Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Kalau sampai hari ini Tuhan masih memberi kesempatan hidup bagi kita, berhentilah menyesali, mulailah mensyukuri. Berhentilah meragukan dan mulailah melakukan.
Saudara, orang bijak berkata bahwa hidup itu singkat, karena itu berubahlah ketika kesempatan masih terbuka. Ingatlah, ada kemungkinan pada saat kamu ingin berubah, justru kesempatan itu sudah tertutup.
Kita perlu ingat, sesungguhnya Tuhan memberikan kesempatan kepada orang-orang di zaman Nuh selama bertahun-tahun untuk bertobat. Waktu yang tidak singkat. Tapi mereka tidak mempergunakannya dengan baik dan akhirnya penyesalan pun tiada guna. Saat Tuhan menenggelamkan bumi dengan air bah, binasalah mereka semua kecuali Nuh dan keluarganya yang selamat. Begitu juga seluruh penduduk kota Sodam dan Gomora yang dibumihanguskan oleh Tuhan.
Coba kita simak cerita tentang: “Orang kaya dan Lazarus yang miskin” yang terdapat di Injil Lukas 16:19-31..Saat di dunia si kaya hidup dalam gelimang harta dan hidup dalam segala kemewahan. Tapi ia lupa diri dan tidak pernah menabur atau memerhatikan orang-orang miskin. Akhirnya ia mengalami kebinasaan kekal. Ia lupa bahwa apa yang kita putuskan dan kita lakukan selama kita hidup di dunia, sangat berdampak pada hidup kekekalan kita.
Berapa lama kita memiliki kesempatan hidup di dunia? Yang pasti, tidak ada yang selamanya. Dalam mazmurnya Musa berkata, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” (Mazmur 90:10). Menyadari bahwa kesempatan itu sangatlah terbatas, Musa pun berdoa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).
Dengan demikian tugas kita menemukan kesempatan dalam setiap situasi yang ada, sebab jika hidup ini berakhir tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Sesudah mati tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik bagi diri sendiri atau sesama.
Menyadari betapa berharganya kesempatan dalam hidup, Rasul Paulus menasihati agar kita benar-benar memerhatikan dengan saksama, “… bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:15-16).
Ingatlah! Kalau kita tidak cermat memerhatikan, maka kita akan kehilangan kesempatan. Karena itu kita harus memerhatikan waktu pintu terbuka dan waktu pintu tertutup. Ada tertulis: “… apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” (Wahyu 3:7). Artinya ada waktunya Tuhan membuka pintu masuk bagi kita dalam sebuah kesempatan; bilamana kita tidak masuk, pintu akan tertutup. GBU & Fam. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply