UNITED we STAND, DEVIDED we FALL

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Semoga sehat-sehat dan rukun-rukun selalu. Betapa senangnya jika keluarga kita dapat hidup dengan rukun. Demikian juga kita dapat hidup rukun dengan para tetangga. Daud mengingatkan kita, “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.”  (Mazmur 133:1)

Ketika saya masih anak-anak, biasanya kalau Tahun Baru Imlek, orang tua mengumpulkan anak-anaknya, mereka memberi nasihat dengan perumpamaan lidi. Kalau sebatang lidi berdiri sendiri, jika dilemparkan tidak dapat  mencapai sasaran yang jauh dan hanya mengenai bidang yang sangat kecil. Berbeda kalau  ada 100 batang lidi yang  mau diikat menjadi satu, maka dia kalau dilemparkan dapat mencapai sasaran yang jauh dan mengenai bidang yang luas. Heler Keller (Penulis dan aktivis politik asal Amerika) berkata, “Sedikit yang dapat kita lakukan jika kita sendirian, banyak yang dapat kita lakukan jika kita bersama.”

Ada pepatah bahasa Jawa yang mengatakan,“Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa” (Perselisihan membuat hancur berantakan, sedangkan kerukunan membuat sentosa)  Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya kerukunan, persatuan dan kesatuan, serta kebersamaan.


Lalu, bagaimana dengan kesatuan hati? Kesatuan hati itu sangat penting.  Bagaimana cara untuk mewujudkannya?  Kesatuan hati memiliki nilai istimewa di mata Tuhan.  Bagi Tuhan, kesatuan hati itu sesuatu yang baik dan sangat indah.  Daud melukiskannya demikian:  “Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion.” (Mazmur 133: 2-3a).  Jadi, kesatuan hati adalah sesuatu yang dapat menggerakkan hati Tuhan untuk memberikan apa yang kita minta.  Yesus bersabda, “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga.” (Matius 18:19).  Terlebih lagi jika kesatuan hati terjalin di antara  sesama anggota tubuh Kristus, pasti akan mendatangkan kuasa yang dahsyat! 

Bagaimana caranya supaya kita dapat bersatu?  Kesatuan hati akan terwujud bila kita tidak hanya melihat perbedaan yang ada.  Diantara kita pasti memiliki perbedaan-perbedaan, baik dari segi fisik, sifat, hobi,  bidang minat, pola pikir dan sebagainya.  Namun perbedaan itu tidak boleh membuat kita merasa tidak bisa bersatu dan bekerjasama.  Kita juga harus dapat melihat kesamaan-kesamaan yang ada.  Di dalam Kristus kita adalah satu; satu baptisan, satu Allah dan Bapa (Efesus 4:5-6).  Mari kita bangun kesatuan hati di antara orang-orang percaya.

Ingatlah!  United we stand, devided we fall (Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh). Rasul Paulus menekankan, “karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,” (Filipi 2:2). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *