Author: Christopherus

  • ReKat: MENYERAHKAN dan MEMERCAYAKAN (5 September 2021)

    Bacaan Sabda: 1 Petrus 5:6-11

    Makna Menyerahkan dan Memercayakan:                 

    1. Kita merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat.
    2. Kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Dia yang memelihara kita.
    3. Yakinlah, Tuhan akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan.

    (Debora)

  • IDENTITAS ORANG PERCAYA

    Sahabat, kasih adalah identitas orang percaya yang paling utama. Kita murid-murid Kristus dikenal oleh dunia ini ketika kita saling mengasihi. Semua simbol kekristenan yang ada, hanya sebuah tanda dan tidak akan berarti apa-apa kalau kita tidak melakukan kasih.   

    Perintah untuk mengasihi di satu sisi adalah perintah lama, tetapi di sisi lain adalah perintah baru. Perintah lama karena berasal dari Perjanjian Lama (Imamat 19:18), namun perintah baru karena Yesus memerintahkannya secara radikal dengan cara baru.

    Untuk memahami perintah baru dari Tuhan Yesus yang radikal tersebut, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yohanes 13:31-35.

    Perintah tersebut  berlaku untuk semua orang percaya di sepanjang masa, dengan kata lain kita dan semua orang yang berstatus sebagai anak-anak Allah. Kita yang telah ditebus dengan pengorbanan-Nya dan secara pribadi mengalami kasih Tuhan Yesus diberi kemampuan untuk mengasihi sesama dengan kasih dari surga. Kasih itu tidak hanya kita alami, namun kasih itu akan menjadi bukti bahwa kita adalah murid Tuhan Yesus.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:

    1. Bagaimana  Yesus memandang rencana jahat Yudas untuk menyerahkan-Nya kepada para pemimpin agama Yahudi dan penyaliban yang akan dihadapi-Nya? (Ayat 31-32).
    2. Selain mengindikasikan keilahian-Nya, panggilan Yesus kepada para murid dengan sebutan “anak-anak-Ku” menunjukkan relasi yang bagaimana? (Ayat 33)
    3. Apa tujuan dan apa manfaatnya Tuhan Yesus memberikan perintah baru kepada murid-murid-Nya? (Ayat 34-35).

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MENJADI orang yang MURAH HATI

    Salah satu karakter yang harus dimiliki setiap orang percaya adalah murah hati,  “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”  (Lukas 6:36).  Kristus menegaskan hal ini saat Ia mengajar orang banyak di atas bukit,  “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”  (Matius 5:7).

    Sahabat, apakah yang dimaksud dengan murah hati? Murah hati berarti memerhatikan orang lain yang sedang dalam kekurangan, menawarkan bantuan kepada mereka yang terluka dan menderita.  Murah hati bukan hanya perasaan kasihan terhadap orang yang dalam kesulitan, bukan perasaan simpati yang diberikan dari luar saja, tetapi berusaha mengerti lebih dalam, sehingga dapat melihat dan merasakan apa yang orang lain rasakan. 

    Mempunyai kemurahan hati berarti punya kepedulian tinggi terhadap orang lain dan mau terlibat.  Ia tidak hanya menawarkan kata-kata nasihat atau mengupas panjang lebar ayat-ayat Alkitab di hadapan orang yang sedang dalam kesulitan tanpa berbuat apa-apa, melainkan ada sebuah tindakan.  

    Sahabat, apa upah bagi seorang yang murah hati?  Tuhan berjanji bahwa mereka yang memerhatikan orang lain dan menunjukkan kemurahan hati akan beroleh kemurahan juga sebagai balasannya, baik dari sesama maupun dari Tuhan sendiri.

    Untuk menggali lebih dalam tentang orang yang bermurah hati, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari ! Yohanes 3:11-18. Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaan tersebut, tolong tuliskan makna dari murah hati (perhatikan ayat 14, 17, dan 18), Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • SAKSIKAN Pengalaman Hidupmu Bersama KRISTUS

    Sahabat, saksi biasanya dihadirkan dalam persidangan untuk memperkuat pembuktian perkara. Ia diundang untuk menceritakan apa yang dilihat, didengar, diperhatikan, atau dialaminya sendiri

    Apakah Sahabat pernah bersaksi untuk Yesus Kristus kepada orang lain? Kita bisa bersaksi melalui kehidupan dan pelayanan kasih, tetapi kita perlu juga bersaksi melalui  PERKATAAN. Kita bisa bersaksi tentang firman Tuhan yang kita dengar atau baca, tetapi dapat pula bersaksi dengan MEMBAGIKAN pengalaman hidup kita bersama Kristus kepada orang-orang lain.

    Sahabat, kita bersaksi agar orang lain pun ikut menghayati dan mengalami keindahan hidup bersekutu dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.  Apa yang kita saksikan tidak harus peristiwa-peristiwa yang luar biasa, yang spektakuler.  PENGALAMAN SEDERHANA SEHARI-HARI bersama dengan Tuhan, bila disaksikan dengan sungguh hati, bisa juga menjadi berkat yang luar biasa bagi orang-orang lain.

    Keselamatan, pemeliharaan, kebaikan, kasih dan anugerah Allah yang kita alami bisa kita bagikan kepada orang-orang lain.  Bukan hanya kehidupan lancar dan berhasil yang bisa kita saksikan, tapi penyertaan, pertolongan,  dan pemeliharaan Tuhan dalam masa-masa sulit seperti saat ini juga dapat kita bagikan.

    .

    Untuk itu Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Yohanes 1:1-4. Dalam bacaan tersebut, ada pengulangan kata “lihat” sebanyak tiga kali (ayat 1-3), kata “dengar” dua kali (ayat 1 dan 3) dan kata “beritakan” dua kali (ayat 2-3), apa maknanya bagimu? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • KRISTUS: Sang Roti Hidup

    Manusia membutuhkan makanan dalam hidupnya. Kalau tidak makan ia akan kelaparan dan tidak dapat bertahan hidup. Manusia perlu makan untuk hidup, tetapi ia tidak hidup untuk makan. Ada sesuatu yang lebih dari sekadar makan yang seharusnya dicapai oleh manusia. Pada saat Iblis mencobai Yesus untuk merubah batu-batu menjadi roti, Ia menjawab,  “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4).

    Sahabat, Tuhan Yesus tidak mengabaikan kebutuhan jasmani manusia. Ketika Ia melihat orang banyak yang sedang lapar, Ia memberi mereka makan. Jumlahnya ada 5000 orang laki-laki, belum termasuk kaum ibu dan anak-anak. Ia memberi mereka makan dengan lima roti dan dua ikan yang dipersembahkan seorang anak kecil. Apakah cukup? Lebih dari cukup, bahkan ada sisa dua belas keranjang. Mukjizat telah terjadi.

    Orang banyak tertarik pada roti, tetapi gagal melihat Sang Pemberinya. Itulah yang seringkali menjadi kegagalan manusia: Mendambakan berkat lebih dari pada Sang Pemberi Berkat. Masalah inilah yang menjadi awal bagi Tuhan Yesus Kristus untuk membicarakan tentang roti hidup.  

    Maka Bacaan Sabda  pada hari ini saya ambil dari Yohanes 6:24-40. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:

    1. Siapa  yang dimaksud dengan roti hidup itu?  
    2. Bagaimana cara menerima roti hidup itu?  
    3. Bagaimana memberitakan Kristus di dalam dunia yang cenderung menolak-Nya?

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • SEPERTI APA KITA DIKENANG

    Miliki kehidupan yang bisa memberkati untuk waktu yang lama bahkan setelah kita tiada adalah BENAR-BENAR SESUATU.  Sahabat, hidup kita di dunia memang singkat, namun kenangan yang kita wariskan akan hidup selamanya. Seperti apa kita dikenang orang, akan terbentuk dari sikap dan cara hidup kita, keputusan-keputusan yang kita ambil, karya-karya yang kita hasilkan dan seberapa besar kita memberi dampak kepada hidup orang lain.

    Sahabat, seperti apa kita dikenang akan sangat tergantung dari perilaku, keputusan, karya dan perbuatan kita di masa hidup. Kenangan akan kita bisa terus memberkati orang lain, tapi sebaliknya bisa pula “membusuk” di ingatan orang lain. Amsal Salomo berkata “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” (Amsal 10:7).

    Ada orang yang dikenang sebagai pribadi yang ramah, murah hati, setia kawan, sangat bersahabat, humoris,  pintar,  rajin dan sebagainya. Sebaliknya tidak sedikit pula orang yang terlupakan oleh waktu,  atau bahkan dikenang sebagai sesuatu yang negatif, seperti koruptor,  pemarah,  ringan tangan, suka mengutuki orang lain,  penipu, orang tidak tahu sopan, oportunis tulen dan sebagainya.

    Kita tentu rindu untuk meninggalkan kenangan yang baik bagi sesama kita. Tentu saja, bukan supaya mereka mengingat bahwa diri kita orang yang baik, melainkan supaya mereka dapat melihat kebaikan Tuhan. Melalui kebaikan-kebaikan kita, kiranya orang-orang di sekeliling kita bisa bersyukur dan melihat kasih Tuhan. Sebaliknya pula, kiranya kita senantiasa menyimpan kenangan tentang kebaikan hati sahabat-sahabat kita.   

    Sahabat, menjadi seseorang yang diingat oleh orang lain karena kenangan yang baik ternyata sungguh indah, tak terkecuali bagi jemaat di Filipi. Maka Bacaan Sabda pada hari ini  saya ambil dari Filipi 1:3-11. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah apa yang dikenang oleh Rasul Paulus tentang jemaat di Filipi dan apa doa Paulus untuk jemaat tersebut. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati.