Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pengharapan dan keyakinan, karena Yesus hidup, maka tiada yang mustahil bagi-Nya. Sahabat, di Jakarta ada beberapa gedung gereja yang di atas gedungnya diberi patung ayam jago. Yang paling terkenal yaitu gedung GPIB Paulus atau lebih dikenal dengan nama “Gereja Ayam” Menteng. Mengapa dipasang patung ayam jago? Setiap hari, sebelum manusia dan hewan lain bangun, ayam jagolah yang bangun terlebih dahulu, lalu berkokok, membangunkan semua makhluk. Ayam jago adalah lambang bangunnya kehidupan ciptaan.
Sahabat, ayam jago adalah lambang menyingsingnya fajar. Coba kita perhatikan, apa yang ditulis oleh Matius di awal kisah Paskahnya, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” (Matius 28:1)
Menarik ya, ternyata ayam jago menjadi simbol yang penuh dengan makna. Sahabat, untuk mengupas tentang fajar kemenangan, saya ajak Sahabat menggali berkat dari 1 Tawarikh 5:18-22.
Kalau kita amati, dunia ini sangat dikendalikan oleh hukum kekuatan. Siapa yang kuat, ia akan berada di atas, berkuasa, dan menang. Dalam keseharian hidup hubungan antarmanusia ditentukan oleh hukum tersebut. Mulai dari hubungan dalam keluarga sampai ke hubungan bisnis dan urusan politik. Yang kuat terus menekan, supaya kemauannya dituruti. Tidak heran, hidup ini sering terasa sebagai medan pertempuran. Kita harus menghadapi orang yang menekan kita agar kita mengikuti kemauannya. Jika kebetulan kita adalah pihak yang lemah, sungguh tidak mudah menghadapi situasi seperti itu.
Sahabat, kitab Tawarikh banyak bercerita tentang beragam pertempuran, terutama yang tidak berimbang. Pertempuran antara yang besar, kuat, atau banyak, melawan yang kecil, lemah, dan sedikit. Sebenarnya, menurut hukum kekuatan, pemenangnya mudah ditebak. Tetapi penulis kitab Tawarikh memberi catatan yang sangat kuat bahwa semua pertempuran adalah milik Allah. Perangnya Tuhan. Kemenangan akan dialami oleh pihak yang kepadanya Allah berkenan membela. Tak masalah jumlah mereka sedikit atau kecil dan musuh lebih kuat, “… sebab pertempuran itu adalah dari pada Allah. …” (ayat 22).
Sungguh tidak enak apabila kita sedang mengalami tekanan. Namun anggaplah situasi tertekan sebagai panggilan untuk berseru kepada Tuhan-seperti yang dilakukan oleh pasukan bani Ruben, Gad dan setengah suku Manasye (ayat 18). Tuhan punya seribu satu cara untuk membantu orang-orang tertekan yang mencari pertolongan dari-Nya. Jangan meremehkan peran doa dalam hidup kita. Fajar kemenangan sering kali terbit setelah malam kesesakan yang dibaluri seruan doa.
Sahabat, Tuhan Yesus sebelum menikmati kemenangan di fajar Paskah, terlebih dahulu di taman Getsemani Dia harus bergumul dalam doa sampai peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
Ingatlah! Sahabat, setiap kesesakan akibat tekanan hidup adalah panggilan untuk berseru kepada Allah, ”Mereka mendapat bantuan melawan orang-orang itu, sehingga orang Hagri itu dengan semua orang yang mengikutinya menyerahkan diri ke dalam tangan mereka, sebab mereka telah berseru kepada Allah dalam pertempuran itu. Maka Ia mengabulkan permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya.” (ayat 20). Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Yesus sudah bangkit. Ia adalah Tuhan yang hidup. Selamat Paskah. (pg)