Tuhan TERKESAN dengan KARAKTER

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita. Daya tarik seseorang pada pandangan pertama lebih banyak pada fisiknya, bentuk tubuh dan wajahnya. Rick Warren (Penulis asal Amerika) berkata, “Orang tertarik dengan bakat, tapi Tuhan terkesan dengan karakter.” Sedangkan karakter saudara akan terlihat dari tindakan-tindakan yang saudara pilih.

Saudara, faktor fisik seringkali menjadi faktor utama orang menilai sesamanya.  Karena itu banyak orang mengandalkan tampangnya yang rupawan, cantik, bodi yang seksi dan proporsional sebagai pendongkrak rasa percaya diri. 

Maka pada akhirnya ada cukup orang hanya memusatkan diri kepada perkara-perkara jasmaniah dan melupakan perkara-perkara rohaniah.  Mereka hanya memikirkan hal-hal duniawi yang sifatnya hanya sementara daripada memerhatikan hal-hal rohani yang sifatnya kekal.   Bagi Tuhan hal-hal jasmaniah sama sekali tidak masuk penilaian!  Yang Tuhan nilai adalah hati (1 Samuel 16:7).   Ini berbicara tentang  karakter.

Saudara, hari ini kita akan belajar sedikit tentang Timotius. Rasul Paulus bertemu dengan Timotius untuk pertama kalinya saat ia berada di Listra.  Timotius adalah pemuda yang memiliki reputasi yang baik di daerahnya.  Ia memiliki latar belakang keluarga yang takut akan Tuhan.  “… ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.” (Kisah Para Rasul  16:1b).  Tidak hanya itu, neneknya (Lois)  juga seorang percaya.  Sangat tepat jika Paulus memilih Timotius  menjadi rekan sepelayannya.  Sudah terbukti, Timotius begitu setia menjalankan tugasnya sebagai seorang pelayan Tuhan.

Karena ketekunan dan kesetiaannya dalam mengerjakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya, Timotius beroleh promosi dari Tuhan dan ia dipercaya sebagai pemberita Injil serta menggembalakan jemaat di Efesus. 

Mari kita perhatikan pernyataan Paulus tentang Timotius:  “…  aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, …”  (2 Timotius 1:5).  Hal itu menunjukkan bahwa Timotius memiliki iman yang tulus, tidak ada kepura-puraan atau keterpaksaan.  Paulus menambahkan,  “… tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan yang bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;  sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.  Kamu tahu bahwa kesetiaannya (nya = Timotius) telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.”  (Filipi 2:20-22).

Timotius memiliki karakter yang tidak perlu disangsikan lagi:  setia, suci, tulus ikhlas, berhati hamba, peduli akan orang lain dan sangat terbeban terhadap pekerjaan Tuhan.  Karakter seperti Timotius inilah yang Tuhan cari! 

Ingatlah! Albert Einstein (Ahli fisika asal Jerman) berkata, Banyak orang mengatakan kepintaran yang menjadikan seseorang ilmuwan besar. Mereka keliru … itu adalah karakter.” Tuhan saat ini mencari orang-orang yang berkarakter seperti Timotius, semoga banyak ditemukan dalam komunitas orang percaya. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *