Author: Christopherus

  • JALINAN PERSAUDARAAN

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan berharap kita tetap dapat berkomunikasi dengan konco-konco zaman biyen (dahulu). Sahabat, menjadi seseorang yang diingat oleh orang lain karena kenangan yang baik ternyata sungguh indah dan mengesankan. Tak terkecuali bagi jemaat di Filipi. Kepada jemaat tersebut, Rasul Paulus menulis surat singkat dari balik jeruji penjara. Secara khusus, ia mengingat kembali akan kebaikan-kebaikan Tuhan yang dialaminya melalui jemaat di Filipi.  Jemaat tersebut mempunyai kontribusi yang penting dalam pelayanan Paulus, baik melalui persekutuan mereka dengan Paulus maupun melalui dukungan finansial mereka. Paulus dan jemaat di Filipi saling mendukung. Mereka, tentu saja, juga bersyukur karena saling memiliki.

    Untuk itu kali ini kita akan menggali berkat dari Surat Filipi 1:3-11 dengan judul: “Ucapan syukur dan doa.”

    Sahabat, Filipi 1:3-11 merupakan bagian dari surat-surat Rasul Paulus dan Timotius yang dikirimkan  kepada segenap jemaat di Filipi. Doa mereka sungguh menyejukkan hati untuk segenap jemaat di Filipi. Mereka berdoa supaya kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai mereka semua (ayat 9-11).

    Rasul Paulus menyatakan bahwa ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali mengingat jemaat di Filipi. Setiap kali ia berdoa untuk mereka semua, ia selalu berdoa dengan penuh sukacita. Ada saja perasaan senang dan riang gembira yang muncul ketika ia berdoa untuk mereka (ayat 3 dan 4).

    Rasul Paulus juga mengatakan bahwa ia mengucap syukur kepada Allah, karena adanya jalinan ikatan, hubungan atau persekutuan yang luar biasa, yaitu persekutuan dalam Berita Injil yang intim dan terus berlangsung sampai surat tersebut ditulis (ayat 5)

    Rasul Paulus meyakini bahwa terjadinya keberlangsungan komunikasi antara dirinya dengan jemaat di Filipi, adalah karena kuasa Kristus yang ajaib (ayat 6).

    Berkaitan dengan itu, Rasul Paulus mengatakan bahwa sesungguhnya adalah sudah sewajarnya jika ia berpikir positif tentang jemaat di Filipi, karena mereka selalu berada di dalam hatinya.

    Rasul Paulus mengatakan bahwa  mereka semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadanya. Mereka memperoleh bagian kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus. Baik kasih karunia pada waktu Rasul Paulus dipenjarakan maupun pada saat dia melakukan pembelaan dan peneguhan pemberitaan Injil Kristus. Bahwa Allah adalah saksinya mengenai betapa ia, Rasul Paulus, dalam kasih mesra Kristus Yesus, sungguh merindukan jemaat Filipi (ayat 7-8).

    Sahabat, kita tentu rindu untuk meninggalkan kenangan yang baik bagi sesama kita. Tentu saja, bukan supaya mereka mengingat bahwa diri kita orang yang baik, melainkan supaya mereka dapat melihat kebaikan Tuhan. Melalui kebaikan-kebaikan kita, kiranya orang-orang di sekeliling kita bisa bersyukur dan melihat kasih Tuhan. Sebaliknya pula, kiranya kita senantiasa menyimpan kenangan tentang kebaikan hati sahabat-sahabat kita.

    Ingatlah! Sahabat, berbahagialah kita yang terus berkomunikasi kepada Tuhan dalam ibadah, doa, ucapan syukur, pujian, penyembahan, persembahan, dan pelayanan, karena Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita sudah menyediakan bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di surga. Haleluya! (pg)

  • Peran MOTIVATOR

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan mari berjalan dengan iman. Sahabat, Yohanes bercerita  bahwa di dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda, artinya  rumah anugerah.  Hal Ini menunjukkan bahwa Tuhan telah menyediakan anugerah-Nya bagi semua orang yang hidup dalam penderitaan karena buta, timpang dan  lumpuh. 

    Memang. orang-orang yang sakit sangat memerlukan anugerah dari Tuhan, terlebih bagi mereka yang sakit rohani, buta rohani, timpang rohani dan juga lumpuh rohani.  Itulahlah yang menjadi penghalang iman mereka sehingga tidak dapat bertumbuh. Itulah yang menjadi penyebab mengapa mereka belum mengalami anugerah kesembuhan dari Tuhan.

    Mungkin deretan nama berikut  tidak asing bagi pembaca karena mereka merupakan motivator papan atas di Indonesia saat ini: Gede Prama, Christian Adrianto, James Gwee dan Merry Riana. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh seorang motivator, sehingga peran motivator begitu menonjol? Peran mereka mendorong atau memengaruhi orang untuk berbuat sesuatu yang positif dengan membangkitkan kemauannya. Kadang kemauan manusia seperti sedang tertidur pulas sehingga dirinya menjadi serba pasif,  cenderung ogah-ogahan, tanpa gairah, dan kehilangan daya juang.

    Sahabat, pernahkah kamu mendengar atau membaca Tuhan Yesus menjadi seorang motivator? Sekarang mari kita  menggali berkat dari Yohanes 5:1-9.  Si lumpuh di kolam Betesda memang pasif total. Mengapa? Bayangkan, sudah 38 tahun ia menunggu mukjizat (ayat 5). Ia terkurung oleh kepercayaan bahwa kesembuhannya hanya tergantung pada kesempatan menjadi yang pertama menceburkan diri tatkala air kolam berguncang (ayat 3). Padahal, kelumpuhan merintanginya. Berharap bantuan orang lain pun mustahil karena hampir semua orang yang berada di situ sedang menantikan kesembuhan (ayat 7). Akibatnya, dia menjadi frustasi. Yang tersisa hanya kelumpuhan: baik kaki maupun hati. Kemauan untuk sembuh pun perlahan ikut terkubur di hamparan ketidakberdayaan.

    Sampai Seorang bernama Yesus datang, membuka jalan baru baginya dan berkata, “Maukah engkau sembuh?” (ayat 6). Kemudian Yesus bertindak sebagai seorang motivator dan berkata kepada Si Lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” (ayat 8). Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan (ayat 9).

    Sahabat, karena berbagai sebab dan alasan kita pun bisa diserang kelumpuhan kemauan. Padahal kemauanlah motor penggerak semuanya. Jadi, betapa bahayanya orang yang kehilangan kemauan, semangat, tekad, motivasi dan daya juang, yang lalu diikuti oleh kecenderungan untuk menyalahkan keadaan dan orang lain karena tidak berpihak padanya.

    Bangun! Ayo, bangun! Jangan berilusi. Jangan terus dan terlalu mengasihani diri sendiri. Bangkitkan motivasi dari dalam diri kita sendiri. Tak ada yang sanggup menolong kita jikalau kita sendiri tidak punya motivasi.

    Ingatlah! Sahabat, Jangan ragu dan pesimis, anugerah Tuhan selalu tersedia bagi kita yang mau datang kepada-Nya. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita agar bersedia menjadi motivator bagi mereka yang sudah tertidur pulas akibat pandemi Covid-19. (pg).

  • MANFAAT BERPIKIR POSITIF

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus , apa kabar? Salam sehat dan selalu berpikir positif. Sahabat, cara berpikir kita sangat memengaruhi cara kita menjalani kehidupan dan  menentukan hasil yang akan kita peroleh. Pikiran kita bisa menjadi kawan yang dapat membuat kita semakin lebih baik. Namun, ia juga dapat menjadi lawan, yang membawa kita semakin terpuruk. Maka kalau kita ingin mendapatkan hasil yang positif, mulai sekarang kita harus berlatih untuk selalu berpikir positif!

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berpikir artinya menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang di ingatan. Sedangkan positif artinya pasti, tegas, tentu,  yakin, bersifat nyata dan membangun. Dengan demikian berpikir positif berarti menggunakan akal budi  untuk mempertimbangkan atau memutuskan sesuatu dengan yakin, tegas, pasti dan bersifat membangun.

    Pikiran yang positif tidak terbentuk atau langsung kita dapatkan dalam waktu sesaat atau setelah kita mengikuti satu program atau setelah membaca satu artikel, misalnya  setelah kita mengikuti seminar tentang berpikir positif atau setelah kita selesai membaca renungan ini. Kita perlu melakukan upaya berulang kali. Kita perlu terus berlatih, ketika kita mulai berpikir negatif, cepat-cepat alihkan pikiran kita menjadi positif.

    Sahabat, ada ungkapan dalam bahasa Inggris yang mengatakan, “You are what you think!”  (Anda adalah apa yang Anda pikirkan).  Sedangkan dalam Amsal 23:7a dikatakan,  “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. …”  Oleh karena itu, kita harus menjaga pikiran kita agar tetap positif dan bersih, “Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.”  (2 korintus 8:21)

    Jika kita selalu berpikir positif, maka kita juga akan menuai hal-hal yang positif. Pikiran yang positif memampukan kita untuk  menanggung segala sesuatu, menambah rasa syukur, sukacita, semangat, dan tentunya mampu membuat kita melihat kebaikan-kebaikan Tuhan.

    Sahabat, Rasul Paulus dengan jelas menasihati,  “… saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”  (Filipi 4:8). 

    Berpikiran positif berarti pikiran yang diubah dan dipenuhi oleh firman Tuhan.  Perhatikan pula yang disampaikan Tuhan kepada Yosua,  “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”  (Yosua 1:8).

    Ingatlah! Sahabat, ketika pikiran kita positif, kita akan lebih bisa bersyukur dan tidak mudah mengeluh. Akibatnya, kita menjadi tenang, mampu melihat masalah dengan lebih jernih, dan akhirnya solusi pun lebih mudah ditemukan. Pikiran yang positif akan memacu kita untuk tetap bertekun, berjuang, berdoa, bersyukur, dan  semangat. Selain itu berpikir positif akan membantu kita terus berdoa dan  berpengharapan. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita agar selalu dapat berpikir positif. (pg)

  • Betapa BAIKNYA TUHAN itu

    Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena kita mempunyai Gembala yang baik. Sahabat, masih ada orang yang belum bisa mengakui bahwa Tuhan itu baik. Hal itu terjadi karena mereka berasumsi bahwa kalau Tuhan itu baik, maka perjalanan hidup mereka akan lancar, tidak ada halangan, tidak ada masalah, tidak ada sakit penyakit, tidak ada kegagalan, tidak ada bencana, dan lain-lain yang menurut mereka itu tidak baik.

    Apakah Tuhan itu baik? Jawabnya  memang bisa beragam. Sebenarnya, ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Allah sudah menyampaikan bahwa kerja keras, masalah, kesulitan, tantangan, sakit penyakit, dan penderitaan, akan menjadi bagian dalam dinamika kehidupan manusia. Sedangkan Daud dalam Mazmur 23 menyampaikan bahwa dalam perjalanan hidup kita, kadang kita harus melewati lembah kekelaman. Dengan demikian selama kita masih hidup di dunia, siapa pun kita,  masalah, kesulitan, sakit penyakit, kegagalan dan bencana, kadang menghampiri kita tanpa permisi.  


    Sahabat, untuk mengetahui apakah Allah itu baik, mari kita belajar dari pengalaman Daud yang terdapat di Mazmur 145:1-21. Dengan tegas Daud mengatakan “TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” (ayat 9). Dalam Mazmur 145 Daud berbicara mengenai pujian akan kemurahan atau kebaikan Tuhan, bukan hanya terhadap dirinya tetapi terhadap semua manusia, bahkan terhadap segala ciptaan-Nya.

    Mari kita menyimak beberapa  kebaikan Tuhan yang ditulis oleh Daud: Pertama, TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk(ayat 14). Kedua, Tuhan memberi  makanan pada waktunya (ayat 15). Ketiga. TUHAN membuka tangan-Nya dan  berkenan mengenyangkan segala yang hidup  (ayat 16). Keempat, TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya(ayat 17). Kelima, TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan  (ayat 18). Keenam, TUHAN melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka(ayat 19)

    Semua itu menggambarkan kebaikan Tuhan bagi kita. Fakta menarik mengenai kebaikan Tuhan dengan kasih tanpa batas dapat  kita baca dari apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri. Tuhan adalah Allah yang menerbitkan  matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Matius 5:45). Orang yang jahat dan tidak benar pun masih Dia perhatikan. Bukankah itu bukti nyata bagaimana baiknya Allah. Dia tetap memelihara dan merindukan orang-orang seperti itu untuk bertobat. Tuhan tetap menempatkan orang-orang jahat dan tidak benar itu dalam perhatian-Nya dan terus memberi kesempatan untuk bertobat.


    Ingatlah! Sahabat, ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang mungkin luput dari perhatian kita, padahal Dia sudah memberikan begitu banyak termasuk kehidupan yang masih diberikan kepada kita sampai saat ini. Karena itu Daud menghimbau, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! …” (Mazmur 34:9-a). Himbauan Daud tersebut mengingatkan kita agar tidak melupakan betapa baiknya Tuhan kepada kita. Tidak saja kita diminta agar mau terus melihat kebaikan Tuhan, tetapi Daud pun mengingatkan kita untuk merasakan sendiri, betapa baiknya Tuhan itu. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita agar  dapat menikmati kebaikan Tuhan. (pg)