Be HONEST

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Orang bijak berkata bahwa kejujuran kadang memang menyakitkan, tapi justru mendatangkan kesehatan. Sedangkan kebohongan kadang nampak menggembirakan, tapi justru tidak menyembuhkan.


Saudara, berbicara tentang kejujuran berarti berbicara tentang hasrat dan motivasi,  yang muncul dari dalam hati dan pikiran seseorang, yang kemudian menghasilkan suatu tindakan.  Pada Zaman Now, hidup sebagai orang jujur menjadi barang langka, sulit didapat dan ditemukan.

Penulis Amsal secara tegas menyatakan bahwa Tuhan bergaul erat dengan orang yang jujur,  “… orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.”  (Amsal 3:32). Jadi salah satu syarat utama untuk dapat memiliki hubungan yang akrab dengan Tuhan, kita harus menjadi orang jujur.  Artinya kita harus menjadi pribadi yang selalu terbuka di hadapan Tuhan, tidak ada yang  kita tutup-tutupi atau sembunyikan. 

Sebagai orang percaya, apa pun situasi dan keadaannya, kita dituntut untuk tetap hidup sebagai orang yang jujur.  Bagaimana bisa menjadi seorang yang jujur?  Diawali dengan ketulusan hati, seperti tertulis:  “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”  (Amsal 11:3).  Artinya untuk menjadi orang jujur, kita perlu memiliki ketulusan hati.

Orang yang tulus hati adalah orang yang mengasihi Tuhan tanpa syarat, yang melakukan segala sesuatu untuk Tuhan tanpa keluh kesah dan bersungut-sungut.  Daud, yang disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan  (Kisah Para Rasul 13:22-b), memiliki kerinduan besar untuk menjadi orang yang jujur dan tulus hati.  “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.”  (Mazmur 25:21).

Saudara, mungkin bagi sebagaian besar  orang, berlaku jujur di Zaman Now saat ini adalah kerugian besar.  Tetapi bagi orang yang takut akan Tuhan kejujuran justru mendatangkan keuntungan besar.  Orang yang hidup dalam kejujuran pasti akan mengalami berkat-berkat Tuhan secara luar biasa.  Sampai kapan pun di dalam kamus hidupnya dia tidak mengenal kata  rugi atau sia-sia.   Orang yang jujur tidak akan pernah ditinggalkan dan dipermalukan oleh Tuhan, sebaliknya ia akan mendapatkan pembelaan dan berkat dari Tuhan. 

Yakinlah ada masa depan yang baik yang Tuhan sediakan bagi orang yang berlaku jujur.  Salah satu berkat luar biasa bagi orang yang jujur adalah doanya pasti berkenan di hati Tuhan.  “… doa orang jujur dikenan-Nya.”  (Amsal 15:8).  Jadi Tuhan menyediakan berkat-berkat-Nya bagi orang yang jujur.  Karena itu jangan ragu dan  takut berlaku jujur sebab kita punya Tuhan yang tidak pernah tertidur dan terlelap  (Mazmur 121:4-5). 

Ingatlah! Be honest. Jujurlah! Orang percaya dipanggil untuk memiliki kehidupan yang tidak serupa dengan dunia!  Ketika kebohongan sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang, sanggupkah kita menjadi garam, dengan setia tetap bertahan menjadi orang jujur? GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *