
Author: Christopherus
-
L G B T
Saudaraku, LGBT singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, jadi ditujukan untuk suatu kelompok masyarakat yang orientasi seksualnya menyimpang dari lazimnya sebagaimana laki-laki dan perempuan.
Kalau kita berkunjung ke Los Angeles, California, Amerika, poster maupun atribut LGBT dapat dilihat di hampir setiap daerah, seperti benderanya yang strip warna-warni, alat-alat make-up atau kosmetik yang mendukung, dan toilet umum bukan hanya untuk MEN dan WOMEN, tapi juga ditambah dengan kategori ALL GENDER, jadi kalangan LGBT bisa punya pilihan toilet.
Mengapa ada LGBT? Entahlah. Ada ilmuwan yang mengetengahkan teori bahwa homoseksualitas adalah bawaan sejak lahir karena kelainan kromosom/gen Xq28, tapi banyak pula dokter yang membantah homoseksualitas sebagai bawaan sejak lahir, melainkan terjadinya karena pengaruh lingkungan. Melihat jumlah kalangan penganut LGBT semakin membesar, sehingga pemerintah Amerika mendorong adanya semakin banyak fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang membuka pelayanan untuk kalangan ini.
Ini juga di kawasan California, maaf ya, ada beberapa gereja yang menerima jemaat dari kalangan LGBT dan membolehkan mereka mengadakan upacara pernikahan sesama jenis. Aku tanya kepada seorang rohaniwan yang pelayanan di San Fransisco, mengapa? Dia bilang gereja memang dasarnya ingin menjangkau jiwa-jiwa dari berbagai kalangan, jadi termasuk membuka bagi kalangan LGBT untuk datang ke gereja secara terang-terangan, selain itu pemerintah setempat melarang adanya perbedaan gender dalam hal pelayanan keagamaan, jadi bila ada permintaan pemberkatan nikah sesama jenis ya mesti dilayani.
Aku pernah bertanya ke seorang rohaniwan di Jakarta yang menjadi gembala di suatu denominasi gereja yang jumlah jemaatnya ribuan, mengapa. Dia bilang, Sinodenya sudah berketetapan, bahwa mereka memang membenci dosanya karena bertentangan dengan ajaran Alkitab, namun mereka perlu melihat kenyataan untuk mengasihi orang-orangnya, karena itu dibuka suatu Persekutuan untuk menampung kalangan LGBT, dengan harapan semoga kalangan ini bisa bertobat dan berbalik bisa hidup normal sesuai ajaran Alkitab.
Saudaraku, yang mesti menjadi pemikiran kita bersama, mengapa jumlah kalangan LGBT semakin bertambah terutama di kalangan anak-anak muda. Jelas bukan karena keturunan atau adanya kelainan kromosom, tapi mungkinlebih disebabkan karena adanya keluarga-keluarga yang kurang serius dalam mendidik anak-anaknya, dan lingkugan anak yang saat bertumbuh besar ternyata banyak bergaul dengan orang-orang dari kalangan LGBT.
Awas-awas ya, orangtua mestinya bisa mengenali teman-teman anaknya yang berperilaku kurang pada tempatnya seperti kaum laki-laki yang memakai anting-anting atau suka merias diri secara berlebihan.
Jadi anak-anak sejak kecil mesti diajarkan secara jelas tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dan masing-masing gender ini memiliki mainan, pakaian, alat-alat make-up atau perias diri dan asesoris yang berbeda. Juga kecenderungan banyaknya acara hiburan di TV yang menampilkan aktor yang kemayu atau keperempuan-puanan, ini jangan dianggap lucu-lucuan, anakmu bisa terpengaruh!
Apalagi kaum remaja dan pemuda kita menggandrungi penyanyi-penyanyi boyband khususnya dari Korea. Memang tampilan gerak dan nyanyinya sangat menarik, kostum yang cemerlang, tapi perhatikan muka setiap penyanyi prianya yang dipoles make-up, lipstik dan rata-rata memakai anting satu sisi, sebagai salah satu tanda menganut LGBT. Model-model ini malahan digandrungi para gadis muda, dan pria-pria muda yang obsesif ingin mendapatkan perhatian dari gadis-gadis muda cenderung ikut-ikutan seperti tampilan boyband.
Saudaraku, saat kita membaca Alkitab, jelas sejak semula Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, tidak ada yang transgender atau gendernya abu-abu.
Kejadian 1:27: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” KJV version: “God created man in his own image, in the image of God created he him; male and female created he them.” Jadi Tuhan hanya menciptakan male dan female. Ditegaskan lagi oleh Tuhan Yesus di Matius 19:4: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?”
Jadi jelaslah, ciptaan Tuhan tentang manusia hanya ada laki-laki dan perempuan, tidak ada gender yang lain. Adanya LGBT lebih terjadi karena salah asuhan oleh orangtua, adanya lingkungan anak-anak yang bertumbuh dalam pergaulan yang kurang sehat atau menyimpang, dan adanya pengaruh dari dunia hiburan yang hanya bertujuan untuk membuat tampilan aktor atau artis berbed, a kelihatan wah dan atraktif.
Saudaraku, mari kita membuka hati, tangan, dan telinga kita untuk kalangan LGBT. Mari kita doakan dan dampingi mereka sehingga suatu saat mereka dapat mengalami jamahan, pengampunan, pemulihan, dan kesembuhan dari Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. (Surhert).
-
Firm Faith in the Midst of Problems
MAZMUR 3. Sahabat, Mazmur 3 merupakan sebuah mazmur yang berisi curahan hati raja Daud ketika ia lari dari kejaran Absalom, anaknya sendiri. Absalom mengadakan persekongkolan melawannya, berusaha untuk merenggut bukan hanya takhtanya tetapi juga hidupnya. Kisahnya dapat kita baca dalam 2 Samuel 15:1-37.
Saat itu Raja Daud sungguh menghadapi dilematik, dalam keadaan yang sangat sedih dan dalam bahaya besar. Persekongkolan melawannya sudah matang. Pihak yang berusaha menghancurkannya sangatlah menakutkan, dan masalah ini sungguh tak terperikan, karena anak kandungnya sendiri yang menjadi dalang pemberontakan. Absalom pun berhasil merebut hati rakyat. Akibatnya, raja Daud terpaksa melarikan diri dari istananya.
Mengapa Daud harus melarikan diri? Bisa jadi salah satu alasannya adalah agar tidak terjadi perang saudara yang pasti akan membawa penderitaan bagi kedua belah pihak. Dalam pelariannya dicatat: “Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. … ” (2 Samuel 15:30). Walau dalam keadaan demikian, raja Daud masih dapat menulis sebuah mazmur yang menghibur dan menguatkan setiap orang yang menyanyikan atau membaca mazmurnya. Ia tetap teguh dan tidak bimbang hati kepada Allah.
Syukur hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Mazmur dengan topik: “Firm Faith in the Midst of Problem.(Iman yang Teguh di Tengah Masalah)”. Bacaan Sabda diambil dari Mazmur 3:1-9. Sahabaat, kadang kala hidup menjadi amat rumit dan serba sulit.. Tantangan, kesulitan, dan masalah tak berpamitan datang menerpa kehidupan kita. Belum selesai yang satu, sudah datang yang lain. Kita dapat saja menyerah, namun kita memilih untuk bertahan. Alasannya tidak lain karena kita meyakini Tuhanlah sumber pertolongan kita, asalkan kita berlari kepada-Nya.
Hati Daud pedih mengetahui kenyataan bahwa Absalom, anaknya, sedang berusaha membunuhnya untuk mengambil alih takhta. Pula ia gentar melihat betapa banyak lawan yang bangkit menyerang (Ayat 2). Sungguh, situasi ini dapat membuat Daud kewalahan! Hal ini dapat menjadi titik akhir ia menyerah. Namun ada alasan mengapa Daud tetap bertahan, mengapa ia mampu mengatasi setiap halangan untuk keluar menjadi pemenang?Berkatalah Daud: “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku” (Ayat 4a). Daud meyakini Tuhan adalah tempat perlindungannya. Tangan perlindungan Tuhan ibarat perisai yang menghadang setiap senjata yang dilontarkan musuh. Saat Daud ada dalam kesesakan, ia tinggal berseru kepada Tuhan (Ayat 5). Tidak heran sekalipun situasi masih mencekam, Daud dapat membaringkan diri, lalu tidur dengan tenang (Ayat 6).
Sahabat, Tuhan memegang kendali atas kehidupan kita. Dia sanggup melepaskan kita dari mara bahaya, pula menunjukkan jalan keluar bagi setiap masalah. Kesulitan mungkin mengancam, namun bersama Tuhan kita selalu aman. Ya, inilah alasan kita bertahan, sekalipun mungkin hari ini persoalan mengimpit di kiri dan kanan. Yakinlah Tuhan memberi pertolongan tepat pada waktunya! Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:
- Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
- Apa yang Sahabat pahami dari ayat 6?
Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Tidak peduli bagaimana situasi di depan, kita dapat terus bertahan sebab tangan Tuhan terus menopang. (pg).
-
OVER OPTIMIS
Saudaraku, bertemu dengan orang yang optimis sungguh menyenangkan karena masalah seberat apa pun akan terasa lebih ringan. Namun optimisme perlu diimbangi dengan pengamatan yang cermat karena optimisme yang berlebihan akan merugikan. Mari renungkan Yohanes 13:36-38.
Yesus mengenal Petrus dengan baik karena Petrus masih ada hubungan kekerabatan dengan-Nya. Hubungan itu dipererat dengan kebersamaan selama tiga tahun yang membuat Yesus semakin mengenal karakter murid-Nya ini. Itulah sebabnya Yesus menanggapi dengan skeptis perkataan Petrus yang dengan yakin akan menyertai-Nya walau harus bertaruh nyawa.
Secara terbuka Yesus menyatakan keraguan-Nya bahkan Ia berkata Petrus akan menyerah dalam beberapa jam ke depan. Bukan karena Petrus adalah pribadi yang lemah, namun Yesus tahu benar beratnya tantangan itu tak sebanding dengan kemampuan Petrus.
Walaupun ada nada optimis dalam ucapan Petrus, namun Yesus tak sependapat. Petrus mengasihi Yesus dan khawatir ditinggalkan, namun Yesus ingin menyadarkan Petrus tentang sebuah realitas yang memang harus dihadapi, realitas pahit namun membawa kemuliaan yaitu kematian-Nya. Yesus juga mengajar Petrus untuk mengikuti kehendak Allah dan tidak mengandalkan kekuatannya sendiri.
Saudaraku, sebagaimana manusia yang lain, para pengikut Kristus juga diperhadapkan dengan tantangan kehidupan. Banyak pengkhotbah menekankan bahwa posisi sebagai umat pilihan Allah membuat pengikut Kristus diberi keistimewaan untuk menjadi pemenang dan klaim ini membuat mereka seringkali merasa over yakin.
Umat Tuhan tidak mungkin kalah, dan karena memegang klaim tersebut justru umat seringkali ‘terpeleset’, meyakini kemampuan sendiri alih-alih bersandar kepada Tuhan, dan bahkan menyangkal realitas yang tidak seperti yang diharapkannya.
Dari teguran Yesus kepada Petrus menunjukkan bahwa sebenarnya manusia perlu untuk melihat tantangan dengan menyandarkan diri kepada Dia yang lebih tahu hari esok. Memang Tuhan selalu melindungi umat-Nya namun Tuhan lebih menginginkan umat bersandar kepada-Nya dengan penuh kerendahan hati.
Sekalipun menjadi umat pilihan, namun para pengikut Kristus diharapkan untuk meminta petunjuk-Nya di setiap jalan. Itulah sebabnya Daud menuliskan nyanyian agar para orang saleh tetap meminta petunjuk-Nya dalam menempuh perjalanan hidup, sebagaimana tertulis dalam Mazmur 32:8 yang mengatakan, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”
Saudaraku, RELASI. Tuhan menginginkan RELASI TETAP TERJALIN walaupun sudah ada hak Istimewa sebagai umat pilihan. Dengan relasi yang benar, maka umat Allah tak akan jumawa dalam iman percayanya. OPTIMIS BOLEH boleh namun jangan OVER OPTIMIS. Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)
-
SETIAP LANGKAH ADALAH ANUGERAH
Saudaraku, mari kita membaca dan merefleksikan Yesaya 41:10: “… janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Satu minggu sudah Kensa menggunakan seragam putih abu-abunya. Yang dilengkapi dengan badge warna coklat di saku kemeja sebelah kiri. Yah, sekolah memang sudah dimulai sejak dua minggu lalu, tapi di minggu pertama dia masih memakai seragam SMP nya karena program MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Jadi baru di minggu berikutnya dia bisa memakai seragam SMA nya.
Kemeja putih Kensa bukan kemeja baru. Kemejanya adalah kemeja SMP yang baru dipakainya setahun lalu saat dia naik kelas IX. Masih putih bersih, jadi tinggal diganti badge dan identitas sekolahnya.
Celana abu-abu Kensa juga bukan celana baru. Sebenarnya lebih tepatnya sih celana baru yang lama. Ha… ha… ha…, maaf kalau terasa membingungkan. Jadi dua buah celana abu-abu Kensa itu awalnya adalah celana Damai (kakak Kensa). Pada saat bulan Maret 2020, dengan pertumbuhan fisik yang sangat pesat, dia membutuhkan celana abu-abu yang baru. Kubuatkanlah dua celama supaya bisa dipakai bergantian. Sayang, saat celana baru siap dipakai, tibalah pandemi covid 19 yang menghentikan semua kegiatan sekolah. Sampai lulus SMK, Damai tidak pernah memakai celana itu karena lamanya pandemi. Makanya kusebut “Celana baru yang lama” Tidak butuh waktu, dengan beberapa permak, jadilah celana abu-abu ini menjadi milik Kensa.
Saudaraku, menyaksikan Kensa berseragam putih abu abu adalah bukti kebaikan Tuhan yang sungguh nyata bagiku. Bukti penyertaan dan kemurahan Tuhan yang mengalir sedemikian dahsyatnya bagiku dan keluargaku.
Flash back ke Juni 2018, aku bahkan tidak berani berharap bahwa Kensa akan menyelesaikan sekolah dasarnya. Saat itu adalah awal aku menerima vonis dari dokter bahwa Kensa mengidap kanker getah bening Tapi Tuhan sungguh sumber kekuatan dan pertolongan. Pada tahun 2020, Meski harus berjalan dengan tertatih, meski harus sekolah dengan banyak bolong absensi, meski harus sekolah beriringan dengan pengobatan dan kemoterapi, Kensa tetap bisa menggunakan toga wisuda untuk kelulusan SD nya meski dengan kepala tidak berambut. Kelulusan pertama yang diraihnya setelah kanker menyerang.
Masa sekolah dasar dilewati. Selangkah demi selangkah masa sekolah menengah pertama dijalani di dalam pandemi. Kensa masih tetap harus berjalan bersama dengan semua pengobatan yang harus dijalani. Bahkan pada Juli 2022, ketika benjolan kembali muncul untuk kali ketiga, ketika biopsi harus kembali dijalankan dan pada akhirnya memberi hasil yang sama; Kensa tetap berusaha untuk terus berjalan menapaki sekolahnya.
Aku tidak memberi target apa pun kepadanya. Bisa masuk sekolah selama satu minggu penuh saja, hatiku sudah sangat bersyukur. Yah, fisiknya memang belum bisa kembali sama seperti sebelum sakit. Pengobatan kemoterapi juga harus kembali dijalankan selama dia berada di kelas IX. Hipokalemia juga masih sering menyerang dan memberi rasa sakit di kaki dan badannya.
Saudaraku, namun sungguh, ini yang seringkali membuatku terkagum, Kensa tidak pernah menyerah. Sepanjang satu tahun ini dia harus menjalani kemoterapi ulangan sebanyak 6 siklus (kemo terpanjang yang pernah dijalaninya). Dia tetap menjalani hari-harinya. Tanpa keluh, meski kadang bosan minum obat dan takut untuk diinfus karena sulitnya mencari vena yang masih bagus.
Hari demi hari masa-masa di SMP nya dilalui Kensa dengan tidak mudah. Sekolahnya banyak sekali tertinggal karena pengobatan dan kemoterapi yang sangat intens. Sampai akhirnya tiba juga bulan Juni 2023. Kensa dinyatakan lulus SMP dan beranjak ke jenjang berikutnya.
Perjalanan yang seringkali terasa sangat sunyi dan berat. Tapi selalu tiba pada ujung perjalanan dan mencapai target yang dituju. Terkadang Kensa berjalan sangat pelan, bahkan pernah harus berhenti sejenak. Tapi Tuhan senantiasa memberi kekuatan dan semangat baru. Tepujilah Tuhan untuk semua anugerah-Mu.
Saudaraku, menyaksikan Kensa saat ini sudah tiba di masa SMA nya, dengan iman dan dengan pengharapan pastiku kepada Tuhan, aku percaya dia akan terus bisa melangkah sampai ke jenjang – jenjang yang lebih tinggi selanjutnya. Dengan Tuhan sebagai penopang sekaligus sebagai pimpinan. Berjalan selangkah demi selangkah. Di dalam Tuhan dan bersama Tuhan. Sampai Kensa dipakai-Nya untuk menjadi berkat, bagi sesama dan bagi dunia. Fly high Baby Boy! (Novi Reksanto)




