BUAH KEHIDUPAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan selamat menikmati kasih dan kebaikan Tuhan. Semoga buah dari kasih dan kebaikan Tuhan, akan dapat dinikmati oleh mereka yang ada di sekitar kita.

 
Anne Avantie (Perancang busana asal Indonesia) berbagi tentang harapannya, “Saya ingin, ibarat pohon, dahan-dahan saya dapat menjadi tempat yang aman untuk burung-burung bersarang dan berbuah banyak manis rasanya tak mengenal musim, sehingga bisa dipetik oleh siapa saja.”

Saudara, buah berbicara tentang hidup yang menjadi berkat bagi orang lain, hidup yang berguna atau berdampak bagi orang lain.  Buah itulah yang ingin Tuhan lihat dalam kehidupan setiap orang percaya.  Yesus bersabda  “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”  (Yohanes 15:8).  Dengan demikian harapan ibu Anne Avantie selaras dengan harapan Tuhan Yesus.


Mengapa setiap orang percaya harus menghasilkan buah?  Buah merupakan sesuatu yang alamiah yang dihasilkan oleh  pohon buah.  Adakah kita mendapati buah pada  pohon yang sudah kering dan mati?  Pasti kita tidak mendapatinya.  Jadi buah adalah salah satu tanda bahwa di dalam pohon itu ada kehidupan.  Selain itu buah juga sebagai pertanda bahwa pohon mengalami pertumbuhan yang baik dan sehat. 

Saudara, semakin kita bertumbuh secara rohani semakin kita mencapai  kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus  (Efesus 4:13).  Kita tahu bahwa  pohon tidak akan pernah menghasilkan buah jika ia belum dewasa.  Jadi orang percaya  yang dewasa rohaninya pasti akan menghasilkan buah. 

Dengan demikian berbuah adalah pertanda bahwa kerohanian kita hidup dan bertumbuh menjadi dewasa!

Selanjutnya, bagaimana agar berbuah bagi Tuhan?  Kuncinya adalah tinggal di dalam Tuhan;  melekat kepada Pokok Anggur yang benar. Yesus bersabda, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”  (Yohanes 15:4).  Untuk menegaskan hal tersebut, kata tinggal ditulis sampai sepuluh kali dalam sepuluh ayat pertama dari Yohanes pasal 15.  

Tinggal di dalam Tuhan berarti taat melakukan firman-Nya.  Ketaatan kita melakukan firman Tuhan akan menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita.  Nilai-nilai hidup yang kita hidupi dan kembangkan, akan bisa dinikmati oleh orang-orang yang bergaul dengan kita. Akibatnya, orang percaya yang berbuah, hidupnya akan berdampak bagi keluarga dan masyarakat luas.

Ingatlah! Mari kita hayati pernyataan Bunda Teresa (Biarawati Katolik Roma yang melayani di India) berikut, “Buah keheningan adalah doa. Buah doa adalah iman. Buah iman adalah cinta. Buah cinta adalah pelayanan. Buah pelayanan adalah damai.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *