Author: Christopherus

  • ReKat: SAKSIKAN Pengalaman Hidupmu Bersama KRISTUS (17 September 2021)

    Bacaan Sabda: 1 Yohanes 1:1-4

    Makna pengulangan kata: Lihat, dengar, dan beritakan:

    1. Kata lihat: Menunjukkan tedak hanya sebatas melihat sepintas, kemudian lewat tanpa kesan, tetapi sungguh benar melihatnya sendiri rentetan peristiwa/kejadian dari obyek yangg dilihatnya.
    2. Kata dengar: Menyatakan kesungguhan, keseriusan mendengar. Diperhatikan dengan seksama, tidak masuk dari telinga sebelah kanan, keluar lewat telinga   sebelah kiri.
    3. Kata beritakan: Menunjukkan aktif bertindak untuk menyatakan, mengatakan, menyampaikan apa yang telah dilihat, dan yang telah didengar,  tidak ditambahi dan ataupun dikurangi.

    (Haryono)

  • Terus BERBUAH dan Semakin BERKUALITAS

    Sahabat, pada hari ini,  saya sungguh bersyukur kepada Tuhan dapat merayakan ulang tahun yang  ke-65 bersama istri tercinta. Tuhan bukan hanya menciptakan kami tapi juga memelihara kami. Semoga di usia emas, kami dapat terus menceritakan bahwa Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.

    Berkaitan dengan ulang tahun saya tersebut,  Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 92:13-16. Kami rindu dapat menikmati umur panjang dan tetap sehat, dan terus dapat menceritakan pengalaman hidup kami bersama Tuhan. Kami ingin seperti pohon kurma, di usia emas, kami ingin tetap berbuah dan buahnya semakin berkualitas.

    Sahabat, bukan tanpa alasan jika pemazmur menggambarkan kehidupan yang benar akan bertunas seperti pohon kurma.  Pohon kurma atau pohon palem adalah salah satu jenis pohon yang paling sering ditulis di dalam Alkitab, terutama Perjanjian Lama.  Pasti ada alasannya mengapa Tuhan sering menggunakan lambang pohon kurma ini di dalam firman-Nya.

    Proses perjuangan pohon kurma untuk bertumbuh dan menghasilkan buah meski hidup di tengah padang gurun adalah simbol dari kehidupan orang percaya yang dikehendaki Tuhan.  Berakar kuat, terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang lebat meski harus diperhadapkan pada masalah dan penderitaan.  Masalah dan penderitaan adalah proses menuju kepada pendewasaan iman (Yakobus 1:12). 

    Untuk menjadi orang percaya yang bertumbuh dan berbuah sampai masa tua, tidak ada jalan lain selain harus berakar kuat kepada Tuhan Yesus yang adalah Sumber Air Kehidupan.  Tuhan menghendaki agar anak-anak-Nya menjadi seperti pohon kurma, tetap kuat dan menghasilkan buah meski di tengah kegersangan dan badai kehidupan.

    Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tolong tuliskan  apa yang harus kamu lakukan agar walaupun usiamu terus bertambah, namun kamu dapat terus berbuah bahkan buahmu semakin berkualitas. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MEMERHATIKAN dan MENGASIHI

    Sahabat, saya yakin, kita semua memiliki puluhan,  ratusan bahkan ribuan teman, tapi diantara mereka tentu ada yang menjadi sahabat, bahkan sahabat spesial atau sahabat kental.  

    Rasul Yohanes menulis 3 surat. Surat pertama Rasul Yohanes menulis  kepada anak-anak rohaninya secara umum (Surat 1 Yohanes). Surat kedua kepada seorang “ibu yang terpilih dan anak-anaknya” (Surat 2 Yohanes). Surat ketiga Rasul Yohanes ditujukan kepada Gayus, yang merupakan salah seorang anak rohaninya.

    Rasul Yohanes sangat mengasihi Gayus sehingga ia menulis surat khusus kepadanya, Itu berarti Gayus sangat spesial dalam kehidupan Rasul Yohanes. Dalam  bagian awal surat ini,   kita dapat melihat bagaimana sikap Yohanes yang sungguh sangat memerhatikan Gayus sebagai anak rohaninya.

    Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengasihi sahabat kita seperti Rasul Yohanes mengasihi Gayus? Sudahkah kita memperhatikan, mendoakan, mengasihi, bahkan memberikan dukungan kepada mereka? Mungkin apa yang kita lakukan seperti mengirimkan WA yang berisi ayat-ayat Alkitab, atau mendoakan mereka dalam doa syafaat kita kelihatannya hanyalah hal sepele, tetapi dalam Tuhan, apapun yang kita lakukan pasti tidak akan sia-sia, selama kita melakukannya dengan tulus, dan dengan motivasi yang benar. Tuhan Yesus berkata, “… barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya” (Matius 10:42).

    Sahabat, untuk mengenal lebih jauh hubungan Rasul Yohanes dengan Gayus, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari surat 3 Yohanes 1:1-4. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Bagaimana hubungan antara Rasul Yohanes dan Gayus? (ayat 1)
    2. Apa yang dilakukan Rasul Yohanes untuk Gayus? (ayat 2)
    3. Apa yang dirasakan oleh Rasul Yohanes ketika dia mendengar kabar tentang Gayus? (ayat 3-4)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • TUHAN menyediakan UPAH

    Sahabat, tanpa sadar kadang-kadang kita mengadakan hitung-hitungan dengan Tuhan!  Seharusnya selagi tubuh kita masih sehat dan kesempatan masih terbuka, mari kita maksimalkan semua potensi yang ada di dalam diri untuk melayani Tuhan dan melakukan yang terbaik bagi Dia, Tuhan menyediakan upah bagi setiap orang yang mau melayani-Nya dengan sepenuh hati (Amsal 14:23). 

    Kita harus bisa membedakan antara upah dan keselamatan!  Rasul Paulus  menyatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”  (Efesus 2:8-9).  

    Dari pernyataan tersebut kita dapat mengerti bahwa keselamatan diberikan kepada orang percaya dengan cuma-cuma karena iman kita kepada Kristus, bukan hasil usaha kita, bukan karena perjuangan kita, bukan karena perbuatan baik kita, melainkan pemberian dari Tuhan, oleh karena kasih karunia-Nya semata. 

    Sedangkan untuk mendapatkan upah ada  harga yang harus kita bayar, kita harus berjuang, kita harus berusaha, kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya.  Sahabat, upah terbagi menjadi dua bagian, yaitu upah selama di bumi dan upah di surga.  Pemazmur menyatakan bahwa orang benar tidak pernah ditinggalkan Tuhan  (Mazmur 37:25)  dan diberkati Tuhan  (Mazmur 112:1-3), artinya Tuhan menjamin kehidupan orang benar selama hidup di bumi;  dan ketika sampai di surga nanti, orang benar juga akan mendapatkan upahnya lagi dari Tuhan:  Mahkota kehidupan  (Yakobus 1:12), mahkota kemuliaan  (1 Petrus 5:4), dan berkat-berkat surga lainnya.

    Untuk menggali lebih dalam tentang perjuangan, ketekunan dan upah yang didapat, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari surat Ibrani 10:32-39. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:

    1. Mengapa kita rela turut mengambil bagian dalam penderitaan? (ayat 34)
    2. Mengapa kita tidak boleh melepaskan kepercayaan kita? (ayat 35)
    3. Mengapa kita harus bertekun sampai akhir? (ayat 36)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • KETAATAN: Harga yang Harus DIBAYAR


    Sahabat, sesungguhnya setiap ketaatan selalu mendatangkan berkat, sebab Tuhan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya.  “Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.”  (Mazmur 18:26-27).

    Jadi jelaslah, di mana ada ketaatan di situ ada berkat;  sebaliknya, tak ada ketaatan tak ada berkat.  Jadi Tuhan menuntut ketaatan kita sebagai bukti bahwa kita percaya kepada-Nya dan mengasihi Dia.  Ketaatan kita kepada Tuhan itulah yang akan membawa kita kepada penggenapan janji Tuhan:  berkat, mukjizat, kemenangan, pemeliharaan, perlindungan dan keluputan dari hal-hal yang membahayakan. 

    Ada cukup banyak orang mengingini berkat Tuhan dan mengalami perkara-perkara besar dari Tuhan, tapi mereka sendiri tak mau membayar harga dalam hidupnya.  Mereka tak mau taat melakukan kehendak Tuhan tapi mengingini berkat Tuhan.  Bagaimana mungkin?

    Sahabat, Ishak adalah salah satu contoh tokoh yang mengalami berkat Tuhan secara luar biasa karena taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan meski dalam situasi yang tidak mendukung sekalipun. Untuk itu Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Kejadian 26:1-6 dan Kejadian 26:12-31.

    Ishak adalah satu-satunya ahli waris ikatan perjanjian Allah dengan Abraham. Ikatan perjanjian itu diteruskan kepada Yakub. Melalui Yakub lahirlah dua belas suku Israel. Meskipun Ishak adalah orang yang diberkati Allah, namun ia juga menghadapi masalah, tantangan, dan kesulitan, seperti kita juga. Saat itu terjadi bencana kelaparan di beberapa wilayah, termasuk Gerar. Ishak berniat mengungsi ke tanah Mesir, tetapi Allah mencegahnya dan menyuruh Ishak menetap di Gerar sebagai orang asing.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa yang diperoleh Ishak ketika dia taat menjalankan kehendak Tuhan? (ayat 12-13)
    2. Mengapa orang Filistin marah dan apa yang dilakukan oleh mereka? (ayat 14-15)
    3. Apa tanggapan Ishak terhadap tindakan Abimelekh yang sewenang-wenang? (ayat 16-17)
    4. Apa reaksi Ishak terhadap tindakan orang-orang Gerar yang mau menangnya sendiri? (ayat 19-22)
    5. Apa pengakuan Abimelekh tentang Ishak dan bagaimana tanggapan Ishak? Pada akhirnya apa yang terjadi antara Abimelekh dan Ishak? (ayat 26-31)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg).   

  • ATURAN dan KEBIJAKSANAAN TUHAN

    Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa untuk segala sesuatu ada  waktunya.  Dalam dunia pertanian, ada waktu untuk:  membajak, mencangkul, menyiangi, menabur, dan memanen.   Jadi tidak seluruh waktu harus digunakan untuk membajak, atau tidak seluruh waktu kita gunakan untuk menabur saja, sebab nantinya juga ada waktu untuk memanen. (Pengkhotbah 3:1-2).      

    Dalam kitab Imamat 26:3-5a tertulis,  “Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan  pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.  Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. …”   Berkat disediakan bagi umat yang hidup menurut ketetapan Tuhan dan perjanjian-Nya.

    Saya ingat satu paribasan dalam bahasa Jawa yang diajarkan ketika saya duduk di bangku SD , “Desa mawa cara, negara mawa tata”,  artinya setiap tempat atau setiap daerah mempunyai adat dan aturan sendiri-sendiri.  Pribahasa tersebut dipakai untuk menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki adat kebiasaannya masing-masing.  Jika sebuah desa atau negara saja memiliki tata aturannya sendiri, begitu juga Tuhan. Dia memiliki aturan dan  kebijaksanaan sendiri untuk menata kehidupan manusia.

    Sahabat, untuk mendalami masalah aturan dan kebijaksanaan Tuhan, Bacaan Sabda saya ambil dari  Yesaya 28:23-29. Firman Tuhan yang menjadi bacaan kita pada hari ini merupakan sebuah metafora yang mengambil latar pertanian untuk menunjukkan aturan dan kebijaksanaan Tuhan. Di bacaan kita, petani itu adalah

    nabi Yesaya yang melaksanakan kehendak Allah, yaitu menyampaikan pesan Allah kepada umat-Nya dan kepada semua pembesar.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Tolong tuliskan pemahamanmu tentang pekerjaan seorang petani berdasarkan ayat 24-27.
    2. Tolong tuliskan pemahamanmu tentang apa yang akan dilakukan oleh Tuhan berdasarkan ayat 28.

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • Selamat Tinggal MASA LALU

    Sahabat, di usia emas saat ini, saya dan istri seringkali lupa. Lupa menaruhkan kacamata, HP, bolpoin, dan lain-lain. Kami sering tiba-tiba lupa nama teman lama ketika berjumpa. Saya juga sering lupa dengan kata atau istilah yang akan saya sampaikan dalam satu pembicaraan. Semakin usia kita bertambah, kita menjadi seringkali lupa. Itu hal yang wajar dan manusiawi. Itu karena faktor usia.

    Tapi anehnya,dengan bertambahnya usia, kita justru semakin sulit melupakan apa yang ada di belakang kita, baik itu keberhasilan maupun kegagalan. Ternyata melupakan itu tidak mudah ya.  

    Masa lalu sudah berlalu dan tak mungkin terulang kembali karena waktu terus berjalan maju.  Ada sebagian orang yang membangga-banggakan masa lalu karena diwarnai prestasi dan kejayaan. Mereka terjebak dalam kisah romantisme yang diulang ulang.  Tetapi ada pula yang sulit sekali melupakan masa lalu karena penuh kegagalan atau hal-hal yang menyayat hati sehingga menimbulkan trauma yang berkepanjangan,   yang membuat mereka kehilangan damai sejahtera. Sesungguhnya jika kita terus menerus  dibayang-bayangi oleh masa lalu sampai kapan pun kita tidak akan pernah dapat menikmati masa kini dan berjuang untuk menggapai masa depan.

    Sahabat, untuk menggali topik tentang bagaimana kita dapat melupakan masa lalu, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Filipi 3:1b-16. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa dan bagaimana pemahaman Rasul Paulus terhadap keberhasilan masa lalunya? (ayat 7 dan 8)
    2. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Rasul Paulus sehingga dia dapat dipakai oleh Tuhan secara luar biasa? (ayat 13)
    3. Apa yang menjadi tujuan hidup Rasul Paulus? (ayat 14)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)