MELIHAT yang TIDAK KELIHATAN

Selamat  jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Saya yakin begitu kita membuka mata di pagi hari, maka segera masalah demi masalah akan antri menghampiri kita. John Hagee (Pendeta dan Penginjil asal Amerika) berkata, “Selama Anda hidup, Anda akan menghadapi masalah. Tetapi jangan lupa, Anda melayani Tuhan yang memecahkan masalah.”

John Wesley (Teolog dan Pendeta asal Inggris) berkata, “Lakukan semua yang kamu bisa. Dengan segala cara yang kamu bisa. Di semua tempat yang kamu bisa. Setiap saat kamu bisa. Untuk semua orang yang kamu bisa. Selama kamu bisa. ”

Saudara, ada cukup banyak di antara kita mudah putus asa, stres dan tidak pernah mengalami terobosan baru dalam hidup. Mengapa? Karena waktu menghadapi masalah, mata dan pikirannya hanya terfokus kepada besarnya masalah yang ada di hadapannya.

Sesungguhnya setiap masalah merupakan satu kesempatan bagi kita untuk datang kepada Tuhan dan melihat pekerjaan-Nya yang ajaib dinyatakan atas hidup kita. Masalah dan ujian adalah latihan bagi mata iman kita untuk melihat  yang tidak kasatmata. Maka rasul Paulus pun tidak memerhatikan yang kelihatan karena yang kelihatan adalah sementara, sehingga masalah, penderitaan dan aniaya tidak sedikitpun menggoyahkan imannya; dia tetap setia mengerjakan panggilan hidupnya. “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” (2 Korintus 4:8-9)

Mengapa rasul Paulus kuat menghadapi itu semua? Itu karena dia selalu mengingat kematian Yesus! Bila kita menyadari betapa besar pengorbanan Yesus sehingga Dia rela mati bagi kita, kita tidak akan begitu mudah kecewa, menggerutu dan mengeluh bila berada dalam persoalan.

Yosua dan Kaleb dapat memasuki Tanah Kanaan karena mereka melihat masalah dengan mata iman, bahwa kuasa Allah yang menyertai lebih besar dari apa pun juga. Sebaliknya kesepuluh pengintai gagal karen mereka melihat musuh dan tantangan yang ada seperti raksasa yang tidak mungkin bisa ditaklukkan (Bilangan 13:22-33). Demikian juga dengan pelayan Elisa yang mengalami ketakutan karena melihat kotanya telah dikepung oleh musuh (2 Raja-Raja 6:14-16). Sebab itu Elisa berdoa supaya Tuhan mencelikkan mata rohani pelayannya sehingga ia dapat melihat apa yang tidak kelihatan.

Ingatlah! Saudara bila fokus kita hanya kepada hal yang kelihatan kita akan menjadi orang-orang yang kalah. Maka, mari mengaktifkan iman kita! Rasul Paulus mengingatkan kita, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”  ( 2 Korintus 4:18). GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *