Author: Christopherus

  • INSPIRATOR: Hidup yang MENGUBAHKAN

    Motivator adalah orang yang  memberikan motivasi kepada orang lain. Pemberian motivasi tersebut biasanya dilakukan melalui acara seminar, ceramah, pembekalan atau pelatihan. Menjadi motivator merupakan sebuah profesi. Jadi dia membekali diri supaya terampil memotivasi banyak orang.

    Sahabat, selain motivator, kita mengenal inspirator. Seorang inspirator  menginspirasi orang lain melalui perubahan hidupnya. Dia menginspirasi orang lain melalui teladan hidupnya lewat perasaan, pikiran, perkataan, dan perbuatannya. Bisa saja sekali waktu ia berbuat salah dan gagal. Namun saat ia jujur mengakui kesalahan dan kebodohannya, ia justru akan menginspirasi banyak orang tentang arti hidup yang otentik. Inspirator membangun integritas hidup bukan dengan kata-kata, tetapi lewat perbuatan nyata.

    Untuk lebih memahami topik tentang “Inspirator: Hidup yang mengubahkan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Korintus 9:1-27. Saat itu, memang ada sebagian jemaat yang meragukan otoritas kerasulannya. Alih-alih kecewa, Rasul Paulus malah membuktikan keraguan mereka salah. Melalui pertanyaan retorik, Paulus mengingatkan dan menegaskan kepada jemaat Korintus akan identitasnya. Ia menceritakan tentang pertobatan, perjumpaannya dengan Yesus, dan perjuangannya memberitakan Injil (ayat 1).

    Perubahan Paulus menjadi bukti bagi mereka bahwa Kristus mampu mengubah kehidupan seseorang. Tidak hanya sampai di situ, Tuhan juga memanggil dan memakainya untuk memberitakan Injil. Melalui perubahan hidupnya, Paulus dapat menyaksikan kuasa Tuhan dan kekuatan Injil. Buah dari pelayanannya adalah kehidupan jemaat di dalam Tuhan (ayat 2).

    Sahabat, Rasul Paulus tidak mau menjadi motivator saja. Jangan sampai ia memberitakan Injil agar orang lain percaya, tetapi ia sendiri malah ditolak Tuhan karena ia hanya memberitakan kebenaran, tetapi tidak mengimani atau menghidupi kebenaran yang ia beritakan (ayat 27).

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa prinsip Rasul Paulus dalam memberitakan Injil? (Ayat 16 dan 17)
    2. Apa yang menjadi upah bagi Rasul Paulus dalam memberitakan Injil? (Ayat 18)
    3. Bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh Rasul Paulus untuk memenangkan banyak jiwa? (Ayat 19-22)
    4. Apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus agar setelah ia memberitakan Injil dirinya tidak ditolak? (Ayat 26 dan 27)
    5. Apa yang dinasihatkan Rasul Paulus kepada Timotius agar dia dapat menjadi seorang inspirator? (1 Timotius 4:12)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • ALLAH MAU PEDULI TERHADAP HAL-HAL KECIL

    Sahabat, hari ini  saya akan bercerita  tentang mukjizat tapi bukan tentang mukjizat-mukjizat yang besar. Melainkan tentang hal-hal kecil yang orang tidak pernah menyangka  bahwa Yesus Tuhan kita yang hidup dan berkuasa  akan mau peduli  dengan “hal yang kita anggap sepele”.  Cerita tersebut dapat Sahabat baca di Injil Yohanes 2:1-11.

    Di bagian inilah kita sering tidak menduga, bahwa Allah kita sangat peduli dengan “kebutuhan-kebutuhan kita yang kita anggap sepele”. Tanpa kita sadari, di pikiran kita sudah terbentuk bahwa yang namanya mukjizat itu kalau orang buta menjadi melihat; orang lumpuh menjadi berjalan; dan orang sakit kusta menjadi tahir. Kalau Tuhan Yesus menolong kebutuhan air anggur dalam sebuah pesta pernikahan itu bukan sebuah mukjizat?

    Sahabat, untuk lebih memahami topik tentang “Allah mau peduli terhadap hal-hal kecil”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 2 Raja-Raja 6:1-7. Di masa nabi Elisa, walau masyarakat Israel secara moral carut-marut, para nabi dibawah bimbingannya masih memerlihatkan kepedulian sosial dan kesehatian, gotong royong. Hal tersebut terlihat ketika tempat buat mereka berkumpul dan belajar sudah penuh sesak (ayat 1). Kemiskinan membuat mereka sehati saling bahu-membahu membangun tempat belajar yang lebih besar untuk kepentingan bersama (ayat 2). Di samping itu, Elisa sebagai pemimpin rohani turut membantu mereka (3-4a).

    Hal yang patut dipuji dari mereka adalah integritas dan dedikasi diri. Mereka belajar hal-hal rohani, tetapi mereka tidak mau menjadi beban bagi masyarakat Israel. Mereka bekerja keras dalam segala hal untuk mencukupi kebutuhan pribadi. Untuk membangun tempat baru, mereka sama sekali tidak meminta bantuan dana. Dengan akal budi serta kedua tangan dan kaki, mereka saling bergotong royong menebang pohon (ayat 4b).

    Dalam proses menebang pohon terjadi musibah, yaitu mata kapak jatuh ke air yang keruh dan dalam, sehingga tidak memungkinkan untuk diambil (ayat 5a). Orang yang meminjam kapak itu bingung melihat kejadian tersebut. Ia tidak tahu dengan cara bagaimana dapat  mengembalikan kapak itu, sebab ia sama sekali tidak memiliki uang. Mungkin dengan susah payah ia akan mengumpulkan uang, mungkin dengan meminta bantuan sana sini (ayat 5-b). Di tengah kegalauan itu, penghiburan dan pertolongan  Allah datang melalui Elisa. Hanya melemparkan sepotong kayu, mata kapak besi yang berat itu mengambang di permukaan air (ayat 6-7).

    Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah secara singkat pengalamanmu bagaimana Allah menolong memenuhi kebutuhanmu yang kamu anggap sepele. Panjang tulisan maksimal  satu halaman kuarto diketik dengan font 12 dan 1,5 spasi. Selamat sejenak merenung dan menulis, Tuhan memberkati. (pg)

  • ReKat: TUHAN: Pembela dan Penolongku (16 Oktober 2021)

    Bacaan Sabda: Mazmur 35:1-28

    1. Kita melihat bahwa Daud meminta kepada Tuhan untuk melakukan pembalasan atas kejahatan orang – orang yang memusuhinya, karena Daud menyadari bahwa pembalasan adalah hak Tuhan.
    1. Daud merasa bahwa orang yang memusuhinya tanpa alasan telah membuat dia merasa bahwa mereka telah merusak jiwanya dan ingin menghabisi nyawanya, dan seolah – olah Tuhan diam saja tidak peduli.
    1. Daud menyadari bahwa Tuhanlah hakim yang adil, Ia pasti akan melakukan keadilan kepada orang yang berbuat jahat.
    1. Atas pertolongan Tuhan, walaupun belum terjadi Daud berjanji akan bersorak-sorak atas keselamatan dari Tuhan, ia akan menyanyikan syukur baik di depan jemaah maupun di tengah rakyat yang banyak.

    (Lidia)

  • ADA ALLAH, ADA PERTOLONGAN

    Allah tidak pernah berjanji bahwa hidup kita sebagai orang percaya akan selalu lancar dan tanpa kesulitan. Namun jangan putus asa, karena Allah menjanjikan bahwa Ia akan menuntun, menyertai, dan memberi kita kekuatan dalam menjalani kehidupan yang penuh permasalahan yang rumit.

    Suatu ketika, murid-murid sedang berada di dalam perahu dan Kristus juga turut serta, tapi Ia sedang tidur di buritan di sebuah tilam.  Tiba-tiba taufan dahsyat mengamuk dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu sehingga perahu hampir penuh dengan air dan nyaris tenggelam.  Murid-murid menjadi sangat takut dan segeralah mereka membangunkan Tuhan,  “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”  (Markus 4:38-b).  Tuhan segera bangun dan menghardik angin itu dan danau pun menjadi tenang.  Berkatalah Tuhan kepada mereka,  “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”  (Markus 4:40). 

    Untuk lebih memahami topik tentang: “Ada Allah, ada pertolongan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yesaya 41:1-20. Ayat 1-7 menggambarkan ketidakbergunaan berhala-berhala dan dilema orang-orang kafir yang memilih untuk bergantung kepada sesamanya, dan kepada berhala. Lalu Allah berseru kepada Israel yang telah Dia pilih agar tidak takut dan bimbang karena Allah menyertai mereka (ayat 8-10).

    Sahabat, tidak ada situasi apa pun dimana Allah yang Mahakuasa tidak dapat menolong kita. Dengan demikian kita tidak perlu takut kepada musuh yang marah, pada kelemahan diri kita sendiri, maupun keadaan yang begitu menyulitkan, karena ada Allah yang menyertai dan menuntun langkah kita.

    Berdasarkan hasil perenungan dari pembacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Banyak musuh yang marah terhadap Israel, lalu apa yang akan diperbuat Allah kepada musuh-musuh Israel tersebut? (Ayat 11-13)
    2. Walaupun umat Allah lemah, digambarkan sebagai “cacing Yakub” dan “ulat Israel”, lalu apa yang akan diperbuat Allah untuk menolong mereka? (Ayat 13-15)
    3. Keadaan begitu sulit sehingga orang-orang sengsara tidak dapat menemukan air hingga jadi kehausan, lalu apa yang diperbuat Allah untuk menolong mereka? (Ayat 17-19)
    4. Apa tujuan Allah menolong umat-Nya? (Ayat 20)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MUKJIZAT dapat TERJADI setiap SAAT

    Saya sering menulis kepada Sahabat yang sedang sakit atau menjalani masa pemulihan pernyataan sebagai berikut: “TETAP JAGA HARAPAN. Dalam kegelapan, cahaya sekecil apa pun tetap memberi arah. Ketika Sahabat sedang sakit seperti saat ini, harapan sekecil apa pun tetap membuka kemungkinan. Ingat jangan pernah menyerah, tetap jaga harapan, sekecil apa pun, MUKJIZAT dapat terjadi SETIAP SAAT.”

    Sahabat, dinamika hidup terus bergulir, ada suka dan duka, sakit dan sehat, tertawa dan menangis, menabur dan menuai, berhasil dan gagal.  Namun yang pasti, dalam setiap keadaan Tuhan sanggup membuat segala sesuatu indah pada waktunya  (Pengkhotbah 3:11a).  Tuhan dapat menghadirkan mukjizat dan kemenangan dalam situasi yang bagaimana pun, yang secara manusia adalah mustahil tapi bagi Dia tak ada yang tak mungkin.

    Untuk memahami lebih dalam pokok bahasan tentang: “Mukjizat dapat terjadi setiap saat”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 2 Raja-Raja 4:1-7. Kali ini nabi Elisa harus mengatasi problem seorang janda miskin. Sejak kematian suaminya, yang adalah seorang nabi, ia meninggalkan hutang yang banyak kepada istrinya. Selain itu, kondisi keluarga ini semakin terpuruk secara ekonomi.

    Belum lagi ditambah tenggat waktu melunasi hutang semakin dekat. Ancaman rentenir adalah dua anak laki-laki janda itu akan dijadikan budak (ayat 1-b). Hal itu memilukan hati si janda sebagai seorang ibu. Namun ia tetap bertahan dalam iman bahwa Allah pasti menolongnya. Itu sebabnya ia datang kepada nabi Elisa meminta pertolongan (ayat 1-a).

    Sahabat, iman membutuhkan tindakan konkret. Tanpa menjalani apa yang diimani, mustahil harapan kita menjadi kenyataan.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa yang ditanyakan oleh nabi Elisa kepada janda tersebut? Lalu apa jawab Si Janda? (Ayat 2)
    2. Apa yang diperintahkan oleh nabi Elisa kepada Si Janda dalam ayat 3?
    3. Apa yang diperbuat oleh Si Janda beserta 2 orang anaknya? (Ayat 4-6)
    4. Apa yang dikatakan nabi Elisa kepada Si Janda di ayat 7?

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • KETAATAN mendatangkan KESEMBUHAN

    Ada cukup banyak orang percaya yang tidak suka dan  merasa alergi  jika mendengar khotbah tentang ketaatan, karena yang ada di pikiran mereka,   ketaatan selalu identik dengan larangan-larangan:  tidak boleh ini,  tidak boleh itu, sesuatu yang tidak boleh dilanggar, yang jika dilanggar ada sanksi atau konsekuensinya. Karena itu tidaklah mengherankan jika orang percaya lebih suka mendengar khotbah tentang berkat, keberhasilan, kemenangan, pemulihan, kesembuhan, mukjizat dan sebagainya.  Sesungguhnya kita perlu menyadari  bahwa berkat, keberhasilan, kemenangan, pemulihan, kesembuhan, mukjizat adalah dampak atau upah dari ketaatan seseorang.

    Sahabat, untuk mendalami topik tentang “Ketaatan mendatangkan kesembuhan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 2 Raja-Raja 5:1-19. Naaman adalah salah seorang tokoh di dalam Alkitab, namanya tidak asing di telinga orang percaya.  Ia sangat terkenal, berkuasa, berpengaruh dan dihormati oleh banyak orang.  Sebagai panglima raja Aram bisa dikatakan sebagai tangan kanan raja, karena itu ia sangat dikasihi oleh raja.  Naaman bukan hanya seorang jenderal, tapi juga seorang pahlawan perang yang gagah perkasa.  Kontribusinya bagi negara tak diragukan lagi.

    Meski memiliki posisi tinggi dan terpandang ada satu noda dalam hidup Naaman. Dia menderita penyakit kusta.  Siapa pun orangnya dan setinggi apa pun pangkatnya jika terserang penyakit itu pasti dijauhi banyak orang;  apalagi di kalangan orang Ibrani penyakit kusta dianggap najis dan berbahaya karena dapat menular kepada orang lain.  Maka dari itu orang yang menderita sakit ini harus diasingkan dari masyarakat luas.  Tidak seorang pun yang diperbolehkan bersentuhan dengannya (Imamat 13:46).
     

    Akhirnya Naaman mengalami mukjizat kesembuhan ketika ia mau bertindak dalam ketaatan terlebih dahulu. Sahabat, di luar rahmat Allah, kehidupan manusia penuh pemberontakan. Hanya ketaatan semata, hidup kita mendapatkan sentuhan Allah.

    Berdasarkan hasil perenungan dari bacaan kita pada hari ini, jawabalah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Bagaimana jalan ceritanya sampai Naaman bersedia berangkat berobat ke Samaria? (Ayat 1-3)
    2. Ketika Naaman bertemu dengan nabi Elisa, apa yang diperintahkan oleh Elisa untuk dikerjakan oleh Naaman? (Ayat 10)
    3. Bagaimana reaksi Naaman ketika mendengar perintah dari Elisa? (Ayat 11-12)
    4. Akhirnya apa yang dilakukan oleh Naaman dan apa yang dia peroleh? (ayat 14)
    5. Apa pernyataan Naaman di depan Elisan? (Ayat 15)

    Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)