Author: Christopherus

  • KUMPUL KELUARGA

    Tahun Baru Imlek merupakan hari libur terbesar di Tiongkok. Orang Tiongkok mendapat libur 7 hari, dan ada pula yang libur 15 hari. Sebagian besar perusahaan tutup hingga seminggu, kecuali beberapa perusahaan yang bergerak di sektor jasa, seperti transportasi, hotel dan restoran besar. Di Goggle kita bisa melihat puluhan juta orang akan mudik dari kota-kota besar tempat mereka bekerja ke kampung halamannya. Pulang ke kampung berkumpul dengan keluarga, terutama orangtua, dan mengadakan makan bersama.

    Kita melihat juga tradisi pulang kampung di Indonesia, saat Lebaran. Rela menempuh berjam-jam untuk mudik, bahkan di zaman tol Brexit 2016 (Brebes Exit) dibuka puluhan ribu kendaraan macet keluar jalan tol hingga lebih dari 2 hari penuh, juga menyebabkan 17 orang pemudik meninggal dunia akibat kelelahan di mobil.

    Fenomena mudik untuk berkumpul keluarga memang menjadi ritual tahunan. Di Alkitab ada perayaan Pondok Daun yang diperingati orang Isreal hingga hari ini. Di budaya barat ada Thanksgiving Day yang puncaknya makan malam keluarga.

    Menyambut Imlek, intinya yakni pulang untuk berkumpul keluarga dengan orangtua. Untuk memberikan daya tarik agar agar anak-anak dapat membawa cucu bahkan buyut maka orangtua membagikan angpao (amplop merah berisi uang) . Akhirnya angpao ini  menggantikan tradisi silaturahmi keluarga menjadi suatu keharusan, jadi ada IMLEK mesti ada ANGPAO.

    Saat Imlek keluarga berkumpul, saudara-saudara berkumpul, saling memberi selamat, cerita sana-sini tentang pengalaman hidup. Suasana yang indah dalam pertemuan keluarga, yang digambarkan di Mazmur 133:1 “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” Bahkan di Mazmur 133:3 menyebutkan: “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” 

    Saudaraku, sebentar lagi kita akan menyambut Imlek. Di kalender ditandai dengan tanggal merah, artinya libur, tepatnya pada Sabtu, 10 Februari 2024. Manfaatkan liburan ini untuk berkumpul dengan keluarga, dengan papa-mama yang selalu menunggu-nunggu kapan anaknya menjenguk dia, bahkan sangat ingin melihat anak-cucu bahkan buyut yang datang mengucapkan selamat. Lupakan segala kepahitan hati yang mungkin timbul terhadap orangtuamu. Pulanglah, temui mereka. Bersama-samalah untuk duduk makan, suara-suara tawa nan riang akan mengusir segala kesedihan di hati papa-mama yang benar-benar merasakan “empty nest” – kekosongan hidup karena ditinggal pergi oleh keluarga …

    Rasakan kembali saat berkat Tuhan turun saat kita mengunjungi orangtua kita, seperti diingatkan Firman di Keluaran 21:12 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Sekaligus mengaminkan Firman ini “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:3).

    Untuk para pembaca yang merayakannya: Selamat mempersiapkan diri menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga berkah keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kelimpahan, selalu ada untuk kita. Semoga segala usahamu membuahkan hasil yang gemilang dan semakin banyak impianmu yang menjadi kenyataan. Oh ya, hampir lupa, semoga ada cukup banyak Sahabat yang berkenan mengirimkan angpao untuk mendukung pelayanan Christopherus. (Surhert).

  • PENGABDI TUHAN ATAU PENGABDI MAMON ?

    Saudaraku, kehidupan selalu menguji ketulusan terhadap komitmen yang diambil manusia. Apa yang nampaknya baik, setelah diuji malah hasilnya buruk. Mari merenungkan Lukas 16:10-15.

    Sangat menarik saat membaca bagaimana Yesus menarik istilah Mamon untuk menggambarkan tentang kesetiaan. Mamon diartikan sebagai kekayaan (NIV : money). Istilah mamon berkonotasi negatif dalam budaya Yahudi.

    Yesus sendiri mengatakan bahwa Mamon dan Allah tidak dapat dilayani bersamaan dan manusia harus memprioritaskan salah satunya (Lukas 16:13), untuk memberikan respons kepada orang Farisi yang munafik. Lukas dengan jelas mengatakan mereka hamba-hamba uang (Lukas 16:14). Yesus menegur keras karakter orang Farisi yang sinis terhadap orang berdosa, padahal mereka sendiri juga terikat dengan sesuatu selain Allah. Pelajaran yang diberikan Yesus adalah :
    Mamon menguji kesetiaan.
    Bila seseorang dapat mengolah mamon dengan jujur, maka ia orang yang bisa dipercaya untuk memelihara harta rohani. Hal ini dikarenakan mereka bisa menggunakan mamon sebagaimana mestinya dan bebas dari kekuasaannya. Karakter demikian menunjukkan keteguhan hati karena mamon bagaikan perempuan cantik dan menarik untuk dimiliki. Mamon menguji ketulusan dan kesetiaan kepada Tuhan.
    Pengabdi mamon bukanlah pengabdi Allah.
    Mamon dan Allah jelas berseberangan maka manusia perlu untuk memutuskan mau menghamba kepada siapa. Yesus menyindir dengan keras karakter orang Farisi yang cinta uang dan meragukan kesungguhan mereka mengabdi pada kebenaran. Yesus meragukan ketulusan orang Farisi sebagai penjaga Taurat karena sikap mereka mendua.

    Hingga sekarang mamon masih bagaikan gadis cantik dan menarik untuk dimiliki, sangat banyak manusia yang takluk kepadanya. Namun Mamon dan Tuhan tidak pernah bersatu, maka manusia yang mau mengabdi kepada Tuhan maka ia harus netral terhadap daya pikat si mamon. Mamon tetap relevan menjadi batu uji karakter orang yang mengatakan dirinya pengabdi Tuhan sampai saat ini. Para pengabdi mamon akan terseleksi dan sedikit demi sedikit akan menjauh dari Tuhan.

    Sebagai Pengabdi-pengabdi Tuhan, mari terus berjuang tanpa lelah untuk menempatkan mamon sebagaimana mestinya dan tidak tunduk dalam kuasanya. Arahkanlah pegabdian kepada Tuhan dengan tulus karena Dia tahu benar isi hati manusia sebagaimana dikatakan manusia melihat apa yang dipandang mata namun Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7). Tetaplah tulus dan setia kepada Tuhan.
    Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)

  • TAHUN NAGA

    Naga atau Liong atau Lung. Binatang apakah ini? Kok sedemikian ditunggu-tunggu sebagian orang yang memercayainya, hingga jadwal pernikahan pun dikebut agar bisa punya anak shio naga? Jelas mitologi naga dalam tradisi Tionghoa digambarkan sebagai mahkluk atau binatang yang memiliki gabungan dari beberapa binatang lainnya. 

    Bentuk panjang bisa meliuk-liuk mirip ular, bisa terbang seperti burung meski tidak punya sayap. Paha kaki seperti paha kuda yang kuat, cakar tajam seperti cakar burung elang, punya sungut entah ini seperti kumis kucing atau sungut ikan lele atau gurami. Lidahnya panjang seperti lidah ular kobra. Badannya bersisik besar seperti ikan arwana, giginya menyeringai kuat tajam seperti gigi ikan hiu atau gigi buaya. Ada tanduk seperti tanduk rusa atau kambing jantan, dan terutama matanya yang besar melalak,  tidak pernah berkedip jadi kalau terbang tidak pernah kelilipan debu atau mesti pakai kacamata helm. Karena binatang jerapah atau griraffe tidak ada di China zaman dulu, maka ciri jerapah yang berleher panjang jenjang tidak dimasukkan dalam ciri naga. Mungkin kalau dimasukkan maka naga bisa berdiri tegak menjulurkan lehernya. 

    Banyak suku atau daerah di Indonesia maupun di dunia yang punya gambaran binatang seperti naga yang menjulur di lukisan-lukisan, tiang, alat musik, dan lain-lain. Bahkan kata orang yang pekerjaannya meramal, katanya naga adalah binatang yang paling kuat sakti mandraguna hingga hanya motif naga yang dicantumkan di jubah kaisar-kaisar China, tapi peramal ini lupa, bahwa di jubah kaisar ada gambar mitologi lain yakni burung hong atau phoenix, juga ada bentuk singa yang menjaga pintu gerbang. Juga kalau para peramal membaca kisah-kisah Soen Go Kong atau Kera Sakti, maka ada banyak naga yang dihajar oleh kera ini. Jadi istilahnya, di atas langit masih ada langit. 

    Namun di kitab Ayub  ada binatang yang paling perkasa: “Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.  Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya. Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.  Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.  Tidak ada taranya di atas bumi; itulah makhluk yang tidak mengenal takut.”  (Ayub 41:10-12, 17, dan 24).

    Kalau Anda suka menonton film-film Godzilla, maka mungkin yang digambarkan di Ayub 41 itu mirip Godzilla. Tapi kalau Anda membaca kitab Wahyu mulai pasal 12 hingga pasal 20 akan menemukan binatang Naga yang merepresentasikan si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan yang akan dihajar dan diikat oleh Malaikat. Nah, jadinya binatang naga itu baik atau jahat?

    Saudaraku, kalau Anda punya keyakinan akan tahun-tahun yang memiliki shio atau cabang bumi dengan lambang-lambang hewan sejumlah 12 shio, lalu masih dikombinasi lagi dengan 5 elemen (wuxing): tanah, kayu, api, logam dan air. Jadinya 1 putaran bumi akan 5×12 tahun = 60 tahun. Padahal masih ada unsur penentu lainnya, seperti jam di zaman Tiongkok dulu hanya 40 menit untuk 1 jam, lalu ada 10 batang langit (tiangan), masih ada lagu 28 xiu atau konstelasi bintang, dan masih banyak lagi ketentuan tergantung kemauan Kaisar dari zaman dinasti apa. 

    Kalau Anda memikirkan itu semua, akan ruwetlah jalan dan alur pikir Anda karena memikir-mikirkan metafisika, salah satu cabang filsafat yang berusaha mencari hakikat dari segala yang ada. Kenyataannya, belum tentu ada orang menyebut dirinya “suhu” atau ahli ramal yang menguasai itu semua, karena setidaknya dia harus bisa membaca abjad China kuno agar bisa mempelajarinya. 

    Saudaraku, jelas pikiran dan visi Anda-lah yang akan diruwetkan jika terus membaca berbagai ramal meramal berdasar astrologi China. Padahal Tuhan memerintahkan jelas-jelas, hanya ada 7 hari dalam penciptaan dunia dan salah satunya adalah Sabat atau hari berhenti bekerja. Jadi di hari Sabat,  kita mesti mengkhususkan untuk beribadah dan memuliakan Tuhan. 

    Datang ke gereja pada hari perhentian Sabat atau Minggu dengan hati yang penuh syukur, membuka diri menerima Firman Tuhan, menyimpannya dalam hati, dan melaksanakan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, maka berkat Tuhan akan dicurahkan. Tidak takut akan berbagai goncangan yang disebutkan di astrologi, karena Tuhan memimpin hidup kita dan beserta kita di sepanjangan hidup.

    Untuk Saudaraku yang merayakannya: Selamat  merayakan Tahun Baru Imlek 2575. Semoga berkah keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kelimpahan, selalu ada untuk kita. Semoga segala usahamu membuahkan hasil yang gemilang, rezeki mengalir semakin deras, dan semakin banyak impianmu yang menjadi kenyataan. Oh ya, jangan lupa, dukunglah Yayasan Christopherus dengan DOA, DANA, DAN KARYA. (Surhert).

  • Over Confidence

    PERCAYA DIRI. Apakah Sahabat tipikal seorang yang cukup percaya diri, atau tidak? Apakah  Sahabat pernah merasa tidak nyaman dalam melakukan apa pun, termasuk kamu tidak percaya atas kemampuanmu sendiri ketika diperhadapkan dengan lingkungan yang semakin menantang?

    Percaya diri (confidence)  merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya. Seseorang yang percaya diri dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan tahapan perkembangan dengan baik, merasa berharga, mempunyai keberanian, dan kemampuan untuk meningkatkan prestasinya, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta membuat keputusan sendiri merupakan perilaku yang mencerminkan percaya diri.  

    Sahabat, percaya diri  merupakan dasar dari motivasi diri untuk berhasil. Agar termotivasi seseorang harus percaya diri. Seseorang yang mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri haruslah menginginkan dan termotivasi dirinya. Ada cukup banyak orang yang mempunyai kekurangan tetapi mampu bangkit menaklukan kekurangannya sehingga benar-benar mengalahkan kekurangan dengan mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk terus tumbuh serta mengubah rintangan menjadi tantangan.

    Coba simak contoh berikut: Napoleon Bonaparte yang tinggi badannya hanya 158 cm,  tak satu hari pun merasa pendek dan kerdil dihadapan lawan lawannya dan pasukannya. Namun, melihat dirinya menjadi raksasa diantara laki-laki lainnya, meskipun sebenarnya tidak demikian. Kepercayaan diri dan kebesaran hati membuatnya bersikap, bergaul, bersama orang lain dengan penuh percaya diri dan kemampuan menghadapi segala kesulitan dengan kepercayaan diri yang besar.

    Sahabat,  memiliki kepercayaan diri adalah hal yang baik dan perlu, namun demikian jika berlebihan bisa berbahaya. Sebuah studi yang dilakukan psikolog Carmen Sancez dan David Dunning menyatakan bahwa percaya diri berlebihan berdampak tidak baik. Ada tiga hal yang terjadi pada orang yang percaya diri berlebihan: Pertama, rentan melakukan kesalahan. Kedua, tertutup untuk menerima masukan dari orang lain, dan ketiga, sulit untuk instrospeksi diri.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab 2 Raja-raja dengan topik: “Over Cofindence (Terlalu Percaya Diri)”. Bacaan Sabda diambil dari 2 Raja-raja 14:1-22. Sahabat, percaya diri yang berlebihan itulah yang terjadi pada Amazia, raja Yehuda. Memang wajar untuk menjadi bangga atas sebuah keberhasilan, tetapi kita tidak pernah dianjurkan untuk terus berkanjang di dalamnya.

    Riwayat Raja Amazia yang memerintah Yehuda selama 29 tahun (796-767 SM), mengingatkan betapa mudahnya kita mengandalkan peruntungan (Ayat 2). Keberhasilan Amazia menaklukkan 10.000 orang Edom di Lembah Asin (Ayat 7) membuatnya menjadi bangga dan membawa dia menjadi orang yang terlalu percaya diri dan takabur. Kecerobohannya kemudian membawa kehancuran Yehuda.

    Sahabat, pada awal pemerintahannya, Amazia bin Yoas menunjukkan sikap yang positif (Ayat 1-3). Namun, ia gagal menghapus kompromi penyembahan kepada Tuhan. Penulis Kitab Tawarikh menggambarkan tindakan Amazia dengan ungkapan “tidak dengan segenap hati” (2 Tawarikh  25:2). 

    Kemenangan Amazia atas orang Edom membuatnya takabur dan terlalu percaya diri. Ia menantang raja Israel untuk beradu tenaga. Ia mengabaikan peringatan dari Yoas untuk tidak menantang malapetaka (Ayat 8-10).

    Kekalahan Amazia menghancurkan Yerusalem, membuat Yerusalem kehilangan benda-benda perkakas Bait Allah (Ayat 4-12). Peristiwa ini memicu pemberontakan dalam negeri, hingga Amazia terpaksa melarikan diri ke Lakhis. Pelariannya tidak dapat menyelamatkan dirinya dari pemberontakan. Amazia dibunuh di Lakhis (Ayat 18-22). Nama Amazia berarti kekuatan yang datang dari Allah; sayangnya, Amazia lebih mengandalkan kekuatan sendiri.

    Sahabat, kehidupan yang kita terima dari Tuhan adalah sebuah perjalanan yang harus kita tempuh bersama Tuhan. Ingatlah, kesempatan yang baik dan semua keberhasilan yang kita alami adalah bagian dari perjalanan bersama dengan Tuhan. Ada kekuatan Tuhan yang menopang.  Pengalaman dari raja Amazia hendaklah selalu mengingatkan kita untuk tidak menjadi orang yang takabur dan terlalu percaya diri. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah!

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 8?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Bangga akan pencapaian tidak salah. Tetapi, jangan sampai menjadikan kita terlalu percaya diri. Jangan menjadi takabur! (pg).