungkin ada Sahabat yang akan menjadikan sebagai  status di WA-nya pada hari ini: “Mengawali, menjalani dan mengakhiri dengan baik.”   Ada yang mengatakan jika memulai sesuatu dengan baik pasti akhirnya akan baik. Wait …. Wait …. BELUM TENTU. Dalam kisah hidup Simson menunjukan hal sebaliknya, hidupnya diawali sangat baik, ia seorang nazir Allah. Namun dalam perjalanan hidup bersama kekasihnya Delila, ia tergoda dan hidupnya berakhir tragis. 

    Ada pula yang berpendapat, tidak penting bagaimana memulainya,  yang penting bagaimana mengakhirinya. Wait … Wait … TUNGGU DULU. Jika berawal dengan tidak baik, kemungkinan besar tidak menghasilkan sesuatu yang baik. Ibarat pohon yang baik dapat dikenal dari buahnya. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik pula. 

    Saya yakin, kita semua berharap bahwa akhir kehidupan kita akan baik, maka masa hidup yang kita jalani kini merupakan kesempatan untuk memperbaikinya agar terarah pada maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab 2 Raja-raja dengan topik: “Finishing Well (Mengakhiri dengan Baik)”. Bacaan Sabda diambil dari 2 Raja-Raja 11:21 – 2 Raja-raja 12:21. Sahabat, ada cukup banyak orang bisa mengawali segala sesuatu dengan baik, dalam hal pekerjaan, pelayanan, pernikahan, persahabatan, dan lain-lain. Namun awal yang baik tidak menjamin akhirnya baik juga. 

    Seperti itulah juga kehidupan Yoas, sang raja muda. Ia menjadi raja sejak usia tujuh tahun (2 Raja-raja 11:21). Ia diasuh oleh putri Yoseba (bibinya) dan Imam Yoyada (pamannya). Firman Tuhan mencatat: “Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia” (Ayat 2). Ia juga melakukan reformasi dan renovasi terkait dengan rumah Tuhan (Ayat 4-16). Namun Yoas tidak menjauhkan bukit penyembahan berhala (Ayat 3), sehingga Yehuda kembali terjerumus ke dalam penyembahan berhala (2 Tawarikh 24:18).

    Sahabat, ketika Tuhan mengutus para nabi untuk menegurnya, ia dan para pemimpin Yehuda tidak mau mendengarkan (2 Tawarikh 24:19). Yoas bahkan membunuh Zakharia, anak Yoyada, ketika ia berusaha mengingatkan Yoas akan kesalahannya (2 Tawarikh 24:22). Hidup Yoas berakhir dengan pemberontakan dari para pegawainya dan ia terbunuh (Ayat 20). 

    Meski ia mengawali perjalanan hidupnya sebagai raja dengan baik, namun ia mengakhirinya dengan tidak baik. Ketika ia mulai kompromi terhadap dosa penyembahan berhala, jalan hidupnya mulai bergeser dari jalan Tuhan. Hatinya tidak lagi berpaut kepada Tuhan yang telah menyelamatkannya. Ia merenovasi rumah Tuhan, tetapi ia tidak merenovasi hati dan hidupnya.

    Sahabat, belajar dari kehidupan Yoas, mari kita belajar untuk tidak kompromi terhadap dosa. Sekali kita mulai kompromi terhadap dosa, tanpa disadari kita akan berjalan terlalu jauh dari jalan Tuhan. Mari senantiasa merenovasi hidup kita, agar tetap terpaut kepada Allah sehingga kita tidak tersesat. Dengan demikian, perjalanan hidup kita yang sudah kita awali dengan baik, akan berakhir dengan baik pula. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari 2 Raja-raja 12:3?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Jangan takut hidup. Percayalah bahwa hidup itu layak dijalani, dan keyakinanmu akan membantu menciptakan fakta  (William James). (pg)

  • CARI SAMPAI DAPAT

    Saudaraku, nilai sebuah benda bisa ditentukan dari seberapa gigih seseorang mendapatkannya.  Semakin ia gigih berjuang, semakin bernilai benda itu bagi dirinya.  Apa nilai manusia di mata Allah?  Mari renungkan Injil Lukas 15:8-10

    Bagi pembaca saat ini mungkin tidak terlalu memahami mengapa perempuan itu harus begitu serius mencari koinnya yang hilang.  Apakah perempuan itu begitu miskin sehingga hilangnya koin itu memengaruhi ekonominya ? Kemungkinan tidak.   

    Ada tafsir mengatakan bahwa uang itu adalah salah satu koin uang mahar perkawinan yang biasa dirangkai dan dipakai sebagai hiasan kepala perempuan Yahudi yang sudah menikah.  Nilai sosial itulah yang membuat perempuan itu mencari koin yang hilang dengan gigih, mencarinya sampai dapat.   Koin itu sungguh berharga bagi kehidupan dan perkawinannya sehingga ia saat menemukan kembali koin yang hilang itu, sukacitanya memuncak sehingga  ia berbagi sukacita dengan tetangga-tetangganya. 

    Yesus menyampaikan perumpamaan itu saat orang Farisi mengomentari sikap-Nya yang mau bergabung bersama orang yang dianggap tidak baik dan sampah masyarakat.  Terlihat bagaimana nilai manusia di mata Yesus, yaitu :

    1. Orang berdosa bernilai sama dengan orang yang dianggap baik.

    Penghargaan Tuhan kepada manusia inilah yang membuat Allah benar-benar melakukan tindakan yang serius hanya untuk mengembalikan manusia menjadi milik-Nya.  Allah menghargai bukan dari fisik namun dari hakikat manusia itu sendiri.  

    Senada dengan itu Firman Tuhan kepada Israel yang mengatakan, “Oleh karena engkau berharga di mataku dan mulia, maka aku ini mengasihi engkau maka aku memberikan manusia sebagai gantimu dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu” (Yesaya 43:4).  

    1. Surga bergembira karena pertobatan manusia

    Apa yang terpenting bagi Allah adalah manusia yang menyambut anugerah yang diberikan-Nya, seperti koin yang kembali ditemukan.  Inilah yang membuat surga bersukacita.  Bukan ritual, bukan agama namun pertobatan, itulah yang membuat surga gempar karena sukacita.  Manusia kembali menjadi milik-Nya.

    Saat dunia cenderung menghargai materi dan apa yang kasat mata,  Yesus ingin umat-Nya memandang sesamanya berharga.  Umat Allah seharusnya memiliki mata seperti mata Yesus dalam memandang manusia dan memikirkan seperti pikiran Yesus kepada mereka yang berdosa.  

    Perlu terus berjuang tanpa henti dan pantang menyerah untuk mengabarkan anugerah Allah kepada mereka.  Sebagai agen keselamatan dalam diri Yesus, setiap umat Allah perlu memahami berharganya nilai seorang manusia terlepas dari latar belakang, etnisitas, pekerjaan, orientasi seksual dan pemikirannya dan tidak membuat kotak-kotak yang mendiskriminasi mereka yang dianggap tidak sama dan berdosa.  

    Mari gigih berjuang mendoakan dan menginjil dalam segala keadaan dan kepada siapa pun  sebagaimana Kristus sudah terlebih dahulu melakukannya untuk umat kepunyaan-Nya.  Mari terus mengerjakan tugas yang diberikan Kristus dengan gigih dan pantang menyerah bersama dengan Roh Kudus .  Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)  

  • ANUGERAH UNTUK YANG MEMBUTUHKAN

    Saudaraku, manusia bisa memiliki respons yang berbeda saat menerima pemberian yang biasanya disebabkan oleh tingkat kebutuhan terhadap pemberian tersebut.  Mereka yang memiliki rasa butuh yang tinggi akan bersukacita saat menerima pemberian. Mari renungkan respons para penerima anugerah Kerajaan Allah sebagaimana dituliskan dalam Lukas 14:15-24.

    Orang-orang yang menolak undangan dari penyelenggara pesta  itu masing-masing memiliki alasan yang rasional untuk tidak menghadiri pesta.  Namun di atas semua alasan itu, orang-orang yang sebenarnya mendapatkan hak istimewa tersebut menganggap urusan pribadi mereka lebih penting dan merasa tidak perlu dalam pesta.  Mereka adalah orang-orang yang saat itu tidak membutuhkan pesta.  

    Respons berbeda terlihat saat sang penyelenggara pesta mengajak orang-orang yang cacat, miskin, buta dan lumpuh untuk datang ke pesta itu.  Mereka adalah lapisan masyarakat yang tersingkir sehingga membutuhkan makanan dan pengakuan sosial.  Mereka menyambut gembira dan memenuhi rumah pesta itu.  Mereka kenyang dan merasa dimanusiakan.  Mereka yang bersukacita menerima berkat tak terduga.

    Kerajaan Allah menawarkan anugerah bagi mereka yang mau datang dengan rasa butuh.  Rasa membutuhkan menjadi kunci untuk menikmati anugerah dan  hidup di dalamnya.  Seburuk apa pun nilai seseorang, ketika ia datang kepada Tuhan dengan rasa butuh maka ia akan menemukan Allah, sang pemilik Kerajaan Allah itu.  Rasa butuh muncul karena kesadaran yang muncul sebagai karya Roh Kudus dan membutuhkan kerendahan hati untuk menerima pemberian Allah.

    Kehidupan sering kali mengaburkan prioritas manusia sehingga mereka menjadi salah fokus.  Apa yang penting malah diabaikan  dan apa yang kurang penting malah dikejar dengan sepenuh kekuatan.  Mengejar kebutuhan hidup jauh lebih penting daripada menerima dan menghidupi anugerah Allah.  Oleh karena itu butuh untuk sadar diri supaya bisa memahami apa yang paling penting dalam hidup: Anugerah Allah, karena dengan anugerah Allah manusia akan memiliki kekuatan menjalani kehidupan dengan cara yang sesuai dengan Firman Tuhan dan menggenggam keselamatan kekal. 

    Tetaplah rendah hati dan peliharalah rasa butuh kepada anugerah-Nya  sebagaimana Matius 5 ayat yang ketiga mengatakan, “Berbahagialah mereka yang miskin di hadapan Allah karena mereka yang punya Kerajaan Allah”   dan   ayat yang keenam yang mengatakan, “Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran, maka mereka akan dipuaskan”. Hiduplah dalam anugerah dan nikmati penyertaan Tuhan dalam dinamika kehidupan.  Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)