Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat, Sesungguhnya menyadari kekurangan diri, jauh lebih baik daripada membanggakan kelebihan yang kita miliki. Memang tak ada manusia yang sempurna! Setiap manusia pasti punya kekurangan, kelemahan dan keterbatasan, hanya masalahnya, tidak semua orang bersedia mengakuinya.
Saudara, hanya sedikit orang yang mempunyai kebesaran hati untuk mengakui kelemahannya dan berani berkata dengan jujur kepada Tuhan bahwa ia mempunyai banyak sekali kekurangan. Padahal kuasa Kristus menjadi nyata ketika kita bersedia mengakui kelemahan kita dihadapan-Nya.
Memang, di mata dunia, menunjukkan sisi kekurangan, kelemahan atau keterbatasan adalah tindakan bodoh. Tetapi dalam kehidupan rohani, saat kita mengakui betapa kita lemah, terbatas dan tak berdaya, sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan, saat itulah Tuhan akan menggerakkan tangan-Nya untuk turut campur tangan dan melimpahkan kekuatan kepada kita. Karena itu Rasul Paulus bisa bersaksi, “… aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:10).
Saudara, kadang Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah, pencobaan, penderitaan, kesulitan, dan kegagalan, dengan tujuan supaya kita menyadari akan keterbatasan kekuatan kita, belajar untuk hidup mengandalkan Tuhan, dan tidak lagi menyombongkan diri. Mari kita hayati pengakuan Rasul Paulus berikut, “… supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.” (2 Korintus 12:7).
Rasul Paulus mampu menyikapi kelemahan dengan sudut pandang yang berbeda, ia tidak mengasihani diri sendiri, “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9b).
Ingatlah! Sesungguhnya dengan kelemahan yang ada kita dituntun untuk hidup bergantung kepada Tuhan! Watchman Nee (Pemimpin gereja asal Tiongkok) mengingatkan kita, “Kita memang memiliki kelemahan, tetapi kita tidak akan menjadi kuat jika kita terus melihat kelemahan kita.” Sedangkan Gus Mus (Penulis asal Indonesia) memberikan tips supaya kita menjadi orang yang berhasil, “Dalam hidup ini gunakan dua cermin: satu untuk melihat kekuranganmu, dan satu lagi untuk melihat kelebihan orang lain.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply