Author: Christopherus

  • DIA yang MEMULAI, DIA yang MENGAKHIRI

    Sahabat, dalam mengerjakan misi yang diamanatkan Bapa kepada-Nya, Kristus tidak pernah mengerjakan segala sesuatunya dengan setengah-setengah, tapi diselesaikan-Nya sampai tuntas, dan puncaknya adalah melalui pengorban-Nya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.  Dia adalah Alfa dan Omega, Yang awal dan Yang akhir;  Dia yang mengawali dan Ia pula yang mengakhirinya. 

    Jadi jika di hari-hari yang telah lalu kita mengalami kebaikan, kasih dan penyertaan Kristus yang teramat sempurna, maka tidak mungkin hari ini, esok, atau lusa Dia lupa dan tak lagi menyertai kita.  Kalau Kristus sudah menyertai kita dari awal, Dia juga akan menyertai kita sampai akhir hidup kita, bahkan penyertaan-Nya sampai kepada kesudahan zaman, seperti yang dijanjikan-Nya,  “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  (Matius 28:20b). 

    Sahabat, penyertaan Tuhan atas kita takkan pernah berubah, asalkan kita tetap setia mengikut Dia sampai akhir dan hidup seturut dengan kehendak-Nya.  “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”  (Wahyu 2:10).  Karena itu jangan sekali-kali kita meninggalkan Tuhan dan tidak lagi hidup menurut firman-Nya. 

    Yakinlah, selama kita tinggal dekat Tuhan dan menyediakan diri untuk disertai, pasti penyertaan-Nya akan selamanya beserta kita, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”  (Yesaya 46:4)

    Untuk menggali lebih dalam tentang tema kita “Dia yang mengawali, Dia yang mengakhiri”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil surat Filipi 1:3-11. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan tersebut, tuliskan dengan bahasamu sendiri keyakinan Rasul Paulus yang terdapat di ayat yang ke-6. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • KORNELIUS: Terpilih Sebagai yang PERTAMA

    Sahabat, setiap orang percaya diharapkan dapat menjadi surat yang terbuka yang dapat dibaca oleh semua orang yang berjumpa dan bergaul dengannya.  Melalui kehidupan kita yang menjadi berkat bagi orang lain nama Tuhan dipermuliakan.  Maka hari ini kita akan  belajar dari  Kornelius. Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Kisah Para Rasul 10:1-48  

    Kornelius seorang yang saleh dan takut akan Tuhan, Kornelius juga seorang yang murah hati, suka menolong dan memberikan banyak sedekah kepada orang lain.  Kornelius juga tekun berdoa kepada Allah bukan hanya waktu-waktu tertentu, tapi setiap saat.  Kornelius juga seorang yang tulus hatinya, tidak ada kepura-puraan dalam hidupnya sehingga ia memiliki reputasi yang baik di antara segenap bangsa Yahudi.

    Sahabat, lalu apa yang kurang dalam diri Kornelius?  Ternyata Kornelius belum pernah mendengar nama Yesus dan belum percaya kepada-Nya.  Itulah yang kurang dalam diri Kornelius.  Kedatangan Petrus ke rumah Kornelius setelah dijemput dari Yope membuka babak baru dalam hidupnya.  Ketika berbicara dengan Kornelius Petrus tidak membicarakan hal-hal yang lain selain perihal Yesus Kristus karena itu yang sangat diperlukan oleh Kornelius. 

    Kornelius perlu mendengar perihal kehidupan Tuhan Yesus, baik itu kematian-Nya, kebangkitan-Nya dari antara orang mati dan juga kedatangan-Nya kelak kembali (ayat 42-43)

    Bukan saja Kornelius harus mendengar tentang Yesus Kristus, tapi dia juga harus percaya kepada-Nya dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.  Kesalehan manusia tanpa Yesus Kristus tidak ada artinya apa-apa  (Kisah Para Rasul 4:12).

    Sahabat, Tuhan  memakai Petrus sebagai alat-Nya untuk melawat Kornelius. Tercatat Kornelius dan keluarganya menjadi bangsa kafir pertama yang menerima kabar baik dan keselamatan setelah kebangkitan Yesus. Maka berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tolong tuliskan mengapa Kornelius dan keluarganya terpilih dan menerima kasih karunia yang luar biasa dari Tuhan (perhatikan ayat 4). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • ReKat: Memperbarui MANUSIA BATINIAH (31 Agustus 2021)

    Bacaan Sabda: 2 Korintus 4:16 – 18

    Dua keyakinan rasul  Paulus sehingga dia tidak tawar hati dalam menghadapi hari tua dan maut::

    1. Karena walau tubuh jasmani ini semakin merosot menuju kematian, namun manusia batiniah,  merujuk roh manusia, memiliki nilai kekekalan. 
    2. Penderitaan yang dialami bersifat sementara/ringan dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dialaminya. (Haryono)
  • AMOS: Penggembala dari Tekoa

    Amos adalah salah seorang tokoh penting dalam Alkitab yang patut menjadi inspirasi kita.  Ia bukanlah berasal dari keluarga yang berada dan berpendidikan tinggi,  “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.”  (Amos 7:14).  Amos adalah orang biasa,  peternak dan pemungut buah ara di hutan, serta bertempat tinggal di sebuah desa kecil bernama Tekoa yang termasuk wilayah Yehuda.  Itulah sebabnya Amos sering disebut sebagai penggembala dari Tekoa atau peladang pohon ara dari selatan.

    Sahabat, meski dari kalangan orang  bawah  bukan berarti Amos tidak punya masa depan dan tidak layak dipakai Tuhan.  Justru dari kesederhanaannya ini Tuhan memilih Amos untuk alat-Nya (1 Korintus 1:27-29). 

    Karena itu jangan pernah minder atau berkecil hati dengan keadaan yang ada dan janganlah pernah berkata,  “Mana mungkin hidupku dipakai Tuhan, sementara aku tidak pernah mengenyam pendidikan teologia, tidak fasih bicara, wajahku pas-pasan, aku tidak punya harta yang bisa dibanggakan.  Semua orang pasti memandangku dengan sebelah mata.” 

    Tuhan tidak pernah memilih seseorang dari fisik, jabatan, kekayaan dan sebagainya (1 Samuel 16:7-b).   Setiap orang percaya memiliki kesempatan yang sama untuk dipakai Tuhan sebagai alat kemuliaan-Nya.

    Tuhan memakai Amos untuk sebuah misi besar yang luar biasa yaitu menyampaikan pesan penting yang berisi teguran dan peringatan kepada bangsa Israel bagian utara yang pada waktu itu sedang berada di puncak kejayaan. 

    Mungkinkah?  Tidak ada yang tak mungkin bagi orang percaya, karena dalam segala perkara Tuhan turut bekerja.  Dengan kekuatan sendiri Amos tidak akan mampu, tapi ada Roh Tuhan yang menyertainya.

    Untuk mendalami pesan yang disampaikan oleh nabi Amos, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amos 5:14-17. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah isi pesan nabi Amos dalam bahasamu sendiri (fokus pada ayat 14). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MENGOBARKAN nyala SEMANGAT

    Menurut buku yang berjudul Survival Skill, karya Stan Toler & Glen, kata “antusias” atau “enthusiasm” berasal dari dua kata Yunani, yaitu “en” (di dalam) dan “theos” (Allah). Dengan demikian entheos mengandung arti: Tuhan di dalam seseorang atau seseorang di dalam Tuhan.

    Dengan demikian seseorang yang “enthusiastic” adalah seperti orang yang memiliki Allah di dalam dirinya. Karena Allah adalah Allah yang Mahakuasa, yang memiliki kekuatan dan energi yang tidak terbatas, maka ketika seorang manusia mengalami antusiasme, ia akan memiliki gairah dan energi yang luar biasa untuk bekerja dan beraktivitas dengan tenaga yang seperti tidak ada habisnya.

    Sahabat, sebuah survei yang dilakukan pada para CEO perusahaan yang termasuk dalam Fortune-500 menunjukkan bahwa lebih dari 50% CEO perusahaan tersebut rata-rata mendapat nilai C ketika mereka kuliah. Berikutnya, hampir 70% dari segenap Presiden AS hanya mencapai peringkat menengah ke bawah di kelasnya.  Selain itu, lebih dari 50% pengusaha besar di AS tidak menyelesaikan kuliahnya.

    Pertanyaannya, apa sebenarnya yang menyebabkan orang-orang yang tampaknya biasa-biasa saja mampu mencapai hal-hal besar dan menjadi orang-orang yang luar biasa? Jawabnya adalah: SEMANGAT.

    Sahabat, hidup adalah sebuah perjuangan dan perlombaan. Kita sudah memulainya dengan baik ketika kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Tapi itu hanyalah sebuah awal. Kita masih harus terus berjuang dan berlomba dalam perlombaan iman hingga selesai. Kita perlu tetap bersemangat. Ini adalah salah satu kunci agar kita mampu bertahan dalam berbagai tantangan hidup.

    Untuk menggali lebih dalam mengenai semangat, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 18:14. Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaan kita pada hari ini, jawablah dua pertanyaan berikut:

    1. Apa alasan utama kita tetap bersemangat dalam menjalani hidup ini?
    2. Apa saja keuntungan dari orang-orang yang memilih untuk tetap bersemangat?

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)