
Author: Christopherus
-
Karya ALLAH dalam SEJARAH UMAT Pilihan-Nya
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena Allah yang Mahakudus dan Mahakuasa berkenan ikut campur tangan dalam perjalanan hidup kita. Sahabat. Allah Israel adalah Allah yang berkarya di dalam sejarah, secara khusus dalam sejarah umat pilihan-Nya. Begitu banyak kasih karunia dan kebaikan Allah yang telah dialami oleh orang Israel.
Sebagai bangsa yang berada di bawah penindasan bangsa Mesir, harkat mereka telah ditinggikan dengan pembebasan yang Allah lakukan. Di dalam anugerah-Nya yang besar, Allah yang penuh dengan kasih dan sayang itu telah menjadikan Israel sebagai umat-Nya. Allah mengangkat mereka sebagai anak-anak-Nya dan selalu memelihara mereka.
Untuk lebih memahami karya Allah dalam sejarah umat pilihan-Nya, mari kita belajar dari Yesaya 63:1-19. Bagian pertama dari Yesaya 63 mengisahkan pembalasan Allah terhadap musuh-musuh umat-Nya (ayat 1-6). Allah menyatakan dirinya sebagai pemeras anggur yang akan menginjak-injak musuh umat pilihan-Nya sebagaimana orang menginjak-injak buah anggur di tempat pengirikan.
Mengapa Tuhan memedulikan Israel dengan menghancurkan para musuhnya? Karena Ia mengasihi mereka dan sesuai dengan ikatan perjanjian-Nya, Ia menjadi juruselamat mereka (ayat 7-9).
Sahabat, dengan segala kebajikan yang besar itu, Allah tentu berhak untuk berharap bahwa bangsa yang telah dipilih itu akan merespons dengan integritas dan kesetiaan kepada-Nya. Namun nyatanya, mereka berlaku tidak setia dengan melawan kehendak-Nya sehingga mendukakan Roh Kudus-Nya (ayat 10).
Beruntung kasih setia Tuhan yang dulu mereka nikmati (ayat 11-14) tidak pernah benar-benar diangkat dari mereka. Oleh karena itu, mereka berani berseru kepada-Nya serta memanggil Tuhan sebagai Bapa dan Penebus (ayat 16) agar Ia bersegera menolong mereka (ayat 15-19).
Dinamika kehidupan anak-anak Tuhan mirip dengan jatuh bangunnya umat Israel. Kita begitu mudah melupakan anugerah Tuhan dan melakukan perbuatan yang mendukakan Roh Kudus. Kadang kala Allah terpaksa menghukum kita dengan mengizinkan penderitaan menerpa kita. Puji syukur kepada Tuhan, kasih setia-Nya tidak pernah berubah. Ia tetap mengasihi kita, menyertai kita, dan membela kita terhadap perlakuan tidak benar dari musuh-musuh kita.
Ingatlah! Sahabat, betapa indah mengingat kebaikan Allah bagi umat. Niscaya tak akan putus-putus kita mengagumi kuasa-Nya yang begitu hebat. Namun alangkah baiknya bila ingatan itu muncul bukan ketika kita sedang ditegur Allah akibat dosa yang kita lakukan, lalu kita mengenang masa-masa indah berjalan bersama Tuhan. Ingatan akan kemurahan dan kasih karunia Allah seharusnya mendorong kita untuk merespons dengan tetap setia beriman dan taat kepada-Nya, sebagaimana Ia juga setia memelihara dan menyertai kita. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Yayasan Christopherus merupakan yayasan interdenominasi. Melayani bersama-sama gereja dan untuk gereja-gereja. Pelayanannya bersifat holistik, bersifat utuh. Melayani bidang rohani, namun juga melayani bidang diakonia dan beasiswa. Dukunglah pelayanan Christopherus dengan doa, karya, daya, usaha, dan dana. (pg)
-
RASA CUKUP: MUTIARA yang paling BERHARGA
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena kita memiliki Tuhan yang mendidik kita untuk bisa mengedepankan rasa cukup. Sahabat, sesungguhnya setiap hari ada cukup banyak orang dipusingkan oleh kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi sekarang ini semua harga kebutuhan pokok bergerak naik. Yah… selama kita hidup di dunia, memenuhi kebutuhan hidup, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya, adalah hal-hal yang menjadi menu kita sehari-hari. Itulah sebabnya hampir semua orang bekerja keras membanting tulang untuk dapat memenuhi setiap kebutuhannya.
Ketika saya tanya “Kapan kamu merasa cukup?”, seorang teman sepelayanan yang masih muda menjawab, “Kalau bisa dapat honor sedikit lebih besar lagi”. Rasa cukup merupakan mutiara yang paling berharga. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (Filipi 4:10-20) memberi kita pelajaran berharga soal rasa cukup.
Sahabat, Rasul Paulus tidak hanya sekadar bicara saja, karena dia sendiri juga mengalami. Paulus berkata, “… sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. …” (ayat 11-12). Paulus ingin mengatakan bahwa rasa cukup bukan dibawa sejak lahir, ataupun sesuatu yang mudah dilakukan. Paulus tahu bagaimana rasanya mengalami kelimpahan maupun kekurangan. Dia tahu bagaimana rasanya tidak mampu membayar besarnya biaya perjalanan pelayanannya, dia tahu bagaimana rasanya kelaparan, dia tahu bagaimana rasanya tidak ada uang yang tersisa lagi.
Kemurahan hati jemaat di Filipi kepada Paulus telah berjalan cukup lama. Dalam Kisah Para Rasul 16 dan 17, kita dapat membaca bagaimana Rasul Paulus mengabarkan Injil di Filipi, lalu pindah ke Tesalonika dan Berea. Sejak saat itu, jemaat Filipi telah memberikan dukungan dana kepada Paulus. Maka tak heran, jemaat Filipi mendapat tempat istimewa di hati Paulus (ayat 15 dan 16)
Sahabat, kemurahan hati jemaat Filipi membuat Paulus bersuka cita, bukan demi dirinya sendiri, tapi justru demi jemaat Filipi sendiri. Kemudian ia memakai kata-kata yang mengubah pemberian jemaat Filipi itu menjadi suatu pengurbanan bagi Allah. Ia menyebutnya suatu persembahan yang harum. Itu merupakan suatu frasa yang umum dalam Perjanjian Lama untuk suatu pengurbanan yang berkenan kepada Allah (ayat 17 dan 18).
Pernyataan Paulus, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus “ (ayat 19) merupakan ayat favorit bagi banyak orang percaya. Siapa yang tidak suka kalau semua keperluan kita dipenuhi?
Sahabat, sesungguhnya Paulus mau menegaskan bahwa tidak ada pemberian yang dapat membuat si pemberi menjadi lebih miskin. Kekayaan Allah terbuka bagi mereka yang mengasihi Tuhan dan sesama. Orang yang memberi akan menjadi semakin kaya karena kemurahan hatinya telah membuka jalan bagi pemberian Allah kepadanya.
Ingatlah! Sahabat, Paulus mengingatkan jemaat di Filipi bahwa Allah akan melakukan apa yang tidak dapat dia lakukan. Paulus mungkin tidak bisa membalas dengan setimpal semua hal yang dilakukan mereka baginya. Namun Allahnya, yang lebih besar dari segala sesuatu, akan membalas mereka dengan berkelimpahan. Allah bisa memberikan segala keperluan mereka terus-menerus dan dengan dahsyat. Perhatikan bahwa Allah memberikan apa yang mereka perlukan, dan bukannya apa yang mereka inginkan. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Semoga Sahabat berkenan untuk menjadi anggota keluarga besar Christopherus. Mari kita bersama-sama melayani Tuhan dan sesama melalui wadah Christopherus. Mari kita dukung pelayanan Christoherus. (pg).
-
IKATAN PERJANJIAN antara ALLAH dan UMAT
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena kita menjadi orang percaya yang dengar-dengaran suara Tuhan. Sahabat, mendengarkan merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan dan pertumbuhan rohani orang percaya. Iman timbul dari pendengaran akan firman Allah (Roma 10:17). Demikian pula, iman dapat disesatkan atau pun dibimbing ke jalan yang benar melalui indra pendengaran.
Mazmur 81:1-17 menyerukan bangsa Israel untuk mendengar sabda Allah. Mendengarkan adalah fondasi bagi bangsa Israel untuk masuk ke dalam ketetapan Allah dan syarat untuk dapat menghayati perjanjian antara Allah dengan umat-Nya (6b-11). Dalam sejarah Israel, perjanjian Allah dengan umat-Nya diawali dengan perintah untuk mendengarkan-Nya (Ulangan 6:4).
Sahabat, Mazmur 81 diawali dengan nyanyian sukacita yang berisi ajakan untuk bersorak-sorai dan bernyanyi bagi Allah (ayat 2-3). Alat-alat musik seperti rebana, kecapi, gambus, dan sangkakala menunjukkan betapa besarnya sukacita ini. Besar kemungkinan nyanyian ini dilakukan dalam sebuah hari raya (ayat 4), yaitu perayaan akan ikatan perjanjian antara Allah dan umat. Allah berjanji untuk melepaskan umat dari segala kesesakan (ayat 7-8), melindungi umat dari musuh dan orang-orang yang melawan mereka (ayat 16-17), serta mengenyangkan mereka dengan gandum dan madu (ayat 16-17). Sebagai gantinya, Allah menuntut umat untuk mendengarkan dan memerhatikan perintah-Nya, yakni setia untuk tidak menyembah allah lain dan hidup menurut jalan-Nya (ayat 9, 10, 14).
Cara hidup yang dibangun Allah dengan umat selalu bercorak perjanjian. Mulai dari perjanjian Allah secara personal dengan Nuh, Abraham, Daud, Salomo, hingga perjanjian secara komunal dengan Israel sebagai bangsa. Inilah cara hidup orang percaya, yaitu hidup dalam perjanjian dengan Allah. Itu sebabnya, Alkitab terdiri dari dua bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bukan janji lama atau janji baru.
Sahabat, sepanjang hidup sudah berapa banyak janji yang dibuat dan diikrarkan sebagai bentuk perjanjian kita dengan Allah? Lalu, bagaimana kita menjalaninya? Masih setiakah kita dengan janji tersebut? Atau kita yang ingkar janji? Ingatlah bahwa janji-janji kita merupakan bagian dari ikatan perjanjian dengan Allah. Ikatan ini akan membawa kita masuk dalam relasi yang lebih intim dengan Allah. Jalanilah dengan setia dan penuh sukacita sekalipun itu berat. Karena Allah selalu setia dengan janji-Nya bahwa Ia selalu menyertai kita. Itu sebabnya Ia disebut Imanuel.
Ingatlah! Sahabat, yang namanya perjanjian tetap menjadi perjanjian, ketika dipegang teguh oleh mereka yang berjanji. Perjanjian akan dianggap batal jika salah satu pihak tidak melaksanakan apa yang dijanjikan. Dalam perjanjian tersebut, Allah adalah pihak yang tidak pernah lalai terhadap janji-Nya. Sebaliknya manusia kerap kali mengingkari janjinya. Meski demikian, Allah tidak pernah membatalkan perjanjian tersebut. Karena Allah mengasihi manusia sebagai gambar dan rupa-Nya. Sebagai manusia kita harus memiliki tekad dan kesetiaan untuk senantiasa memegang janji kita kepada Allah. Selamat ulang tahun ke-49 Yayasan Christopherus. Teruslah melayani bersama dengan gereja-gereja dan untuk gereja-gereja. (pg). -
BERKAT bagi UMAT PILIHAN TUHAN
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita karena kita termasuk orang-orang yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi anak-anak-Nya. Sahabat, secara empiris, kita melihat suatu kenyataan obyektif bahwa seseorang yang ingin dipilih, terpilih dan memenangkan pemilihan dalam suatu kontestasi atau pemilihan, maka ia harus berjuang keras. Ia harus berjuang, berjuang dan berjuang yang tidak hanya menghabiskan tenaga dan pikiran, tetapi juga menghabiskan banyak dana.
Memang, kalau kita sempat mengamati, di sekitar kita, banyak proses pemilihan yang tidak memerlukan pengeluaran dana, antara lain pemilihan ketua Rukun Tetangga (RT), pemilihan ketua kelas, pemilihan ketua kelompok arisan dan sejenisnya. Pemilihan bupati, gubernur, apalagi pedana menteri, dan presiden, tidak mungkin berlangsung dengan cuma-cuma. Para kontestan harus mengeluarkan tenaga, pikiran, waktu dan dana yang tidak sedikit jumlahnya.
Sahabat, berkaitan dengan pilih memilih, mari kita belajar dari Mazmur 65:1-14 di bawah judul: “Nyanyian syukur karena berkat Allah”. Melalui Mazmur tersebut, Daud mengajarkan bahwa bersyukur itu sudah selayaknya kita lakukan.
Mazmur 65 terdiri atas tiga bagian: Pertama, puji-pujian kepada Allah yang mendengar doa. Umat memasyhurkan Allah di Sion. Mereka datang kepada Allah (ayat 2-3). Di hadapan Allah, Daud sadar akan keberdosaannya dan Tuhan mengampuninya (ayat 4), lalu Pemazmur memuji Allah, “Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu!” (ayat 5-a).
Kedua, Daud memuji Allah karena perbuatan-Nya yang dahsyat (ayat 6-9). Kedahsyatan itu dilakukan Tuhan dalam keadilan dan keperkasaan. Ketiga, Tuhan memberkati ladang dan ternak (ayat 10-14). Tuhan memelihara tanah dengan hasil yang melimpah dan Ia memberkatinya.
Kalau Tuhan sudah memilih dan menetapkan kita berarti ada maksud-Nya di balik pemilihan tersebut, yaitu untuk menggenapi rencana-Nya melakukan pekerjaan baik sebagaimana yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (Efesus 2:10).
Pekerjaan baik yang dimaksudkan bukan hanya berkenaan dengan pekerjaan rohani atau aktivitas-aktivitas kerohanian saja, tetapi juga di berbagai bidang pekerjaan dan profesi Tuhan menghendaki supaya kita menghasilkan buah yang sifatnya kekal. Karena itu, apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23).Daud menyatakan ada berkat-berkat luar biasa disediakan Tuhan bagi umat pilihan-Nya, “Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.” (ayat 5-b). Kita akan dikenyangkan dan dipuaskan dengan segala yang baik dari Tuhan.
Ingatlah! Berbahagialah orang yang dipilih oleh-Nya dan disuruh diam di pelataran-Nya yang kudus, karena Dia sudah menetapkan bagian hidup kekal di surga bagi kita. Berbahagialah kita yang mendapat belas kasihan, kebaikan, kebajikan ilahi dan janji Allah, karena Dia sudah memberi kita jaminan hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di surga. Berbahagialah kita yang memperoleh jawaban dan lawatan-Nya melalui segala perbuatan-Nya yang sangat dahsyat dan ajaib, karena Dia sudah menyelamatkan kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya dari hukuman dosa dan kebinasaan kekal. Haleluya! Selamat HUT ke-49 Yayasan Christopherus. Mari kita dukung Christopherus dengan doa, karya, usaha, dan dana. (pg)
-
MADU dari Gunung Batu
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan penuh syukut karena kita mempunyai Tuhan yang berkenan memelihara hidup kita dari hari ke hari. Sahabat, membahas tentang madu tak lepas dari si penghasil madu itu sendiri yaitu lebah. Ada hal-hal menarik yang dapat kita petik dari kehidupan seekor lebah, yang termasuk dalam golongan serangga. Lebah suka sekali berada di suasana yang indah, selalu mencari, menemukan dan hinggap pada setiap bunga untuk menghisap nektar atau sari bunga-bunga tersebut. Lebah hinggap dari satu bunga ke bunga lain untuk menjemput nektar dan mengumpulkannya di sarang.
Selain itu lebah hidup rukun dalam satu koloni dan patuh pada seekor ratu lebah selaku pemimpin koloni. Lebah taat kepada pembagian kerja: ada yang bertugas membuat sarang, ada yang khusus bertugas mencari nektar, ada yang menjaga sarang, dan ada juga yang menjaga ratu lebah. Lebah madu adalah serangga sosial.
Sahabat, berbicara mengenai madu, mari kita berefleksi dari Mazmur 81:17, “… umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.” (Mazmur 81:17)
Sahabat, sangat menarik, lebah di Timur Tengah biasa membuat sarang dan menyimpan madunya di tanah, di bawah gunung batu, atau di celah-celah gunung batu. Mengapa Tuhan menjadikan madu dari gunung batu sebagai salah satu janji persediaan-Nya bagi kita? Bisa jadi madu dari gunung batu mewakili produk madu terbaik. Bisa jadi pula itu metafora dari sesuatu yang manis, yang timbul dari situasi yang keras atau sulit.
Kalau sebagai metafora, gunung batu mengacu pada tempat yang curam, terjal, dan keras. Itu merupakan salah satu lukisan perjalanan iman kita di dunia ini. Sepanjang hidup, kita akan banyak menghadapi tempat-tempat yang keras, banyak tantangan atas iman kita, dan perkara-perkara yang sulit diatasi. Tetapi, di tempat seperti itu sesungguhnya Tuhan sedang membentuk dan membawa kita menuju tataran iman yang lebih tinggi. Jangan pernah menyerah, sebab di tempat yang keras sekalipun, Tuhan selalu menyertai kita. Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita sendirian. Kita akan mengalami berkat termanis dari pengalaman-pengalaman berat yang kita lalui.Sahabat, selain itu orang percaya yang hidup bersungguh-sungguh di dalam Tuhan. Ia memiliki gaya hidup seperti lebah yang tidak lagi tertarik dengan hal-hal yang kotor dan jorok, melainkan lebih tertarik kepada hal-hal yang baik dan indah, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kecemaran, “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” (1 Tesalonika 4:7). Selain itu ia akan suka tinggal di dalam firman, dengan merenungkannya siang dan malam, sebab Taurat Tuhan itu lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah (Mazmur 19:11-b).
Ingatlah! Sahabat, mungkin ada diantara kita yang bertanya mengapa Tuhan tidak menyingkirkan saja gunung batu yang keras itu dari kehidupan kita? Ada cukup banyak orang yang tidak tahan kalau harus melewati jalan yang keras. Namun, kita percaya bahwa Tuhan mengetahui hal terbaik yang kita perlukan. Jalan-jalan yang keras itu justru berguna untuk mengencangkan otot iman kita dan mendewasakan kerohanian kita. Sesungguhnya pada waktunya kita justru akan mensyukuri madu yang timbul dari gunung batu tersebut. Madu yang manis tersedia di tempat yang keras, terjal, dan sulit. Itulah paradoks perjalanan iman kita. Selamat ulang tahun ke-49 Christopherus. Mari kita terus bergandengan tangan, merapatkan barisan, melayani Tuhan dan sesama melalui wadah yayasan Christopherus. (pg) -
MENGAPA harus MARAH?
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh kesabaran. Sahabat, melihat orang fasik berhasil dalam hidupnya dan tinggal dalam kenyamanan, kadang timbul pertanyaan dan juga rasa kesal, marah dan iri, “Mengapa orang fasik hidupnya serasa mujur dan tak punya masalah, sedangkan aku yang mengikuti Tuhan dengan sungguh-sungguh mengalami banyak pergumulan dan kegagalan?”
Jangan cepat marah, gelisah, dan susah, mari kita simak Mazmur 37:1-11. Daud membuka perikop ini dengan mengingatkan, “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.” (ayat 1 dan 2)
Sahabat, Daud mengajak kita untuk jangan marah, dengki dan iri terhadap orang yang berbuat jahat dan curang. Hal itu sama sekali tidak berguna. Karena orang yang berbuat jahat dan curang akan lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Artinya, kejahatan dan kecurangan mungkin sesaat terlihat membawa keberhasilan, namun hal itu tidaklah lama. Cepat atau lambat, kecurangannya akan terungkap dan menjadi aib bagi dirinya.Oleh sebab itu, percayalah kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya. Lakukanlah yang baik, lebih baik dan terbaik. Diamlah di negeri yang sudah dijanjikan-Nya dan berlakulah setia. Lalu bergembiralah karena Tuhan. Sebab Ia akan memberikan kepada kita segala sesuatu yang diinginkan hati kita (ayat 3 dan 4)
Sahabat, selanjutnya Daud mengingatkan supaya menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Agar kita percaya kepada-Nya. Karena Ia, Tuhan Allah kita, akan bertindak tepat pada waktu-Nya. Tuhan Allah kita akan memunculkan kebenaran kita dengan terang benderang. Kemudian, Allah akan menunjukkan hak kita dengan nyata seperti siang hari (ayat 5 dan 6).
Berikutnya, berdiam dirilah di hadapan Tuhan. Tatap dan selidikilah hati kita. Renungkanlah karya besar-Nya bagi kita. Ucapkanlah syukur bagi-Nya! Tuhan yang memberi kita kehidupan. Tuhan yang selalu menyertai, menolong, menopang, melindungi dan memberkati kita. Lalu, nantikanlah Dia. Nantikanlah lawatan, jamahan, penyertaan dan kelimpahan berkat kasih setia, belas kasihan dan kasih karunia-Nya bagi kita (ayat 7 dan 8).
Sekali lagi, janganlah marah dan jangan pula panas hati, karena hanya akan membawa diri kita kepada kejahatan. Ingat-ingatlah! Kemarahan itu hanya akan membawa seseorang kepada kejahatan yang menuju ke jurang maut, kematian dan kebinasaan yang paling gelap.
Dalam ayat 9 dinyatakan dengan sangat jelas bahwa orang-orang yang jahat akan menerima ganjarannya. Lebih lanjut ayat 10 menyatakan dengan sangat jelas bahwa sedikit waktu lagi, orang-orang fasik akan lenyap. Dengan kalimat lain, orang-orang fasik akan binasa. Karena itu, jika kita memerhatikan di tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.
Ingatlah! Sahabat, berbahagialah kita yang rendah hati, tidak marah, tidak iri hati, tidak tinggi hati, tidak dendam, tidak dengki, tidak berselisih dan tidak bermusuhan, karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang sangat indah, penuh sukacita dan damai sejahtera di Kerajaan Allah yang berlangsung selamanya. Selamat ulang tahun ke-49 Christopherus. Teruslah beritakan Injil, baik atau tidak baik waktunya. (pg)


