Author: Christopherus

  • There is Hope to Get Deliverance

    TAWAR MENAWAR. Tawar menawar adalah suatu jenis negosiasi yang dilakukan oleh penjual dan pembeli untuk menentukan harga suatu barang. Hal ini biasanya dilakukan di pasar tradisional. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik orang tetap pergi belanja ke pasar tradisional.

    Tawar-menawar adalah ketika dua pihak yang terlibat dalam transaksi seperti pembelian barang dan jasa menegosiasikan harga sampai kedua belah pihak dapat saling menyepakati harga. . Proses tawar-menawar melibatkan dua pihak yang membuat penawaran berurutan dan penawaran balasan satu sama lain sampai harga disepakati. Individu yang mencoba untuk membeli barang dan jasa berusaha untuk membayar jumlah yang paling kecil (sedikit), sedangkan tujuan utama penjual adalah untuk memaksimalkan harga jual. 

    Tindakan tawar-menawar telah ada sejak zaman baheula dan berlanjut hingga saat ini.  Abraham pernah melakukan tawar-menawar dengan TUHAN agar tempat di mana Lot tinggal tidak dihukum atau diselamatkan karena hitungan orang benar yang ada di dalamnya (Kejadian18:22-33). Akhirnya hanya Lot dan keluarganya yang diselamatkan, tetapi tempat itu dimusnahkan.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yehezkiel dengan topik: “There is Hope to Get Deliverance (Ada Pengharapan untuk Mendapatkan Kelepasan)”. Bacaan Sabda diambil dari Yehezkiel 14:12-23. Sahabat, Yehezkiel 14 dimulai dengan kedatangan beberapa tua-tua Israel kepada Yehezkiel. Sekilas, kunjungan mereka nampak mulia karena mereka seolah-olah bermaksud mencari petunjuk Allah. Namun, Allah mengecam mereka karena Ia tahu bahwa mereka adalah para penyembah berhala yang menjalankan kehidupan yang menyimpang dari kehendak-Nya. Dalam kecamannya, Allah langsung menunjukkan sumber dosa mereka, yakni hati yang sudah terpikat oleh berhala. Kondisi keterpikatan hati mereka telah sangat parah, sehingga tegoran dan kecaman Allah yang disampaikan berkali-kali tak mereka hiraukan. 

    Yehezkiel belum mengajukan tawar-menawar dengan TUHAN tentang Israel. Tetapi, TUHAN memberitahukan bahwa Ia akan menjatuhkan hukuman karena negeri itu telah tidak setia lagi kepada-Nya. Ia akan memusnahkan persediaan makanan dan mendatangkan kelaparan atas mereka, binatang buas atau pedang, atau sampar. 

    Sahabat, penghukuman itu tidak akan berubah meskipun ada Nuh, Daniel, dan Ayub di antara mereka. Hanya ketiga orang ini yang akan selamat, sedangkan seisi negeri itu tetap akan binasa. Ketiga orang itu bahkan tidak dapat menyelamatkan orang-orang terdekat atau siapa pun juga. (Ayat 12-20) Penghukuman yang berat dari TUHAN akan tetap dijatuhkan atas seluruh Yerusalem, atas manusia dan binatang. Keempat hukuman itu, yaitu pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar akan dijatuhkan atas mereka yang hidup dalam kejahatan (Ayat 21). 

    Ini dia yang luar biasa, KASIH TUHAN TIDAK BERKESUDAHAN, Ia tetap meninggalkan sisa orang yang terluput bersama anak-anak lelaki dan perempuannya. Mereka ini akan menjadi PENGHIBURAN  bagi Yehezkiel dan orang-orang di dalam pembuangan sehingga dapat menerima malapetaka yang telah TUHAN jatuhkan atas Yerusalem. Tingkah laku mereka yang berbeda akan menunjukkan alasan TUHAN menghukum Yerusalem (Ayat 22-23).

    Sahabat, TUHAN tidak main-main dalam penghukuman-Nya. Setiap orang yang bersalah akan menerima penghukuman yang berat. Orang benar tidak dapat melepaskan orang-orang jahat dari penghukuman, hanya orang-orang benar itulah yang akan diselamatkan. TUHAN yang adil tetap menunjukkan kasih-Nya. Tidak semua orang dihukum. Masih ada sisa umat yang mendapatkan kelepasan. Ada pengharapan untuk mendapatkan kelepasan. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari Kejadian 18:22-33?

    Selamat sejenak merenung.  Simpan dalam-dalam di hati: Bimbinglah orang lain untuk menerima kebenaran-Nya! Dengan demikian, kita dapat memperoleh keselamatan bersama-sama. (pg).

  • The Grape Vine must bear Fruits

    POHON ANGGUR. Umat Allah digambarkan sebagai pohon anggur. Yang diharapkan dari pohon anggur adalah buahnya karena batang kayunya rapuh dan kurang bermanfaat. 


    Alkitab Perjanjian Lama menggambarkan umat Israel (umat pilihan Allah) sebagai pohon anggur (Mazmur 80:15-16, Yeremia 2:21, 6:9, Yehezkiel 15:6, Yoel 1:7). Dari setiap pohon anggur, orang mencari dan mengharapkan buahnya karena orang tidak dapat membuat sesuatu apa pun dari batang pohon anggur yang sangat rapuh. Oleh karena itu, batang kayu atau ranting pohon anggur yang tidak menghasilkan buah hanya bisa dibakar untuk menghangatkan badan atau untuk keperluan lain.  

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yehezkiel dengan topik: “The Grape Vine must bear Fruits (Pohon Anggur Harus Berbuah)”. Bacaan Sabda diambil dari Yehezkiel 15:1-8. Sahabat,  Israel digambarkan sebagai pohon anggur TUHAN (bdk. Kejadian 49:22; Mazmur 80:9; Hosea 10:1; Yesaya 5:1-30; Ulangan  32:32; Yeremia 2:21). Israel bukan bangsa yang hebat atau besar dan kuat dari bangsa lainnya, tetapi TUHAN telah memilih mereka dan menjadikan mereka sebagai umat-Nya.

    Sahabat, pohon anggur yang baik seharusnya menghasilkan buah pada musimnya. Tetapi, Israel telah menjadi pohon anggur yang tidak menghasilkan buah. Mereka bukan saja tidak subur, tetapi tidak berguna (bdk. Yohanes 15:2-6). Israel bagaikan kayu anggur yang tidak dapat digunakan untuk sesuatu keperluan pada saat masih berbentuk kayu utuh, apalagi ketika telah dibakar (Ayat 1-3, 5). 

    Adapun kayu anggur tidak dapat dibentuk atau difungsikan seperti kayu pada umumnya karena sifatnya yang rapuh. Biasanya orang hanya akan membakarnya untuk menghangatkan tubuh sehingga hancur seluruhnya dan tidak dapat digunakan untuk apa pun. 

    Sahabat, betapa kecewanya TUHAN melihat umat kesayangan-Nya itu tidak menyukakan hati-Nya. Sebagai balasan atas segala kebaikan TUHAN yang telah mereka terima, kesuburan tanah perjanjian dan segala berkat perlindungan-Nya; mereka menyembah berhala-berhala dan segala dewa sembahan bangsa sekitar. TUHAN membiarkan Israel bagian Utara dan Selatan dihancurkan musuh, bahkan Yerusalem yang menjadi kota tempat Bait Allah berada diserang dan dihancurkan. 

    Raja Yoyakhin dan para pembesar diangkut ke pembuangan (Ayat 4). Mereka tidak akan dapat meloloskan diri dari berbagai penghukuman karena Ia sendiri yang menentang mereka (bdk. Mazmur 34:17). TUHAN menjadikan Israel sunyi sepi, menghancurkan negerinya, dan menghalau penduduknya. Dengan demikian, mereka akan menyadari kesalahan mereka terhadap-Nya dan mengetahui bahwa Dialah TUHAN Allah (Ayat 6-8).

    Sahabat, satu hal yang Allah selalu inginkan dari setiap pohon anggur yaitu berbuah, dan kalau tidak berbuah maka pohon anggur akan ditebang dan dicampakkan ke dalam api. Untuk bisa berbuah, ranting harus tetap melekat pada batang pohon anggur, dan kita sebagai ranting yang dicangkokkannya harus tetap melekat kepada Yesus sebagai pokok anggur.

    Sahabat, melalui hubungan intim dengan Tuhan: Berdoa, membaca firman Tuhan dam melakukan semua perintah-perintah-Nya, maka hidup kita akan berbuah. Akan ada buah-buah yang menyukakan Allah dan bisa dinikmati oleh orang-orang di sekeliling kita, baik itu buah pertobatan, buah roh maupun buah jiwa-jiwa. Hidup kita berbuah untuk kemuliaan Allah. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Buah apa yang sudah Sahabat hasilkan? Bila belum, apa yang akan Sahabat lakukan?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Berusahalah agar Allah mendapati hidup kita berbuah bagi kemuliaan-Nya. (pg).

  • God Protects His People

    MENGUNGKIT-UNGKIT. Seorang teman seperjuangan sejak muda sore itu bercerita bahwa pada suatu kali ia lupa   menjemput istrinya di tempat kerjanya karena sore itu ia harus menyelesaikan permasalahan yang rumit di kantornya. Ketika ia meminta maaf,  istrinya hanya bilang:  “Tidak apa-apa,” dan tidak menunjukkan kemarahan. Namun pada hari-hari berikutnya, sang istri terus mengungkit-ungkit kesalahannya  dan bahkan tidak melupakannya setelah kejadian itu berjalan hampir setahun.

    Sahabat, cinta Allah kepada kita adalah cinta yang kudus, yang bebas dari kemarahan dan kebencian. Meskipun Ia murka ketika kita melakukan kesalahan, Ia tidak mengungkit-ungkit kesalahan kita. Ia juga tidak membiarkan kita selamanya terhukum oleh kesalahan itu, melainkan memberi kita kesempatan baru. Kita memang manusia berdosa, tetapi Allah tidak hanya melihat kita berdasarkan kesalahan yang pernah kita lakukan. Ia melihat dan mengasihi diri kita seutuhnya. Demikian pula kita harus melihat orang lain. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi janganlah melihat orang lain hanya berdasarkan kesalahannya.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yeremia dengan topik: “God Protects His People (Allah melindungi umat-Nya)”. Bacaan Sabda diambil dari Yeremia 50:33-46. Sahabat, kesombongan akan kekuatan yang seolah-olah tiada banding dijungkirbalikkan oleh Tuhan. Jika Babel merasa sebagai yang paling berkuasa, Tuhan menunjukan kekuatan-Nya sebagai Pencipta alam semesta. Kengerian akan menghinggapi Babel (Ayat 33-38). Ia akan menjadikan Babel seperti Sodom dan Gomora (Ayat 40).

    Tuhan adalah Penebus (Ayat 34). Ini adalah ikrar akan Pribadi Allah yang secara aktif dan berinisiatif melakukan penebusan atas umat-Nya.

    Ini bukan kali pertama Allah menebus umat-Nya. Kita bisa mengingat bagaimana Allah telah menebus Israel dari Mesir, mengeluarkan mereka dari perbudakan, dan memperlihatkan kekuatan tangan-Nya yang tak pernah lelah. Kali ini pun Allah memperlihatkan kembali kekuatan tangan-Nya, yakni tangan yang penuh kasih atas Israel, namun sekaligus tangan yang mengerikan bagi Babel.

    Yeremia sebagai nabi Tuhan, menegaskan bahwa hukuman atas Babel adalah bukti pembenaran Allah atas umat-Nya. Bangsa Israel diyakinkan bahwa mereka adalah memang milik Allah dan Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Penghukuman terhadap Babel menyatakan bahwa Allah memerhatikan dan membela umat-Nya. Allah tidak selamanya membiarkan umat-Nya dipermalukan, tetapi pada waktunya nanti Allah membuat kebenaran menjadi nyata. Allah melakukan pembalasan untuk Israel.


    Firman-Nya mengingatkan kembali bahwa Tuhan adalah Allah Pencipta alam semesta. Tangan-Nya selalu nyata memberi pertolongan untuk umat-Nya. Ia akan selalu memperjuangkan perkara umat milik-Nya. Ia menebus umat dari perbudakan Mesir dan Babel, juga menebus kita dari perbudakan dosa.

    Sahabat, identitas dan karya Tuhan sebagai Penebus menjadi penghiburan bagi setiap kita. Ia akan selalu membebaskan kita dari lilitan masalah atau pergumulan hidup, karena Ia selalu memperjuangkan perkara anak-anak-Nya. Allah melindungi umat-Nya.

    Semestinya, kita tidak perlu menjadi anak-anak yang takut terhadap berbagai ancaman. Sebaliknya, kita perlu belajar untuk selalu melihat tangan Tuhan yang senantiasa terulur menyatakan kasih-Nya. Tangan Tuhan yang melindungi umat-Nya.

    Sahabat,  kita juga perlu waspada sebab tangan Tuhan pun dapat menghukum kita karena dosa dan pelanggaran kita. Mari kita jalani hidup dengan merendahkan hati kepada Penebus kita dan membiarkan tangan-Nya selalu berkarya dalam setiap langkah perjalanan hidup kita. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami tentang “mengungkit-ungkit”?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Ketika Allah mengampuni kita, Ia tidak lagi mengungkit-ungkit kesalahan kita dan Ia mencintai kita dengan kasih yang kudus. (pg).

  • ReKat: Hide and Seek To God(14 April 2023)

    Bacaan Sabda: Yehezkiel 8 : 1 – 18.

    Dari hasil perenungan saya dari Bacaan Sabda, saya mendapatkan:

    1. Pesan yang saya peroleh: Tuhan melalui Yehezkiel menyatakan tentang kebandelan umat Israel  dengan menunjukkan: a). Bangsa Israel menaruh berhala cemburuan berdekatan dengan  jalan masuk gerbang mezbah; b). Tujuh puluh tua-tua Israel, secara dian-diam menyembah gambar berhala yang terukir di tembok; c). Para perempuan terlibat penyembahan berhala dewi alam; d). Para imam menyembah matahari. Tuhan sesungguhnya tahu apa pun yang sedang dilakukan umat-Nya. Tuhan berdaulat. Tuhan Mahatahu. Maka hendaknya kita tulus, setia, jujur, taat, berbakti dengan segenap hati, hanya kepada Yesus Tuhan, penyelamat satu-satunya. 
    1. Pemahaman saya tentang ayat 12: Sungguh ironis kelakuan tua-tua kaum Israel, yang seharusnya kehidupan spiritualnya menjadi panutan, namun faktanya mereka menjerumuskan diri kepada perbuatan yang dibenci Tuhan. Diperparah dengan ucapan : “Tuhan tiddk melihat kita. Tuhan sudah meninggalkan tanah ini.” Mari kita  konsisten dan konsekwen dalam menjalani kehidupan spiritual kita sehingga dapat  diteladani, dan diikuti oleh generasi penerus kita.

    (Haryono)

  • Deceivers Among the People

    PENYESAT. Berita tentang kedatangan Mesias sudah sering kali berkumandang sejak puluhan tahun silam hingga sekarang. Beberapa berita bahkan disertai pengakuan yang ekstrem, adanya orang-orang yang mengaku sebagai Yesus Kristus hingga menyebut dirinya nabi yang diberi pesan khusus mengenai akhir zaman. Namun, sampai hari ini tak satu pun dari setiap klaim seputar akhir zaman dan kedatangan Yesus itu terjadi.

    Peringatan tentang berita palsu mengenai datangnya Mesias juga disampaikan Yesus ketika hidup di bumi. Pengajaran yang perlu dicermati dan diingat oleh setiap orang percaya, bahkan mereka yang merasa diri mereka “orang pilihan” agar jangan sampai disesatkan oleh berita palsu itu (Matius 24:24). Pengajaran yang juga perlu diberikan kepada generasi penerus, karena tampaknya semakin mendekati akhir dari segala sesuatu, berita tentang kedatangan Kristus kedua kali juga semakin marak. Jika pemahaman mereka akan firman Allah tidak kuat, dikhawatirkan mereka akan mudah tersesat atau dibuat kebingungan dengan pengakuan mesias atau nabi palsu.

    Adanya peringatan khusus bahwa orang pilihan juga masih mungkin disesatkan, seharusnya membuat setiap orang percaya perlu semakin waspada. Alasannya, bukan tidak mungkin cara yang akan dilakukan oleh mesias dan nabi palsu itu akan sangat halus, sehingga orang yang teperdaya olehnya tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang terkena penyesatan. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus, niscaya kita dapat mengenali manakala upaya penyesatan itu muncul,  sehingga kita tidak mudah disesatkan.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yehezkiel dengan topik: “Deceivers Among the People (Para Penyesat Diantara Umat)”. Bacaan Sabda diambil dari Yehezkiel 13:1-23. Sahabat, ada orang-orang yang mengklaim diri mereka sebagai nabi-nabi yang menyampaikan kehendak Allah. Padahal, mereka hanya menuruti keinginan hati mereka sendiri (Ayat 3). Mereka mengatakan nubuat yang berasal dari khayalan dan penglihatan yang palsu. Atas semua kebohongan itu, Allah sendiri akan menentang nabi-nabi palsu tersebut. Penyesatan dan upaya mereka dalam menutupi bahaya akan lenyap di bawah amarah Allah (Ayat 6-14).

    Ada juga kaum perempuan yang bernubuat sesuka hati. Mereka membuat gelang dan selendang yang diyakini memiliki kesaktian untuk meramal masa depan. Mereka juga memakainya untuk menghakimi orang secara tidak adil. Atas pelanggaran ini, Allah akan mematahkan kuasa dan perkataan mereka. Umat-Nya akan dibebaskan dari penipuan dan nabiah-nabiah palsu akan sujud di hadapan Allah (Ayat 17-23).

    Sahabat, ada godaan setiap individu ingin dipandang sebagai orang hebat atau lebih unggul dari yang lainnya. Salah satu contohnya adalah jabatan nabi. Seorang nabi diangkat oleh Allah untuk menyatakan kehendak-Nya. Perkataannya dipercaya sebagai perkataan Allah kepada umat-Nya. Namun, ada sebagian orang Israel demi kepentingannya sendiri menyebut dirinya nabi. Mereka menipu umat Allah untuk memuaskan keinginan mereka sendiri.

    Hal ini sangat ditentang dan dibenci oleh Allah. Oleh karena itu, Nabi Yehezkiel dipimpin Allah untuk menyatakan kebenaran. Sekalipun tantangannya besar, sebagai utusan Allah yang asli, ia harus mengatakan firman Allah dan memerangi kepalsuan yang mengatasnamakan Allah.

    Sahabat, Allah ingin agar umat-Nya hidup dalam kebenaran dan tidak disesatkan oleh berbagai ajaran palsu yang membawa kehancuran. Firman Allah membimbing kita untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menerima ajaran dari orang-orang yang mengklaim diri paling tahu kehendak Allah. Firman Allah juga mendorong kita untuk mengawasi diri sendiri agar tidak menyatakan kepalsuan demi kepentingan sendiri. Mari kita mewawas diri terhadap keberadaan para penyesat di tengah-tengah umat. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarakan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari pesan Tuhan Yesus di Matius 24:24?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Setialah kepada firman-Nya! Jangan terbuai oleh berita-berita menyenangkan, tetapi yang bukan berasal dari TUHAN!  (pg).