Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Pengalaman hidup saya bercerita bahwa hidup itu seperti air laut, kadang pasang, kadang surut. Hidup itu bak air laut, suka duka, tawa tangis, sehat sakit, berhasil gagal, datang silih berganti, tiada habisnya. Namun nabi Yesaya mengingatkan kita, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)
Sekitar tahun 1870, Horatio Spafford, seorang pengacara yang sedang mencapai puncak kariernya. Dia menikah dengan Anna. Ketika dia berusia sekitar 43 tahun, mereka telah dikarunia 4 orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Kemudian anak laki-lakinya wafat karena penyakit Demam Berdarah. Setahun kemudian, sebagian besar kekayaan Spafford yang ditanam di bisnis perumahan di Chichago, ludes terbakar dalam peristiwa yang terkenal dengan nama “The Great Chichago Fire” Pada bulan November 1873, keempat anak perempuannya wafat tenggelam bersama kapal “SS Ville du Havre” dalam pelayaran dari New York ke Perancis. Di tengah-tengah badai dahsyat yang menimpanya bertubi-tubi, Haratio Spafford menuangkan perasaan dalam sebuah lagu yang berjudul “It Is Well With My Soul” (Nyamanlah Jiwaku).
Tuhan kita adalah Allah yang luar biasa, hebat dan dahsyat segala perbuatan-Nya. Dia menciptakan langit, bumi dan segala isinya dengan tiada pernah merasa lelah dan lesu. Tuhan juga sangat mengasihi dan memerhatikan umat-Nya secara detail; Dia tahu persis keadaan kita. Ketika kita sedang dalam pergumulan yang berat, putus asa, lemah tak berdaya, Dia tidak pernah berhenti untuk menguatkan dan menolong kita. Melalui kuasa Roh Kudus-Nya “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” (Yesaya 40:29).
Saudara, tidak ada alasan bagi kita untuk menyalahkan Tuhan, apalagi menuduh bahwa Dia tidak peduli terhadap kita dan membiarkan kita bergumul sendirian menghadapi setiap persoalan hidup. Serahkan dan percayakan hidup Saudara kepada Tuhan sepenuhnya dan nantikan pertolongan-Nya, sebab bagi orang-orang yang tekun menantikan Tuhan, Alkitab menyatakan bahwa ia akan beroleh kekuatan baru seumpama rajawali yang terbang tinggi.
Mengapa Tuhan memberikan contoh kekuatan rajawali, bukan jenis burung lain? Karena rajawali memiliki keberanian dan kekuatan yang lebih yang tidak dimiliki oleh burung-burung yang lain. Karena keistimewaannya Alkitab mencatat kata rajawali sebanyak 32 kali.
Lalu apa saja nilai lebih dari burung rajawali itu? Ayub berkata, “Atas perintahmulah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?” (Ayub 39:30). Burung rajawali memiliki kebiasaan yang unik, ia selalu terbang tinggi di atas badai, bukan di dalam atau di bawah badai. Karakter seperti itulah yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya, memiliki keberanian untuk menghadapi badai persoalan.
Ingatlah! Tuhan hadir bukan hanya di hingar bingar keberhasilan kita, namun Dia juga bertahta dalam sedu sedan penderitaan kita. Karena itu seberat bagaimana pun persoalan yang menimpa, jangan menjadi lemah; sebaliknya, arahkan pandangan pada Tuhan, terbanglah di atas badai kehidupan kita. GBU & Fam. Better days are coming. (pg).
Leave a Reply