Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena kita memiliki Tuhan yang hidup dan berkuasa. Sahabat, perihal kemahakuasaan Tuhan dapat kita pelajari dalam Alkitab. Maka kita harus senantiasa menyukai firman-Nya dan merenungkan itu siang dan malam sehingga kita makin mengerti bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi di luar pengetahuan dan kontrol Tuhan, bahkan tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang (Lukas 21:18).
Maka tidak ada alasan bagi kita untuk takut, khawatir dan putus asa menghadapi hari esok. Lukas bersaksi, “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7).
Selanjutnya, untuk mengupas tentang Tuhan yang berkuasa, mari kita belajar dari Mazmur 33:1-22 di bawah judul: “Puji-pujian kepada Allah Israel”
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) mencatat bahwa salah satu arti dari kuasa adalah wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan sesuatu. Dalam arti demikian, seseorang yang berkuasa bisa menggunakan kekuasaannya sesuai kemauannya. Mungkinkah seseorang yang berkuasa peduli kepada yang dikuasainya?
Sahabat, saat kita membaca Mazmur 33 ini segera terbayang mengenai kekuasaan Tuhan. Kekuasaan-Nya tampak dalam alam. Langit dijadikan hanya oleh firman-Nya (ayat 6), air laut bisa dikumpulkan-Nya dan samudera dapat diwadahi-Nya (ayat 7). Kekuasaan-Nya dibandingkan dengan berbagai kekuatan yang seringkali diandalkan oleh manusia. Kalau raja-raja memiliki kekuasaan, maka kuasa Tuhan jauh melampaui mereka (ayat 16). Jika dibandingkan dengan kekuatan seorang pahlawan, maka kekuatan Tuhan tidak ada batasnya (ayat 16). Kuda yang hebat pun tidak sehebat Tuhan (ayat 17).
Namun yang luat biasa, Tuhan yang berkuasa itu tidak digambarkan sebagai penguasa yang arogan. Karena Dia tidak bertindak sewenang-wenang. Malahan Dia peduli dengan ciptaan-Nya. Tuhan mengetahui segala sesuatu, “TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.” (ayat 13-14). Sahabat, Tuhan sangat mengetahui keadaan kita, seburuk apa pun itu: saat dalam kesusahan, sakit-penyakit atau beban yang berat. Itulah sebabnya jangan sekali-kali menganggap Tuhan tidak pernah peduli terhadap kita, apalagi sampai menyalahkan Tuhan. Bukankah ini sering kita lakukan? Mengapa kita harus khawatir? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi Dia yang memegang masa depan; Dia mengetahui apa yang akan terjadi; Dia tahu segala kebutuhan hidup kita. Adakah sesuatu yang mustahil bagi-Nya? Bahkan pemazmur menggambarkan bahwa Tuhanlah sumber pengharapan manusia (ayat 20-22). Itu sebabnya pemazmur mengajak umat senantiasa memuji-muji Tuhan.
Ingatlah! Sahabat, Tuhan yang berkuasa, tetapi tetap peduli membuat kita percaya diri menjalani kehidupan ini. Sesungguhnya setiap orang percaya juga memiliki kuasa yang dapat memengaruhi kehidupan orang lain dan ciptaan lain. Karena itu, kehidupan kita harus dijalani dengan peduli kepada sesama ciptaan Tuhan dan tidak bertindak sewenang-wenang. Mampukan kami Tuhan sehingga kami dapat meneladani perbuatan-Mu. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg)
Leave a Reply