Dalam Tinggal TENANG dan PERCAYA Terletak Kekuatanku

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Supaya kita bisa tenang menjalani hidup, orang bijak meyakinkan kita, “Jika tidak ada pundak untuk bersandar, yakinlah masih ada lantai untuk untuk bersujud.”

Joyce Meyer (Penulis dan pembicara asal Amerika) mengingatkan kita, “Menghabiskan waktu bersama Tuhan adalah kunci kekuatan dan kesuksesan kita di semua bidang kehidupan.”

Saudara, saya sadar hari-hari ini ada banyak hal yang mengusik ketenangan. Rasul Petrus menasihati orang percaya untuk bisa menguasai diri dan tetap tenang di segala situasi supaya dapat berdoa.  Ketika kita dalam posisi tidak tenang, panik, gelisah, emosi, jengkel, marah, galau atau gundah gulana tentunya akan sulit untuk berdoa, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”  (1 Petrus 4:7)
 

Sesungguhnya ada banyak hal di dunia ini yang membuat kita tidak bisa tenang dalam menjalani hidup:  masalah, tekanan, tuntutan pekerjaan, pengaruh lingkungan dan masih banyak lagi. 

Sampai kapan pun dunia tidak akan pernah memberikan rasa tenang kepada kita.  Karena itu rasa tenang dalam diri orang percaya seharusnya tidak ditentukan oleh situasi atau keadaan yang terjadi di sekitarnya, sebab rasa tenang itu sesungguhnya merupakan sebuah keputusan atau ketetapan hati.  Sedahsyat bagaimana pun badai gelombang menerpa kita,  bisa membuat keputusan untuk tetap tenang. 

Mengapa kita harus selalu tenang?  “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”  (Yesaya 30:15).  Milikilah reaksi dan sikap positif untuk setiap situasi atau masalah yang terjadi.  Bila sikap kita positif maka hati dan pikiran kita dipenuhi oleh  “… semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji…”  (Filipi 4:8).

Selalu berpikiran positif itulah yang membuat kita tetap tenang, karena kita tahu benar bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita. Di dalam Tuhan selalu ada jalan keluarnya.  Kegagalan seringkali kita alami bukan karena kita terlalu lemah atau masalah yang terlalu besar, tetapi karena kita sendiri tidak tenang menghadapinya.

Ingatlah! Kita butuh waktu untuk menyendiri sejenak, untuk menikmati suatu ketenangan dan keheningan, supaya kita mendapatkan kekiuatan dari Tuhan untuk menjalani dan menikmati hidup. GBU & Fam. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *