Author: Christopherus

  • Hari MALANG dan Hari MUJUR

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena masa depan sungguh ada bagi setiap orang percaya. Sahabat, ada peribahasa lama berkata, “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak” yang artinya kehidupan didepan kita menjadi rahasia Allah,  untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka. Kemalangan dan kemujuran umumnya datang dan pergi seperti pencuri yang tidak dapat diprediksi.

    Sahabat, coba kita bandingkan peribahasa tersebut dengan Firman Tuhan yang ditulis dalam Kitab Pengkhotbah 7:13-14, “Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.”

    Di dunia ini, tidak ada orang yang dapat memberikan hikmat sejati. Tidak ada orang yang berkuasa mengubah karakter seseorang. Benar! Pasti tidak ada! Di dunia ini dapat dipastikan tidak ada seorang pun yang berkuasa melakukannya!

    Sahabat, hanya Allah yang berkuasa mengubah karakter seseorang. Hanya Allah yang dapat melakukannya! Hanya Tuhan yang berhikmat dan berkuasa mengubahnya! Hanya Tuhan yang berkuasa meluruskan jalan hidup sesesorang yang bengkok. Karena hanya Tuhan Allah kita yang memiliki kuasa dan hikmat sejati.

    Lebih jauh, Pengkhotbah 7:14 menyatakan: Pada hari mujur bergembiralah. Ya! Bergembiralah pada hari mujur! Bergembiralah! Tetapi pada hari malang ingatlah! Ingatlah baik-baik! Pada hari malang pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur!

    Benar! Allah menjadikan hari malang seperti hari mujur, hari yang beruntung, hari yang baik. Hari yang penuh berkat. Tuhan menjadikan hari-hari yang penuh kekecewaan menjadi hari-hari yang memuaskan. Tuhan berkuasa membuat hari-hari yang menyedihkan seperti hari-hari yang menyenangkan. Tuhan berkuasa membuat hari-hari yang galau seperti hari-hari yang penuh kedamaian.

    Sahabat, mengapa Tuhan menjadikan hari malang seperti hari mujur? Apakah rencana Tuhan di dalamnya? Mengapa Tuhan mengizinkan hal tersebut terjadi? Tujuannya supaya  kita tidak mengetahui apa yang bakal terjadi dalam kehidupan seseorang pada masa yang akan datang. Suyaya kita tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depan kita. Supaya manusia tidak mengetahui masa depannya. Ini adalah hikmat Tuhan. Ini adalah hikmat Allah. Semua hal itu adalah rencana Allah yang telah ditetapkan-Nya bagi manusia, bagi kita sejak semula.

    Oleh sebab itu, janganlah kamu menghabiskan hari-harimu dalam kemujuran tanpa kendali. Jangan pula kamu terlena, sehingga kamu binasa dan turun ke dalam kegelapan dunia orang mati yang gelap selama-lamanya. Jangan iri hati terhadap kemujuran hidup orang fasik! Jangan iri hati dengan keberhasilan orang jahat. Jangan hilangkan kesetiaanmu kepada Tuhan, karena Tuhan sangat mengasihimu. Benar! Tuhan sangat mengasihimu!

    Ingatlah! Sahabat,  janganlah kamu heran! Tetapi percayalah! Kemalangan orang percaya dan berhikmat akan digantikan-Nya dengan kemujuran yang ajaib! Percayalah, kemalangan orang berhikmat yang takut akan Tuhan akan diubah-Nya menjadi kasih karunia yang melebihi segalanya. Percayalah! Kemalangan orang yang rindu terhadap Firman Tuhan akan dijadikan-Nya keberuntungan yang sangat dahsyat dan berlimpah-limpah. Hari-hari kemalangan orang benar yang sedang sakit akan dijadikan-Nya sembuh dengan kuasa-Nya yang luar biasa dan ajaib. Imanilah! Berkat Tuhan bagi orang yang mengikut Yesus akan seperti batang air yang mengalir dan tidak pernah kering. (pg).

  • SANG IDOLA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan penuh syukur karena kita mengidolakan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Sahabat, ada cukup banyak orang yang mempunyai tokoh idola dalam hidupnya. Entah itu dari kalangan artis, penyanyi, atlet, pengusaha, orang-orang sukses atau tokoh penting lainnya. Sebagai penggemar, tentu mereka melakukan banyak hal seperti: Mengikuti sang idola di media sosial, mencari tahu segala hal tentangnya, segala berita tentangnya, apa yang disukai dan kebiasaannya, dan mengikutinya saat sedang tur. Memasang posternya yang cukup besar di kamarnya dan memasang fotonya di sosial media. Dengan bangga menunjukkan pada dunia bahwa mereka adalah penggemarnya.

    Beberapa alasan menjadikan seseorang idola antara lain karena: Penampilannya,  ketenarannya, prestasinya, kepribadian, falsafah hidupnya, pemikirannya,  keunikannya, bahkan bisa juga karena “keanehan dan kegilaannya” dan lain-lainnya/

    Sesungguhnya idola memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan seseorang, apalagi jika idola tersebut merupakan tokoh dalam masyarakat (sosialita), akan menjadi magnet yang kuat,  menarik minat banyak sekali orang.

    Sahabat, sesungguhnya mengagumi seseorang itu boleh-boleh saja asal dalam batas kewajaran. Tetapi kalau kita mengagumi seseorang sampai kita menjadi tergila-gila dan memuja-mujanya bahkan sampai mendewakannya dan benar-benar menjadi berhala dalam kehidupan kita, itu yang berbahaya (Keluaran 20:3-5).

    Seringkali seseorang yang mengagumi seorang idola membuat dia ingin menjadi seperti sang idola. Memiliki hidup  dan berlaku seperti sang idola. Bahkan bagi para penggemar fanatik, tindakan diluar nalar menjadi hal biasa yang akan mereka lakukan, seperti melakukan oplas untuk memiliki wajah yang mirip seperti idolanya.

    Sahabat, maka dalam memilih tokoh idola sebaiknya tidak sembarangan, karena karakter dan kehidupan mereka akan memengaruhi kehidupan kita sebagai pengikut. Diantara banyaknya tokoh idola yang dapat kita kagumi, kita mempunyai seorang yang layak dan wajib menjadi teladan hidup kita, yaitu Yesus (1 Petrus 2:21).

    Menjadikan Yesus sebagai idola dalam hidup kita sama dengan menjadikan apapun yang berhubungan dengan-Nya menjadi sangat penting dan menarik. Kita akan berusaha mencaritahu segala hal tentang-Nya, kebiasaan-Nya, hal-hal yang disenangi dan tidak disenangi-Nya, bahkan kita dengan bangga akan menunjukkan pada dunia bahwa kita adalah pengikut-Nya. Bahwa kita adalah murid-Nya. Saat Yesus menjadi teladan hidup kita, kita akan berusaha untuk memiliki hidup seperti hidup Yesus dan berlaku sebagaimana sikap Yesus setiap harinya.

    Yesus adalah teladan yang sempurna, Dia idola yang benar yang akan membawa kita menjalani kehidupan dengan benar. Saat kita memutuskan untuk menjadi murid Kristus, kita harus dengan yakin membawa hati dan hidup kita menjadi seperti Dia. Saat kita menjadikan Yesus sebagai teladan dalam hidup, kita juga harus mampu menjadikan diri kita sebagai teladan buat orang lain (Filipi 2:5 dan 3:17). Seperti nasihat Rasul Paulus kepada Timotius, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

    Ingatlah! Sahabat, jadilah teladan dalam berbuat baik. Semoga kita bisa menjadi teladan bagi orang lain, agar saat mereka melihat hidup kita, mereka bisa memuji dan memuliakan Tuhan. Oh ya, saat ini, adakah idola dalam hidup kita yang mengisi hidup kita lebih daripada Tuhan Yesus? Semoga tidak ada. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Jadikan Tuhan Yesus sebagai idola dalam kehidupan kita. (pg)  

  • FONDASI KEHIDUPAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena kita telah memiliki fondasi hidup yang kokoh. Sahabat, fondasi merupakan bagian konstruksi yang terpenting pada sebuah bangunan, karena di sanalah terletak tumpuan seluruh beban yang ada di atasnya, juga kekuatan menahan berbagai gaya dari luar. Sebuah fondasi akan tergantung dari berat bangunan (berapa tingkat dan bahan yang digunakan), juga kontur tanah dimana bangunan tersebut didirikan. Ada tanah yang miring, ada tanah yang  bekas rawa, ada tanah hasil timbunan, dan lain-lain, sehingga kondisinya benar-benar harus diketahui terlebih dahulu agar fondasinya kuat untuk menahan beban rumah yang ada di atasnya.

    Kalau fondasi rumah saja begitu penting kita perhatikan, apalagi fondasi kehidupan kita. Kehidupan ini tidaklah mudah untuk dijalani. Selalu ada badai masalah, tekanan, problema dan berbagai rintangan yang akan  muncul tanpa permisi. Bagaimana kita bisa bertahan dan tetap tegar di tengah badai kalau fondasi kita lemah?


    Sahabat, fondasi kehidupan kita begitu penting, sehingga Tuhan Yesus langsung bersabda, “Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya–Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan–, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.” (Lukas 6:47-48).

    Sedangkan Rasul Paulus menyatakan bahwa fondasi hidup orang percaya adalah Tuhan Yesus sendiri, bukan yang lain,   “… tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” (1 Korintus 3:11).  Jadi, yang menjadi fondasi hidup orang percaya bukanlah sebuah pelayanan, keanggotaan atau jabatan dalam struktur keorganisasian di sebuah gereja atau lembaga gerejawi,   “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”  (1 Petrus 2:6).

    Lalu bagaimana agar kita bisa memiliki fondasi  kehidupan yang kokoh?  Perhatikan kembali Lukas 6:47-48 di atas. Itulah kunci untuk membuat sebuah fondasi kehidupan yang kokoh  yang sangat berpengaruh pada kekuatan hidup. Datang kepada Tuhan, mendengarkan perkataan-Nya dan melakukan firman-Nya. Berhenti pada percaya kepada-Nya dan mengetahui firman-Nya saja tidaklah cukup untuk membangun fondasi hidup yang kokoh kuat. Kita harus pula melanjutkan dengan melakukan apa yang Dia ajarkan. Intinya, kita harus melandaskan hidup kita sepenuhnya pada batu karang yang tidak lain adalah Kristus sendiri. (1 Korintus 10:4).

    Ingatlah! Sahabat,  ketika kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia yang penuh tantangan dan pergolakan ini, janganlah kita salah mendasarkan kehidupan kita. Janganlah kita mendasarkan  kehidupan kita pada kekayaan atau kedudukan, atau hal lain yang bersumber dari dunia yang fana. Karena segala sesuatu yang berasal dari dunia,  memiliki sifat yang rapuh dan fana. “Sebab, semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur.” (1 Petrus 1:24). Tuhan memberkati Sahabat dan keluiarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita agar dapat memilih fondasi hidup yang benar. (pg)

  • KASIH SETIA TUHAN tidak pernah BERUBAH

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur. Sahabat, pengenalan akan Tuhan sangat menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan, terlebih bila kesulitan datang: Apakah kita menghadapi masalah dengan penuh pengharapan kepada Tuhan atau menghadapinya dengan sikap putus asa? Mazmur 108:1-14 merupakan doa dan nyanyian syukur yang mengungkapkan semangat dan kesiapan hati Daud untuk menyaksikan  perbuatan Tuhan yang besar yang menyelamatkan umat-Nya.

    Sahabat, kalau Mazmur 53 identik dengan Mazmur 14, maka Mazmur 108 ini merupakan gabungan dari dua mazmur. Ayat 2-6 berasal dari Mazmur 57:8-12, sedangkan ayat 7-14 mengutip Mazmur 60:7-14.

    Kalau mengingat mazmur adalah respons umat dari waktu ke waktu dalam sejarah panjang Perjanjian Lama, maka tidak heran dalam mengungkapkan perasaannya pemazmur bisa mengutip bagian mazmur lainnya yang sesuai..

    Sahabat, Mazmur 108 dimulai dari keyakinan iman pemazmur bahwa Tuhan pasti menjawab doa pergumulannya (ayat 2-6). Kasih setia Tuhan dapat diandalkan. Hal tersebut diteguhkan dengan pernyataan akan kuasa Tuhan atas berbagai suku bangsa yang ada di sekeliling Israel (8-10). Kemudian ditutup dengan menegaskan kebergantungan penuh kepada Tuhan karena manusia tidak dapat diandalkan (11-14). Kasih setia Tuhan kembali menjadi andalan umat-Nya dalam menghadapi masalah apa pun dalam kehidupan ini.

    Pengalaman hidup orang percaya sangat dinamis, seperti yang terungkap waktu kita merenungkan mazmur. Dari pergumulan karena menghadapi masalah berubah menjadi syukur dan sembah karena mendapat pertolongan Tuhan. Pengalaman tersebut membuahkan keyakinan iman dan pengharapan. Keyakinan akan kebaikan dan kemahakuasaan Tuhan selanjutnya menghasilkan keberanian untuk meminta pertolongan tatkala masalah kembali menimpa. Apa pun masalah yang kita hadapi, ingatlah bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.

    Sahabat, Daud mau memuji atau bermazmur bagi Tuhan, sebab ia percaya dan menyadari besarnya kasih setia Tuhan. Daud percaya bahwa Tuhan yang berkuasa atas bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain akan bertindak menolong dan menyelamatkan umat-Nya pada saat-Nya. Daud sadar bahwa kekuatan manusia sangat terbatas, tetapi pertolongan Tuhan membuat kita bisa berkata, “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa” (ayat 14).

    Kehidupan tidak selalu lancar, tetapi jika kita sudah mengalami kebaikan Tuhan dan makin menyadari betapa besarnya kasih setia Tuhan, kita dapat menghadapi keadaan apa pun dengan penuh pengharapan kepada Tuhan. Kita tidak mudah putus asa atau menyerah karena kita percaya bahwa Dia selalu beserta kita. Ingatlah! Sahabat, setiap hari, saat bangun pagi, kita dapat menyambut hari yang baru dengan hati penuh syukur, pengharapan penuh kepada Tuhan, keyakinan bahwa kasih setia dan penyertaan Tuhan akan menopang dan menolong dalam menjalani hari dengan penuh kemenangan. Bahkan, kita dapat memandang segala tantangan dan kesulitan yang kita hadapi sebagai kesempatan melihat Allah memampukan kita untuk melakukan perbuatan gagah perkasa. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

  • HIDUP BAHAGIA

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur. Sahabat, Mazmur 33:1-22 memang  kurang jelas latar belakangnya, tetapi bukan kebetulan jika mazmur ini ditempatkan setelah Mazmur 32, yang berbicara tentang kebahagiaan orang yang diampuni Tuhan. Bila dalam Mazmur 32 kita membaca  betapa bahagianya pengampunan Tuhan, maka pada Mazmur 33 kita diperlihatkan bagaimana pengampunan yang sempurna itu menjadi pendorong bagi pemazmur untuk berelasi akrab dengan Tuhan dan menjalani hidup dengan penuh ucapan syukur.

    Sahabat, sangat menarik sekali ucapan syukur Daud. Ia tidak bersyukur atas kekayaannya, juga bukan  karena jabatan raja yang dimilikinya. Ia justru bersyukur untuk dua hal utama, yaitu firman Tuhan (ayat 4-11) dan pribadi Tuhan itu sendiri (ayat 12-18).

    Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah buku di atas segala buku, firman Tuhan yang hidup untuk manusia, yang berlaku untuk segala zaman.  Jadi isi Alkitab adalah perkataan Tuhan sendiri yang penuh kuasa. Rasul Paulus meyakinkan Timotius,  “… bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”  (2 Timotius 3:16-17).

    Sahabat, mengapa Alkitab disebut firman Tuhan yang hidup?  Karena daripadanya kita mendapatkan makanan dan minuman rohani.  Banyak orang berpikir bahwa roti adalah satu-satunya yang dibutuhkan untuk bisa hidup.  Memang benar, makanan jasmani diperlukan agar kita dapat bertahan hidup, namun ada hal lain yang diperlukan untuk membuat hidup kita lebih dari sekadar bertahan hidup.  Yesus bersabda,  “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”  (Matius 4:4). 

    Sedangkan mengenai Tuhan, Daud bersyukur karena Tuhan memperhatikan umat-Nya (ayat 13-15,18) serta berkuasa untuk menyelamatkan dan memelihara umat-Nya (ayat 19). Karena itu, Daud berkata, “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah Tuhan…” (ayat 12).

    Sahabat, melalui pengalaman Daud, kita belajar bahwa seseorang yang berelasi dekat dengan Tuhan niscaya akan berdampak pada perspektifnya dalam memandang hidup. Umumnya kita pikir bahwa hidup bahagia adalah hidup berlimpah harta dan kesuksesan. Namun bagi Daud, kebahagiaannya adalah karena ia punya Tuhan dan firman-Nya.
    Ingatlah! Sahabat, kunci mengalami kebahagiaan, sukacita, damai sejahtera yang sejati hanya kita dapatkan di dalam Alkitab.  Dengan kata lain hati manusia hanya dapat dipuaskan dengan firman Tuhan saja.  Juga kedewasaan rohani setiap orang percaya hanya dapat bertambah-tambah dan menjadi kuat hanya dengan membaca, mendengar, merenungkan dan melakukan firman Tuhan saja.  Sungguh bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang hidup dan berkuasa. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara agar kita dapat menikmati hidup dengan bahagia. (pg)