JANGAN BERLUMUT dalam KEMALASAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Sehat-sehat dan tetap semangat. Saudara, jangan berharap kita bisa meraih keberhasilan di masa depan, jika hari ini rasa malas selalu kita hiraukan. Kita perlu menyadari bahwa malas adalah kemenangan di saat ini dan kekalahan di masa nanti.

Mario Teguh (Motivator asal Indonesia) berkata, “Seorang yang berkelas tinggi, yang sangat cerdas dan berbakat untuk menjadi pribadi yang mengagumkan, tetapi yang membiarkan dirinya berlumut dalam kemalasan, akan menjadi seorang pengeluh dengan pikiran dan perasaan kelas rendah, dan bergaul dalam pertemanan yang tidak berkelas.”

Saudara, dalam perumpamaan tentang talenta  (Matius 25:14-30), si tuan kecewa dengan hamba yang dipercaya menerima satu talenta karena ia tidak mengembangkannya, melainkan menyembunyikannya di dalam tanah.  “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? … Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”  (Matius 25:26, 30). 

Hamba yang malas harus menuai akibat kemalasannya itu.  Tuhan telah memberi kita talenta atau modal  dengan maksud supaya kita berkarya dan mengembangkan modal tersebut semaksimal mungkin, sebab pada saatnya akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.  Alkitab menyatakan bahwa orang yang malas disebut jahat, bahkan disebut sebagai perusak,  “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.”  (Amsal 18:9)

Tuhan telah memiliki rancangan hal-hal baik bagi setiap orang percaya, tapi Ia menghendaki adanya kerjasama. Ada bagian yang harus kita kerjakan untuk menggenapi rencana-Nya.  Namun karena kita malas dan tidak mau membayar harga, semua rancangan Tuhan atas kita menjadi berantakan. Hal tersebut terjadi bukan karena Tuhan tidak sanggup melaksanakan rencana-Nya, tetapi karena kita sendiri yang tidak mau taat, tidak mau melakukan yang menjadi bagian kita.

Saudara, ketahuilah bahwa kemalasan hanya akan berdampak buruk:  merusak masa depan, impian dan harapan menjadi buyar, menghambat kemajuan  (stagnan)  dan cenderung mengalami kemunduran, menyebabkan penderitaan karena tidak ada kekayaan yang akan singgah di dalam rumah pemalas, sebab  “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”  (Amsal 10:4).  Akhirnya para pemalas bisanya hanya mengeluh, bersungut-sungut, menjadi beban bagi orang lain, kecewa dan ujung-ujungnya berani menyalahkan Tuhan.

Ingatlah! Andrie Wongso (Motivator asal Indonesia) berkata, “Kemalasan bukan penyakit keturunan, tapi kebiasaan. Maka buang sikap negatif itu, dengan mulai bergerak dan beraktivitas.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *