Category: Sejenak Merenung

  • AMOS: Penggembala dari Tekoa

    Amos adalah salah seorang tokoh penting dalam Alkitab yang patut menjadi inspirasi kita.  Ia bukanlah berasal dari keluarga yang berada dan berpendidikan tinggi,  “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.”  (Amos 7:14).  Amos adalah orang biasa,  peternak dan pemungut buah ara di hutan, serta bertempat tinggal di sebuah desa kecil bernama Tekoa yang termasuk wilayah Yehuda.  Itulah sebabnya Amos sering disebut sebagai penggembala dari Tekoa atau peladang pohon ara dari selatan.

    Sahabat, meski dari kalangan orang  bawah  bukan berarti Amos tidak punya masa depan dan tidak layak dipakai Tuhan.  Justru dari kesederhanaannya ini Tuhan memilih Amos untuk alat-Nya (1 Korintus 1:27-29). 

    Karena itu jangan pernah minder atau berkecil hati dengan keadaan yang ada dan janganlah pernah berkata,  “Mana mungkin hidupku dipakai Tuhan, sementara aku tidak pernah mengenyam pendidikan teologia, tidak fasih bicara, wajahku pas-pasan, aku tidak punya harta yang bisa dibanggakan.  Semua orang pasti memandangku dengan sebelah mata.” 

    Tuhan tidak pernah memilih seseorang dari fisik, jabatan, kekayaan dan sebagainya (1 Samuel 16:7-b).   Setiap orang percaya memiliki kesempatan yang sama untuk dipakai Tuhan sebagai alat kemuliaan-Nya.

    Tuhan memakai Amos untuk sebuah misi besar yang luar biasa yaitu menyampaikan pesan penting yang berisi teguran dan peringatan kepada bangsa Israel bagian utara yang pada waktu itu sedang berada di puncak kejayaan. 

    Mungkinkah?  Tidak ada yang tak mungkin bagi orang percaya, karena dalam segala perkara Tuhan turut bekerja.  Dengan kekuatan sendiri Amos tidak akan mampu, tapi ada Roh Tuhan yang menyertainya.

    Untuk mendalami pesan yang disampaikan oleh nabi Amos, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amos 5:14-17. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah isi pesan nabi Amos dalam bahasamu sendiri (fokus pada ayat 14). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MENGOBARKAN nyala SEMANGAT

    Menurut buku yang berjudul Survival Skill, karya Stan Toler & Glen, kata “antusias” atau “enthusiasm” berasal dari dua kata Yunani, yaitu “en” (di dalam) dan “theos” (Allah). Dengan demikian entheos mengandung arti: Tuhan di dalam seseorang atau seseorang di dalam Tuhan.

    Dengan demikian seseorang yang “enthusiastic” adalah seperti orang yang memiliki Allah di dalam dirinya. Karena Allah adalah Allah yang Mahakuasa, yang memiliki kekuatan dan energi yang tidak terbatas, maka ketika seorang manusia mengalami antusiasme, ia akan memiliki gairah dan energi yang luar biasa untuk bekerja dan beraktivitas dengan tenaga yang seperti tidak ada habisnya.

    Sahabat, sebuah survei yang dilakukan pada para CEO perusahaan yang termasuk dalam Fortune-500 menunjukkan bahwa lebih dari 50% CEO perusahaan tersebut rata-rata mendapat nilai C ketika mereka kuliah. Berikutnya, hampir 70% dari segenap Presiden AS hanya mencapai peringkat menengah ke bawah di kelasnya.  Selain itu, lebih dari 50% pengusaha besar di AS tidak menyelesaikan kuliahnya.

    Pertanyaannya, apa sebenarnya yang menyebabkan orang-orang yang tampaknya biasa-biasa saja mampu mencapai hal-hal besar dan menjadi orang-orang yang luar biasa? Jawabnya adalah: SEMANGAT.

    Sahabat, hidup adalah sebuah perjuangan dan perlombaan. Kita sudah memulainya dengan baik ketika kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Tapi itu hanyalah sebuah awal. Kita masih harus terus berjuang dan berlomba dalam perlombaan iman hingga selesai. Kita perlu tetap bersemangat. Ini adalah salah satu kunci agar kita mampu bertahan dalam berbagai tantangan hidup.

    Untuk menggali lebih dalam mengenai semangat, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 18:14. Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaan kita pada hari ini, jawablah dua pertanyaan berikut:

    1. Apa alasan utama kita tetap bersemangat dalam menjalani hidup ini?
    2. Apa saja keuntungan dari orang-orang yang memilih untuk tetap bersemangat?

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • IMAN: Sumber Kekuatan

    Sesungguhnya setiap orang memerlukan kekuatan dalam hidupnya. Kekuatan tersebut akan dijadikan pegangan, patokan, dan sumber pengharapan dalam menjalani hidup. Dengan kekuatan yang ada, setiap orang dimampukan untuk tegar menghadapi kenyataan yang terjadi. Ia dapat menjalani apa yang diyakininya dengan kesungguhan dan sukacita.

    Sahabat, apa kekuatan sejati yang tidak akan pudar dimakan oleh waktu? Seringkali harta, kuasa, jejaring, dan dukungan orang lain dijadikan kekuatan. Sesungguhnya semua itu bukan kekuatan sejati karena dapat hilang terkikis oleh waktu. Ketika kita mengandalkan kekuatan yang mudah pudar, maka bersiap-siaplah untuk kecewa.

    Kekuatan sejati yang kita miliki adalah iman. Imanlah yang membuat kita percaya bahwa Allah berkarya dalam kehidupan anak-anak-Nya. Kita dapat merespons dengan tepat dan benar atas karya Allah itu..

    Sahabat, iman adalah sumber kekuatan dalam kehidupan orang percaya. Iman dalam bahasa Ibrani menggunakan kata “aman”. Kata tersebut memiliki arti sesuatu yang pasti, layak dijadikan pegangan, dan sandaran yang kokoh. Dengan memiliki iman, seseorang akan teguh dan mantap menjalani kehidupannya.

    Untuk menggali lebih dalam topik tentang iman, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Ibrani 11:1-7. Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskankanlah 3 pengertian dan makna tentang iman (perhatikan ayat 1, 3, dan 6). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • TUHAN punya CARA KERJA

    Pada sekitar tahun 2007, lutut kanan saya kalau dipakai berjalan sakit sekali, bahkan pernah pada satu siang ketika saya berjalan-jalan di satu mal bersama istri, kaki kanan saya lemas, tidak punya kekuatan untuk berjalan. Saya sudah berusaha berobat ke beberapa dokter dan minum beberapa obat herbal, tapi tidak kunjung sembuh. Pada suatu malam di Lapangan Tri Lomba Juang Semarang ada KKR Kesembuhan Illahi. Pembicaranya dari luar negeri. Saya hadir bersama istri dan anak. Saya sudah didoakan, tapi tidak mengalami kesembuhan. Ternyata saya menderita sakit pengapuran sendi dan akhirnya saya sembuh melalui oeprasi penggantian lutut yang dikerjakan oleh bapak dr. Bambang Kisworo.

    Sahabat, kita bisa jadi tergerak dan terinspirasi oleh kesaksian hamba Tuhan atau orang percaya lain, khususnya jika kesaksian itu berkaitan dengan kebutuhan kita. Misalnya, ada hamba Tuhan bersaksi saat ia butuh mobil, Tuhan menyuruhnya memberikan sepeda motornya kepada hamba Tuhan yang melayani di pedesaan,  dan ternyata tidak beberapa lama ia diberkati sebuah mobil. Atau, ada hamba Tuhan lain yang bersaksi bahwa gerejanya berkembang dengan pesat  setelah ia berpuasa 40 hari 40 malam. Lalu kita pun berusaha mengikuti apa yang mereka lakukan, namun tidak mengalami perubahan. Tidak ada yang terjadi. Tidak mengalami apa yang mereka alami.

