ADA PROSES YANG HARUS KITA JALANI (1)

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Saya yakin kita semua sudah pernah menikmati penggenapan janji-janji Tuhan. Memang untuk menikmati penggenapan janji-janji Tuhan, dibutuhkan iman, keteguhan, kesabaran, dan kesetiaan. Yakinlah, masih tersedia mukjizat Tuhan untuk kita yang tetap setia menantikan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Saudara, masih ingatkah dengan Yusuf, “Si Tukang Mimpi”? Yusuf mendapatkan mimpi dari Tuhan dan melalui mimpi itu Tuhan hendak menyatakan rencana dan janji-Nya kepadanya. 

Yusuf bermimpi sedang berada di ladang bersama saudara-saudaranya untuk mengikat berkas-berkas gandum.  Tiba-tiba berkas gandum Yusuf bangkit dan tegak berdiri, sedangkan berkas-berkas saudaranya yang lain sujud menyembah kepada berkas milik Yusuf. (Kejadian 37:6-7).  Ketika ia menceritakan mimpinya  kepada saudara-saudaranya, mereka menjadi sangat marah dan berkata,  “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami?  Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?”  (Kejadian 37:8).  Sejak saat itu saudara-saudaranya semakin membenci Yusuf.

Sesungguhnya Yusuf sedang menerima janji Tuhan melalui mimpi-mimpinya.  Tuhan menyampaikan rencana-Nya melalui mimpi, yaitu kelak Yusuf akan diangkat sebagai seorang pemimpin besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.  Ternyata, dalam rangka proses untuk menerima penggenapan janji Tuhan,   Yusuf harus menjalani  perjalanan hidup yang berliku, dia menghadapi banyak tantangan dan rintangan.

Saudara,  ketika Yusuf masih tinggal bersama dengan ayahnya, dia menjadi anak kesayangan, dan tentu hidupnya serba enak dan nyaman. Tapi setelah dia menerima janji dari Tuhan melalui mimpi, justru dia harus mengalami beberapa proses yang tidak mudah dan menyakitkan: 1.  Yusuf dilemparkan ke dalam sumur (Kejadian 37:19-24);  2.  Yusuf dijual sebagai budak (Kejadian 37:25-28);  3.  Yusuf dipenjarakan oleh Potifar (Kejadian 39:12-20);  4.  Yusuf dilupakan oleh juru minum raja (Kejadian 40:21-23). 

Hidup kita pun sering mengalami hal seperti itu.  Kita sering mendengar kotbah atau membaca renungan bahwa janji Tuhan itu ya dan amin, dan rancangan-Nya bagi kita adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11). Namun mengapa keadaan kita tetap begini-begini saja, tidak berubah, dari dulu sampai sekarang?

Ingatlah! Saudara,  itulah perjalanan hidup yang harus kita lewati, setiap orang tentu berbeda.  Terkadang Tuhan izinkan kita mengalami proses yang berliku  seperti yang dialami Yusuf. Tapi satu hal yang pasti, Tuhan beserta dengan Yusuf dan kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita, baik ketika kita berjalan di padang rumput yang hijau maupun ketika kita harus melewati lembah kekelaman. GBU & Fam. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *