Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Pengalaman hidup saya bercerita bahwa jika dengan tulus dan rela kita menolong sesama yang sedang membutuhkan, sesungguhnya kita juga sedang menolong diri kita sendiri. Salomo mengingatkan kita, “Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17)
Saya punya seorang teman sepelayanan di kantor. Usianya lebih tua dua tahun dari saya. Dia sudah berkeluarga, tapi belum dikaruniai anak. Teman saya ini punya keistimewaan, dia peka terhadap kebutuhan sesama. Orangnya sangat sabar dalam menanggapi orang-orang yang berbagi tentang kebutuhannya kepadanya. Terakhir dia semangat sekali menghubungi banyak pihak untuk membantu seorang alumni anak Panti Asuhan Christopherus yang atap rumahnya rubuh. Dia menaruh minat pada pelayanan doa dan diakonia.
Tuhan Yesus mengajarkan dan memersiapkan murid-murid-Nya untuk mau peduli dengan kebutuhan sesama, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” (Matius 25:35-36)
Rasul Paulus mengingatkan kita supaya setiap orang percaya berkenan terlibat di dalam pelayanan diakonia, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10).
Melayani sesama adalah pelayanan yang tidak boleh ditunda-tunda, harus dikerjakan sekarang, terutama di masa sulit seperti sekarang ini, dunia membutuhkan uluran tangan orang percaya, bukan sekadar kata-kata yang berbalutkan kasih.
Ketika banyak orang memilih hidup bagi diri sendiri, gereja-Nya justru dituntut untuk menjadi pribadi yang berbeda, pribadi penuh belas kasihan seperti orang Samaria. Ketika melihat orang lain terluka dan menderita seketika itu pula hatinya tergerak oleh belas kasihan. “Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.” (Lukas 10:34-35). Sungguh mulia hati orang Samaria ini, padahal orang yang ditolongnya itu adalah orang asing yang tidak dikenalnya.
Ingatlah! Luar biasa … Jika saat ini Anda dalam posisi dapat membantu orang lain, bersyukurlah. Karena Allah sedang memakai Anda untuk mengabulkan doa orang yang telah Anda tolong, GBU & Fam. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply