Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita. Sahabat, walaupun pandemi Covid – 19 belum usai, semoga hari-hari di masa raya natal tahun ini, hati kita tetap dipenuhi dengan sukacita, karena Yesus lahir membawa pengampunan bagiku dan bagimu. Dia datang mendamaikanku dan mendamaikanmu.
Saudara, saat ini penggenapan nubuatan nabi Yesaya yaitu lahirnya Sang Juruselamat dunia, Yesus Kristus, kita rayakan bersama. Kelahiran-Nya di Betlehem bukan sekadar kisah kelahiran seorang bayi biasa, anak dari Yusuf dan Maria yang lahir di sebuah palungan sederhana.
Tetapi kelahiran-Nya di dunia membawa satu misi yang sangat spektakuler yaitu menegakkan pemerintahan kerajaan Allah di bumi. Dia yang adalah Allah sendiri, Sang Pencipta langit dan bumi, Tuhan semesta alam, rela datang ke bumi untuk menegakkan kerajaan-Nya di seluruh bumi.
Saudara, Yesaya mencatat empat nama yang akan menandai tugas Yesus sebagai Juruselamat yaitu: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai (Yesaya 9:5). Ini membuktikan bahwa nama “Yesus” bukanlah nama sembarang nama, melainkan nama yang datang dari surga, pemberian Allah sendiri.
Nama “Yesus” adalah padanan Yunani untuk kata Ibrani Yeshua, yang artinya Tuhan menyelamatkan, “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21). Jadi Yesus datang ke dunia mengerjakan sebuah misi yaitu menyelamatkan manusia melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, “… supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Natal merupakan momen yang selalu dinanti-nantikan oleh jutaan orang percaya di muka bumi. Mengapa? Natal identik dengan kabar sukacita sebagaimana disampaikan oleh malaikat kepada para gembala di padang, “… sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10-11).
Dengan kelahiran Yesus Kristus kita yang percaya kepada-Nya memiliki pengharapan yang pasti: “… keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).
Ingatlah! Memang keadaan saat ini semakin memburuk dan semakin tidak menentu, tapi jangan sampai kita menjadi tawar hati dan berputus asa. Sahabat, yakinlah buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya (Yesaya 42:3). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)
Leave a Reply