MERDEKA dari Belenggu MASA LALU

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Hari ini, Senin 17 Agustus 2020, ketika kita merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, semoga kita dimampukan oleh Tuhan untuk MERDEKA dari keterikatan masa lalu. Kalau kita terus dibelenggu oleh masa lalu, kita tidak akan bisa mensyukuri dan menikmati hidup pada hari ini.

Saudara, memang tidak semudah membalikan tangan untuk melupakan masa lalu, apalagi jika masa lalu itu dipenuhi dengan kenangan-kenangan indah bersama dengan orang yang kita kasihi:  orangtua, sahabat, kekasih dan sebagainya.  Itulah sebabnya ada orang yang sulit sekali “move on” dari masa lalu, padahal yang namanya masa lalu sudah tidak mungkin terulang kembali. 

Sesungguhnya kenangan masa lalu itu akan indah kalau hanya sebatas untuk dikenang, tapi akan menyesakkan kalau diharapkan bisa terulang kembali,  karena hal itu tak mungkin terjadi.  Terlebih lagi bila masa lalu kita dipenuhi oleh kegagalan dan luka hati, sangat sulit rasanya untuk melupakan begitu saja, sehingga kegagalan dan luka hati itu terus membayangi dan menghalangi  setiap langkah hidup kita.

Sampai kapan kita menjalani hidup  dengan dibayang-bayangi oleh masa lalu? Sedangkan kita hari ini menghadapi dan menjalani  sebuah kenyataan, bukan masa lalu.  Karena itu, mari jadikan masa lalu sebagai pengalaman dan bahan pembelajaran, jangan malah menghalangi dan menghambat langkah kita hari ini untuk menatap masa depan.

Yakinlah intuk memiliki kehidupan yang lebih baik, mau tidak mau, kita harus keluar dari belenggu masa lalu.  Percuma terus meratapi kegagalan masa lalu atau membangga-banggakan kejayaan masa lalu karena hal itu tidak bisa mengubah keadaan yang sedang kita hadapi.  Kita harus hidup dalam realitas hari ini, bukan kemarin atau masa lalu.

Rasul Paulus, yang dulunya bernama Saulus, orang dari Tarsis, dikenal banyak orang sebagai penganiaya dan pembunuh pengikut Kristus.  Salah satunya adalah ketika Stefanus dirajam batu ia pun punya andil besar dalam peristiwa itu.  Namun setelah bertemu dengan Tuhan Yesus ia mengalami kelahiran baru.  “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).  Setelah itu Paulus dipanggil Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa melalui pemberitaan Injil. 

Melihat hal tersebut Iblis tidak tinggal diam, ia terus mendakwa dan mengganggu memori Paulus tentang masa lalunya yang kelam, namun syukur Paulus tidak terprovokasi.  Ia membuat keputusan berani yaitu meninggalkan masa lalu, dan mengarahkan pandangan ke depan dengan penuh iman kepada Kristus, “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”  (Filipi 3:13b)

Ingatlah! Jangan membiarkan diri kita dibelenggu masa lalu, supaya kita bisa menikmati berkat yang Tuhan sediakan untuk kita pada hari ini! Jangan menengok masa lalu, berlarilah dengan pandangan lurus ke depan dengan mata terarah kepada Tuhan, karena Tuhan telah menyediakan masa depan yang penuh harapan,  “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11). GBU & Fam. Better days are coming. (pg) 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *