BANTAL yang EMPUK

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh damai sejahtera. Saudara, ada pribahasa yang berbunyi, “Hati nurani yang bersih adalah bantal yang empuk”. Kalau kita mempunyai hati nurani yang bersih maka kita akan menikmati ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian. Maka hampir setiap malam kita akan dapat menikmati tidur yang nyenyak.

Saudara, Rasul Paulus, hamba Tuhan yang telah banyak makan asam garam dalam pelayanan pemberitaan Injil. Karena Injil Kristus, Paulus harus menanggung penderitaan. “Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati.” (2 Korintus 1: 8b-9a).

Bagaimana pun hebatnya karakter dan pelayanan Paulus, ia tetaplah manusia biasa seperti kita. Pada ambang tertentu, ia bisa saja mengalami kelemahan. Namun hal itu tidak sampai membuat Paulus patah arang dan melarikan diri dari pelayanan yang dipercayakan Tuhan.

Saudara, apa rahasia kemenangan Paulus sehingga ia tidak sampai tergeletak? Paulus, bukan hanya berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada, melainkan juga masih bisa menolong dan memberi kekuatan kepada orang-orang yang dilayaninya.

Salah satu kuncinya adalah ia memiliki hati nurani yang murni! Hati nurani atau suara hati adalah kemampuan batin untuk mengetahui dengan roh kita, memberi persetujuan ketika kita berbuat benar, tetapi menuduh ketika kita berbuat salah. Paulus berkata, “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.”  (Kisah Para Rasul 24:16).

Seseorang yang memiliki suara hati atau hati nurani yang baik dan murni dipastikan akan memiliki integritas, tidak munafik, dan dapat dipercaya, “Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.”  (2 Korintus 1:12)

Itulah sebabnya Rasul Paulus dengan bersungguh hati melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Motivasinya tulus yaitu hanya ingin menyenangkan hati Tuhan, bukan manusia.

Ingatlah! Syukur kepada Tuhan!  Karena penebusan Kristus di kayu salib hati kita telah dibersihkan dari segala kotoran, sehingga kita dilayakkan untuk menghadap Tuhan.“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”  (Ibrani 10:22). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *