KEMULIAAN hanya bagi TUHAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Orang bijak berkata bahwa nilai manusia itu bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Bukan apa yang telah ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan. Bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya.

Saudara, ada cukup banyak orang percaya memiliki pengertian yang kurang tepat ketika mereka mendengar atau mengucapkan: “Berbakti kepada Tuhan.”  Pemahaman mereka berbakti kepada Tuhan berarti selalu berkaitan dengan kegiatan-kegiatan rohani di rumah ibadah atau terlibat dalam pelayanan yang dilakukan di lingkungan gereja. 

Padahal berbakti kepada Tuhan bukan hanya berbicara mengenai aktivitas ibadah atau pelayanan yang dilakukan secara rutin dan insidental di gereja, tetapi meliputi segenap keberadaan hidup kita, meliputi segenap gerak hidup kita sehari-hari.  Jadi jam berbakti kepada Tuhan bukan hanya 1 atau 2 jam di dalam gedung gereja, melainkan  selama 24 jam waktu yang kita miliki adalah untuk berbakti kepada Tuhan.  Inilah yang dimaksud berbakti kepada Tuhan, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berbakti berasal kata dasar bakti yang  berarti:  tunduk dan hormat, perbuatan yang menyatakan setia  (kasih, hormat, tunduk). Dengan demikian berbakti kepada Tuhan merupakan sebuah keputusan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat pengabdian hidup. Fokus hidup kita hanya kepada Tuhan. Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Rasul Paulus dengan sangat jelas mengingatkan kita,“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Roma 11:36).

Segala sesuatu yang kita kerjakan dalam hidup ini  (dalam profesi sebagai apa pun)  hendaknya menjadi ladang memraktikkan nilai-nilai firman Tuhan atau menjadi pelaku firman Tuhan.  Jadi tempat untuk kita berbakti kepada Tuhan bukan hanya di dalam gedung gereja saja, melainkan di mana pun kita berada  (di rumah, di hotel,  di kantor, di toko, di sekolah, di tempat wisata, di warung kopi, di pasar, di bengkel, dan lain-lain).  

Ingatlah! Sekarang kita semakin memahami bahwa berbakti kepada Tuhan bukan hanya diukur dari kepiawaian pengkotbahnya, atau liturgi atau lagu-lagu yang kita nyanyikan di gedung gereja, melainkan meliputi segenap tindakan dan perbuatan dalam keseharian kita! Smith Wigglessworth (Penginjil asal Inggris) berkata, “Tuhan ingin membersihkan keinginan dan motivasi dalam hati kita sehingga apa yang kita inginkan akan memuliakan nama Tuhan.” GBU & Fam. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *