Author: Christopherus

  • Sumba Barat Daya – Dokumentasi Mission Trip ke 3 – Focus Christopherus

    Sumba Barat Daya – Dokumentasi Mission Trip ke 3 – Focus Christopherus

    Dokumentasi Mission Trip ke 3 Pelayanan ke cabang-cabang GKS di sekitar Kec. Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya

  • Kampung Raja Priliu – Foscus Christopherus

    Kampung Raja Priliu – Foscus Christopherus

    Sebuah kesempatan yg Tuhan sediakan, untuk sekedar jalan jalan melepas lelah, setelah pelayanan di Sumba Barat Daya

  • Kampung Kristen Blimbingsari Bali – Focus Christopherus

    Kampung Kristen Blimbingsari Bali – Focus Christopherus

    Sejarah Kampung Kristen Blimbingsari Bali Dituturkan oleh Bp. Gusti Ketut Philipus & Bp. Sudarmaya, keturunan Pertama keberadaan Gereja Pniel di Kampung Kristen Blimbingsari di Bali

  • Malam Doa Misi – Focus Christopherus

    Malam Doa Misi – Focus Christopherus

    Pengutusan Ps. Petrus Eko Handoyo sebagai Misionaris Utusan Yayasan Christopherus ke Kamboja Bagi pemirsa yang tergerak untuk mendukung pelayanan Misi Yayasan Christopherus dapat menghubungi Pdm. Paul Gunawan 0878 3285 7676

  • Heavy and Noble Duty of God’s Words Proclamer

    PENYAMBUNG LIDAH TUHAN. Dipanggil dan dipercaya Tuhan untuk
    melaksanakan tugas sebagai penyambung lidah Tuhan adalah pekerjaan yang
    berat namun t sangat mulia.  Itu merupakan suatu anugerah, sebab tidak semua
    orang dipercaya untuk melaksanakan tugas tersebut. 

    Tentu merupakan hal yang mudah menyampaikan firman Tuhan kepada orang-
    orang yang memiliki respons hati yang benar, yang hatinya mau dibentuk, mau
    menerima teguran dan didikan, ibarat seorang menabur benih di tanah yang
    subur atau gembur. 

    Tapi bagaimana jika kita harus menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa
    Israel, bangsa pemberontak dan durhaka terhadap Tuhan. Mereka disebut juga
    bangsa yang keras kepala dan tegar hati. Tuhan bahkan mendeskripsikan bangsa
    Israel seperti lingkungan yang penuh onak dan duri, penuh dengan kalajengking.
    Artinya sebuah komunitas yang sangat tidak mudah untuk dihadapi. Tentu hal
    tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan!  Itulah tugas yang
    harus diemban oleh Yehezkiel, yaitu menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa
    Israel.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yehezkiel dengan topik: “Heavy
    and Noble Duty of God’s Words Proclamer (Tugas Pemberita Firman Tuhan yang
    Berat dan Mulia)”. Bacaan Sabda diambil dari Yehezkiel 2:1-10. Sahabat,
    mendapat penglihatan akan kemuliaan Allah memang hal yang luar biasa. Tetapi,
    peristiwa tersebut diikuti dengan perintah yang tidak mudah.

    Setelah melihat kemuliaan Allah, Yehezkiel diperintahkan untuk pergi kepada
    bangsa Israel. Tentu bukan hal yang mudah karena mereka adalah bangsa

    pemberontak yang melawan Allah, yang keras kepala dan tegar hati (ayat 3-4).
    Namun, Allah tetap mengutus Yehezkiel sebagai nabi agar berada di tengah
    bangsa itu. Bagaimana mungkin bangsa pemberontak itu mau mendengarkan
    dirinya? Bisa jadi, bangsa itu berbalik melawan atau bahkan melukainya.

    Allah tahu kegelisahan hati Yehezkiel. Karena itu, Allah berfirman: “janganlah
    takut” dan “janganlah gentar” (ayat 6). Allah meneguhkan hati nabi yang diutus-
    Nya agar tetap percaya kepada-Nya. Untuk itu, Allah menegaskan agar ia tetap
    menyampaikan perkataan-Nya terlepas dari mereka mau mendengarkan atau
    tidak (ayat 7).

    Sahabat, secara sekilas hal ini terkesan seperti pekerjaan yang sia-sia, tetapi
    sebenarnya tidak. Karena apa yang akan ia sampaikan adalah firman Allah yang
    diberikan dalam wujud gulungan kitab (ayat 9-10).

    Tuhan memanggil, menetapkan dan mengutus Yehezkiel menjadi pelayan-Nya,
    demikian juga dengan setiap orang percaya dipanggil, ditetapkan dan diutus
    untuk memberitakan firman-Nya. Tugas kita adalah memberitakan firman-Nya,
    entah orang itu menolak atau menerimanya.

    Sahabat, kerinduan Tuhan setiap orang hidup menurut kehendak-Nya. Marilah
    kita merespons panggilan Tuhan. Ada kuasa yang Tuhan berikan yaitu Roh
    Kudus yang akan memampukan kita untuk menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan.
    Tuhan menyertai dalam menyampaikan firman-Nya, dulu sekarang dan sampai
    selama-lamanya. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah
    beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh melalui perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami tentang: “Penyambung Lidah Tuhan”?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: “Beritakanlah firman,
    siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah
    dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”  (2 Timotius 4:2)

  • Fasting Brings Recovery

    BERPUASA. Masa Pra Paskah dimulai dengan Rabu Abu (22 Februari 2023)
    sampai dengan Minggu Paskah (tidak termasuk hari minggu). Bila dihitung, maka
    terdapat 40 hari masa Pra Paskah. Angka 40 sendiri diambil dari berbagai kisah
    Alkitab, yang bermakna  masa persiapan dan pengujian. Empat puluh tahun
    bangsa Israel menempuh perjalanan setelah keluar dari tanah Mesir; 40 hari Musa
    di gunung Sinai; 40 hari bangsa Niniwe bertobat dengan berpuasa; 40 hari Yesus
    berpuasa di padang gurun; 40 hari Yesus terangkat ke surga sejak peristiwa
    Paskah. Pada masa Pra Paskah, kita semua diundang untuk merefleksikan
    peristiwa pengorbanan Kristus, yang oleh sebagian gereja dibarengi dengan
    ajakan berdoa dan berpuasa.

    Sejak awal Maret 2023 di layar kaca banyak ditayangkan iklan produk-produk
    yang mengekspose anak-anak dan kaum muda yang mulai ikut berpuasa di Bulan
    Ramadhan tahun ini. Maka saya bertanya kepada beberapa orang pemuda yang
    di gerejanya setiap tahun selalu mengadakan program “Doa dan Puasa” selama
    40 hari, “Apa yang kamu rasakan dan godaan yang apa yang kamu alami ketika
    pertama kali mengikuti program Doa dan Puasa?”. Mereka dengan antusias dan
    spontan menjawab: “Om, pada awalnya kami merasa pusing, lapar, susah
    berpikir, susah konsentrasi dan perut keroncongan.” Sedangkan godaan yang
    mereka alami yaitu kalau ada sohib yang mengajak mereka ngopi bareng.

    Hari ini ketika kita sebagai komunitas orang percaya berada dalam masa Pra
    Paskah dan sebagian besar umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, saya
    mengajak Sahabat untuk belajar dari kitab Yoel dengan topik: “Fasting Brings
    Recovery (Puasa Membawa Pemulihan)”. Bacaan Sabda diambil dari Yoel 2:12-27
    dengan penekanan pada ayat 12. Sahabat, puasa yang benar sangat besar
    kuasanya. Puasa yang benar menggerakkan tangan Tuhan untuk bertindak

    sehingga segala perkara dapat terjadi, dari yang tidak mungkin menjadi sangat
    mungkin; dan dari hal yang mustahil menjadi ya dan amin.

    Dari Yoel 1:1-20 kita mendapatkan informasi tentang kondisi umat Israel pada
    waktu itu yang sangat memprihatinkan. Secara manusia tidak ada lagi alasan
    untuk berharap, sampai-sampai para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun
    anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen
    ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima,
    juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering.
    Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia (Yoel 1:11-12).

    Sungguh mengerikan keadaan umat Israel pada waktu itu, bisa kita bayangkan
    betapa hebat penderitaan yang mereka alami. Hasil ladang mereka musnah. Tiada
    jalan lain selain datang dan berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-
    Nya, dan inilah jalan untuk dapat dipulihkan, yaitu berpuasa dengan sungguh,
    “Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah
    para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah Tuhan, Allahmu, dan
    berteriaklah kepada Tuhan.” (Yoel 1:14).

    Bila saat ini ada diantara Sahabat yang sedang mengalami sakit-penyakit yang
    begitu berat, ada konflik yang cukup rumit dalam keluarga, mengalami kegagalan
    dalam bisnis atau studi, yang secara manusia sudah tidak ada jalan atau
    menemui jalan buntu; jangan sekali-kali menyerah pada keadaan dan tawar hati!
    Ingatlah Tuhan selalu mempunyai cara untuk menolong umat-Nya. Selalu ada
    jalan dalam Tuhan.

    Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri, adakah hal-hal yang
    tidak berkenan dalam kehidupan kita. Tuhan menghendaki kita merendahkan diri
    dan berpuasa kudus agar kita berbalik pada-Nya, “… berbaliklah kepada-Ku
    dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan
    mengaduh.” (ayat 12). Menangis dan mengaduh mempunyai arti bertobat dengan

    penuh penyesalan atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat.
    Puasa yang disertai dengan pertobatan yang sungguh, benar-benar membawa
    pemulihan bagi umat Israel dan umat Tuhan saat ini (ayat 23-27). Haleluya! Tuhan
    itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah
    beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini.
    2. Bagikan secara singkat pengalamanmu ketika melaksanakan program “Doa
      dan Puasa” di gerejamu.

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Melalui doa dan puasa,
    kita melatih diri untuk bisa menahan diri, berkomitmen, mendisiplin diri, melatih
    kesabaran, dan juga sebagai sarana untuk pertobatan. (pg).