Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh damai sejahtera. Sesungguhnya hidup itu tidak hanya berbicara mengenai apa yang kita miliki, tapi juga tentang apa yang telah kita bagi. Billy Graham (Penginjil asal Amerika) berkata, “Tuhan memberi dua tangan, yang satu untuk menerima dan satunya untuk memberi.”
Saudara, peristiwa natal sesungguhnya berbicara tentang memberi. Allah Bapa memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus memberikan diri-Nya untuk diutus ke dunia, Maria memberikan dirinya untuk mengandung dan melahirkan Sang Bayi Kudus, dan para orang majus memberikan persembahan berupa emas, kemenyan, dan mur.
Karena itu saya ajak pembaca yang punya potensi, mari di masa raya natal 2020 kita mengikuti jejak para peran utama dalam peristiwa natal yang pertama, untuk menjadi Si Pemberi.
Dengan penuh antusias, mari kita mulai memeriksa apa saja yang ada di dalam diri kita, yang kita miliki, yang mungkin dapat kita bagi. Selain itu kita juga mulai mengamati, siapa saja yang akan kita beri.
Sangat menarik, Yesus sendiri menyatakan bahwa kita akan menerima jika kita memberi, bahkan kita akan menerima lebih banyak dari yang kita beri. “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38).
Saudara, intinya adalah kita akan menerima setelah kita memberi. Tuhan menghendaki kita untuk memberi dengan hati yang rela, sukacita, dan yang terbaik, sebab apa yang ditabur orang itu juga yang dituainya (Galatia 6:7). Entah sudah berapa kali kita diingatkan bahwa dalam kehidupan ini, ada yang namanya hukum tabur tuai. Semakin banyak yang kita tabur, akan semakin banyak pula yang akan kita tuai, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2 Korintus 9:6)
Memang dunia memiliki prinsip yang berbeda dengan firman Tuhan dalam hal memberi. Dunia berprinsip bahwa jika kita banyak memberi, maka kekayaan kita akan semakin berkurang dan akhirnya kita bisa mengalami kekurangan. Oleh karena itu, kita harus menghemat sedemikian rupa, kalau perlu kita menjadi orang yang pelit.
Sebaliknya Salomo bersaksi dan memberi peneguhan, “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (Amsal 11:24-25). Ingatlah! Santo Fransiscus dari Asisi berkata, “Karena dalam memberi itulah kita menerima.” Maka hidup kita semakin bermakna ketika kita mampu berbagi bukan hanya menikmatinya sendiri. Rasul Paulus mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan terlebih dahulu telah memberikan apa yang kita butuhkan, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; …” (2 Korintus 9:10). Selamat memberi. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas. (pg)
Leave a Reply