Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Ada beberapa bagian dari Alkitab memang sulit untuk dimengerti. Tapi bagi saya, lebih sulit melakukan firman Tuhan yang sudah saya mengerti. Rasul Yakobus mengingatkan kita, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22)
Saudara, kita sering mendengar orang yang berujar, “Kalau hanya berbicara, banyak orang yang bisa. Coba jika diminta untuk melakukan” Memang lebih mudah dan lebih enak menjadi penonton daripada menjadi pemain. Kita membutuhkan keteladanan hidup. Kekristenan membutuhkan bukti nyata melalui perbuatan, bukan hanya teori, karena orang percaya diminta menjadi garam dan terang dunia. Artinya kita harus memiliki kehidupan yang berbeda dan berdampak bagi dunia.
Sesungguhnya satu perbuatan jauh lebih bersuara daripada seribu kata-kata. Setiap orang percaya dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah karena dituntut untuk memberlakukan firman Tuhan dalam kehidupan nyata, bukan hanya sekadar fasih mengucapkan firman. Yakobus berkata, “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu hakikatnya adalah mati.” (Yakobus 2:17). Jadi, iman itu bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna (Yakobus 2:22). Itulah iman yang diwujudkan melalui perbuatan nyata!
Rasul Yakobus menasihati kita: “… hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,” (Yakobus 1:19). Tetapi kita memiliki kecenderungan untuk cepat berbicara tapi lamban dalam hal mendengar. Maka ingatlah apa yang dikatakan Rasul Paulus, “… iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17).
Dalam masa pandemi Covid – 19, mungkin ada diantara kita pada hari Minggu mengikuti kebaktian online lebih dari 3 kali dari gereja yang berbeda, tetapi mengapa kerohanian kita belum bertumbuh dan hidup kita belum mengalami perubahan? Karena kita hanya sebatas mendengarkan saja. Mendengarkan firman Tuhan itu sangat penting dan baik, tapi harus disertai dengan melakukan firman yang kita dengar. Mengapa masih banyak orang percaya yang gagal menaati firman Tuhan? Karena kita berpikir bahwa mendengarkan sama halnya dengan melakukan. Ini dia kuncinya, bukan hanya dengar, tapi juga harus dengar-dengaran (taat) kepada Firman.
Mendengar janganlah hanya dengan telinga yang kemudian diproses oleh otak, tetapi kita mendengar sampai masuk ke hati, merenungkan dalam-dalam, kemudian mewujudkan dalam tindakan. Itulah yang dikehendaki Tuhan!
Ingatlah! Orang bijak berkata, “Kecenderungan berbohong kepada diri sendiri lebih mengakar dalam hidup kita, dibandingkan berbohong kepada orang lain.” Sedangkan Charles G. Finney (Dosen dan tokoh kebangunan rohani dari Amerika) berkata, “Saudara mendengar dan percaya Firman secara teori, tetapi jika saudara tidak mempraktikannya, saudara menipu diri saudara sendiri.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg).
Leave a Reply