    Mengapa bisa begitu? Karena kekristenan bukanlah sebuah metode. Cara Tuhan bekerja tidak sama seperti rumus matematika: jika kita memasukkan satu angka ke dalam sebuah persamaan pasti akan didapat hasil yang diinginkan. Cara Tuhan bekerja bagi setiap pribadi belum tentu sama. Metode yang berhasil bagi seseorang belum tentu dapat diterapkan untuk orang lain.

    Sahabat, untuk menggali lebih dalam mengenai hal tersebut, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yesaya 55:1-13. Berdasarkan dari hasil perenunganmu, tuliskan pemahamanmu tentang cara kerja Tuhan bagi masing-masing pribadi (perhatikan ayat 8-9). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Ketuklah PINTU-PINTU Jawaban DOA

    Ada kejutan bagi orang yang dengan iman mengetuk pintu-pintu jawaban doa dan bersemangat melewati pintu yang sesak bersama Yesus.

    Sahabat, semua orang pasti mempunyai kebutuhan dan juga keinginan dalam hidupnya.  Untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan keinginan tersebut orang perlu berusaha dan bekerja.  Kabar gembiranya:  Tuhan tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita meski hal tersebut masih tersimpan di dalam hati, belum kita katakan. 

    Sebagai Bapa yang baik Ia telah menyediakan semua yang menjadi kebutuhan anak-anak-Nya, dan semuanya itu baik adanya, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”  (Yakobus 1:17).

    Sahabat, apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita, sampaikan dan beritahukan kepada Tuhan melalui doa.  Segala berkat yang kita butuhkan ada dalam tangan Tuhan, oleh karena itu berharaplah kepada-Nya, jangan kepada yang lain, sebab tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan.  Dia pasti akan membuka jalan serta menyediakan segala yang kita butuhkan dengan cara-Nya yang heran dan ajaib.  Asal kita taat kepada Tuhan, apa yang menjadi kebutuhan kita pasti Tuhan sediakan tepat pada waktunya (1 Yohanes 3:22).

    Yesus mengajarkan kita untuk berani meminta, mencari, bahkan mengetuk pintu-pintu jawaban doa. Untuk mendalami topik tersebut, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Matius 7:7-11. Berdasarkan hasil perenungmu dari bacaan kita tersebut, tulislah makna mintalah, carilah, dan ketoklah (ayat 8). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg).

  • MENYERAHKAN dan MEMERCAYAKAN

    Siapa yang tidak pernah khawatir? Sahabat, sebagai manusia biasa, kadang kita merasa khawatir merupakan hal yang wajar dan manusiawi, karena kita tidak tahu dengan pasti apa yang akan terjadi dalam hidup kita pada hari ini. Namun  jangan sampai kekhawatiran menguasai hidup kita.

    Kekhawatiran adalah sikap berpikir berlebihan atau terlalu cemas tentang suatu masalah atau situasi. Kekhawatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi.  Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Kekhawatiran adalah ketakutan akan sesuatu yang mungkin terjadi. Sesuatu yang tidak kita ketahui. Sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan.

    Sahabat, mengapa kita khawatir? Kita khawatir karena kita ingin mengontrol keadaan agar sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Kita khawatir karena tidak ingin hal-hal buruk menimpa diri kita atau keluarga kita atau orang-orang yang kita cintai.

    Untuk menggali topik tentang kekhawatiran dan bagaimana cara mengatasinya, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Petrus 5:6-11.

    Sahabat,  berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:  

    1. Apa nasihat Rasul Petrus yang pertama yang perlu kita lakukan? (Ayat 6)
    2. Rasul Petrus mendorong kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran. Menyerahkan berarti melepaskan, memberikan kepada pihak lain. Kepada siapa?  Mengapa?  (Ayat 7)
    3. Janji apa yang disampaikan oleh Rasul Petrus? (Ayat 10)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MENGOLESKAN MINYAK

    Minyak urapan, disebutkan sebanyak 20 kali dalam Alkitab, digunakan di dalam Perjanjian Lama untuk dituangkan di atas kepala Imam Besar dan keturunannya. Juga untuk dipercikkan pada Kemah Suci dan perabotannya untuk menandakan bahwa semuanya kudus dan dipisahkan bagi Allah (Keluaran 25:6; Imamat 8:30; Bilangan 4:16). Sebanyak tiga kali, minyak ini dinyatakan sebagai “minyak urapan yang kudus” sehingga orang Yahudi dilarang keras untuk membuatnya demi kepentingan pribadi (Keluaran 30:32-33).

    Sahabat, Alkitab memakai dua macam istilah untuk tindakan “mengoleskan minyak. Yang pertama berarti mengoleskan minyak gosok untuk memijat, mengobati, atau merawat orang sakit (terluka). Yang kedua, mengoleskan minyak sebagai bagian dari suatu upacara keagamaan. Yang pertama adalah tindakan medis, sedangkan yang kedua tindakan ritual.

    Untuk mendalami penggunaan minyak untuk tindakan medis, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yakobus 5:13-16. Sahabat, Yakobus dalam  memakai istilah Yunani yang mengandung pengertian medis. Kala itu penggunaan minyak gosok untuk orang sakit sangat lazim (Lukas 10:34). Boleh dikata, pengolesan minyak mewakili tindakan medis pada saat itu.


    Kalau kita sempat mencermati temuan mutakhir dan kemajuan teknologi pengobatan terkini pasti berdecak kagum. Minyak gosok telah berkembang menjadi sinar laser. Pertanyaannya, di zaman yang sangat mendewakan kecepatan, masihkah doa memiliki tempat yang penting dan mendesak?

     
    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tolong tuliskan 3 (tiga) makna dari nasihat Yakobus yang berkaitan dengan doa, sakit penyakit, dan pengobatan. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • APA YANG ENGKAU MINTA?

    Pada waktu menjabat sebagai raja atas Israel usia Salomo masih sangat muda dan tentu belum banyak makan asam garam kehidupan, alias belum punya banyak pengalaman.  Usia muda merupakan usia yang penuh gejolak,  hati dan pikiran dipenuhi oleh banyak keinginan, semua serba ideal.

    Suatu ketika Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi ketika ia mempersembahkan korban di Gibeon, firman-Nya,  “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”  (1 Raja-Raja 3:5). 

    Jika seseorang boleh meminta, manakah yang akan ia minta, sesuatu yang menyenangkan diri sendiri atau yang menyenangkan orang lain? Di dalam dunia yang individualis dan egois seperti saat ini, kemungkinan besar seseorang akan meminta sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan dirinya sendiri.

    Bagi seorang raja bisa jadi meminta umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuh ketika ia mulai memerintah. Namun, ketika Tuhan berfirman kepada Salomo, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu, “ Salomo mengajukan permintaan yang tidak biasa, yang tidak lazim.  Atas kesadaran sebagai seorang raja muda yang belum berpengalaman, ia meminta hati yang mampu menimbang perkara dan membedakan antara yang baik dan yang jahat.

    Sebuah permintaan yang tidak egois, tidak instan, dan mengandung konsekuensi yang tidak mudah. Permintaan agar dimampukan bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan sebagai raja dan untuk kepentingan umat-Nya yang dipimpinnya. Tuhan memandang baik permintaan Salomo tersebut dan memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian. Bahkan Dia juga memberikan apa yang tidak Salomo minta, yaitu kekayaan dan kemuliaan. Salomo pun bersyukur kepada Tuhan.

    Sahabat,  untuk mendalami keunikan permintaan raja Salomo dan dampaknya, Bacaan Sabda saya ambil dari 1 Raja-Raja 3:1-15. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, seandainya Tuhan berfirman kepadamu dengan firman yang persis sama yang disampaikan Tuhan kepada raja Salomo, apa yang menjadi jawabanmu? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Berkat SEDIKIT demi SEDIKIT

    Saya masih ingat benar satu pepatah lama yang saya kenal pertama kali ketika saya duduk di bangku SD kelas V, “Sedikit demi sedikit akhirnya jadi bukit”. Artinya usaha atau upaya sekecil apa pun yang kita lakukan terus menerus dan dalam jangka waktu yang cukup lama lambat laun akan membuahkan hasil.

    Berkaitan dengan uang atau harta, bapak Ev. Andreas Christanday selalu mengingatkan, “Mengenai uang  atau harta, kita perlu memerhatikan bagaimana cara mendapatkannya dan bagaimana cara menggunakannya.”

    Sahabat, sesungguhnya menabung adalah gambaran ketekunan dan kesabaran. Mungkin kita sering secara tidak sadar menginginkan sesuatu yang langsung besar. Kedagingan kita menginginkan serba cepat dan enak. Kita berdoa agar Tuhan memudahkan usaha kita, memberkati kita lebih banyak dan lebih banyak, dan menjauhkan kita dari segala kesukaran dan kerugian. Nyatanya, hasil yang didapatkan dengan cara instan kebanyakan habis juga dengan cara instan.

    Karena itu, jika kita meminta sesuatu yang besar, tetapi Tuhan melatih ketekunan dan kesabaran kita untuk mendapatkannya, jalanilah dengan rela. Sekecil apa pun berkat yang kita terima setiap hari, syukuri dan kumpulkan, lama kelamaan akan jadi banyak juga.

    Sahabat, Tuhan bisa memberi dengan cepat atau lambat, jadi biarkan Dia memroses kita menurut kebaikan-Nya. Dia memberkati orang-orang yang mau berusaha dan mengumpulkan sedikit demi sedikit. Bersyukurlah kalau Tuhan saat ini melatih kita bertekun dan bersabar melalui proses untuk mencapai tujuan yang besar. Dia tidak akan pernah terlambat memberikan berkat pada waktu yang terbaik bagi kita.

    Untuk mendalami tentang cara mengumpulkan harta, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 13:11. Berdasarkan perenungan Sahabat dari bacaan kita tersebut, tolong tuliskan 2 (dua) prinsip cara mendapatkan harta dan dampaknya. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Jangan TAWAR HATI

    Sahabat, hidup yang kita jalani adalah hidup yang dinamis. Kadang kita merasa hidup begitu indah, penuh aneka bunga di sekitar kita.  Namun kadang juga merasa hidup ini suram, langit kehidupan kita kelam, bahkan hitam legam. Suramnya hidup biasanya kita alami jika kita berhadapan dengan sakit penyakit dan pergumulan hidup yang berat lainnya. Pada saat seperti itulah seringkali godaan datang berupa pikiran-pikiran yang membuat kita menjadi tawar hati.

    Dalam masa kesukaran, orang cenderung menjadi tawar hati. Mereka  cenderung menjadi kecil hati, semangat menjadi menurun, energi positif menjadi berkurang, dan energi negatif semakin mendominasi. Roh kita menjadi lemah, dan diikuti oleh serangan fisik atau reaksi fisik seperti kaki kehilangan kekuatan, kaki gemetar, kesemutan, kehilangan daya, kekurangan semangat, kehilangan damai sejahtera dan kehilangan semangat hidup. 

    Sahabat, tawar hati diartikan sebagai suasana hati yang tidak gembira, tidak bernafsu, tidak bersemangat, atau tidak menaruh perhatian. Tawar hati membuat kita menjadi lemah, tidak memiliki daya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga agar tidak menjadi tawar hati, terlebih saat kita berada dalam situasi hidup yang sulit seperti saat ini.

    Tawar hati  merupakan suatu kondisi emosional negatif atau energi negatif yang akan merusak hidup dan kesehatan seseorang. Tawar hati merupakan akumulatif dari beragam energi negatif sepeti patah semangat, pesimis, tidak mempunyai pengharapan, tidak berdaya, putus asa dan perasaan negatif lainnya. Tawar hati dipicu oleh persoalan yang berkaitan dengan kesehatan, masalah keuangan, persoalan dalam keluarga, problematika dalam dunia kerja, persoalan sosial yang tidak sehat dan sebagainya.

    Sahabat, berkaitan dengan tawar hati, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 24:10. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita tersebut, tolong tuliskan apa saja yang diajarkan oleh bacaan kita pada hari. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)