MENJADI Pembawa dan Pemelihara PERDAMAIAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh damai sejahtera. Sahabat, sesungguhnya Tuhan Yesus bukan hanya mendamaikan manusia dengan Allah Bapa, tapi juga mendamaikan manusia dengan manusia, serta mendamaikan manusia dengan dirinya sendiri.

Sahabat, orang bijak berkata, “Orang yang menemukan kedamaian dalam dirinya, akan menemukan perdamaian dunia”. Sesungguhnya kalau kita tidak bisa berdamai dengan diri kita sendiri, maka orang lain juga tidak akan berdamai dengan diri kita.

Sebenarnya hampir setiap manusia ingin menikmati kedamaian hidup.  Orang di seluruh dunia ingin hidup dalam damai, bukan dalam pergolakan.  Namun ada satu kebenaran yang perlu kita pegang yaitu orang tidak bisa mengalami damai yang dirindukannya tanpa menerima Raja Damai, Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.   

Sahabat, damai sejati hanya ditemukan oleh mereka yang telah dipulihkan hubungannya dengan Tuhan lewat kelahiran baru, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”  (Filipi 4:7)

Alkitab mencatat bahwa damai itu adalah salah satu dari banyak berkat rohani yang dijanjikan kepada orang percaya.  Tuhan Yesus bersabda,  “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”  (Yohanes 14:27). 

Sangatlah jelas, jika kita ingin memiliki damai, kita tidak mencarinya dalam dunia, tetapi kita harus datang dan menerima Yesus Kristus dalam hati kita;  dan Daud berdoa,  “… TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!”  (Mazmur 29:11).

Tuhan berkata sangat mungkin bagi kita untuk berjalan dalam damai-Nya meski badai hidup mengamuk di sekitar kita.  Inilah janji Tuhan,  “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.”  (Yesaya 54:10). 

Sahabat,  terpujilah Tuhan dan syukur kepada Allah, Tuhan Yesus telah menguatkan kita!  “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”  (Yohanes 16:33)

Ingatlah! Mari kita menjadi pembawa dan pemelihara perdamaian, sehingga kita dapat menjawab harapan Bung Karno berikut, “Tidak ada tugas yang mendesak daripada memelihara perdamaian. Tanpa perdamaian, kemerdekaan kita tak ada faedahnya.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg).

Comments

One response to “MENJADI Pembawa dan Pemelihara PERDAMAIAN”

  1. Kristianti Kartika Widjaja Avatar
    Kristianti Kartika Widjaja

    Shalom …Selamat pagi Pak Paul dan para Pendukung Kristus.
    Puji Tuhan .. ??, kabar baik , karena Tuhan sudah melindungi dan memelihara kita semuanya .
    Terima kasih utk Renungan Firman Tuhan di pagi ini yg menjadi Rhema dan bekal utk kita , supaya kita boleh menjadi pemvawa dan pemelihara damai.
    Sang Raja Damai telah lahir bagi kita, utk mendamaikan kita dg Allah , dg sesama manusia dan dg diri sendiri… Immanuel.

    God Bless You & your Fam….have a blessed day …??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *