ADA PROSES YANG HARUS KITA JALANI 2

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Sesungguhnya kehidupan orang percaya merupakan  sebuah perjalanan iman.  Oleh karena itu kita harus membangun iman dari hari ke sehari melalui perenungan akan firman Tuhan, sebab  “… iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  (Roma 10:17), dan tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Tuhan  (Ibrani 11:6).


Kita  percaya bahwa Tuhan juga memiliki rencana khusus bagi setiap anak-anak-Nya, bukan hanya kepada Yusuf.  Dia memiliki rancangan yang baik, serta menyediakan masa depan yang indah dan penuh pengharapan. 

Saudara, Tuhan Yesus sudah membuktikan kasih-Nya.  Dia rela berkorban dan  menderita, bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib untuk kita.  Semua  dilakukan-Nya supaya kita beroleh pengampunan, keselamatan, kesembuhan, pemulihan, kasih karunia dan anugerah menjadi anak-anak Allah.


Melalui proses kehidupannya yang berliku-liku akhirnya Yusuf sungguh-sungguh menjadi besar, yaitu menjadi penguasa di Mesir.  Sungguh luar biasa, Yusuf menjadi orang kedua di Mesir setelah Firaun.  Lebih daripada itu Yusuf diberi hak dan kuasa, bahkan cincin raja dikenakan kepadanya, “Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf:  ‘Hormat!’  Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”  (Kejadian 41:43)
 
Jika kita teliti dan perhatikan lebih jauh, semua masalah dan penderitaan yang dialami oleh Yusuf sebenarnya merupakan proses yang dipakai Tuhan untuk menerima janji-Nya.  Pada waktu mendapatkan janji Tuhan, Yusuf masih berada di Kanaan.  Namun Tuhan memberi mimpi kepada Yusuf bahwa ia akan menjadi penguasa di Mesir.  Karena itu Yusuf harus sampai ke Mesir agar menjadi penguasa di sana, meskipun cara Tuhan begitu ajaib membawa Yusuf sampai ke Mesir, yaitu melalui tindakan saudara-saudara Yusuf yang membuangnya ke sumur dan akhirnya menjualnya sebagai budak ke Mesir. 

Yusuf perlu dibawa ke Mesir, karena jika hanya tinggal di rumah sangat sulit baginya untuk menjadi penguasa di Mesir.  Sekalipun Yusuf menjadi budak dan semua yang dialaminya menunjukkan bahwa itu sangat tidak masuk akal, namun jika kita melihatnya dengan kacamata iman, kita akan tahu bahwa Yusuf sedang semakin mendekat kepada janji dan rencana-Nya. 

Ingatlah! Kadang Tuhan mengizinkan masalah. kesulitan, tantangan, dan penderitaan, untuk memersiapkan kita menerima penggenapan janji dan  rencana-Nya. Yakinlah, Tuhan bisa memakai banyak cara, yang tidak pernah kita duga sebelumnya, karena itu jangan bimbang dan tawar hati untuk menantikan penggenapan janji Tuhan! GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *