Author: Christopherus

  • Menemukan JALAN di tengah KEBUNTUAN

    Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami sebuah penderitaan dalam hidupnya. Setiap manusia pasti pernah melewati masa-masa suram bahkan kadang gelap gulita. Masa dimana seakan sudah tidak ada harapan lagi, seakan terang menjadi sebuah mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. Merasa bahwa semua jalan telah berujung pada sebuah KEBUNTUAN.

    Pengalaman hidup kita juga bercerita bahwa di tengah kegelapan dan kebuntuan,  setiap orang akan menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Ada yang terbentuk berkemanangan, tetapi ada juga yang malah kalah dan hancur. Pengenalan akan Tuhan pun bisa bertumbuh bisa juga menjadi merosot. Kita sebagai orang percaya, seharusnya memiliki keyakinan sebagaimana yang dimiliki oleh Don Moen: Tuhan akan membuka jalan saat tiada jalan. Dengan cara yang ajaib dibukanya jalan bagi kita.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Menemukan JALAN di tengah KEBUNTUAN”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 143:1-12. Sahabat, Mazmur 143 adalah doa yang dinaikkan dalam situasi genting. Bagi Daud, doa bukanlah sekadar tindakan untuk menenangkan diri, melainkan sebuah percakapan dengan Allah.

    Daud menaikkan doa ini dalam pemahaman bahwa hanya kepada Allah dia dapat berseru, karena Allah pasti mendengarkannya. Karena itu, Daud menyandarkan doanya pada kesetiaan Allah dan kesadaran bahwa tidak ada seorang pun yang benar di hadapan Tuhan (ayat 1-2).

    Selain itu Daud menyadari bahwa kehidupan sebagai orang percaya tidak selalu ada di jalan mudah (ayat 3-4). Namun, ia memahami bahwa kepuasan dan keselamatan yang utama ada di dalam Tuhan saja, karena Allah adalah setia (ayat 5-8). Daud memberikan ungkapan kesiapan untuk menaati tuntunan Tuhan, dan kekuatan inilah yang memberikan semangat baru kepadanya (ayat 9-12).

    Sahabat, saat ini mungkin ada diantara kita yang sedang berjalan dalam lembah kekelaman. Mengalami tekanan dan penderitaan yang luarbiasa. Yang mungkin bahkan berpengaruh pada kesehatan mental kita. Namun, melalui kisah Daud ini kita melihat sebuah pengharapan serta pertolongan yang pasti.

    Pertolongan tersebut hanya ada di dalam Tuhan. Kita belajar bagaimana Daud merekonstruksi hati dan pikirannya yang penuh tekanan itu menjadi memori-memori masa lalu yang indah akan karya Tuhan dalam hidupnya. Yang membuatnya kembali segar dan siap untuk menerima mukjizat-Nya. Daud menemukan jalan di tengah kebuntuan. 

    Mari, kita juga memiliki sikap seperti Daud ini. Meskipun berat dalam prosesnya, tetapi tidak menjadi masalah. Semua hal membutuhkan proses dan waktu yang harus dijalani. Kiranya pengalaman kejatuhan dan penderitaan itu menjadi momen kita untuk berpaling dan menyelidiki rancangan-Nya bagi hidup kita. Kegelapan bisa menjadi kesempatan agar mata rohani kita memandang terang yang sejati yaitu Allah dalam sifat-sifat mulia-Nya. Mari melatih doa, kenangan dan harapan kita agar menjadi sarana untuk semakin mengenal Tuhan.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Hikmat apa yang Sahabat peroleh dari perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 10?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Sudahkah kita mengerjakan apa yang menjadi kehendak Tuhan? (pg).

  • ReKat: TERSEDU-SEDAN di tepian BENGAWAN BABEL (27 Juli 2022)

    Bacaan Sabda: Mazmur 137:1-9

    Dari hasil perenungku dari Bacaan Sabda, saya mendapatkan:

    1. Saya memahami  ayat 1-4 sebagai berikut:  Kita sebagai orang percaya dapat mengalami sukacita dan dukacita, tapi dua  keadaan tersebut sama-sama dapat membawa kita untuk lebih mendekat kepada Tuhan. Tuhan mengizinkan kita untuk meratap; namun jangan sampai ratapan kita membuat iman kita menjadi luntur serta tidak memercayai Tuhan lagi.
    2. Saya memahami  ayat 5-6 sebagai berikut:  Pemazmur tidak akan melupakan Yerusalam sampai kapanpun juga. Yerusalem  merupakan simbol hadirat Allah. Jadi janganlah sampai kita melupakan Allah kita, dalam situasi bagaimana pun juga.

    (Swan Lioe)

  • Bagi Tuhan SELALU ADA SOLUSI

    Sahabat, sesungguhnya setiap manusia pasti punya masalah masing-masing. Bisa masalah dengan diri sendiri, keluarga, kerabat, sahabat, atasan, rekan kerja, ataupun orang lain. Semua beban masalah tersebut bisa membuatmu sedih, putus asa, hingga merasa terpuruk. Memang sulit menghadapi sebuah masalah, karena sifatnya yang beragam. Apalagi ketika kamu tidak punya seseorang untuk bersandar, atau seseorang yang dapat memberikan SOLUSI terhadap masalah yang sedang kamu hadapi.

    Orang bijak berkata bahwa orang yang berhasil adalah orang yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh sesamanya. Apa itu solusi? Solusi adalah penyelesaian atau pemecahan suatu masalah sehingga diharapkan dapat menghasilkan jalan keluar nantinya. Syukur, bagi Tuhan selalu ada solusi.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Bagi Tuhan SELALU ADA SOLUSI,” Bacaan Sabda pada pada hari ini saya ambil dari Kejadian 43:1-34 dengan penekanan pada ayat 14. Sahabat, Kejadian 43 dibuka dengan, “Tetapi hebat sekali kelaparan di negeri itu.” Maka tidak heran Yakub meminta anak-anaknya kembali ke Mesir untuk membeli bahan makanan (ayat 2).

    Tetapi, di pasal sebelumnya kita tahu, Yusuf tidak mengizinkan mereka kembali kecuali membawa Benyamin. Dalam hal ini, Yakub merasa berat hati mengizinkan mereka membawa Si Bungsu (ayat 6). Dia sepertinya tidak mau mengulang tragedi kehilangan anak lagi (ayat 14b)

    Tetapi, Yehuda menjadikan dirinya sebagai jaminan (ayat 9). Dia meyakinkan Yakub akan membawa Benyamin pulang kembali. Akhirnya, Yakub menyerah dan mengizinkan mereka membawa Benyamin ditambah persembahan dan upeti untuk memohonkan belas kasihan pemimpin Mesir itu.

    Sahabat, KEHABISAN MAKANAN menjadikan Yakub dan anak-anaknya tak lagi mampu menahan diri untuk tidak memenuhi apa yang diminta penguasa di Mesir yang sebenarnya adalah Yusuf, anak dan adik mereka. Permintaan Yusuf akhirnya dipenuhi oleh Yakub atas desakan anak-anaknya (ayat 14),

    Dengan nada putus asa setelah kehilangan Yusuf, sekarang ia harus melepaskan Benyamin; anak-anak dari istri yang dikasihinya. Permasalahan tentulah mesti dipecahkan. Yakub tidak bisa bersikukuh melarang Benyamin dibawa ke Mesir. Dia harus memecahkan masalah kekurangan bahan makanan bagi keluarga, hamba dan ternaknya. 

    Sahabat, keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah itulah yang diperlukan dalam kehidupan kita. Itu yang dilakukan Yakub dan anak-anaknya. Kita pun tak luput dari masalah. Bagaimana kita menyelesaikannya dalam keluarga? Di gereja? Di tempat kerja? Di lingkungan tempat tinggal?

    Sesungguhnya mencari solusi terbaik dengan berlandaskan kasih menjadikan kita mampu menyelesaikan dengan baik masalah itu sambil terus berharap kepada Tuhan sang empunya hidup. Kita percaya di dalam Tuhan selalu ada solusi.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Nilai hidup apa yang Sahabat peroleh dari renunganmu pada hari ini?
    2. Menurut pemahaman Sahabat, mengapa Yusuf memberikan porsi lima kali lebih banyak kepada Benyamin? (Ayat 34)

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Pada akhirnya, dalam masalah apa pun yang menghampiri, hal yang paling penting dan paling diperlukan adalah solusi. (pg).

  • DOA ketika sedang DIKEJAR-KEJAR

    Sahabat, siang itu kami bertiga sedang mengadakan “reuni” di warung “Rujak Cingur”. Kami pilih setelah jam 13.00 supaya pengunjung warung tersebut sudah agak sepi. Obrolan kami ditemani Petis Kangkung, Pecel Tahu, Kolak Pisang, dan Bubur Ketan Hitam.

    Siang itu, sahabat kami menumpahkan syukurnya setelah dapat melewati masa yang sangat menyesakkan di dalam hidupnya. Dia sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi kekuatan, ketabahan,  dan kesabaran kepadanya. Dia dapat mendampingi suaminya pada saat suaminya sedang dikejar-kejar banyak orang yang menagih hutangnya. Dia tetap dapat tekun berdoa ketika suaminya di kejar-kejar banyak penagih hutang.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “DOA ketika sedang DIKEJAR-KEJAR”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 142:1-8 dengan penekanan pada ayat 6. Sahabat, Daud bersembunyi di dalam gua dan menaikkan doanya kepada Allah. Baginya, Allah adalah tempat perlindungan yang tepat. Dalam kelemahan dan kesesakannya, Daud membutuhkan pertolongan Allah untuk melepaskannya.

    Sahabat, sudah dua kali Daud berada dalam bahaya besar di dalam gua. Daud mengeluhkan jerat yang dipasang baginya (ayat 3-4). Hal ini mungkin menunjuk kepada jerat yang dilakukan Saul (1 Samuel 18:21). Namun, di balik keluhannya, ia terhibur oleh kemahatahuan Allah.

    Allah tahu jalan hidup Daud (ayat 4). Ketika jiwa Daud kewalahan, bingung, dan putus asa, serta siap untuk tenggelam di bawah beban kesedihan dan ketakutan, Allah tahu jalannya. Ketika Daud berjuang seorang diri (ayat 5), Allah tahu kondisi Daud dalam segala aspeknya. Daud mengambil jalan yang tepat dengan berseru dan berlindung kepada Allah. Daud percaya bahwa Allah memihaknya, sehingga ia akan selamat dan memuji Allah. Demikianlah orang-orang benar akan datang dan turut bersukacita karena pembebasan Allah (ayat 8).

    Sahabat, sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang begitu peduli dengan keberadaan kita, bahkan Dia bersedia menjadi tempat untuk kita mencurahkan isi hati, mengadu dan mengeluh (Yesaya 25:4 dan Matius 11:28). 

    Karena itu, seberat apa pun permasalahan yang kita alami saat ini,  bawalah kepada Tuhan dan curahkan segala isi hatimu kepada-Nya.  Dia tidak hanya siap menjadi Pendengar keluhan kita, tapi juga sebagai Penolong yang sejati, karena:   “Sesungguhnya,  tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;”  (Yesaya 59:1).

    Jika saat ini ada saudara seiman yang sedang berbeban berat dan membutuhkan tempat untuk berkeluh-kesah,  semoga kita berkenan untuk meminjamkan pundak kita.  Tuhan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada kita untuk memerhatikan, menopang, menolong dan menguatkan mereka.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Hikmat apa yang Sahabat peroleh dari perenunganmu pada hari ini? 
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 6? (Yesaya 25:4 dan Yesaya 59:1)

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Tetap pertahankan integritas dan tetaplah meyakini kasih setia Tuhan. (pg).