Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur. Jika kita bisa mensyukuri untuk apa yang telah kita peroleh dan miliki, maka hidup kita akan lebih tenang. Orang bijak memberikan tips, “Endapkan emosi ke level terendah jika ingin mendapatkan ketenangan hati, agar kita bisa melihat setiap permasalahan dengan lebih jernih.”
Kita perlu hidup secara seimbang, kadang kita bergembira ria, tapi kadang kita juga butuh untuk menikmati suasana tenang, supaya hati dan pikiran kita menjadi bening.
Saudara, seringkali ketika kita sedang menghadapi masalah yang cukup berat, maka reaksi yang muncul dalam diri kita: Panik, gelisah, kalut, kacau, stres, cemas dan khawatir. Kemudian kita berusaha sekuat tenaga agar segera bisa terlepas dari masalah yang sedang membelenggu.
Hari ini pemazmur mengingatkan kita, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:11).
Saudara, pengalaman hidup saya bercerita bahwa dalam hidup ini ada saat-saat tertentu kita perlu berdiam diri dan menenangkan diri, sebab bila kita tidak tenang dan hati terus bergelora saat masalah datang, maka sulit bagi kita untuk mengambil keputusan yang tepat, karena pikiran kita sedang kacau.
Berdiam diri artinya tenang, tidak banyak bereaksi. Sikap tenang ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan dan doa kita kepada Tuhan. Nabi Yesaya mengingatkan, “… dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. …” (Yesaya 30:15b).
Berkenaan dengan hal tersebut Daud memiliki banyak pengalaman dengan Tuhan. Oleh sebab itu ketika sedang dalam masalah, Daud berusaha untuk selalu mengingat-ingat semua kebaikan dan pertolongan Tuhan dalam hidupnya, sekalipun secara kasat mata masalah yang dihadapinya seolah-olah menemui jalan buntu dan tidak ada harapan. Daud bersaksi, “Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: ‘Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!’” (Mazmur 116:3-4).
Daud percaya bahwa Tuhan pasti memberikan pertolongan tepat pada waktunya, karena itu ia memerintahkan jiwanya untuk kembali tenang, “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” (Mazmur 116:7). Seberat bagaimana pun masalah yang kita alami saat ini, hendaklah kita tetap tenang, supaya kita dapat berdoa.
Ketika para murid berada di atas perahu dan sedang diombang-ambingkan oleh gelombang karena angin sakal, mereka sangat panik, suasana pun semakin mencekam ketika mereka melihat ada seorang yang berjalan di atas air, yang disangkanya hantu. Mereka berteriak sekencang-kencangnya karena takut. Berkatalah Tuhan kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Matius 14:27).
Ingatlah! Tenang mencerminkan suatu kemantapan hati dan keyakinan bahwa Tuhan pasti sanggup melakukan segala perkara bagi kita! Moammar Emka (Penulis asal Indonesia) berkata, “Berdiam juga pilihan. Memberi ruang pada nalar untuk bercinta; mencari jawaban. Semoga tenang menjelang, kemudian.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply