Author: Christopherus

  • KEPUTUSAN TUHANlah yang TERLAKSANA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh semangat. Sahabat, orang bijak berkata bahwa jika dalam hidup ini kita tidak membuat sebuah perencanaan, itu sama halnya kita merencanakan sebuah kegagalan. Perencanaan adalah hal penting dalam menjalani sebuah kehidupan.  Selain itu, hidup yang terencana adalah bukti bahwa seseorang sangat menghargai waktu dan semua potensi yang Tuhan berikan. 

    Sahabat, hidup itu bagaikan sebuah perjalanan ke tempat yang jauh. Sebuah perjalanan perlu memiliki tempat tujuan yang jelas. Demikian juga dengan kehidupan kita, perlu memiliki tujuan yang jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan yang benar-benar matang. 

    Perencanaan itu bagaikan peta petunjuk yang akan menuntun kita kepada suatu tujuan.  Ada banyak orang mengingini kehidupan yang lebih baik dan bermasa depan cerah, namun dalam kehidupan sehari-hari mereka berlaku sembrono dan tidak memiliki perencanaan yang jelas.  Bagaimana mungkin keinginannya bisa mewujud?

    Sahabat, sesungguhnya hampir semua orang tahu bahwa keberhasilan itu tidak terjadi dalam waktu semalam, tidak ada keberhasilan tanpa berani membayar harganya.  Artinya keberhasilan merupakan sebuah proses dan setiap proses selalu diawali dengan perencanaan dan kemudian kerja keras.  Jika perencanaan sudah amburadul, ditambah lagi tidak ada usaha keras, maka siap-siaplah untuk menerima kegagalan. 

    Maka mulai  sekarang buatlah perencanaan yang matang dan jangan menjadi orang yang malas.  Mungkin ada yang bertanya,  “Aku sudah merencanakan segala sesuatu, tapi mengapa masih saja gagal?”  Sudahkah kita melibatkan Tuhan dalam perencanaan? 

    Sahabat, adakalanya melalui kegagalan kita diingatkan agar selalu melibatkan Tuhan di setiap perencanaan.  Dalam segala hal seharusnya kita berkata,  “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”  (Yakobus 4:15).

    Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang pentingnya sebuah perencanaan hidup,  “Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?”  (Lukas 14:31). 

    Ingatlah! Setiap kali membuat sebuah rencana jangan sekali-kali kita melupakan Tuhan, sebab Dialah yang berkuasa atas hidup kita, Dia tahu akhir sejak awal. Orang yang melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupnya sama artinya meremehkan Tuhan, mengabaikan kehadiran-Nya, menganggap seolah-olah Tuhan tidak ada dan tidak punya kuasa. Padahal keputusan TUHANlah yang terlaksana  (Amsal 19:21). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • MEMBUNGKUKKAN ORANG

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh damai sejahtera. Sahabat, hidup di tengah dunia yang sedang dilanda pandemi Covid – 19, tentu wajar kalau kita merasa khawatir dengan keselamatan jiwa kita. Tapi kalau sampai rasa khawatir tersebut mengikuti kita terus bagaikan bayangan yang tidak mungkin terpisah, itu masalahnya. Salomo mengingatkan kita, “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” (Amsal 12:25)

    Harold Stephen (Penulis asal Amerika) berkata, “Ada perbedaan besar antara kekhawatiran dan perhatian. Orang yang khawatir melihat suatu masalah, sedangkan orang yang perhatian memecahkan masalah.”

    Dr. Edward Podolsky, seorang dosen dan penulis buku terkenal, dalam bukunya yang berjudul  Stop Worrying and Get Well  menulis bahwa kekhawatiran yang dipelihara secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang menderita sakit, seperti penyakit jantung, darah tinggi dan migran.  Dengan kata lain, bila hati dan pikiran terus dipenuhi oleh kekhawatiran, tubuh jasmani secara otomatis terkena efeknya. 

    Sahabat, ketika kita khawatir tubuh ini serasa membawa beban yang begitu berat sehingga organ-organ tubuh kita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.  Di sini dapat disimpulkan bahwa kekhawatiran lebih banyak berdampak negatif daripada positif karena dapat mengganggu kesehatan. 

    Karena itu jangan sekali-kali menganggap enteng kekhawatiran, karena cepat atau lambat bisa menghancurkan hidup kita, memporak-porandakan semua harapan kita, serta menghentikan langkah kita untuk menikmati hidup di dunia.

    Leo Buscaglia, motivator terkenal dari Amerika, juga berkata,  “Kekhawatiran tak akan melenyapkan kesedihan esok, tetapi akan menghilangkan kegembiraan hari ini.”  Pada dasarnya kekhawatiran itu berkaitan erat dengan ketakutan dan kecemasan. 

    Orang dikatakan khawatir ketika berada dalam keadaan takut, cemas, gelisah dan tidak tenang, yang ditimbulkan oleh situasi yang bermasalah, baik itu yang dibayangkan, diangan-angankan maupun yang tampak secara nyata.  Kekhawatiran juga bisa didefinisikan sebagai perasaan takut akan hari esok atau masa depan. 

    Jadi, sesungguhnya kekhawatiran adalah perasaan gelisah terhadap sesuatu yang belum tentu akan terjadi.  Kita sebenarnya tahu bahwa kekhawatiran itu tidak baik dan tidak mendatangkan keuntungan apa-apa. Tuhan Yesus sendiri sudah mengingatkan kita agar tidak khawatir  (Matius 6:25-34), namun dalam praktiknya kita seringkali memilih untuk khawatir dan terus hidup dalam kekhawatiran.  Akibatnya pikiran kita hanya terfokus pada masalah dan kesulitan.  Waktu dan energi kita pun terkuras habis memikirkan masalah, sehingga masalah akan tampak besar besar bak Goliat yang sangat sulit ditaklukan.

    Ingatlah! Sesungguhnya kekhawatiran itu hanya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah. Karena itu Tuhan mengingatkan kita untuk jangan khawatir, karena Dia sendiri yang menjadi jaminan bagi kita,  “… Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”  (Ibrani 13:5-b). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg).

  • DAHSYATNYA kuasa PUJIAN dan PENYEMBAHAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh pujian dan penyembahan. Sahabat, sejak awal Tuhan telah merancang kita untuk menjadi umat pemuji, bahkan sampai pada kekekalan di surga tiada hentinya pujian dan penyembahan dinaikkan bagi Tuhan.  Melalui pujian dan penyembahan nama Tuhan ditinggikan, sebab Dia hadir dalam pujian umat-Nya, “Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!” (Mazmur 150:2)

    Sesungguhnya dengan pujian penyembahan, kita mengundang hadirat-Nya yang penuh kuasa untuk melawat dan memulihkan keadaan kita.  Mungkin belum begitu banyak orang percaya yang menyadari betapa pentingnya pujian penyembahan dalam suatu ibadah.  Mereka menganggapnya hanya sebagai bagian dari pembukaan suatu ibadah. Mereka kurang menyadari akan kuasa yang terkandung dalam puji-pujian kepada Tuhan.

    Sahabat, Pemazmur menyatakan bahwa Tuhan berkenan dan sangat disenangkan atas pujian dan penyembahan yang dinaikkan oleh umat-Nya.  Pujian dan penyembahan yang lahir dari kedalaman hati yang tulus adalah korban yang berbau harum di hadapan Tuhan.  Bahkan Daud menegaskan,  “… Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”  (Mazmur 22:4).

    Sangat menarik, kata  bersemayam  memiliki beberapa makna:  berdiam, tinggal di dalamnya, hadir dan bertakhta.  Jadi Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang hanya berdiam diri di atas takhta-Nya di surga mulia, tapi Ia berkenan hadir, melawat dan menyatakan hadirat-Nya di tengah-tengah umat yang memuji, menyembah dan mempermuliakan nama-Nya. 

    Hal tersebut menjadi bukti bahwa puji-pujian dan penyembahan adalah kesukaan Tuhan!  Itu artinya Tuhan sangat menyukai dan menikmati puji-pujian umat-Nya!  Itulah yang menyenangkan hati Tuhan!  Oleh sebab itu  “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”  (Mazmur 150:6). 

    Sahabat, saat Tuhan  bersemayam dan bertakhta, saat itulah Ia bekerja dan melepaskan kuasa-Nya untuk orang-orang yang memuji dan menyembah Dia:  kemenangan, kesembuhan, pemulihan, dan bahkan kekuatan untuk menghancurkan musuh.  Musuh itu adalah Iblis, pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap dan roh-roh jahat di udara. 

    Ingatlah! Kita harus mengenal Tuhan dan menyembah-Nya dengan segenap keberadaan kita. Jangan pernah berhenti memuji dan menyembah Tuhan!  Terlebih-lebih saat dalam pergumulan, angkat hati Saudara dan pujilah Tuhan!  “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2). Saat kita memuji dan menyembah Tuhan, Tuhan sedang mengambil alih peperangan kita, artinya Tuhan berperang ganti kita! Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • Tuhan Mengubah KESULITAN menjadi KESAKSIAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh penyerahan kepada Tuhan. Sahabat, ketika kita memasuki  tahun baru 2021 diperhadapkan dengan pandemi Covid – 19 yang semakin mengganas. Semakin banyak orang yang terinfeksi virus Corona. Dalam situasi seperti ini bukan iman yang besar yang Sahabat butuhkan, melainkan iman di dalam Allah yang besar. Keyakinan bahwa Allah yang Mahabesar tetap memegang kendali dunia saat ini.

    Sahabat, setiap hari kita diperhadapkan dengan masalah, penderitaan dan kesesakan.  Itu merupakan bagian dari kehidupan manusia.  Musa bersaksi,  “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”  (Mazmur 90:10). 

    Belum lagi hal-hal yang  tak terprediksi, tak disangka, tak diduga, tiba-tiba menghampiri kita. Peristiwa atau kejadian yang tak pernah diharapkan bisa saja menimpa seperti bencana, kecelakaan, musibah, malapetaka dan bahkan kematian.  Itulah  realitas hidup  yang bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali.

    Sahabat, sebagai manusia seharusnya kita menyadari betapa terbatasnya kekuatan dan kemampuan kita.  Seharusnya pula kita bersikap rendah hati di hadapan Tuhan.  Orang-orang yang rendah hati selalu merasa miskin di hadapan Tuhan karena kekuatannya terbatas.  Yesus bersabda,  “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”  (Matius 5:3). 

    Jika  menyadari betapa sangat terbatas kekuatan kita, seharusnya kita merasa sangat membutuhkan Tuhan dan berserah penuh kepada-Nya.  Orang yang berserah kepada Tuhan secara benar pasti berusaha agar hidupnya selaras dengan kehendak-Nya.  Jadi hidup berserah kepada Tuhan itu tidak dapat dipisahkan dari hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya.

    Berserah kepada Tuhan bukan berarti bersikap pasif dan menjadi malas.  Berserah kepada Tuhan artinya membawa segala pergumulan yang kita khawatirkan kepada Tuhan dengan penuh penyerahan, dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 
    Ingatlah! Berserah kepada Tuhan berarti kita mempercayai Dia sebagai Pribadi yang Mahasanggup, yang kuasa-Nya jauh lebih besar daripada masalah kita! Rick Warren (Pendeta dan penulis asal Amerika) berkata, “Jika saudara berserah kepada Tuhan, Dia akan mengubah kesulitan saudara menjadi kesaksian.” Mari kita perhatikan himbauan Daud, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”  (Mazmur 55:23) Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg).

  • TAAT tanpa SYARAT

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh ketaatan. Sahabat, pengalaman hidup saya bercerita bahwa untuk taat dalam waktu yang lama terhadap pola makan  yang saya buat sendiri, ternyata tidak mudah. Butuh usaha dan perjuangan yang gigih. Sejak saya didiagnosa kena kanker getah bening pada tahun 2005, saya bertekad untuk sarapan buah segar setiap pagi pada waktu perut kosong.

    Saudara, berbicara mengenai taat, hampir selalu mengait dengan hamba. Kata hamba diambil dari bahasa Yunani, doulos, yang artinya  budak.  Tugas seorang budak ialah taat dan setia melayani tuannya.  Kita sebagai orang percaya mutlak memiliki hati seorang hamba.  Berhati hamba berarti taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, tuan kita. Jadi hati hamba dan ketaatan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan!

    Berkaitan dengan hati hamba, hari ini saya ajak pembaca untuk belajar dari sikap Maria di perikop yang diambil dari Injil Lukas 1:26-38 dibawah judul: “Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus.”

    Dikisahkan dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

    Selanjutnya malaikan Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.”  (ayat 31).  Tentu saja Maria sangat terkejut dan langsung memberikan tanggapan,  “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”  (ayat 34). 

    Tanggapan spontan  Maria adalah hal yang wajar!  Secara logika mana mungkin ia bisa mengandung, karena ia belum bersuami.  Apa kata orang nanti?  Ia pasti akan menjadi bahan pergunjingan banyak orang dan dipandang  rendah.   Hal tersebut merupakan perkara yang tak mudah untuk diterima dan dipahami. 

    Puji Tuhan! Setelah malaikat Gabriel menjelaskan proses dan kronologi bagaimana Maria bisa menjadi hamil sebelum bersuami dan diakhiri dengan pernyataan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (ayat 37). Akhirnya dari mulut Maria terucap respons yang luar biasa, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (ayat 38).

    Saudara, sekalipun ketika pertama kali Maria menerima berita tersebut sangat sulit untuk menerimanya, tapi  Maria mau belajar untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Karena ketaatannya, maka akhirnya Maria menikmati penggenapan janji Tuhan. Dia mengandung dan melahirkan Anak Allah, Raja di atas segala raja, Sang Juruselamat manusia.

    Ingatlah! Orang percaya yang berkenan kepada Tuhan adalah mereka yang mau taat tanpa syarat! Pdt Stephen Tong menyatakan, “Mungkinkah manusia mengenal kehendak Allah? … Allah tidak akan menyatakan pimpinan kehendak-Nya kepada mereka yang tidak berniat taat. Jikalau Saudara tidak berniat untuk taat kepada Tuhan … Dia tidak akan memberitahukan kepada Saudara apa yang harus Saudara jalankan. Di dalam Allah, ada anugerah yang diberikan secara cuma-cuma, tetapi tidak dijual murah”. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • TIDAK ADA RENCANA TUHAN YANG GAGAL

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh keberhasilan. Sahabat, di akhir tahun 2020 dan di awal tahun 2021 merupakan kesempatan yang baik untuk mengevaluasi perjalanan hidup kita di tahun 2020. Apa yang saya canangkan di awal tahun 2020 banyak yang tidak dapat berjalan. Untuk acara Yubileum Christopherus misalnya, dari 6 program yang saya canangkan, hanya dua program yang dapat jalan. Bagaimana dengan sahabat?

    Walau pun orang bijak berkata,  “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda,”  tapi hampir setiap orang berusaha untuk tidak mengalami kegagalan dalam hidupnya:  entah itu gagal dalam studi, karir, bisnis, dan juga rumah tangga.  Kegagalan ibarat monster hitam yang sangat menakutkan, sehingga berbagai upaya kita lakukan supaya tidak bertemu dengannya.

    Saudara, pengalaman hidup kita bercerita bahwa semua orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, termasuk orang-orang besar atau tokoh-tokoh hebat yang ada di dunia ini.  Namun tak perlu kita larut dalam kekecewaan yang berkepanjangan, apalagi sampai berputus asa.  Setiap kegagalan yang kita alami, sesungguhnya  merupakan hal yang wajar dan manusiawi.

    Saudara, apa itu kegagalan?  Kegagalan adalah suatu proses ketidak berhasilan mencapai apa yang diusahakan atau direncanakan.  Jika saat ini kita mengalami kegagalan, jangan putus asa dan larut dalam kekecewaan terus-menerus.  Sejarah dunia mencatat bahwa orang-orang yang sukses bukanlah orang-orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya;  justru mereka juga pernah atau mungkin berkali-kali mengalami kegagalan, tapi mereka tidak menyerah pada keadaan dan kemudian bangkit. Bangun dari kegagalan!

    Kegagalan bisa saja Tuhan izinkan terjadi dalam hidup ini untuk membuka mata rohani kita bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat melakukan hal-hal yang berarti.  Kadang ada cukup banyak di antara kita yang tidak  melibatkan Tuhan dalam  rancangan dan rencana hidup. Hal  itu barangkali karena kita merasa  mampu dan sudah berpengalaman. Seharusnya kita menyadari,  “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”  (Amsal 19:21). 

    Nah,  begitu mengalami kegagalan barulah kita sadar bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa.  Saat kita dalam keadaan tiada berdaya dan mengangkat tangan tanda berserah, saat itulah Tuhan akan turun tangan menyatakan kuasa-Nya.  “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”  (2 Korintus 12:9b).

    Ingatlah! Asal kita tetap berdoa dan berjuang,  akan selalu ada kesempatan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.  Kesempatan untuk meraih keberhasilan masih akan terbuka lebar.  Ambil sisi positif dari setiap kegagalan.  Belajarlah untuk selalu melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan, sebab kehendak dan rencana-Nya takkan pernah gagal, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”  (Ayub 42:2). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • TUHAN selalu PUNYA CARA untuk MENOLONG kita

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh mukjizat. Sahabat, kita merayakan natal setahun sekali, tapi kasih dan rahmat Tuhan datang setiap hari. Karena itu jalani dan nikmati hidup pada hari ini dengan penuh syukur dan percaya akan pemeliharaan-Nya/

    Sebagai orang percaya, kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang hidup, yang tak terbatas kuasa-Nya dan Mahasanggup.  Karena kuasa-Nya yang tak terbatas, tiada yang  mustahil bagi-Nya.  Sebesar dan serumit bagaimana pun masalah yang sedang kita hadapi, Tuhan sanggup menolong kita.

    Sebelum melangkah lebih lanjut di hari yang baru ini, kita kembali diingatkan, “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan?” (Kejadian 18:14a).  Tidak ada!  Rasul Paulus menegaskan bahwa semua janji Tuhan itu ya dan amin (2 Korintus 1:20)  Daud, seorang yang memiliki banyak pengalaman pribadi bersama Tuhan dan telah mengecap kebaikan-Nya, memberikan catatan,   “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” (Mazmur 12:7). 

    Karena itu mari kita jalani hari ini dengan penuh iman.  Yakinlah bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal (Ayub 42:2).  Jika kita terus ragu akan kuasa Tuhan, mustahil kita akan mengalami penggenapan janji Tuhan.  Jangan mau diprovokasi oleh Iblis yang tiada henti-hentinya membisikkan hal-hal negatif ke telinga orang percaya supaya takut, cemas dan khawatir.

    Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita;  Ia dapat menggunakan cara-cara yang sederhana untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kompleks dan  besar.  Bangsa Israel dipelihara Tuhan secara ajaib selama 40 tahun di padang gurun;  tembok Yerikho yang terkenal sangat kuat akhirnya runtuh ketika bangsa Israel mengelilinginya sebanyak tujuh kali dengan disertai tiupan sangkakala;  Goliat, si raksasa dari Filistin, tewas di tangan Daud hanya dengan ketapel dan batu;  Elia dipelihara Tuhan di tepi sungai Kerit melalui burung gagak;  Tuhan Yesus hanya dengan lima roti dan dua ikan sanggup memberi makan 5000 orang.  Adakah sesuatu yang terlalu besar untuk dilakukan Tuhan?

    Tuhan Yesus berkata,  “Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” (Markus 11:23). 

    Ingatlah! Di dalam Tuhan, tidak ada gunung persoalan yang tak dapat terselesaikan.Di masa Pandemi Covid – 19,  memang banyak sekali keterbatasan dan kesukaran terjadi, tetapi kita pasti akan mampu melewatinya sebab ada Tuhan Yesus yang menjadi jaminan hidup kita. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat! Itulah sebabnya kepada Tuhan aku percaya dengan tidak ragu-ragu.  (Mazmur 26:1b). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • MUKJIZAT masih TERJADI

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh keyakinan. Sahabat, bersyukurlah karena kita mempunyai Tuhan yang Mahakuasa. Musim memang selalu berubah, tapi tidak demikian dengan kuasa Tuhan, kuasa-Nya tetap sama dari dulu, sekarang, dan sampai selamanya.

     Tatkala badai permasalahan dan sakit penyakit menerpa, cukup banyak orang cenderung mudah berputus asa dan menyerah kalah pada keadaan.  Mereka berpikir saat menghadapi masalah atau sakit sebagai akhir dari segalanya.  Mereka lupa bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yang Mahakuasa, Sang Pembuat Mukjizat, yang sanggup menyembuhkan sakit yang sedang saudara derita, yang sanggup mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, kehancuran menjadi pengharapan, mengubah yang buruk menjadi baik, dan mengubah ratapan menjadi tari-tarian.

    Saudara, hari ini kita belajar  satu perikop dari Injil Markus 9:14-29 di bawah judul “Yesus mengusir roh dari seorang anak yang bisu.” Di perikop ini dikisahkan ada seorang anak yang kerasukan roh hingga dia menjadi bisu,  “Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.”  (ayat 18-a). 

    Lalu anak ini dibawa kepada Tuhan Yesus.  Tuhan berkata,  “…  jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (ayat 23).  Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”  (ayat 24).  Mukjizat pun terjadi.  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.” (ayat 26)   Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri (ayat 27).  Luar biasa!!!

    Seringkali kita bertanya dalam hati,  “Mungkinkah mukjizat terjadi dalam hidupku?  Sanggupkah Tuhan menyembuhkan sakitku?”  Bukankah hal ini menunjukkan bahwa kita belum mengenal siapa Tuhan kita, betapa besar dan hebat kuasa-Nya? 

    Sahabat, kuasa Tuhan tidak pernah berubah!  Kalau dahulu Dia sanggup melakukan mukjizat, hari ini juga ia tetap sanggup.  Penulis kitab Ibrani menegaskan,  “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”  (Ibrani 13:8).  Karena itu buang segala keraguan dan kebimbangan yang ada. 

    Perihal doa dan permohonan, Yakobus mengingatkan,  “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”  (Yakobus 1:6-7).  Jika kita percaya dengan sungguh akan kuasa Tuhan, Ia mewujudkan apa pun yang kita imani.

    Ingatlah! Jangan pernah meragukan kuasa Tuhan!  Sebab bagi Dia tak ada yang tak mungkin. Bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Sahabat, hari ini, mukjizat juga bisa terjadi atas dirimu. Syaratnya, JANGAN ADA KEBIMBANGAN di hatimu. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)

  • Memberitakan Kabar Baik Yesaya 52:7-10

    Kabar baik apakah yang membuat kita bahagia?

    Di tengah-tengah kesulitan hidup dan ketidakpastian keadaan selama wabah Covid-19 ini, kita semua membutuhkan kabar baik. Kabar / berita yang kita dengar setiap hari bisa bersifat buruk atau kurang menghiburkan. Mengapa kita memerlukan kabar baik? Supaya kita dapat mengetahui bahwa hidup ini berada di bawah kuasa ilahi.

                Apakah semua orang senang mendengarkan kabar baik Allah? Ada orang menanggapi kabar baik itu dengan sikap terbuka. Sebagian orang juga menolak mendengarkan kabar baik itu. Beberapa orang yang lain merasa apatis atau masa bodoh terhadap kabar baik.

    “Kabar baik” dalam perikop Alkitab ini juga berarti “Injil” (bhs. Yunani euangelion). Isinya tentang keselamatan hidup melalui Yesus Kristus (bndg. 1 Korintus 15:2-3).

    Mengapa kita harus percaya pada kabar baik (Injil)? Ada beberapa alasan: Pertama, karena kabar baik itu bisa menyegarkan tubuh (Amsal 15:30; Matius 9:35). Kedua,  karena Yesus menginginkan setiap orang untuk mendengar kabar baik (Markus 16:15-16). Ketiga, karena kabar baik (Injil) adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya (Roma 1:16).

    Yesaya 52:7, Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”

    Alkitab menyebutkan bahwa orang yang membawa kabar baik Allah adalah indah. Sebab, ini sebuah kehormatan yang sangat bagus untuk dapat berbagi kabar baik dengan orang lain. Kabar baik itu mencakup penebusan, keselamatan, dan damai sejahtera bagi umat manusia. Kabar baik dalam ayat 7 ini selanjutnya digenapi dengan kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia. Natal  bagi orang percaya adalah sebuah karunia sangat khusus, Allah hadir ke dalam dunia yang berdosa melalui Pribadi Tuhan Yesus.

    Ayat 7 ini berisi tiga hal penting. Pertama, mengabarkan berita damai.  Kabar baik Yesus berisi ajaran damai sejahtera (Efesus 2:17). Sebab itu, kita juga disebut pembawa berita damai (Roma 10:15). Natal merupakan sebuah perdamaian antara Allah dan manusia dengan kedatangan Yesus ke dalam dunia nyata.

    Kedua, memberitakan kabar baik. Kita sesungguhnya dipanggil untuk membawa berita baik dari Allah kepada umat manusia tentang Yesus Kristus. Lihat Lukas 2:10. Kata “jangan takut” berarti tidak takut untuk mendengarkan kabar keselamatan Yesus yang diberikan kepada semua orang. Sedangkan, “kesukaan besar” akan dialami oleh semua bangsa dan suku bangsa.

                Ketiga, mengabarkan berita selamat. Keselamatan hanya ditemukan dalam diri Yesus Kristus, yaitu ketika seorang mau bertobat dan percaya pada Yesus saja sebagai Tuhan dan Juru Selamat (KPR 15:11, 4:12).

                Ayat 10, “TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.”

                Di sini, tangan Allah selalu berkaitan dengan penebusan dan keselamatan (bdng. Keluaran 6:6). Kabar baik Allah berisi keselamatan bagi semua orang di dunia, termasuk kamu  dan aku. Dalam hal ini, Allah menyelamatkan kita semua melalui iman dalam Yesus Kristus (Yohanes 3:17, 14:6, KPR 4:12).

                Kabar baik keselamatan dari Yesus Kristus sudah diberitakan kepada banyak orang sejak kedatangan-Nya ke dalam dunia. Marilah kita juga bersedia memberitakan kabar baik  itu kepada orang lain, supaya mereka boleh mengalami pembaruan hidup dalam Yesus sendiri. Tuhan memberkati kita. Selamat Natal….  (Petrus​ ​E.​ ​Handoyo/pg).

  • NATAL identik dengan kabar SUKACITA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita. Sahabat, walaupun pandemi Covid – 19 belum usai, semoga hari-hari di masa raya natal tahun ini, hati kita tetap dipenuhi dengan sukacita, karena Yesus lahir membawa pengampunan bagiku dan bagimu. Dia datang mendamaikanku dan mendamaikanmu.

    Saudara, saat ini  penggenapan  nubuatan  nabi Yesaya  yaitu lahirnya Sang Juruselamat dunia,  Yesus Kristus, kita rayakan bersama.  Kelahiran-Nya di Betlehem bukan sekadar kisah kelahiran seorang bayi biasa, anak dari Yusuf dan Maria yang lahir di sebuah palungan sederhana. 

    Tetapi kelahiran-Nya di dunia membawa satu misi yang sangat spektakuler yaitu menegakkan pemerintahan kerajaan Allah di bumi.  Dia yang adalah Allah sendiri, Sang Pencipta langit dan bumi, Tuhan semesta alam, rela datang ke bumi untuk menegakkan kerajaan-Nya di seluruh bumi.

    Saudara, Yesaya mencatat empat nama yang akan menandai tugas Yesus sebagai Juruselamat yaitu:  Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai (Yesaya 9:5).  Ini membuktikan bahwa nama  “Yesus”  bukanlah nama sembarang nama, melainkan nama yang datang dari surga, pemberian Allah sendiri. 

    Nama  “Yesus”  adalah padanan Yunani untuk kata Ibrani Yeshua, yang artinya Tuhan menyelamatkan,  “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”  (Matius 1:21).  Jadi Yesus datang ke dunia mengerjakan sebuah misi yaitu menyelamatkan manusia melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati,  “… supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”  (Yohanes 3:16). 

    Natal merupakan  momen yang selalu dinanti-nantikan oleh jutaan orang percaya di muka bumi. Mengapa? Natal identik dengan kabar sukacita sebagaimana disampaikan oleh malaikat kepada para gembala di padang,  “… sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”  (Lukas 2:10-11).

    Dengan kelahiran Yesus Kristus kita yang percaya kepada-Nya memiliki pengharapan yang pasti:   “… keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”  (Kisah Para Rasul 4:12).

    Ingatlah! Memang keadaan saat ini semakin memburuk dan semakin tidak menentu, tapi jangan sampai kita menjadi tawar hati dan berputus asa. Sahabat, yakinlah buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya (Yesaya 42:3). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)